
pagi harinya Kania bangun dari tidurnya karna mendapati suaminya sudah tak ada di samping nya sudah pasti Arya kini tengah di kamar mandi karna rutinitas setiap pagi nya adalah muntah-muntah
Kania menghampiri suami nya itu, ia merasa kasihan melihat suaminya yang setiap pagi harus mengeluarkan tenaga ekstra hanya untuk memuntah kan isi perutny yang kosong itu
"kasian kamu mas harus muntah-muntah terus setiap pagi" Kania memeluk suaminya itu dari belakang dan menangis
"hai kenapa kamu menangis sayang" Arya membalikan tubuhnya dan mengahapus air mata Kania
"aku gak tega lihat kamu muntah-muntah terus mas, kalau aku bisa memilih lebih baik aku yang mengalami itu, karna aku yang hamil aku yang mengandung anak kita, hiks hiks hiks" Kania menangis sesegukan
"sudah sayang mas gak kenapa-kenapa kok, mas malah seneng bisa berbagi dan merasakan bagai mana ibu hamil mengidam, mas tidak masalah jika mas harus bolak balik untuk ke kamar mandi" ucap Arya menenangkan istrinya itu karna ia tahu ibu hamil biasanya lebih sensitif
"sudah ya jangan menangis lagi" Arya memeluk kania menenangkannya
"ya sudah sekarang kita mandi bersama yuk mumpung kamu juga ada di kamar mandi" ucap Arya usil
"gak mau ah kamu aja" tolak Kania hendak lari menuju arah pintu
namun Kania kalah sigap dengan tangan Arya yang sudah lebih dulu sampai di pintu dan mengunci nya
"ih..mas aku mau keluar" kania masih berusaha untuk menghindar
"sayang mandi bersama suami itu ibadah loh, emang kamu gak mau menyenangkan hati suami mu ini" Arya mengerlingkan mata nya
" ya...ya...itu...." sebelum Kania melanjutkan ucapannya Arya terlebih dahulu mengangkat tubuh kania dan menggendongnya menuju bathup
Arya perlahan menurunkan Kania di bathup lalu ia melepas semua pakaiannya
"mas ih kamu porno"Kania menutup matanya dengan tangan
"siapa yang porno sih kan kita mau mandi sayang" ucap Arya mengusili ia pun mengisi bathup dengan air hangat lalu ikut duduk di dalam bathup
"sudah buka mata mu, kenapa harus di tutup segala bukan kah setiap malam kamu sudah sering melihatnya" Arya menjahili istrinya itu lalu membuka telapak tangan istrinya itu dari wajah nya
__ADS_1
"ih kamu apaan sih ya biar pun begitu tetap saja malu mas"
Arya tak menghiraukan lagi ocehan-ocehan istrinya itu ia pun membuka baju Kania tanpa persetujuan terlebih dulu dari istriny itu, namun begitu Kania akhirnya pasrah saja jika suami nya akan meminta jatah pagi ini di kamar mandi
Arya semakin semangat melucuti pakaian istrinya itu hingga mereka sama-sama tak memakai pakaian, hingga pertempuran pagi di kamar mandi itu pun tak terelakan lagi.
•
•
di meja makan ibu Ratna tengah menyiapkan sarapan untuk suami nya ia mengambilkan makanan ke dalam piring suaminya itu.
tak lama Berlian dan suaminya pun turun untuk ikut sarapan yang belum ada di meja makan itu hanya Kania dan Arya membuat Berlian celingukan mencari keberadaan keduanya.
"kamu nyari apa sih sayang" tanya Ardi yang merasa heran dengan istrinya itu
"Arya sama Kania mana ma, ko belum ada" tanya Berlian pada ibu Ratna
"mereka belum turun sayang, biarkan saja pasti merek kecapekan karna sehabis acara semalam. kan tahu sendiri Arya pasti pagi ini sedang mengalami morning sickness" jawab ibu Ratna yang sudah kembali duduk dan memakan sarapannya
lalu Kania mengambilkan sarapan untuk suaminya
"tumben kamu ngerasa kasian sama adik mu, biasa nya jugs bodo amat" ucap tuan Adijaya yang merasa heran karna mengingat mereka selalu berantem
"ih papa kan itu dulu sekarang ya aku kasian walau pun sedikit..hee" ucap kania menyengir
"dasar kamu itu dari dulu sama adik sendiri kaya musuh" tuan Adijaya menggelengkan kepalanya
setelah sarapan mereka pun pergi ke kantor.
•
•
__ADS_1
di kamar Arya dan Kania baru saja selesai mandi yang harus nya sebentar menjadi mandi terlama hingga 1 jam, membuat Kania lelah dan langsung membaringkan tubuhnya di kasur dengan hanya menggunakan jubah mandi. tak butuh waktu lama Kania pun sudah terlelap dalam tidurnya
Arya yang melihat itstrinya itu tersenyum puas karna sudah menjahili istrinya hingga sang istri teler karna kecapean.
sebenarnya dokter sudah memperingat kan Arya agar hati-hati dalam berhubungan intim dengan sang istri karna masih sangat rawan hingga di anjurkan lebih baik jangan dulu melakukan hubungan, namun Arya tetap melakukannya.
Arya pun menuju ruang ganti untuk mengganti pakaiannya lalu setelah selesai ia pun turun ke bawah untuk menemui pelayan rumah agar membawakan sarapannya ke kamar saja.
"Arya..."panggil ibu Ratna yang melihat anak nya itu hendak berjalan menuju dapur
Arya yang mendengal suara mama nya memanggil pun melihat ke arah sumber suara yang ternyata berasal dari ruang keluarga terlihat ibu Ratna tengah duduk sembari memgang koran
"iya ma..." Arya pun mengahmpiri mama nya itu lalu duduk di sofa berhadapan dengan ibu Ratna
"Kania mana kok kamu sendiri yang turun" tanya ibu Ratna
"Kania tadi habis mandi terus tidur lagi ma" jawab Arya apa adanya
"kamu habis apain dia sampai bikin dia tidur lagi" selidik ibu Ratna.
"nggak Arya apa-apain ko, cuma Arya kasih suntikan vitamin pagi-pagi "jawab Arya dengan santainya
ibu Ratna pun melempar bantal sofa ke arah Arya karna ucapan anak nya itu
"kamu itu sudah di peringatkan dokter jangan dulu melakukan itu masih saja di lakukan, kasian anak dalam kandungan istri mu" ucap ibu Ratna merasa geram dengan kelakuan anak nya itu
"mama ini kaya gak pernah muda aja, nama nya juga pengen gimana dong lagian juga Arya ngelakuin nya penuh kelembutn kok ma" jawab Arya yang sungguh di luar kendali ia begitu ceplas ceplos berbicara soal sensitif di depan ibunya
"ya ampun Arya....cukup terakhir ini kamu ngelakuin tunggu sampai janin dalam kandungan Kania berusia 3-4 bulan baru kamu boleh melakukannya lagi" peringatan ibu Ratna
"ya ma...masih lama dong" ucap Arya memelas
"bodo amat, mama gak mau sampai terjadi apa-apa sama cucu pertama mama" ibu Ratna pun langsung meninggalkan Arya yang masih uring-uringan karna ia merasa kesal dengan kelakuan anak nya itu
__ADS_1
Arya akhirnya pasrah saja dan pergi ke dapur untuk meminta pelayan mengantarkan makanan ke kamar mereka. setelah itu Arya pun naik lagi ke kamarnya dengan membawa segelas es susu coklat ke sukaan nya saat ini selama mengidam dan buah-buahan untuk ia makan karna ia tak bisa makan apa-apa sebelum memakn buah.