Pembantu Ku Kekasih Ku

Pembantu Ku Kekasih Ku
kepanikan


__ADS_3

detik- detik menuju end ya gais jangan lupa setelah dari sini mampir juga ke karya aku yang berjudul ' MENGAPA SELALU WANITA YANG TERSAKITI' cerita itu sedikit saya ambil dari kisah nyata ya,


▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪☆☆☆☆☆▪▪▪▪▪▪▪▪▪


hari-hari berlalu begitu cepat kini kehamilan Kania sudah memasuki bulan ke 9 yang mana sebentar lagi ia akan melahirkan dua bayi kembar mungil sekaligus


detik-detik menegangkan bagi kedua orang tua baru yang akan memiliki anak, Arya dan Kania sudah menyiapkan ruangan untuk melahirkan nanti dan ruang perawatan.


Kania sungguh sangat Antusias untuk menyambut baby twin mereka, meski ia pun sedikit takut dan tegang tetapi ia mencoba untuk rileks agar suami dan mertuanya pun tak ikut panik


Kini Arya dan Kania tinggal di rumah utama karna ibu Ratna yang tak menginginkan Kania tinggal di rumah sendirian apa lagi sudah mendekati masa kelahiran, alasan itulah yang akhirnya Kania pun menurut saja karna ia pun tak ingin membuat keluarga nya berdebat seperti awal mereka mengetahui Kania hamil


di ruang keluarga nampak Kania tengah mikmati buah apel yang ia potong sendiri. Arya menghampiri istrinya itu


"sayang.....kamu di sini" Arya mengecup kening istrinya itu lalu mengusap perut buncit istrinya


"sudah pulang mas" Kania menyalami suaminya itu dan mencium tanganya


"iya, hari ini mas sengaja pulang awal karna mas merindukan kalian" ucap Arya lalu memakan apel yang di suapkan Kania untuk suaminya itu


"dasar gombal" tutur Kania yang langsung mencubit perut suaminya itu


"aw....aku beneran tau gak gombal sayang" Arya memeluk Kania dan berkali-kali menciumi istrinya itu


mereka tak sadar jika sedari tadi ada sepasang mata yang memperhatikan keduanya,


"ehm....ehem, iya deh serasa dunia milik berdua yang lain ngontrak aja dah" Berlian menghampiri dan duduk di sofa bersebrangan dengan mereka berdua


"apa sih sirik aja, kalo mau begini sana sama mas Ardi" Arya mengoceh tetapi tetap memeluk dan mencium istrinya itu membuat Kania sedikit malu oleh kakak iparnya itu


"dasar loe ya...."Berlian melempar bantal sofa tepat ke wajah Arya" hahahaha...rasain tu" Berlian tertawa lepas akibat ulahnya


"jangan suka usil napa kak, tar loe sering ngusilin gue anak loe jadi mirip gue loh" celetuk Arya


karna kini Berlian juga tengah hamil 4 bulan, tetapi Berlian tidak seperti Kania yang mendapat perhatian penuh setiap hari karna sang suami yang harus bepergian keluar kota terus karna mengejar projek yang mengharuskannys meninggalkan sang istro di rumah


sebenarnya Ardi pun ingin seperti Arya yang selalu siap siaga di samping istrinya, namun apalah daya pekerjaan yang mengharuskan nya untuk meninggalkan Berlian keluar kota.


namun Ardi selalu menyempatkan untuk vc dengan istrinya itu ketika berada di luar kota, dan ketiks di rumah ia selalu menyempatkan untuk mengajak istrinya jalan-jalan.


"amit amit jangan sampe anak gue mirip elo, "Berlian mengusap-usap perutnya itu meski sebenarnya itu hanya lah candaan


"yee...harus nya tu elo seneng anak loe mirip gue secara gue kan ganteng, gagah dan ideal" ucap Arya dengan pedenya membanggakan diri sendiri


"pede banget loe..." cibir Berlian

__ADS_1


Kania yang melihat perdebatan itu hanya tersenyum sembari ia masih menyuapi suaminya itu buah.


"Kania kamu kenapa harus punya suami yang kepedean nya tingkat dunia begini sih, " Berlian berlarih pada Kania yang sejak tadi hanya menyimak saja


"aku kan cinta nya sama Arya kak, kalau aku cinta nya sama yang lain ya gak mungkin aku di sini dong" ucap Kania yang seolah membela suaminya itu


"yes ...tu istri aku yang cantik ini aja muji aku kok" ucap Arya yang merasa senang karna di puji


"ish...pede banget loe" Berlian masih tak mau kalah


"tapi entah kenapa kok aku punya suami yang tingkat kepedean nya di atas rata-rata" Kania melihat suaminya itu


"kok gitu yang, aku kan emang tampan" Arya bergaya tengil di hadapan merek


membuat Kania dan berlian tertawa dengan lepas melihat kelakuan Arya yang tengil, meski sudah menikah tingkah Arya yang dapat menghibur keluarga nya menjadi obat tersendiri untuk para bumil


Arya sengaja bertingkah konyol di depan istri dan kakak nya karna ia mengetahui kakaknya itu merindukan sosok suaminya yang kini berada di luar kota.


meski terkadang mereka berdua selalu berdebat adu mulut namun sebenarnya Arya dan Berlian saling menyayangi


Arya tak ingin kakak nya itu merasa kesepian karna di tinggal suaminya untuk bekerja, maka sekarang karna Kania tengah hamil tua dan hanya tinggal menunggu hari saja ia sempat kan untuk pulang selalu lebih awal jika pekerjaan di kantor tak terlalu padat demi untuk menghibur istri dan kakaknya.





pukul 11 malam Kania terbangun karna perut nya yang sakit dan ingin buang air kecil, lalu ia pun bangun dan menuju kamar mandi


"Awww...." Kania merasakan sakit yang hebat di bagian perut nya ia meringis menahan sakit


Kania terduduk di lantai kamar mandi memegang perut nya.


tangan Arya meraba ke samping tempat istrinya tadi tidur namun ia merasa kosong, Arya pub membuka matanya dan benar saja Kania tak ada di samping nya lalu ia menatap ke kamar mandi yang terbuka lebar


Arya pun turun dari tempat tidur dan menghampiri kamar mandi, betapa kaget nya ia saat melihat istrinya itu tengah merintih kesakitan dan terduduk di lantai kamar mandi


"sayang...kamu kenapa" Arya langsung masuk ke dalam kamar mandi dan menggendong Kania menuju ke tempat tidur


"mas perut ku...huh huh sakit mas" ucap Kania bersusah payah menahan sakit


"hah sakit...." Arya pun ke bingungan ia langsung berlari keluar kamar dan memanggil ibu Ratna dan tuan Adijaya


tok tok tok

__ADS_1


"Ma..Mama" panggil Arya yang panik terus-terusan mengetuk pintu kamar orang tuanya itu dan memanggil-manggil


dan akhirnya pintu pun di buka dari dalam


"ada apa sih Arya, sampe teriak-teriak gitu" ucap ibu Ratna yang kini berdiri di hadapan Arya


"iya nih, sampe ke dengeran ke atas" ucap Berlian yang juga berada di sana karna mendengar teriakan Arya


"itu..ma..Kania" ucap Arya terbata


"Kania kenapa" ibu Ratna juga lntas berteriak karna di buat panik tak menegerti


"kania perut nya sakit" ucap Arya pada akhirnya


"hah...ayo sekarang kita ke kamar kamu" ibu Ratna berjalan lebih dulu ke kamar mereka


ibu Ratna dan Arya pun sampai di kamar Arya yang di susul tuan Adijaya, dan Berlian terlihat Kania meringis ke sakitan


"sayang apa yang sakit nak" tanya ibu Ratna yang memeluk Kania


"sakit ma perut ku..hik hik hik" Kania menangis karna sakit yang cukup hebat yang ia rasakan


" ma sebaiknya kita bawa kania sekarang ke rumah sakit" ucap tuan Adijaya yang tak tega melihat menantunya itu ke sakitan


"iya pa, kita bawa sekarang Kania ke rumah sakit" ibu Ratna setuju


dan akhirnya mereka semua pun berangkat menuju rumah sakit malam itu juga.




mereka pun sampai di rumah sakit suster yang melihat kepanikan itu pun lantas langsung ikut berlari ke ruang perawatan yang sudah di pesan jauh-jauh hari oleh Arya


karna melihat Arya yang menggendong istrinya sudah di pastikan bahwa nona Kania akan melahirkan


"suster tolong istri saya" ucap Arya yang sudah menurunkan Kania pada ranjang


suster pun memeriksa ke adaan Kania lalu ia memasangkan infus agar Kania mendapatkan nutrisi


"mas sakit..hik hik" Kania menangis merasakan perut nya yang sangat sakit


"iya sayang sabar ya...sus tolong istri saya" Arya tampak panik


dan saat itu dokter Tarissa pun masuk ke dalam ruangan Kania

__ADS_1


"tuan tolong tinggalkan dulu ruangan ini karna saya akan memeriksa nona muda terlebih dahulu" ucap dokter Tarissa pada keluarga Wiguna


akhirnya tuan Adijaya, ibu Ratna dan Berlian pun keluar dari ruangan itu kecuali Arya yang kukuh ingin mendampingi istrinya itu namun atas bujukan tuan Adijaya akhirnya Arya pun mau untuk keluar dari ruangan rawat


__ADS_2