Pembantu Ku Kekasih Ku

Pembantu Ku Kekasih Ku
bangkai kelinci


__ADS_3

di kediaman Tania ia kini tampak sangat senang karna rencana awal nya berhasil membuat Kania merasa ketakutan.


"ternyata begitu mudah membuat mu ketakutan ...hem tinggal selangkah lagi aku akan membuat mu menjadi gila dan Arya akan meninggalkan mu lelaki mana yang mau menikahi wanita gila" Tania tersenyum miring merasakan kepuasan karna telah berhasil membuat Kania ketakutan


namun senyuman itu hilang dengan datang nya satu anak buah suruhannya ke apartemen miliknya


" permisi nona" ucap orang itu saat melihat Tania membelakanginya


" iya kenapa.." tanya Tania belum membalikan tubuhnya


" teman saya dua orang tertangkap nona" tutur orang itu yang membuat Tania terkejut dan langsung membalikan tubuhnya


" maksud mu...mengapa wajah mu babak belur seperti itu" tanya Tania


" tadi sehabis kami ke rumah utama untuk meneror nona Kania sepertinya tuan Arya melihat kami, hingga kami di cegat dan kami pun di hajar habis-habisan oleh anak buah dari tuan Arya hingga anak buah saya berhasil mereka tawan dan untung nya saya berhasil melarikan diri" tutur orang itu menceritakan semuanya


"dasar Bodoh....aku membayar kalian agar kalian bisa ku andalkan kalau seperti ini yang ada bisa kacau semua rencana ku!!! " amarah Tania kepada orang suruhannya itu


"maaf nona ini semua di luar dugaan kami" ucap orang itu membela diri


"dasar bodoh, aku membayar kalian mahal tapi ini jawaban mu Hah....!!!" geram Tania lalu menampar orang tersebut tetapi tak ada perlawanan dari orang itu


"aku tak mau tahu pokonya aku mau Arya jangan sampai tahu bahwa aku dalang di balik ini semua" faham kamu


"faham Nona" jawab lelaki itu dengan menunduk


"sudah sana pergi dan lanjutkan pekerjaan mu" usir Tania


lalu orang suruhannya itu pun keluar dari apartrmen Tania.




di ke diaman Wiguna terlihat Arya yang setia menemani Tania, ia merasa khawatir jika Tania hari ini masuk kampus ia takut terjadi hal yang sama meskipun anak buahnya berhasil menyekap orang surah itu tetapi mereka sama sekali tak mau mengakui dan memilih bungkam


"sayang apa nggak sebaik nya kamu di rumah dulu istirahat" ucap Arya yang merasa khawatir pada Kania


"aku nggak apa-apa ko sayang, aku sekarang udah baikan kamu tenang aja" jawan Kania dengan senyum merekah memperlihatkan bahwa ia baik-baik saja


"kamu yakin sayang...."tanya Arya yang masih ragu


"yakin 100%" ucap Kania dengan bersemangat menampakan keceriaanya kembali


"baik lah kalau memang sudah baikan ayo kita berangkat sekarang" Arya menggandeng Kania ia tak mau melepaskan tangannya sedetik pun dari tubuh kania


mereka pun sampai di ruang makan yang terlihat kedua orang tua mereka sedang sarapan pagi


"pagi ma..pa" sapa Kania pada kedua mertua nya


"halo...pagi sayang" ucap ibu Ratna tersenyum


"apa Kania hari ini pergi ke kampus" tanya Tuan Adijaya yang mengetahui kejadian kemarin dari istrinya


"iya pa soalnya ini kan hari ke dua aku ke kampus, masa baru kemarin masuk sekarang nggak masuk sih pa" jawab Kania dengan senyuman yang mengembang di bibirnya


"apa kamu sudah baikan sayang" tanys tuan Adijaya

__ADS_1


"udah pa, aku sehat-sehat aja" jawab Kania yakin


"ya sudah kalau begitu kalian sarapan lah dulu sebelum berangkay ke kampus" tutur ibu Ratna kepada anak dan menantunya itu


"nggak deh ma kita buru-buru soalnya hari ini Kania ada jam masuk pagi" jawab Kania menolak


"kita berangkat dulu ma pa" Arya menyalami kedua orang tuanya begitu pun dengan Kania


"Assalamualikum" ucap Arya dan Kania hampir bersamaan


"waalaikumussalam" jawab ibu Ratna dan tuan Adijaya


Arya dan kania pun berangkat ke kampus.




kania dan Arya pun sudah tiba di kampus mereka turun dari mobil lalu masuk menuju kelas karna hari ini Kania ada kelas pagi Arya pun mengantarkan Kania sampai ia aman dan masuk ke kelasnya


" yang aku masuk dulu ya" ucap Kania sebelum masuk ke kelasnya


"iya, jaga diri ya jangan tergoda sama laki-laki lain" tutur Arya mencolek hidung Kania


"ish...kamu apaan sih aku nggak akan tergoda kan aku udah punya kamu" jawab Kania dengan senyuman manis nya


"ya sudah sana masuk ke dalam" ucap Arya sembari mengelus kepala Kania


" ya udah aku masuk dulu ya" ucap Kania lalu ia menjulurkan tangannya Arya yang paham pun menambut tangan Kania lalu Kania mencium tangan Arya.


terlihat Arya tersenyum melihat istrinya yang mencium tangannya lalu Arya pun mencium kening Kania sebelum Kania masuk ke kelaa nya.


sebenarnya masih ada rasa khawatir yang menghinggapi fikirannya ia takut terjadi lagi hal yang seperti kemarin pada Kania. karna Arya belum mengetahui siapa dalang di balik ini semua jadi untuk saat ini ia belum bisa tenang.





di kelas Kania kini tengah fokus memperhatikan penjelasan- penjelasan yang di berikan dosennya itu.


sampai mata pelajaran pun usai


"baik lah karna waktu nya sudah habis kita lanjutkan besok" ucap Dosen lalu pergi meninggalkan kelas


satu per satu teman- teman sekelas Kania keluar dari kelas. namun tiba-tiba ada yang menghampiri Kania dengan memberikan sebuah kotak yang di bungkus dengan kado membuat Kania merasa heran


" maaf kakak Kania ya" tanya wanita itu dengan penampilan agak culun


" iya ada apa ya" tanya Kania bingung


" ini saya di suruh antarkan ini ke kakak" jawab wanita itu


"ini dari siapa" tanya Kania yang merasa heran karna ia baru 2 hari ini masuk kuliah tapi kenapa ada yang mengirim nya kado lagi pun ia tak ulang tahu hari ini


"saya nggak tahu kak orang itu cuma titipin ini aja" jawab Wanita itu

__ADS_1


"oh ya udah kalo gitu makasih ya" ucap Kania berterima kasih


"iya sama-sama kak" lalu wanita itu pun meninggalkan kania di kelas nya


Kania merasa heran siapa yang memberikannya kado sedangkan ia tak ulang tahun apa kah Rere yang mengirimkan nya tapi kenapa Rere tak memberi tahunya. akhirnya karna merasa penasaran Kania pun membuka kado itu


dan betapa terkejutnya Kania saat melihat isi kotak kado itu yang berisikan bangkai kelinci dengan berlumuran darah dan ada kertas bertuliskan "JAUHI ARYA ATAU KAU AKAN MATI"


seketika Kania berteriak histeris dengan apa yang di lihat nya itu


"Aaàaaaaaaakkkhhh" teriak Kania membuat teman-temannya yang masih ada di kelas menghampiri Kania merasa penasaran dengan apa yang terjadi


"ada apa Kania kenapa elo teriak" tutur teman sekelas Kania


"Aldo loe coba liat itu yang di kotak itu" tutur temannya kepada Aldo


akhirnya Aldo pun membuka kotak itu dan melihat bangkai kelinci yang berlumuran darah dan secarik kertas.


"hikhikhik Arya aku takut" rintih Kania ia berjongkok sembari menekuk lututnya dan menenggelamkan wajahnya di balik kedua lututnya


"Kania tenang ya ada gue di sini" tutur Aira teman baru Kania yang satu kelas dengannya


"gue takut Ra....gue takut" ucap Kania dengan gemetaran


"Aldo, Reno bisa tolong panggilin Arya di kelas nya" pinta Aira


"ya udah gue panggil dulu" tutur Aldo lalu berlari pergi meninggalkan kelas nya


Reno tak ikut karna ia pun harus menunggu ke dua gadis di depan nya itu agar tak terjadi apa-apa


tak berapa lama tampak Arya dan Aldo berlari bersama. Arya langsung menghampiri Kania lalu memeluknya untuk menenangkan Kania.


"tenang sayang ada aku di sini" tutur Arya dengan menelus kepala Kania


"emm..bro kita pulang duluan ya" tutur Reno mewakili ke dua temannya


Arya pun mengangguk" makasih ya udah kasih tau dan jagain Kania" ucap Arya berterima kasih


"sama-sama" lalu ketiga nya pun keluar meninggalkan mereka berdua


"Kania gue duluan ya "tutur Aira meski tak mendapat jawaban apa-apa dari Kania


Arya masih berusa menenangkan Kania yang ke takutan dan gemetaran telapak tangan nya pun basah oleh kringat begitupun dengan dahi nya


"sudah sayang tenang ya aku di sini " tutur Arya


sebenarnya Arya merasa penasaran dengan kotak itu meski ia sudah di beritahu oleh Aldo tadi, setelah setengah jam Arya menenangkan Kania akhirnya Kania pun mulai tenang nafas nya mulai teratur. Arya bangkit dari duduk nya untuk melihat kotak itu


"kamu mau kemana Ar" tanya Kania menahan lengan Arya


"aku mau lihat isi kotak itu" jawab Arya melihat ke arah Kania


"sebaiknya jangan Ar aku takut" Kania menggelengkan kepalanya tanda ia tak mau melihatnya lagi


" nggak apa-apa kamu tunggu di sini ya, aku mau lihat dulu " tutur Arya lembut dan akhirnya Kania pun melepaskan pegangannya


Arya berjalan menghampiri kotak itu lalu membuka nya ia melihat isi kotak itu lalu memfotonya dan ia mengirim pada anak buah nya untuk meneyelidiki lebih lanjut.

__ADS_1


setelah selesai Arya mengajak Kania untuk pulang dan ia membawa serta kotak itu untuk di buang, setelah itu Arya dan Kania masuk ke dalam mobil untuk pulang ke rumah karna Arya merasa tak tega dengan hewan hang di bunuh secara mengenaskan itu hingga ia memutuskan untuk membawa pulang agar di kuburkan dengan layak oleh tuksng kebun di rumah.


sampai di rumah Arya menyuruh Kania terlebih dahulu masuk ke rumah dan beristirahat di kamar sedangkan Arya menyerahkan kotak yang berisikan kelinci itu kepada pak Anto tukang kebun nya untuk mengubirkan kelonci itu setelah urusan kelinci selesai ia pun menyusul Kania ke kamarnya.


__ADS_2