
Kania fokus dengan penjelasan-penjelasan yang di berikan dosen hingga tak terasa waktu begitu cepat dan mata pelajaran pun telah usai. dosen pun keluar dari kelas Kania hingga para mahasiswi lainnya pun keluar dari kelas begitu pun dengan Kania
ia keluar dari kelasnya dan melihat Arya nampaknya belum keluar dari kelas, Kania pun akhirnya berinisiatif untuk menghampiri kelas Arya dan menunggu nya di tempat duduk yang berada di depan kelas Arya.
Kania duduk di kursi panjang itu sendiri dengan menainkan ponsel milik nya, sampai ia tak sada ada seseorang juga yang duduk di samping nya
"hai..boleh kenalan" sapa orang itu Kania yang tengah fokus dengan ponsel nya pun mengangkat wajahnya dsn melihat siapa yang duduk di sampingnya
"kenpa..?" tanya Kania karna ia tadi tak begitu mendengar akibat fokus dengan ponsel nya
"boleh kenalan....gue Refan nama loe siapa" tanya lelaki itu yabg bernama Refan
"Kania..." jawab Kania singkat lalu fokus lagi pada ponselnya
"loe siswi baru" tanya Refan
"ya..baru masuk " jawab Kania masih tetap fokus
"kok waktu perkenalan gue nggak pernah liat loe ya" tanya Refan karna memang Kania dan Arya tak hadir saat waku perkenalan karna Arya yang meminta agar Kania tak hadir demi menjaga Kania agar tak di kerjai oleh senior- senior
"oh...gue emang gak hadir" jawab Kania lalu ia melihat ke arah pintu kelas Arya terlihat dosen sudah keluar dan tak lama pun siswi yang lainnya pun keluar dan Arya pun keluar dari kelas
Kania yang melihat suaminya itu pun tersenyum dan memanggil Arya
"yang..." panggil Kania
"hai..udah lama yang kamu di sini" tanya Arya lalu mengecup kening Kania tanpa malu di depan umum
"nggak ko baru beberapa menit" jawab Kania dengan tersenyum
"oh..itu siapa" tanya Arya pada lelaki yang bernama Refan yang masih duduk di kursi dan melihat ke arah mereka
"itu ...." belum selesai kania bicara Refan pun berdiri dan menyalami Arya memperkenalkan namanya
" gue Refan tadi gue liat dia duduk di sini makanya gue juga duduk" jawab Refan to the poin
"oh " Arya hanya mengh oh kan saja ucapan Refan
"ya udah kita pulang yang...." ajak Kania karna merasa tak enak dengan Arya yang wajah nya sudah nampak masam
__ADS_1
" ya sudah..." Arya mengiyakan ajakan Kania lalu Kania merangkul pinggang Arya menggelayut manja membuat Arya tersenyum melihat tingkah istrinya yang dapat menenangkan suasana hatinya
"gue duluan bro" ucap Arya pada Refan yang baru di kenalnya
Refan hanya mengangguk dan menatap kepergian mereka.
"mereka saling memanggil sayang apa mereka pacaran tapi...gue juga baru liat juga tu cowok di kampus ini" gumam Refan pada diri sendiri
"ah bodo lah...mau mereka pacaran atau apa bukan urusan gue, tapi cewe itu cantik juga Kania nama yang bagus. selama janur kuning belum melengkung gue masih ada harapan buat deketin dia" tutur Refan dengan senyum merekah lalu pergi meninggalkan kampus.
•
•
saat di perjalanan pulang Arya dan Kania tengah membahas soal di kampus tadi
" kamu sudah mendapatkan teman di kelas sayang" tanya Arya dengan mengelus kepala Kania yang tengah bersandar di pundaknya
"jangan tanya kan itu, karna semua cewek-cewek di kelas ku cuek hanya ada satu yang menyapa ku dengan baik" jawab Kania dengan lesu
" mengapa hanya ada satu" tanya Arya merasa heran
"hah....itu tanda nya mereka merasa tersaingi dengan mu sayang, aku juga kalau satu kelas sama kamu akan berbuat hal yang sama bahkan sekarang aku pun merasa kesal" tutur Arya merasa tak suks jika istrinya itu di dekati lelaki lain
"apa lagi kamu tadi di dekati cowok yang nama nya si Refan Refan itu" sungut Arya
"ih..kok gitu aku kan nggak ngapa-ngapain lagian aku juga cuek ko sama mereka" ucap Kania tak mau jiks suaminya marah padanya gara-gara soak di kampus tadi
"hm...ya sudah besok kamu harus pasang wajah cuek jangan senyum-senyum kalau ada lelaki yang menyapa" tutur Arya
"iya...." Kania pun memeluk tubuh Arya dan bermanja bersandar di dada bidang Arya karna jalanan macet jadi mereka bisa bermesraan dengan leluasa
sampai mereka di kejutkan dengan seseorang yang melempar sesuatu ke arah mobil mereka membuat noda merah di kaca mobil Arya
"sayang i..i..itu apa" tanya Kania gugup dan merasa takut
"nggak tahu, sudah kamu jangan takut tetap diam di sini biar aku yang keluar melihat apa itu" ucap Arya menenangkan Kania lalu ia keluar dari mobil
nampak Arya tengah mengambil sesuatu yang berada di kaca mobilnya dan melihat apa isi bungkusan itu, kania tampak memperhatikan Arya lalu setelah itu ia memalingkan wajahnya ke pintu kaca sebelah kemudi yang membuat Kania ketakutan dan berteriak dengan kencang karna sesuatu yang di lihat nya
__ADS_1
"Aaaaaaaaaaaaaa" teriak Kania yang membuat Arya masih berdiri di depan mobilnya pun nampak kaget dengan teriakan Kania lalu ia buru-buru mengahmpiri Kania dan masuk ke dalam mobilnya
"kenapa sayang ada apa, kenapa kamu teriak" Arya bertanya tanpa jeda pada Kania dan memeluknya
"itu...itu..." Kania menunjuk-nunjuk kaca pintu mobil yang tak ada apa-apa
"itu apa sayang, nggak ada apa-apa" tanya Arya yang merasa khawatir
"tadi di situ aku lihat ada tulisan kamu harus mati Arya...aku takut" tutur Kania semakin membenamkan wajah nya pada dada Arya
"sudah sayang nggak ada apa-apa, udah ya jangan nangis lah " tutur Arya menenangkan hingga ia di kagetkan denga suara klakson dari belakang
Arya pun langsung menjalankan mobilnya kembali karna jalanan mulai lengagang. terlihat Kania masih ketakutan di dalam pelukannya Arya pun berinisiatif untuk menepikan mobilnya ke taman kota terlebih dahulu unuk menenangkan Kania
sesampai nya di taman kota Arya menghentikan mobilnya dan mengajak Kania untuk turun.
"kenapa kamu ajak kau ke sini Ar" tanya Kania yang masih memeluk Arya
"kita duduk di situ dulu ya" ajak Arya lalu berjalan ke arah tempat duduk uang berada di taman lalu mereka pun duduk di bangku taman itu
"kamu tenangin diri kamu dulu ya sayang" tutur Arya setelah mereka duduk
"aku takut Ar, kenapa tiba-tiba ada teror seperti itu" tutur Kania
" iya aku faham kamu tenangin diri kamu dulu ya, soal itu nati biar aku yang mencari tahu" ucap Arya dan Kania pun mengangguk
dalam fikiran Arya bertanya-tanya siapa yang meneror mereka karna selama ini belum pernah ada yang seperti itu karna Arya pun tadi melihat tulisan yang berada di kertas saat seseorang melempar itu ke mobil miliknya
"jauhi Arya jika kamu mau hidup mu selamat" begitulah tulisan yang berada di kertas itu
"siapa sebenarnya yang mengirim teror seperti ini, apa masalahnya dengan Kania" fikir Arya
sembari menenangkan Kania Arya mengetikan sesuatu psda ponselnya lalu mengirimnya.
[segera kamu cari seseorang yang telah meneror Kania] Arya mengirim pesan pada anak buah nya dan pengirimkan foto tulisan tadi tanpa sepengetahuan Kania
[baik bos] balas orang di seberang sana
Arya melihat Kania yang sudah tenang lalu ia mengajak Kania untuk pulang ke rumah, mereka pun meninggalkan taman dan masuk ke dalam mobil Arya mulai melajukan mobilnya untuk pulang
__ADS_1