
sore ini Arya dan Kania pulang ke rumah mereka meski ada drama-drama dari ibu Ratna namun mereka tetap pulang.
"ayuk yang kita pulang" ajak Kania karna sudah sangat merindukan rumahnya
"udah siap memang nya" tanya Arya yang sejak tadi hanya fokus pada laptop nya
"udah, makanya ayuk kita pulang aku udah kangen suasana rumah" tutur Kania menarik-narik lengan Arya
Arya pun berdiri karna istrinya itu terus saja merengek agar cepat pulang. mereka pun keluar dari kamar dan menuju lift
mereka sudah berada di ruang tamu terlihat sangat sepi karna pasti papa dan kakaknya belum pulang dari kantor
namun saat mereka melangkah untuk ke ruang keluarga terdengar suara deru mobil memasuki halaman rumah
dan beberapa saat nampak tuan Adijaya masuk ke dalam rumah, di susul Berlian dan suaminya di belakang terlihat Berlian menatap ke arah mereka
"kalian mau ke mana" tanya Berlian menghampiri keduanya
"kita mau pulang kak" jawab Kania yang di angguki Arya
"kok cepet banget pulang nya, emang gak betah tinggal di sini ya mentang-mentang sudah ada rumah baru" ledek Berlian pada adiknya itu
"bukan gak betah kak, tapi Kania merengek terus ingin pulang karna kangen suasana rumah bilang nya" ucap Arya sembari merangkul istrinya itu
"oh gitu, dasar bumil " ucap Berlian yang faham akan mood ibu hamil yang kadang suka berubah ubah
di tengah obrolah mereka terlihat ibu Ratna turun ia melihat ke arah Arya dan Kania yang kini di tangan Arya menenteng tas kecil karna mereka pulang memang tak membawa apa-apa karna sebagian baju mereka di tinggal di rumah utama
ibu Ratna menghampiri mereka yang masih dalam posisi berdiri di depan pintu rumah
" loh ko malah pada berdiri di sini, dan kamu Arya mau kemana bawa tas segala" tanya ibu Ratna
"kita mau pulang ma" jawab Arya
"pulang? gak kalian gak boleh pulang gimana nanti calon cucu mama kalau kalian pulang kasian kan Kania gak ada teman ngobrol di rumah" ibu Ratna mencoba menghadang mereka agar tak pulang ke rumah mereka
__ADS_1
"mas..."Kania nampak berkaca-kaca berbisik pada suaminya itu dengan menunduk
"Kania di rumah akan baik-baik aja ma, lagian di rumah sudah ada pelayan dua orang jadi mama gak perlu khawatir" Arya berusaha meyakinkan ibu nya itu
"halah kamu pasti bohong kan, di rumah kalian belum ada pelayan sama sekali oleh sebab itu mama khawatir Kania akan kecapean dan bayi dalam perut Kania terganggu" ibu Ratna masih tak percaya
"kemarin setelah mengetahui Kania hamil Arya langsung mencari pelayan untuk di rumah ma, kalau mama tidak percaya ayo ikut ke rumah" tutur Arya meyakinkan mamanya itu
"sudah la ma, biarkan mereka pulang toh mereka sudah dewasa kan" tuan Adijaya mencoba menengahi perdebatan itu
"gak bisa gitu dong pa, masa mereka mau tinggal di rumah mereka lagi sedangkan Kania sedang hamil pokok nya mama gak ijinin" ibu Ratna tetap kekeh
"mama jangan egois dong, kan mama bisa setiap hari ke rumah Arya toh jaraknya juga dekat" tuan Adijaya masih terus membujuk istrinya itu
"papa kok ngatain mama egois sih, mama begini demi kebaikan cuch mama kok" ibu Ratna tak terima di katai suaminya egois
Kania memeluk suaminya dengan mencoba menahan air mata nya namun tetap saja air mata itu mengalir hingga membuatnya terisak di balik dada bidang suaminya itu, hingga Arya sadar bahwa istrinya kini tengah menangis
"sayang kenapa menangis" Arya bertanya dan mengusap kepala istrinya itu
"mama tolong lah mengerti, ini semua kemauan Kania bukan kemauan Arya coba mama lihat Kania sampai menangis seperti itu malah akan membuat Kania dan bayi nya jadi setres ma " kini Berlian bersuara karna mamanya masih saja kekeh
ibu Ratna melihat ke arah Kania yang semakin terisak hingga suara tangis nya terdengar.
"Kania sayang kenapa menangis nak, mama cuma ingin kamu tetap di sini agar kamu ada yang mengawasi sayang" ibu Ratna mencoba menenangkan Kania dan memberi tahu alasannya
"ayo lah ma, jangan kekang mereka kasihan Kania ma kalau sampai terjadi sesuatu pada cucu papa karna ulah mama ini papa akan menyalahkan mama ."tuan Adijaya mulai tegas karna merasa istrinya itu terlalu protektif
"cobalah mama memahami Kania ma, dia masih hamil trimester pertama lo ma jadi wajar ke inginannya masih berubah- ubah " Berlian berusah untuk membuat mamanya mengerti
ibu Ratna pun melihat Kania yang masih menangis merasa bersalah akibat ia terlalu protektif terhadap menantunya itu. akhirnya dengan terpaksa ia pun memboleh kan Arya membawa Kania untuk pulang setekah perdebatan panjang
•
•
__ADS_1
Arya dan Kania masih dalam perjalanan pulang mereka terlihat celingak celinguk mencari sesuatu.
"yang kita berenti di rujak buah itu ya mas pengen makan itu" ucap Arya yang melihat pedagang rujak buah
Kania pun mengangguk karna di sebelah penjual rujak buah ada penjual rujak kelapa muda, entah kenapa Kania malah lebih menyukai makanan- makanan yang manis-manis padahal ia yang hamil.
sedangkan suaminya malah mengidam makanan asam,gurih dan pedas.
mereka pun turun dari mobil saat sudah berada di depan tenda penjual rujak buah dan rujak kelapa muda
Arya memesan rujak buah sedangkan Kania ke kedai sebelahnya untuk membeli rujak kelapa muda mereka pun menunggu di tempat duduk yang sudah di sediakan untuk menunggu pesanan mereka
setelah pesanan mereka jadi Arya dan Kania pun memakan makanan mereka di tempat tak ingin membawa nya pulang karna lebih enak memakan di tempat ketimbang di bawa pulang itu pendapat mereka.
setelah selesai makan Arya membayar rujak buah yang ia makan dan membayar rujak kelapa yang istrinya makan, namun seolah belum puas Kania meminta untuk di buatkan rujak kelapa lagi dua bungkus.
setelah selesai mereka pun masuk ke dalam mobil dan Arya pun mulai menjalankan mobil nya untuk pulang.
lima belas menit kemudian mereka pun sudah sampai di rumah terlihat Kania sangat bahagia ia menghirup udara dalam-dalam, sungguh ini yang sangat ia rindukan sejak kemarin
"kamu bahagia sayang kita pulang ke rumah" tanya Arya yang merangkul istrinya itu
"iya aku bahagia banget, maaf ya mas tadi gara-gara aku di rumah utama sampai ribut aku jadi gak enak sama mama" tutur Kania menundukan wajah nya nampak sedih
"stt..jangan bilang begitu ada kala nya orang tua bersikap pritektif memang tujuannya baik namun orang tua juga harus mengerti suasana hati anak nya" Arya memegang dagu Kania agar menatap matanya.
"makasih mas" Kania memeluk suaminys itu
"ya sudah ayo kita masuk" Ajak Arya
mereka pun masuk ke dalam rumah, Arya menuju kamar mereka untuk menaruh tas yang kini kamar mereka sudah pindah berada di bawah
sedangkan Kania nenuju dapur untuk menuangkan rujak kelapa ke dalam mangkuk dan nemasukannya ke dalam kulkas, agar nanti saat di makan terasa dingin dan menyegarkan
setelah itu baru lah Kania menyusul suaminya ke kamar lalu ia mengganti baju nya dengan lingerie karna hari yang sudah berganti malam, mereka pun langsung tidur karna badan yang lumayan capek akibat perdebatan tadi dan jalanan lumayan macet hingga harus sampai rumah dengan ke adaan malam hari
__ADS_1