Pembantu Ku Kekasih Ku

Pembantu Ku Kekasih Ku
kehidupan Rere


__ADS_3

selesai acara makan pagi kini mereka pun berkumpul di ruang keluarga untuk saling mengobrol dan bercengkrama,


"Arya besok papa sama mama akan Australia kemungkinan papa sama mama akan menetap di sana karna perusahaan di sana bermasalah dan hampir bangkrut karna ada seseorang yang membocorkan data perusahaan papa" tutur tuan Adijaya pada Arya


"sampai berapa lama pa" tanya Arya


"belum tau karna jika perusahaan di sana di tinggalkan seperti nya juga akan susah Ary, jadi butuh waktu lama papa sama mama menetap di sana" jawab tuan Adijaya


" baik lah pa, kalau itu sudah jadi keputusan papa" Arya memahami keputusan tuan Adijaya


"kamu di rumah sama Kania jangan berantem loh ya sepeninggal papa sama mama dari rumah" peringat tuan Adijaya


"iya papa tenang aja, Arya nggak akan berantem sama Kania bahkan Arya akan jaga anak ke sayangan papa ini" tutur Arya sembari mengacak rambut Kania yang memang duduk di sebelah Arya


"Arya apaan sih siapa juga yang anak ke sayangan gue sadar diri kali gue siapa di sini" ucap Kania merasa tak enak


"emang iya elo tu anak ke sayangan papa sama mama sekarang" jawab Arya dengan santai


"mulai dah ribut lagi" ucap Berlian yang merasa kesal melihat mereka berdua yang selalu berantem


"tapi kak Berlian tetap di rumah kan nggak ikut om sama tante" tanya kania


"nggak sayang Berlian tidak ikut" jawab ibu Ratna


"iya gue nggak ikut tapi gue bakal tinggal di apartemen gue yang deket sama kantor, itung-itung ngindarin macet karna jarak dari rumah ke kantor itu lumayan jauh" jawab Berlian


" yah...ko kak Berlian juga sih" tutur Kania lesu


"ya mau gimana lagi" jawab Berlian


"udah sih timbang di tinggal gitu aja udah sedih begitu" sahut Arya santai


" gue kan udah nggak punya siapa- siapa kalo kak Berlian pindah juga kan sepi" tutur Kania


"kan masih ada gue di rumah elo nggak sendirian" sontak jawaban Arya membuat Kania menjadi merasa malu pipi nya yang semula putih berubah menjadi merah merona


"sudah- sudah kalian ini berdebat terus" ucap ibu Ratna menengahi


dan membuat mereka pun terdiam dan fokus ke arah tayangan tv yang memang sedari tadi menyala sebenar nya.





di tempat lain kini Baim dan yoga tengah berada di rumah Yoga mereka tengah asik memainkan game

__ADS_1


"eh Arya nggak ada hubungin elo Yog" tanya Baim dengan masih asik memainkan game nya


"nggak ada, emang nggak ada hubungin elo im" tanya bail Yoga


"nggak ada makanya gue tanya elo tumben-tumbenan tu curut satu kagak hubungin biasa nya kan kalo hari weekend dia selalu duluan ngajak kita ngumpul" jawab Baim yang sedang asik memainkan game sembari memakan camilan yang di sediakan bi tuti pembantu rumah tangga yoga.


" coba loe hubungi dia " perintah Yoga


" loe aja lah gue tanggung ini lagi seru-seru nya" jawab Baim


" elah elo mah sama temen ndiri juga" akhirnya Yoga menelfon Arya


📱yoga: woy ******!! loe di mana" tutur Yoga setelah panggilan telfonnya di angkat.


📱Arya: gue di rumah, kenapa" tanya Arya


📱Yoga: tumben loe kaga ada kabar, biasa nya juga weekend loe paling dulu ngajak jalan"


📱Arya; iya tadi bonyok gue lagi pada di rumah bilangnya besok bakal ke Australia buat netap di sana"


📱Yoga: och pantesan aja loe kaga ada kabar, kita nongkrong nyok"


📱Arya: ok, loe sekarang di mana"


📱Yoga; di rumah gue ada Baim juga"


"et dah ini bocah main mati- matiin aja" gerutu Yoga karna belum sempat menjawab telfon sudah di matikan terlebih dahulu


" nape yog, gimana Arya" tanya Baim


" dia mau ke sini" jawab Yoga


" oh oke deh"





di kamar Arya kini tengah bersiap mengganrti pakaiannya, ia memakai jins di padukan kaos berwarna abu- abu polos dan di padukan jaket berwarna hitam yang memperlihatkan ketampanannya, Arya pun menyambar mobil sport nya. da nkeluar dari kamar nya menuju lift setelah sampai di lantai bawah Arya masih mendapati orang tuanya duduk di sana tetapi tidak ada Kania dan Berlian


tuan Adijaya yang melihat anak lelaki nya sudah rapi pun menanyakan " mau kemana kamu Arya" tanya tuan Adijaya


" biasa pa mau main sama temen- temen" jawab Arya


" kamu kalau papa sama sudah ke Australia jangan suka pergi sendiri apalagi ninggalin Kania sendiri di rumah" nasehat tuan Adijaya

__ADS_1


" santai aja kali pah, lagian di rumah juga banyak pelayan udah dulu ya Arya mau berangkat dah ma pa" tutur Arya dan berlalu meninggalkan orang tuanya


" lihat anak mu itu ma, krjaannya hanya main saja bagai mana nannti siapa yang akan meneruskan perusahaan kita" tutur tuan Adijaya yang memang tanpa seoengetahuannya bahwa Arya sebenarnya sudah memiliki usaha sendiri tanpa orang lain tahu


" sudah lah pa, lagi pula sekarang kan sudah di handle Berlian" jawab ibu Ratna menemangkan


" tapikan tidak selamanya Berlian akan bekerja adakala nya saat dia sudah menikah otomatis tidak bisa sepenuh nya untuk mengurus perusahaan" ucap Tuan Adijaya


" ya nanti juga Arya pasti akan berubah pa, sudah mama mau ke kamar dulu" ibu Ratna pun berdiri dari duduknya dan menuju kamar.





di tempat lain kini Rere tengah di sibukkan dengan pekerjaan sekolah nya, karna semalam ia tak sempat untuk mengerjakan karna di sibukan dengan pekerjaanya di sebuah toko kue


ya Rere bukan lah orang yang kaya ia hanyalah orang biasa dengan hanya memiliki mata pencaharian sebagai pemilik toko kue hasil kerja kerasnya selama ini bekerja sebagai pelayan restoran, pekerjaan yang banyak orang di anggap remeh dan gaji tak seberapa itu akhirnya membuah kan hasil bahkan Rere kini memiliki toko kue sendiri meski pun tempat nya tidak terlalu luas.


"RERE...." teriak seseorang pria memanggil nama nya


"iya pak..." jawab Rere yang ternyata lelaki itu adalah Ayah nya sendiri


"sini kamu" panggil sang Ayah


"bapak kenapa lagi sih, heran tiap hari kerjaanya teriak-teriak kalo pulang ke rumah" gerutu Rere lalu menghampiri sang Aya


" iya kenapa pak" tanya Rere ketika sudah sampai di hadapan Ayah nya


" kamu masak begini doang, " tanya sang Ayah


" iya hari ini Rere cuma masak tumis kangkung, sama telur aja karna tinggal itu bahan yang ada, Rere masih sibuk ngerjain tugas sekolah" jawab Rere pada sang Ayah


" tiap hari alasannya itu terus, bagi duit" tutur Ayah Rere


" mau buat apa pak, buat main jugi lagi mabok lagi" tanya Rere


" bukan urusan kamu, cepet bagi duit" paksa Ayah Rere


" nih, Rere ada nya segitu..." Rere memberikan uang lima lembar seratus ribuan yang langsung di terima ayah Rere


" pak udah dong mabok-mabokannya, bapak juga nggak cape apa main judi kalah terus sampe harus di kejar-kejar preman buat nagih hutang bapak" tegur Rere


" anak kecil gak usah ikut campur urusan orang tua" teriak Ayah Rere tak terima lalu pergi dari rumah


Rere hanya menatap kepergian sang Ayah dengan wajah sedih mengapa ia memiliki Ayah yang seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2