
setelah selesai akad keluarga Tuan Adijaya pun berangkat menuju hotel di mana tempat acara resepsi di laksanakan. sesampai nya di hotel mereka menuju kamar masing- masing.
"Arya, ajak Kania beristirahat di kamar kalian karna acara nanti malam butuh tenaga ekstra, mama akan memeinta pelayan untuk mengantarkan kalian ke kamar dan mama juga akan meminta pelayan untuk mengantarkan makan siang kalian karna tadi tak sempat makan di rumah" tutur ibu Ratna pada Arya
"iya ma" jawab Arya mengangguk
"ayok sayang" ajak Arya pada Kania dan menggandengnya dengan memeluk pinggang nya dan seorang pelayan pun mengantarkan untuk menuju kamarnya
mereka pun akhirnya sampai di kamar yang di tuju
"silahkan tuan ini kunci nya" seorang pelayan memberikan kunci yg berupa kartu kepada Arya stelah membuka pintu kamar itu.
Arya pun menerimanya dan hanya mengangguk saja
"kalau begitu saya permisi tuan dan nyonya" ucap pelayan itu lagi
"terima kasih mba" ucap Kania berterima kasih pada pelayan itu
"sama-sama nyonya" jawab pelayan itu lalu berlalu pergi
Arya dan Kania pun masuk ke dalam kamar mereka sesaat Kania merasa takjub dengan kamarnya yang telah di hiasi banyak bunga-bunga dan pelaminan, di tempat tidur pun tak luput di taburi bunga mawar merah yang berbentuk love dan sebuket bunga mawar putih di atas tempat tidur
"wah...Arya ini kamar kita"tanya Kania
"iya..kamu suka "tanya Arya
"suka sekali ruangan ini menjadi harum oleh bunga-bunga mawar dan sangat indah" jawab Kania sambil berjalan menuju tempat tidur dan duduk di tepian tempat tidur
Arya pun menghampiri Kania dan berdiri di depannya. Arya membelai lembut rambut Kania dan membelai wajahnya.
"aku bahagia jika kamu bahagia Kania" tutur Arya.
Kania pun langsung memeluk pinggang Arya karna ia dalam posisi duduk
"makasih Arya kamu sudah sangat membuat ku bahagia" jawab Kania
"ya sudah kamu mandilah dulu agar badan mu menjadi segar dan sebentar lagi pasti peelayan yang emngantar makanan akan sampai" ucap Arya dan kania pun mengangguk lalu ia melepas pelukannys dan mengambil pakaian ganti nya yang sudah ada di dalam kamar sebelum mereka sampai di hotel tadi. kania pun masuk ke kamar mandi
sedangkan Arya sedang sibuk dengan ponselnya sembari menunggu Kania selesai mandi. saat tengah fokus dengan ponsel nya tiba-tiba pintu di ketuk
tok tok tok
Arya pun bangkit dari duduk nya dan membuka pintu ternyata pelayan yang membawa makan siang untuk mereka
"permisi tuan ini makan siang yang di minta nyonya Ratna untuk tuan" tutur pelayan itu dengan menunduk
"silahkan taruh di dalam" jawab Arya lalu ia berjalan terlebih dahulu ke dalam setelah itu di ikuti oleh pelayan itu
Arya pun kembali fokus pada ponsel nya tanpa menghiraukab pelayan itu yang sedang menata makanan di atas meja
"makanan sudah siap tuan, saya permisi" ucap prlayan itu
"hem.." Arya hanya menjawab dengan deheman saja .
lalu sang pelayan pun keluar dan tak lupa menutup pintu nya kembali, setelah pelayan itu pergi Kania pun keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit di kepala nya ia hanya menggunakan celana jins di atas lutut dan kaus putih yang sedikit kedodoran
"sudah selesai sayang" tanya Arya yang tadi nya sibuk dengan ponsel nya namun ketika mendengar pintu kamar mandi di buka Arya pun langsung fokus ke arah simber suara
"sudah, kamu mandi gih" jawab Kania
Arya pun berdiri dan menghampiri Kania yang kini tengah mengeringkan rambut nya dengan handuk, ia pun langsung memeluk tubuh kania dari belakang Arya mengirup dalam-dalam harum tubuh dari istri nya itu yang membuat hati nya menjadi tenang
"ih kamu ni di suruh mandi malah main peluk-peluk aja, udah sana mandi aku laper nih" gerutu Kania
__ADS_1
"iya deh iya...bawel" Arya pun melepas pelukannya dan langsung menuju kamar mandi
"yang kamu nggak bawa handuk sama baju ganti" tanya Kania saat Arya hendak membuka pintu kamar mandi
"oh iya lupa" ucap Ary sembari menepuk jidat nya sendiri
"belum tua ko udah pelupa" cibir Kania
saat Arya berbalik mengambil handuk nya ia pun menghampiri Kania lagi lalu mengecup kilas bibir manis milik istrinya itu lalu Arya berlari menuju kamr mandi
"ih dasar kamu ya...nyolong itu nama nya" gerutu Kania kesal
"biarin salah sendiri ngomel aja" Arya membalikan badannya saat sudah berada di kamar mandi dan hanya mengeluarkan kepala nya di balik pintu sembari memeletkan lidah nya
"ish dasar ngeselin banget" gerutu Kania namun ia senang karna memiliki suami seperti Arya
Kania pun terduduk di ranjang nya dan mengingat kembali kedua orang tua nya
"bapak....ibu....andai kalian masih ada di sini andai bapak dan ibu masih bersama ku, pasti bapak dan ibu sangat bahagia melihat aku kini sudah menikah....aku sangat merindukan kalian" ucap Kania dalam hati dengan air mata sudah meembasahi pipi
hingga beberapa saat saja kania sudah memejamkan kan matanya. setelah 30 menit Arya membersihkan tubuhnya ia pun keluar dari kamar mandi ia terlihat celingukan mencari seseorang hingga mata nya tertuju pada tempat tidur yang menampakan kania tengah duduk namun matanya terpejam.
"ya Allah Kania, bisa bisa nya kamu tidur dengan posisi seperti ini" gumam Arya sembari menggelengkan kepalanya
ia pun menghampiri Kania dan hendak membetulkan posisi tidur sang istri tangannya menyentuh pipi kania dan membuatnya mengernyitkan dahi nya karna pipi kania yang basah
"kamu menangis sayang, apa yang membuat mu sampai menangis seperti ini" tutur Arya bertanya pada diri nya sendiri
ia pun menghapus sisa air mata yang berada di kelopak mata kania lalu ia membetulkan posisi tidur istrinya itu tak lupa ia menyelimuti tubuh istri nya. setelah itu barulah Arya mengganti pakaiannya dan ia pun ikut berbaring di samping kania meski pun perut nya sudah keroncongan minta di isi tetapi ia tak tega untuk membangunkan istrinya itu jadi ia putuskan untuk ikut tidur saja.
waktu sudah menunjukan pukul 2 siang kania terbangun dari tidurnya karna ia merasa haus dan tentunya perut yang sudah meronta ingin di isi
"hah..aku ketidurn tapi kan tadi aku duduk kenapa sekarang...." ucapan nya pun terputus tatkala melihat Arya yang tidur di samping nya lalu ia melihat jam yang menunjukan pukul dua siang dan ia pun melihat ke meja yang berisikan makanan masih utuh tanpa terlihay tersentuh
"yang bangun yang...." Kania mengguncang tubuh Arya dan memanggilnya
"ehmm...kenapa sayang" tanya Arya yang malam memeluk Kania
"ayo kita makan dulu kamu pasti laper kan kenapa kamu nggak makan duluan aja" ucap Kania
"aku mana bisa makan kalau istri ku sendiri belum makan" jawab arya yang masing memeluk tubuh Kania dan memendamkan wajah nya di dada Kania
"kenapa kamu nggak bangunin aku coba"
"ya karna aku tahu kamu pasti capek, ya sudah ayok kita makan" ajak Arya kemudian bangkit dari tidurnya dan duduk
Kania pun ikut duduk dan mereka pun menuju meja makan, karna perut sudah merasa sangat lapar mereka berdua pun makan dengan lahap hingga makanan tak tersisa.
**********
jam sudah menujukan pukul 4 sore hari para MUA pun sudah berada di kamar pengantin dan tengah merias Kania. Arya pun tengah memakai pakaian nya menggunakan jas berwarna biru muda di lspisi kemeja berwarna cream dengan celana yang berwarna senada dengab jas yg ia kenakan terlihat sangat tampan dan gagah.
Kania pun menggunakan gaun senada dengan sang suami karna mereka berdua sengaja mengambil tema yang serba biru untuk nuansa yang lembut.
Kania pun sudah selesai di dandani oleh para MUA terlihat sangat cantik dan anggun Arya yang melihat istrinya itu sungguh sangat terpesona.
"kamu cantik sekali sayang memakai gaun ini" puji Arya
"kamu juga sangat tampan sayang" puji balik Kania
para MUA yang masih berada di ksmar itu pun saling melirik dan tersenyum satu sama lain dengan fikiran masing-masing
tok tok tok
__ADS_1
terdengar pintu di ketuk dan di buka seseorang dari luar terlihat ibu Ratna dan tuan Adijaya memasuki kamar pengantin itu
"duh cantik nya mantu mama" puji ibu Ratna
"mantu papa juga dong ma" tuan Aijaya ikut menimpsli seolah tak terima hanya menantu sang istri
"iya deh iya mantu papa juga" ibu Ratna mengalah
"kok cuma Kania saja yang di puji anak nya sendiri nggak" protes Arya
"lihat lah pa anak mu ini sudah menikah masih saja iri apa lagi ini istri nya sendiri" ledek ibu Ratna yang di ikuti senyumab tuan Adijaya
"biarin aja kan aku juga anak papa mama" tutur Arya tak mau kalah
"iya deh iya kamu tampan ko" puji ibu Ratna
"kamu sudah menikah jaga sikap mu jangan seperi anak kecil" ucap tuan Adijaya
"baik pa" jawab Arya mengangguk
"ya sudah kita turun sekarang ya ini sudah pukul 8:00 semua tamu undangan sudah hadir" tutur ibu Ratna
"tolong di bantu ya mba" ibu Ratna berkata kedua MUA
"baik nyonya" jawab mereka serempak
akhirnya mereka pun kturun menuju tempat di mana acara resepsi di laksanakan, ibu Ratna dan Tuan Adijaya pun ikut bergabung dengan kolega lain nya setelah mereka sampai di pelaminan pengantin.
semua mata tertuju pada kedua mempelai yang terlihat berjalan menuju altar pelaminan
"wah menantu tuan Adijaya sangat cantik, pantas saja Arya mau menikahinya" puji kolega yang hadir
"ah tuan bisa saja" jawab tuan Adijaya sembari tersenyum
acara pun berlangsung dengan lancar hingga selsesai.semua tamu undangan sudah pulang hanya menyisakan beberapa orang penting saja yang sedang mengobrol dengan Tuan Adijaya
"kalin istirahat lah di kamar" ucap ibu Ratna pada Arya dan Kania
"baik ma" jawab Arya
Kania dan Arya pun masuk ke kamar mereka, Arya sudah melepaskan pakaiannya dan mengganti dengan piama sedangkan Kania masih di ribet kan dengan hiasan-hiasan di kepala nya Arya yang melihat itu pun berinisiatif membanu
"sini biar ku bantu" tutur Arya dan mulai melepaskan hiasan-hiasan di kepala Kania
"makasih" jawab Kania tak berapa lama selesai hiasan hiasan kepala itu terlepas dari kapal Kania
Kania pun hendak membuka kancing gaun nya namun tak bisa karna posisi berada di belakang
"sini biar ku bantu" Arya melepas satu persatu kancing itu dan sudah terlepas
"*duh kenapa dada ku jadi dag dig dug gini sih liat tubuh mulus kania meski hanya punggung saja, sabar Arya kasihan Kania pasti dia lelah" tutur Arya dalam hati
"duh gimana ini Arya pasti melihat punggung ku sungguh aku malu sekali" gumam Kania dalam hati*
"sudah selesai segera bersihkan tubuh mu lalu istirahat" ucap Arya dan Kania pun langsung menju kamar mandi dengan tangan kanan menahan gaun bagian depannya agar tak merosot
Kania pun keluar dari kamar mandi setelah 30 menit berada di kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengahpus riasan ia sudah menggunakan piama dan terlihat Arya sudah berbaring
"sudah selesai sayang" tanya Arya yang menengok ke arah Kania
"sudah" jawab Kania
"sini..." Arya menepuk-nepuk kasur di sebelah nya
__ADS_1
Kania pun naik ke atas tempst tidur lalu berbaring di sebelah Arya, Arya menarik tubuh Kania ke dekspannya dan mengangkst kepals Kania lalu ia menjadikan llengannya bantalan untuk kepala kania lalu ia memeluk nya dalam Arya mencium aroma tubuh Kania yang membuat nya candu begitu pun dengan Kania yang menyukai bsu tubuh maskulin Arya. tak ada yang terjadi di malam itu karna mereka sama-sama terlelap dalam tidur akibat kelelahan