
setelah menempuh perjalanan setengah jam akhirnya mereka pun sampai di rumah baru Arya dan kania.
mereka turun dari mobil terlihat ibu Ratna pun sangat takjub dengan bangunan rumah itu sungguh sang suami ternyata sangat memahami anak-anak nya
Berlian pun menatap rumah itu dengan takjub dan memandangi sekelilingnya
" wah...rumah nya bagus banget taman yang tak terlalu luas tapi rapih dengan di tanami banyak tanaman di sini sungguh sangat asri" tutur Berlian sembari berjalan ikut masuk ke dalam rumah
Arya pun membuka pintu utama mereka semua pun masuk ke dalam rumah itu, tuan Adijaya yang mendesain rumah itu sedemikian rupa akhirnya merasa puas karna anak dan menantu menyukai rumah pemberiannya itu.
"pah kalo kaya gini Lian juga mau dong di belikan rumah begini" tutur Berlian dengan eksaited
" loh gimana sih sayang, kan bilang nya kita gak akan pindah dari rumah utama kok sekarang malah pengen punya rumah kaya begini" ucap Ardian pada istrinya itu
"hee...nggak apa-apa dong,!! iya kan pa" ucap Berlian cengengesab dan menatap ke arah papanya
"ya papa sih gak masalah mau belikan kamu rumah tapi mau buat apa rumah itu kalau kamu aja tinggal di rumah utama" tanya tuan Adijaya pada putri nya itu
"buat apa ya....??" Berlian tampak berfikir
"udah ah kelamaan mikirnya, duduk dulu yuk masa mau berdiri" sela Kania karna merasa kaki nya sudah keram karna sejak tadi berdiri mendengarkan obrolan antara anak dan ayah
"ishh..kamu ini lama-lama jadi sama ngeselin nya kaya Arya deh mtong-motong omongan orang" Berlian memanyunkan bibirnya itu
hingga membuat yang lain tertawa melihat Berlian nampak kesal dengan tingkah Kania.
"lagian Kak Berlian lama banget mikirnya" ucap Kania yang langsung berjalan menuju sofa lalu duduk entah kenapa kini Kania menjadi nampak lebih cerewet
"sudah-sudah kok ini malah jadi berdebat sih, mam mau lihat ke taman kamu mau ikut Lian" ibu Ratna bertanya pada Berlian
"boleh ayok aku mau lihat taman nya seperti apa walapun dari sini ke lihatan sih karna pintu kaca dan jendelanya langsung mengarah ke taman tapi penasaran juga kalau udah nginjakin kaki di sana gimana" tutur Berlian lalu mengikuti ibunya itu menuju taman belakang
"papa senang kalian menyukai rumah ini, jadi papa gak sia-sia mendesain dan membelikannya untuk kalian" ucap tuan Adijaya kepada Arya dan Kania
"iya pa terimakasih papa udah belikan rumah yang indah seperti ini Kania sangat suka" Kania yang menjawab dengan tersenyum manis
__ADS_1
"sama-sama sayang, karna kenyamanan kamu dan Arya adalah yang utama agar rumah tak terbengkalai nantinya" tutur tuan Adijaya
"Ardi sepertinya Berlian nanti juga menginginkan untuk pindah rumah ?..." tuan Adijaya beralih menatap ke arah Ardian
"Ardi gak tahu pa, tapi bukan kah Berlian sendiri yang bilang tidak akan meninggalkan papa dan mama" jawab Ardian menatap tuan Adijaya sekilas lalu menunduk
merasa tak enak jika hal itu sampai terjadi, lagi pun Ardi merasa berat jika harus meninggalkan mertuanya itu karna selama ini ia tak pernah merasakan sosok ke dua orang tua
"papa tidak masalah nak kalau suatu saat nanti kalian akan pindah juga seperti Arya, hanya saja jangan terlalu jauh kalau nanti kalian akan pindah beri tahu papa ya sebenar nya sudah sejak lama papa sudah membelikan rumah untuk Berlian dan suami nya nanti sebagai hadiah dari papa hanya saja papa belum memberi tahu Berlian" tutur tuan Adijaya berusaha memahami ke inginan anak-anak nya
Arya dan Kania hanya menjadi pendengar di antara percakapan kedua orang yang lebih dewasa dari mereka, dan akhirnya Kania pun berdiri untuk menuju ke dapur karna sejak tadi belum ada minuman atau pun cemilan untuk mereka jadi Kania pun berinisiatif ke dapur.
"jujur saja pa Ardi sebenarnya berat jika harus tinggal terpisah dari mama dan papa, karna Ardi sudah merasa nyaman tinggal dengan mama dan papa karna selama ini saya tidak pernah merasakan memiliki orang tua saya hanya merasakan ibu asuh di panti saja" jawab Ardi dengan tatapan sedih tetapi ia tetap menunduk tanpa melihat ke arah tuan Adijaya
tuan Adijaya pun tersenyum dengan jawaban menantunya itu ia sangat menyayangi menantu lelakinya itu seperti anak sendiri karna Ardian yang tak memiliki figur orang tua membuatnya iba dengan kehidupan Ardian.
Kania membawa nampan berisi minuman dan camilan dan ternyata ibu Ratna dan Berlian pun sudah berjalan menuju sofa ruang tamu di mana para lelaki duduk bercengkrama.
setelah puas melihat-lihat rumah baru Arya mereka pun pulang ke rumah utama .hanya meninggalkan Ary dan Kania saja di rumah baru itu.
•
•
setelah semua makanan tersedia di meja kania pun menyantap makanan itu dengan lahap tanpa ia sadari Arya sudah berjalan ke arah nya.
"kamu kok tumben tengah malam gini makan coba lihat itu jam aja masih pukul 12" tanya Arya merasa heran dengan tingkah istrinya itu
"kamu kok bangun mas...? "tanya Kania
"ya karna kamu gak ada di samping ku makanya aku cari tahu-tahunya malah lagi asik makan di sini, lagian tunben banget makan tengah malam" tanya Arya heran
"aku juga gak tahu tiba-tiba perutku merasa lapar" jawab kania masih dengan asik melahap makanan itu
ia tadi membuat nasi goreng hati ampela dengan kepedasan yang sangat pedas tetapi ia merasa sangat menikmati nasi goreng pedas itu
__ADS_1
Arya yang melihat itu hanya menatap dengan melongo saja
"kamu mau mas" tanya Kania
"nggak kamu aja yang makan" jawab Arya masih terkantuk-kantuk
"ih coba aja dulu enak banget ini" Kania menyodorkan saru sendok nasi ke arah Arya
Arya hanya menatapnya tanpa berminat untuk memakannya, namun saat ia mencium bau aroma nssi goreng itu tiba-tiba perut nya merasa mual dan ingin muntah
Arya pun langsung berlari menuju kamar mandi dan memuntahkan isi perut nya sungguh perutnya kini sangat mual perutnya seperti ada yang mengobok-obok
Kania yang melihat itu pun juga langsung berlari menghampiri suami nya dan memijit tengkuk Arya
"kamu kenapa mas kok sampai muntah-muntah begini " tanya Kania
"aku gak tahu tadi waktu aku nyium aroma nasi goreng itu bikin aku jadi mual" jawab Arya setelah selesai memuntahkan isi perutnya
"kenapa begitu, itu nasi goreng enak banget loh padahal" tutur Kania merasa heran
"sudah lah gak usah di bahas"ucap Arya dengan lemas
"ya udah kita ke kamar ys, kaya nys kamu kecapekan dan masum angin" Kania pun membantu suaminys itu untuk berjalan menuju ke tangga dan ke kamar mereka karna ke adaan Arya yang lemas
sesampainya di kamar Kania pun membantu membaringkan Arya di tempat tidur dan menyelimuti tubuh Arya
saat Kania hendak berjalan untuk mengambilkan air minum hangat untuk Arya tetapi lengannya di tahan
"kamu di sini aja tidurnya" ucap Arya menarik tubuh Kania ke dalam pelukannya
" tapi mas aku mau ambil air hangat untuk kamu minum" jawab Kania masih dalam dekapan Arya
"nggak usah kamu di sini aja" ucap Arya tak melepas pelukannya
akhirnya kania pun mengalah meski ia merasa heran dengan tingkah suaminya itu
__ADS_1