Pembantu Ku Kekasih Ku

Pembantu Ku Kekasih Ku
milik mu seutuhnya


__ADS_3

matahari sudah membumbung tinggi cahaya nya mulai menyengat isi bumi tetapi dua insan yang berada di kamar pengantin masih belum terlihat aktifitas apa-apa setelah sholat subuh tadi mereka melanjutkan tidur karna kemarin adalah hari yang melelahkan untuk mereka.


sedangkan di restoran yang berada di hotel itu keluarga Adijaya berkumpul untuk memulai sarapan pagi mereka. dan ketiga sahabat Arya dan Kania pun ada di meja makan yang sama karna mereka juga tidur di hotel itu atas permintaan ibu Ratna .


"tante Arya dan Kania ko belum turun- turun ya" tanya Yoga.


"elah...Yog kaya elo belum dewasa aja pake nanya lagi" Baim menoyor kepala Yoga


"yank..ih jangan gitu ah" tutur Rere


" lagian ini anak pertanyaan nya aneh- aneh aja" gerutu Baim


"sudah- sudah mungkin mereka nggak gabung sama kita karna lelah biarkan saja " ivu Ratna teesenyum melerai perdebatan ke dua nya.


"oh iya tante" jawab Yoga manggut-manggut


"kak Berlian kapan mau nyusul Arya sama Kania" tanya Yoga memalingkan wajahnya ke arah Berlian yang duduk bedada di hadapannya


"uhuk..uhuk. uhuk..." berlian terkejut dengan pertanyaan dari Yoga hingga membuat nya terbatuk


"ini minum kak" Yoga memberikan segelas air putih kepada Berlian dan Berlian menerimanya lalu meminumnya


semua yang melihat itu hanya tersenyum melihat tingkah mereka.


"ngapain loe tanya-tanya kapan aku nyusul mereka, loe aja gak laku- laku jomblo akut" cibir Berlian kesal


"aelah kak Berli ini masa gue di bawa- bawa sih, kalo gue udah banyak cewe tapi belum aja ada yang cocok" jawab Yoga dengan menyuapkan makanan nya


"itulah playboy cap kadal buntung mana ada cewe yang mau sama loe kalo bukan tante-tante girang" ledek Berlian


"hais....awas aja loe kak" Yoga sudah tak dapat berkata-kata lagi


"pht..hahaha" Baim sudah tak dapat menahan tawa nya lagi mendengar perdebatan antara Yoga dan Berlian


Yoga pun melempar daun selada ke arah Baim pas mengenai wajah nya


"berisik loe" sungut Yoga

__ADS_1


"sialan loe, emang muka gue tong sampah apa main lempar-lempar sembarangan" gerutu Baim namun tak menghentikan tawanya


"bodo, udah ah gue mau balik duluan" tutur Yoga


"om, tante Yoga pulang duluan ya soal nya hari ini papa ada meting sama klayen di kota M" pamit Yoga


"iya...hati-hati di jalan" ucap ibu Ratna


Yoga pun menyalami ibu Ratna dan tuan Adijaya


"jadi lah anak yang sukses yoga, berhenti bermain-main dengan wanita malam masa depan mu masih panjang cari lah jodoh yang tepat untuk mu" nasehat tuan Adijaya


"iya om, saya akan berusaha" jawab Yoga lalu pergi menuju parikan mobil nya.


"om tante saya dan Rere juga pamit untuk pulang " ucap Baim setelah acara makan pagi itu selesai


Baim dan Rere pun menyalami tuan Adijaya dan ibu Ratna bergantian


"segerakan kamu menjelaskan status mu dengan Rere nak" tuutr tuan Adijaya


"bagus itu jangan biar kan wanita secantik Rere terlalu lama menunggu" ibu Ratna menyambung


"iya tante, kalau begitu saya dan Rere pamit " ujar Baim


mereka pun meninggalakan restoran dan menuju parkiran, sekarang hanyalah tinggal keluarga inti saja yang berada di restoran itu


"Berlian bagai mana dengan perushaan yang kamu kelola sekarang" tanya tuan Adiaya


"Alhamdulillah omset mulai meningkat pah"jawab Berlian dengan tersenyum puas


"syukurlah kalu memang sudah mulai meningkat, padahal tadinya cabang itu sudah hampir bangkrut gara-gara orang yang tak bertanggung jawab" tutur tuan Adijaya


"papa tenang aja selama Lian yang pegang pasti akan aman dan akan berkembang pesat"jawab berlian yakin


"ya sudah sekarang kita pulang dulu ke rumah karna papa juga nanti siang akan bertemu klien, kamu mau pulang ke rumah atau ke apartemen"tanya tuan Adijaya


"Lian pulang ke apartemen aja pa, soal nya nanti sore Lian mau jalan sama temen-temen " jawab Berlian

__ADS_1


"ya sudah yang penting kamu hati-hati" tutur ibu Ratna


mereka pun meninggalkan hotel dan pulang.


******


di kamar Arya dan Kania ternyata mereka sudah bangun hanya saja keduanya malas untuk turun ke bawah jadi Arya meminta pelayan untuk membawakan makanan ke kamar mereka


tok tok tok


Arya bangun dari duduknya dan hendak membuka pintu namun di cegah oleh Kania


"biar aku aja yang buka" ucap Kania lalu berjalan ke arah pintu.


"nyonya ini pesanan makanannya" tutur pelayan itu


" terimakasih, tolong bawa masuk ke dalam" ucap Kania lalu pelayan itu pun masuk dan menyajikannya setelah selesai pelayan itu pun keluar dari kamar mereka.


"sini aku ambilin" Kania mengambil nasi ke piring Arya lalu meletakan sayur serta lauk ke dalam piring


"makasih sayang" ucap Arya yang di balas senyuman oleh Kania


akhirnya mereka pun makan pagi yang sedikit ke siangan karna jam sudah menujukan pukul 10. setelah makanan habis mereka pun duduk di balkon kamar hotel menikmati pemandangan yang semuanya hanya gedung sebenarnya tetapi karna di lihat dari ketinggian nampak indah sembari menikmati angin sepoy". Kania berdiri dari duduk nya dan berdiri di depan pagar pembatas balkon sembari merentangkan tangannya lantas Arya pun berdiri dan langsung memeluk tubuh kania dari belakang


kania yang mendapatkan perlakuan itu sangat nyaman, tubuh Arya mulai memanas tat kala ia menatap lehar jenjang milik Kania dan pakaian yang kania pakai hanya baju tidur yang sedikit tipis tanpa lengan membuat tubuh Arya memanas sebenar nya sudah sejak tadi ia tahan karna tadi Kania mengeluh lapar dan Arya pun sudah terlanjur memesan makanan jika Arya melancarkan aksinya maka akan di pastikan bisa kacau lantaran terganggu oleh pelayan yang mengantar kan makanan.


Arya mulai menciumi leher mulus Kania dengan posesif tak ada penolakan dari Kania karna ia pun menikmatinya dan toh sekarang Arya pun sudah menjadi suaminya, tangan Arya yang semula berada di pinggang kini sudah menelusup ke dalam baju mengelus perut mulus Kania dan terus naik hingga sampai di tempat yang ia tuju yaitu benda kenyal yang membuatnya selama ini harus menahan hasrat itu.


Kania menikmati setiap sentuhan-sentuhan dari suaminya itu, Arya lalu membalikan tubuh Kania lalu ia ******* bibir manis milik Kania dengan rakus nya karna sudah berada di puncak hasrat yang semakin menuntut nya, Kania pun membalas *******-******* yang di berikan suami nya itu.


mereka sudah tak peduli lagi kini mereka berada di mana ,untung saja mereka berada di kamar hotel khusus untuk pemilik hotel.jadi di lantai paling atas hanya ada dua kamar saja khusus untuk pemilik hotel sedangkan di kamar satu nya tentu saja tidak ada orang lagi pula pagar pembatas balkon memakai kaca yang tidak transparan yang hanya bisa orang melihat dari dalam sedangkan dari luar tidak akan ke lihatan ke dalam.


"huh huh huh....apakah boleh sayang aku melakukan itu" Arya melepas kecupannya dan terlihat ngos-ngosan karna gairah yang sudah memuncak ia bertanya pada Kania yang di jawab dengan anggukan


pergumulan mereka pun berlanjut hingga sampai berkali-kali dan kini sudah pukul 12 siang baru lah mereka mengakhiri pergumulan panas mereka karna sudah sangat kelelahan


"terimakasih sayang karna sekarang kamu milik ku seutuhnya" tutur Arya sembari memeluk Kania sebelum pada akhirnya mereka pun tidur dengan lelap

__ADS_1


__ADS_2