
rombongan Arya pun telah tiba di sekolah tempat acara berlangsung, mereka pun masuk ke dalam aula sekolah Arya dan Kania pun berkumpul dengan teman- teman sekelas mereka dan berkumpul dengan Rere, Baim dan Yoga.
sementara tuan Adijaya, ibu Ratna dan Berlian berada di tempat duduk khusus di sebelah kanan. acara pun di mulai dengan berbagai macam persembahan dari adik kelas untuk salam perpisahan ke pada kaka kelas.
acara demi acara pun telah di laksanakan kini tinggal acara terakhir, mc pun akhirnya memanggil Arya untuk naik ke atas panggung
"persembahan terakhir akan di berikan oleh Arya Sastra Wiguna sebagai anak dari pemilik sekolah yang kita cintai ini, untuk Arya silahkan naik ke atas panggung" tutur MC mempersilahkan
Arya pun menatap ke arah kedua sahabatnya dan berpaling melihat ke arah Kania, Kania pun tersenyum ke arah nya setelah itu Arya pun berjalan menuju panggung dan mengambil mikerofon yang di berikan oleh MC
"Assalamualikum..." tutur Arya
"waalaikumssalam..." jawab semua murid yang hadir di acara tersebut
"selamat malam untuk kita semua, untuk teman-teman semua yang ada di sini saya berterimakasih atas waktu nya. saya berdiri di sini di panggung ini meminta kepada teman-teman semua untuk menjadi saksi" tutur Arya mengutarakan maksud nya meski belum jelas apa maksud nya
"Re Arya mau ngomong apa ya ko kita di suruh jadi saksi" tanya Kania pada Rere
"gue nggak tahu, coba kita dengerin aja" jawab Rere yang pura-pura tak tahu karna sebenarnya ia pun sudah tahu dari sang kekasih Baim
"echm....saya minta Kania Rara Nadilla untuk naik ke atas panggung" panggil Arya menatap Kania
"lah si Arya mau ngapain ko gue di suruh ke panggung juga" tutur kania bingung
"udah si..sana naik ke panggung" ujar Rere sedikit mendorong tubuh Kania
__ADS_1
"tap..tapi.." ragu Kania
"udah sana naik" tutur Baim, Rere dan Yoga bersamaan akhirnya kania pun berjalan menuju panggung dan setelah sampai di atas panggung berdampingan dengan Arya
Arya pun lantas menggenggam kedua tangan Kania sembari berlutut yang membuat Kania menjadi bingung
"Kania Rara Nadilla, gue di sini ingin mengungkapkan semua isi hati gue sama loe di deman teman-teman semua yang akan menjadi saksinya" ucap Arya kemudian mengambil kotak beludru berwarna merah dari saku jas nya dan membuka di hadapan Kania
"gue tahu Ra gue bukan orang yang sempurna, gue banyak ke kurangannya tapi cinta gue ke elo dari dulu nggak akan pernah bisa berubah dari waktu kita kecil sampe loe ngilang begitu aja dari gue, cinta itu tetap ada buat loe Ra dan enggak pernah tergeser sekali pun meski saat ini loe belum bisa sepenuh nya mengingat gue itu nggak masalah buat gue Ra karna gue akan bikin cerita yang baru bersama loe." panjang lebar Arya mengungkapkan perasaannya membuat Kania terharu dan menitikan air mata
"Rara maukah kamu menjadi kekasih ku, menjadi calon istri ku dan calon ibu dari anak-anak ku. jika kamu menerima kamu boleh ambil cincin ini jika kamu menolak kamu boleh tidak ambil cincin ini" tutur Arya lembut mengubah kata panggilannya dan menundukkan kepalanya tak ingin melihat jika Kania menolaknya
serentak semua para murid berteriak"terima,terima, terima" begitulah sorak-sorak para murid yang ada di situ menyaksikan
Kania terdiam sebentar sebelum ia mengambil tindakan, dan tak lama kemudian Kania pun mengambil kotak beludru yang berisi cincin membuat Arya pun mendongak menatap ke arah Kania
"loe terima gue Ra" tanya Arya yang tak percaya dan menitikan air mata ketika Kania menganggukan kepalanya sontak Arya pun berdiri dan memeluk Kania dengan erat
"makasih Ra, makasih loe mau terima gue! gue cinta sama loe Ra" Arya melepas pelukannya dan emncium kening Kania lalu memeluk nya lagi
sontak semua hadirin yang hadir pun bersorak riuh, bahkan ada yang bersiul menyaksikan adegan itu. tuan Adijaya, dan ibu Ratna sungguh tak percaya akan hal ini mereka turut bahagia menyaksikan semuanya. sedangkan Berlian yang menyaksikan itu ia mengabadikan momen langka itu dengan ponselnya mengunggah di sosial media miliknya secara live.
" wah..beruntung banget ya Kania dapat Arya" tutur siswa A
"iya..gue kira Arya nggak suka sama Kania secara Kania kan cuma pembantu dia"jawab siswa B
__ADS_1
"wah bagus PAMBANTU KU KEKASIH KU" celetuk siswa C
"wah bener tuh" sambung sisiwa D
dan begitu seterusnya para siswa membicarakan Arya dan Kania. samapai mereka pun akhirnya turun dari panggung setelah Arya memakaikan cincin pada jari manis kania dan ikut bergabung dengan teman-temannya
"wah...selamat ya Ary, Nia kalian udah jadi sepasang kekasih" tutur Rere pada keduanya
"makasih Re" tutur Kania dan memeluk Rere
"selamat ya bro akhirnya setelah penantian panjang loe di bisa bersatu dengan Rara cinta pertama loe" ucap Yoga memberi selamat
"makasih Bro" Arya pun memeluk Yoga dengan pelukan cool ala cowok-cowok dan melepas pelukan itu
"selamat Ary loe akhirnya bisa milikin Rara seutuhnya " ucap Baim menyalami Arya yang di sambut oelh Arya dan kembali berpelukan dengan Arya
acara demi acara pun telah terlaksana dengan lancar jam sudah menunjukan pukul 11 malam dan akhirnya acara pun selesai. mereka pun akhirnya pulang dengan perasaan bahagia Arya tak lepas menggenggam tangan Kania sepanjang perjalanan sembari fokus menyetir sedangkan Kania sudah terlelap dalam tidurnya
Arya yang melihat itu pun tersenyum melihat kekasihnya telah tidur terlelap.
"gue bahagia banget malam ini makasih Ra loe udah mau terima cinta gue, gue janji bakal jaga loe dan mencintai loe sepenuh hati gue dan gue nggak akan pernah hianatin loe. gue akan selalu jaga kepercayaan loe dan gue janji akan bahagiaib loe" tutur Arya dalam hati berjanji pada dirinya sendiri lalu ia mengecup punggung tangan Kania setelah itu kembali fokus menyetir.
sesampainya di rumah Arya langsung menggendong Kania ala bridal style karna tak tega jika harus membangunkannya. sesampai nya di kamar Kania Arya pun langsung membaringkan tubuh Kania di atas kasur nya lalu melepas sepatu Kania dan menyelimutinya.
"selamat tidur sayang...mimpi indah" Arya pun mengecup kening Kania sebelum akhirnya ia pun keluar dari kamar kania dan langsung menuju kamarnya.
__ADS_1
setelah membersihkan wajah nya Arya pun langsung mengganti pakaiannya dan berbaring. tak lama kemudian ia pun terpejam dan larut dalam dunia mimpinya.