
malam telah tergantikan oleh mentari pagi perlahan Kania membuka matanya tetapi ia merasa ada yang aneh bagian perutnya terasa berat. lantas Kania pun melihat ke arah perut nya dan melihat ada tangan seseorang tengah melingkar di perut nya Kania lantas melihat ke samping nya yang ternyata adalah Arya, terlihat Arya masih tertidur dengan lelapnya
Kania merasa bingung mengapa Arya bisa tidur di kamarnya meskipun ini bukan kali pertama mereka tidur bersama namun sedikit pun Arya tak pernah melampaui batas.
"Ary..." panggil Kania dengan sedikit menggoyangkan tubuh Arya
" hmm" Arya hanya menjawab dengan gumaman khas orang tidur
" udah siang...ayo bangun aku mau mandi tangannya pinggirin dulu" tutur Kania
" mandinya tar aja...aku masih pengen begini udah ayok tidur lagi" Arya bukannya melepas pelukannya tetapi justru malah semakin mengeratkan pelukannya.
akhirnya Kania pun tak bisa apa-apa ia hanya pasrah saja karna semakin ia menggerakkan tubuhnya maka Arya pun akan semakin erat memeluknya. perlahan-lahan karna merasa bosan kania pun terlelap lagi.
di ruang makan ibu Ratna dan Tuan Adijaya tengah sarapan pagi. tanpa kedua anak nya yakni Arya dan Kania
" ma..Arya sama Kania mana ko belum turun-turun jam segini" tanya Tuan Adijaya
" mungkin masih tidur pa...biarkan saja pasti mereka kelelahan karna kemarin" jawab ibu Ratna santai
" ya sudah... papa sudah selesai..! papa berangkat kerja dulu" pamit tuan Adijaya
" iya pa,, ini tas nya papa hati- hati ya" tutur ibu Ratna kemudian mengantarkan sang suami ke depan dan menyalaminya
tuan Adijaya pun masuk ke dalam mobilnya, dan mobil pun mulai di jalan kan meninggalkan sang istri dan rumah utama.ibu Ratna pun masuk ke dalam rumah ia pun menuju ruang keluarga tempat dirinya biasa bersantai.
" seperti nya mereka beenar-benar kecapean sudah jam 10 belum bangun juga" tutur ibu Ratna sembari memencet-mencet remot tv mencari chanel yang bagus
saat tengah asik tiba-tiba ada suara bel berbunyi
"bi..bibi..tolong buka pintu nya" panggil ibu Ratna
" iya nya" bi Ina pun langsung menuju pintu utama untuk membukakan pintu
ceklek..
" akhirnya di buka juga,"
"den Baim...sudah lama tidak ke sini sendirian aja den" sapa bi Ina
" iya bi soal nya lagi nyiapin untuk masuk kuliah nanti, aku ke sini bertiga ko ini Rere pacar aku dan Yoga masih di mobil ngambil bingkisan" jawab Baim
"wah den Baim sudah punya pacar ternyata, mari mari masuk" bi Ina mempersilahkan mereka masuk saat Yoga sudah menghampiri
" Bi....Arya nya ada nggak ko rumah sepi begini" tanya Yoga
__ADS_1
" den Arya ada masih di kamarnya mungkin masih tidur" jawab bi Ina
" kalo Kania ada nggak bi" tanya Rere
" ada...sama dengan den Arya masih di kamarnya juga mungkin ke lelahan karna kemarin mereka mempersiapkan untuk lamaran semua sendiri" jawab bi Ina
" wah kompak banget mereka" tutur Baim
" mari den silahkan duduk...bibi buatkan minum dulu ya" tutur bi Ina kemudian berjalan ke dapur
"ko sepi banget yang rumah nya Arya... masa rumah segede ini sepi" tanya Rere yang memang baru pertama kali ke rumahArya
"yang huni rumah ini cuma 4 orang karna kak Berlian udah tinggal di apartemen, terus 10 pelayan khusus untuk ngurusin ini rumah tapi mereka pulang pergi, 1 supir dan 2 security jadi ya memang sepi kalo tugas- tugas para pelayan udah selesai dan pelayan yang tinggal di rumah ini cuma 2 orang" jawab Baim panjang lebar
" oh gitu..pantes sepi sayang banget ya rumah segede ini penghuni nya dikit" tutur Rere
di saat mereka tengah asik mengobrol ibu Ratna pun menghampiri
" eh..ada tamu ternyata" tutur ibu Ratna dengan tersenyum
" tante..." Baim dan yoga langsung berdiri menghampiri ibu Ratna dan menyalami Rere pun ikut menyalami ibu Ratna
" tante sudah lama tidak melihat kalian main ke rumah, sekarang sudah sibuk ya" ucap ibu Ratna kemudian duduk di sofa yang bersebrangan dengan mereka bertiga
" nggak juga tan..cuma Baim lagi nyiapin persyaratan untuk masuk kuliah nanti" jawab Baim
belum Yoga menjawab bi Ina sudang datang dengan membawa nampan berisi minuman serta camilan
" ini minuman sama camilannya, buat temanngobrol" tutur bi Ina mempersilahkan
" makasih bi, jadi ngrepotin" ucap Rere
" nggak apa neng...silahkan di minum " tawar bi Ina kemudian ia pergi meninggalkan tamu-tamu tuan rumah nya itu
"oh iya..gadis di sebelah kamu itu siapa Im kaya nya selama ini tante baru lihat kamu bawa cewek ke sini" tanya ibu Ratna
"ini Rere tan sahabar Kania dan juga pacar ku calon istri ku tan" jawab Baim
"oh sahabat Kania, pinter juga kamu Im cari yang cantik tante kira dulu kamu nggak bakal serius sama cewek" sindir ibu Ratna
"ah tante...itu sudah masa lalu sekarang Baim sudah berubah ko" jawab Baim meyakin kan
"iya deh tante percaya...terus kamu Yog mana cewek mu masih suka main-main kaya dulu" tanya ibu Ratna pada Yoga
"belum ketemu jodohnya tan, tau ngumpet di mana" jawab Yoga dengan nyleneh
__ADS_1
"Yoga...yoga dari dulu nggak berubah-berubah" tutur ibu Ratna dengan menggeleng-gelengkan kepala
di saat tengah asik mengobrol Arya baru keluar dari lift dan berjalan hendak ke dapur namaun saat melewati ruang keluarga ia mendengar suara ribut-ribut orang tertawa. Arya yang penasaran pun menuju ruang tamu dan melihat kedua sahabat nya.
"woy curut dari kapan loe di sini" panggil Arya
"wahh....ngajak ribut ini kecoa satu calon manten" Yoga langsung berdiri dan menghampiri Arya lalu memeluk nya
"eh..apaan nih main peluk-peluk aja" protes Arya
"elah Ary...kita kan udah lama nggak ketemu semenjak habis acara kelulusan itu gue kangen lah sama loe, emang loe nggak kangen sama gue" Yoga melepas pelukannya dan menggoda Arya
"ih..jijay gue liat tingkah loe" Arya terlihat merasa jijik
"hahahaha....selamat ya bro akhirnya loe sebentar lagi bakal jadi suami, ini hadiah buat loe sama Kania gue jauh-jauh bawa dari Amerika khusus buat kalian" Yoga menyerahkan paper bag kepada Arya
"wah maksih banyak Yog....ini isi nya apaan yog" tanya Arya
"nanti loe buka kalo udah di kamar aja" bisik Yoga
"kok gue jadi curiga ya...?" ucap Arya mengernyitkan dahinya
"udah lah nggak udah di fikirin" tutur Yoga
"selamat ya Ary, akhirnya loe bakalan nikah juga sama Kania" Baim mengucapkan selamat pada Arya
"selamat ya Ary, oh iya Kania mana ya" tanya Rere setelah mengucapkan selamat pada Arya
"Kania masih di kamar nya habis mandi, sebentar lagi turun ko" jawab Arya
"beh...loe tahu kalo Kania habis mandi ?..wah.... jangan-jangan?" Yoga mulai mengintrogasi
"jangan-jangan apa hah....gue emang tidur bareng semalam sama dia tapi gue nggak ngapa-ngapain gue masih punya batasan emang nya elo" Arya merasa kesal dengan sahabat nya itu dan Arya pun menoyor kepala Yoga
"elah...elo mah gitu, tapi beneran loe tidur bareng sama Kania" tanya Yoga memastikan
ibu Ratna pun menghampiri dan menjawab ucapan Yoga " iya emang mereka semalam tidur sekamar dan sekasur itu bukan cuma sekali mereka begitu tapi udah 3 kali" jawab ibu Ratna dengan tersenyum lalu pergi meninggalkan para ABG itu
"mama..tau dari mana" tanya Arya karna jarak mereka belum terlalu jauh
"ya mama tau sendiri lah" jawab nya
"wahh...rame banget!!! Rere elo juga di sini" tiba-tiba suara Kania terdengar dan memberhentikan perdebatan ketiga sahabat itu
"Kania..." Rere langsung memeluk Kania" gue kangen banget sama loe"
__ADS_1
"sama gue juga kangen banget sama loe, kita udah lama nggak ketemu" jawab Kania
dan akhirnya mereka pun melanjutkan obrolan-obrolan ala-ala mereka sendiri ntah apa yang di obrolin