
pagi hari di kediaman Arya terlihat tuan Adijaya dan ibu Ratna sudah bersiap- siap, dan para pelayan terlihat tengah membawa koper milik sang majikan. Arya, Kania dan berlian pun sudah nampak rapi karna hari ini mereka akan mengantarkan tuan Adijaya dan ibu Ratna menuju bandara
" sudah semua pak jo" tanya ibu Ratna pada sang supir
" sudah bu, " jawab sang supir dengan sopan
" ya sudah kalau begitu kita berangkat sekarang saja" ucap ibu Ratna dan semua pun ke luar menuju mobil masing- masing
ibu Ratna dan tuan Adijaya menggunakan mobil sendiri yang di supiri pak jo, sedangkan Berlian ia menggunakan mobilnya sendiri karna sehabis mengantar orang tua nya ia juga akan langsung pergi menuju apartemen miliknya. Arya dan Kania tentu saja mereka menggunakan mobil sendiri karna sehabis mengantar mama dan papanya mereka akan langsung pulang, mereka sudah izin terlebih dahulu kepada wali kelas mereka bahwa hari ini tidak masuk sekolah.
setengah jam kemudian akhirnya mereka pun sampai di bandara, mereka semua turun dari mobil masing- masing dan mengantarkan orang tua mereka sampai masuk ke dalam ruang tunggu VVIP khusus, meski pun tuan Adijaya terkenal kaya raya tetapi ia masih suka menggunakan transport umum untuk bepergian keluar negri, meski pun ia memiliki pesawat pribadi tetapi iru hanya di gunakan beberapa kali saja itu pun untuk keperluan mendesak.
" kalian baik-baik ya di sini selama mama sana papa di luar negri" nasehat ibu Ratna
" iya mama tenang aja, kaya baru kali ini aja mama ninggalin kita" jawab Arya santai
" iya tapi mama tetap saja khawatir" imbuh ibu Ratna
" Kania kamu baik- baik ya di rumah sama Arya kalau dia membuat mu sedih telfon tante ya" ibu Ratna berbicara pada Kania dan menggenggam tangannya
" iya tante tenang aja, Kania bisa jaga diri ko" jawab Kania lembut sembari tersenyum
dan tak berapa lama panggilan untuk penerbangan sudah terdengar ibu Ratna dan tuan Adijaya lantas keluar dari ruang VVIP setelah ada salah satu petugas memberitahukan pada nya bahwa penerbangan akan di lakukan beberapa saat lagi
"jaga diri kalian baik-baik" tutur ibu Ratn
" iya mama tenang aja, mama sehat-sehat ya di sana" Berlian memeluk ibu Ratna begitu pun dengan Arya
Kania hanya berdiri menyaksikan mereka berpelukan sampai pelukan pun di lepas ibu Ratns merentabgkan tangannya untuk menyambut pelukan dari Kania, Kania yang merasa kaget pun hanya terdiam tanpa bergerak dan menyambut
"sini peluk tante" ibu Ratna meminta Kania mrmeluknya barulah Kania menghampiri ibu Ratna dan mrmeluknya.
" ya sudah kita berangkat pa" tutur ibu Ratna setelah melepas pelukannya dengan Kania
" iya ma, kalian baik-baik di sini" peringat tuan Adijaya dan di angguki oleh ketiga anak itu lalu mereka pun menyalamai tuan Adijaya dan ibu Ratna
setelah tuan Adijaya dan ibu Ratna tak terlihat lagi dari pandangan mereka. mereka pun keluar dan menuju parkiran
"eh cunguk" panggil Berlian pada Arya
"apa sih, manggil tu yang bener " protes Arya
"ya elah elo kan emang cecunguk" ledek Berlian
"enak aja loe ganti-ganti nama orang sembarangan" gerutu Arya tak terima
"ih kalian ini ribut aja, adek kaka nggak ada akur nya heran gue" Kania memisahkan keduanya
__ADS_1
"dia yang mulai duluan" protes Arya
"udah sih, ribut terus...." tutur Kania
"kak Berlian mau pulang ke rumah dulu atau mau langsung ke apart" tanya Kania
" langsung ke apart aja Nia, gue males ketemu cunguk satu itu" ucap Kania masih dengan meledek Arya
" kaka Berliannn, dasar kakak nggak ada akhalak adek sendiri di bilang cunguk apa bedanya sama loe" jawab arya geram dan malah membalikan pada Berlian
"kenapa gue, ya jelas bedalah gue kan cantik, imut gak kaya loe dasar cunguk" Berlian masih saja mengejek Arya
"loe ngatain gue cunguk itu artinya loe ngeledikin papa sama mama dong, berarti papa sama mama induk cunguk dan gue anak cunguk apa bedanya sama loe juga yang anak cunguk...hahahhaa" ledek Arya dengan tertawa lepasnya karna merasa berhasil meledek kakaknya itu
"ish dasar loe, ya udah Kania kakak duluan ya males lama-lama ngomong sama cunguk satu ini....Bay" Berlian pun pergi meninggalkan mereka berdua dengan melambaikan tangan ke arah Kania
" iya kakak hati-hati" tutur Kania sedikit keras karna Berlian yang sudah berjalan agak jauh sedangkan berlian yang masih mendengar ucapan Kania pun mengacung kan jempol ke arah Kania.
" gitu deh kalo kalah lqngsung pergi" cibir Arya merasa menang
"udah ah, ayo balik" Kania pun menarik lengan Arya menuju mobil mereka
"eh...pelan-pelan jalan nya loe main narik-narik aja" protes Arya karna langkah Kania yang terkesan tergesa-gesa
"bodo amat, emang loe nggak ngerasa kepanasan apa bejemur di bawah matahari terik begini" protes Kania karna merasa kepala nya kepanasan yang memang sekarang sudah menunjukkan pukul 10 pagi yang memang sedang panas-panas nya
"buka pintu mobilnya" perintah Kania dan arya pun menurut ia mengambil kunci mobil dan membuka pintu mobil dengan remot nya agar kunci pada pintu terbuka
Kania pun langsung masuk ke dalam mobil yang di susul Arya. lantas arya pun mulai menancapkan mobilnya meninggalkan bandara menuju jalanan yang lumayan lengang karna jam orang-orang bekerja di kantoran.
"kita ke apartemen dulu ya" tutur Arya kemudian setelah beberapa saat hening
"mau ngapain " tanya Kania
" kita istirahat dulu di sana, lagian gue udah lama nggak ke sana lagi setelah ngobatin loe waktu itu" jawab Arya
"oh, ya udah" kania pun mengangguk menyetujui
15 menit kemudian mereka pun sampai di apartemen Arya, mereka ke luar dari mobil dan masuk ke dalam apartemen milik arya yang berada di lantai 10. setelah sampai di apartemen Arya mereka pun masuk .
" loe kenapa beli apartemen tapi nggak loe tempatin " tanya Kania setelah ia duduk di sofa
" ya gue suka aja, kan gue udah bilang sama loe kalo gue beli apartmen ini buat Tania tadinya" jawab Arya yang kemudian duduk juga di sofa
" terus Tania nya sekarang kemana" tanya Kania yang memang belum tahu
" dia pergi ninggalin gue" jawab Arya sendu
__ADS_1
" kenapa dia ninggalin elo, emm maaf kalo gue banyak tanya soal pribadi loe" tutur Kania
" gue nggak tahu alasan nya dia apa pergi ninggalin gue, iya nggak apa- apa" jawab Arya dengan sedikit senyum
" loe laper nggak" tanya arya kemudian
" ya laper lah, loe tahu sendirikan gue belum makan dari tadi pagi" jawab kanai
" ya udah gue pesenin gofood aja ya" Arya pun mengambil ponsel nya untuk memesan makanan lewat gofood
" udah gue pesenin, kalo gitu gue ke kamar dulu " tutur Arya
" ya udah nanti kalo makanan nya udah dateng gue panggil " jawab kania kemudian
Arya pun pergi meninggalkan Kania menuju kamarnya yang ada di apartemen, Kania pun menyalakan tv yang ada di ruangan itu dan menonton acar tv. tak berapa lama terdengar suara bel dari pintu Kania pun membuka pintu dan mendapati seseorang mengantar pesanan makanan dan kania pun menerimanya. setelah itu ia pun menutup pintu kembali dan menaruh makanan di atas meja
Kania pun menuju dapur untuk mengambil piring, setrlah itu ia pun menata makanan di dalam piring setelah selesai Kania pun berniat memanggil Arya
"ya....Arya..makanan nya udah siap tuh" panggil Kania dengan mengetuk-ngetuk pintu tetapi tak ada sahutan sampai lah akhirnya Kania pun berinisiatif untuk masuk ke dalam yang memang kebetulan pintu tak di kunci
sampai Kania di dalam kamar Arya ia tak mendapati Arya berada di dalam, tak berapa lama terdengar suara gemericik air yang menandakan Arya tengah berads di dalam kamar mandi. Kania pun hendak keluar tetapi ada sesuatu pemandangan yang membuat niat nya ia urungkan
ia melihat sebuah foto yang berada di atas meja nakas samping tempat tidur.sebuah foto seorang gadis kecil dan seorang pria kecil tengah berprlukan.
"ini foto siapa, kalau cowok ini udah jelas ini arya karna tante Ratna sudah memperlihatkan album foto masa keci Arya, terus yang cewek ini siapa apakah kaka Berlian tapi ini bukan foto nya kak Berlian" Kania bertanya-tanya pada dirinya sendiri
"ngapain loe di situ" tanya seseorang dari belakang Kania
"eh..Arya" Kania membalikkan badannya dan kaget karna melihat Arya sudah ada di belakang nya
"ngapain loe" tanya Arya lagi
"ah enggak, gue tadi mau panggil loe karna makanan udah siap tapi pas gue ke sini loe nya lagi di kamar mandi" jawab Kania apa adanya
"terus ngapain loe ngeliatin foto itu sampe segitunya" tanya Arya
"nggak gue penasaran aja, itu foto siapa Ary" tanya Kania kemudian
"itu foto gue sama Rara waktu kecil" jawab Arya
"Rara siapa Ary bukannya cewek loe itu Tania ya" tanya kania
" ya itu setleah Rara pergi menghilang ntah kemana, gue baru kenal Tania " jawab arya menceritakan pertemuannya dengan Tania
"oh gitu,...eh ya udah kita makan dulu aja yuk" Kania mengalihkan pembicaraan setelah melihat ada raut wajah sedih di wajah Arya
tanpa persetujuan Arya Kania pun menarik Arya menuju ruang makan dan mereka pun makan bersama.
__ADS_1