Pembantu Ku Kekasih Ku

Pembantu Ku Kekasih Ku
TANIA KEMBALI


__ADS_3

matahari telah condong ke barat menandakan hari sudah sore menampakkan langit yang berwarna jingga, Arya dan kania tengah duduk di tepi danau menikmati sore itu dengan Kania bersandar di bahu Arya


" Kania...." panggil Arya


" iya...kenapa?" tanya Kania menatap ke arah Arya


" aku cinta kamu, aku nggak mau sampe kehilangan kamu lagi kamu janji ya jangan pergi-pergi lagi" tutur Arya menatap manik mata Kania dengan intens


" iya aku janji nggak bakal tinggalin kamu, tapi kamu juga janji jangan tinggalin aku" tutur Kania dengan membalas tatapan Arya dengan intens seolah meluapkan semua rasa cintanya terhadap Arya


"aku janji....dan danau ini sebagai saksi janji kita berdua" balas Arya tanpa ada kebohongan


Arya memeluk Kania dan mencium kening nya sangat lama menumpahkan semua rasa cinta nya untuk Kania. tak terasa matahari pun sudah tenggelam Arya dam Kania pun masuk ke dalam mobil lalu Arya melajukan mobil miliknya meninggalkan danau itu.


pukul 7:30 akhirnya mereka pun sampai di depan rumah mobil milik Arya pun memasuki halaman rumah mewah nya dan keduanya pun turun dari mobil dengan saling bergandengan, begitu masuk ke dalam rumah Arya kemudian terdiam terpaku tak bergerak tatkala melihat seseorang yang ia kenal


"Ary...kamu kenapa ko tiba-tiba berenti" tanya Kania kepada Arya pasal nya Arya yang tiba-tiba berhentj begitu saja.


Kania yang tak mendapat respon sedikit pun akhirnya melihat ke arah pndangan yang di tuju Arya. Kania pun melihat ada seorang perempuan sedang duduk di sofa ruang tamu bersama dengan ibu Ratna. Kania pun memicingkan matanya menatap ke arah perempuan itu dengan hati bertanya- tanya siapakah wanita itu


" hai sayang....kamu udah pulang" tiba- tiba wanita itu pun menghampiri ke arah Arya dan memeluknya sontak membuat Kania kaget dengan panggilan yang di sebut wanita itu


"aku udah nungguin kamu dari tadi tau, kamu kemana aja sih" tanya wanita itu lagi


sedangkan Arya yang masih terdiam pun sontak tersadar dan langsung menepis tangan wanita itu

__ADS_1


"ngapain lagi kamu ke sini" ucap Arya ketus


"ya mau nemuin pacar aku lah, emang nya kamu nggak kangen sama aku apa" tutur wanita itu manja dengan bergelayut di lengan Arya


Kania yang melihat itu hanya diam seribu bahasa ia masih syok dengan apa yang di lihatnya


"apa cewek itu tadi bilang, sayang?pacar? apa jangan-jangan cewek ini adalah pacar Arya dulu yang bernama Tania, kalo emang bener terus gue gimana apa selama ini gue hanya di buat pelampiasan aja sama Arya. hingga Arya nekat bohongin gue kalo gue cinta pertamanya dan dia juga udah sekongkol sama Yoga dan Bima....tega banget elo Arya!! seharus nya gue juga sadar dari awal kalo gue emang nggak pantes bersanding dengan Arya dan nggak akan pernah cocok" ucap Kania dalam hati tanpa ia sadari air mata nya menetes membasahi pipinya.


"ayok kita duduk" wanita itu pun menarik Arya menuju sofa meninggalkan Kania yang masih berdiri mematung di tempat nya tadi


"nggak usah pegang-pegang gue" tutur Arya menepis tangan Kania


"ma kenapa mama masih terima cewek ini di rumah kita, mama tahu kan dia ini siapa" tutur Arya merasa kesal


"mama tahu kan dia ini yang bikin aku menderit selama ini" ucap Arya dengan nada sedikit keras


Kania yang melihat Arya mulai emosi pun lantas langsung menghampiri Arya dan mengusap bahunya untuk menenangkan agar tak sampai membentak mamanya


"jangan ngomong gitu sama mama Ary" Kania menegur Arya agar tak sampai ke bablasan dalam berbicara


"siapa cewek kampung ini Yaya " tanya Tania


"penampilannya kampungan banget sesuai dengan orang nya, pembantu kamu ya" cibir Tania lagi


"tutup mulut busuk mu itu Tania, dia pacar ku dan calon istri ku dia cinta pertama ku yang nggak akan pernah tergantikan" Arya meluapkan kemarahannya lantaran ucapan Tania yang keterlaluan menurut nya

__ADS_1


"hah..!!! kamu bercanda kan Ary nggak mungkin kamu pacaran sama cewek model begini yang sama sekali bukan tipe kamu, kamu bilang cinta pertama bukan kah cinta pertama mu itu aku Ary dan nggak akan pernah bisa kamu ngegantiin aku dengan cewek lain" Tania merasa tak terima dengan ucapan Arya


" untuk apa aku bercanda!! dan asal loe tahu sebelum gue kenal sama loe, gue lebih dulu kenal Kania karna gue sama Kania udah bareng-bareng sejak kecil dan asal loe tahu juga loe itu cuma cewek sampah yang pergi setelah apa yang loe mau terpenuhi dan kembali setelah apa yang loe pingin udah habis dasar nggak tahu malu" tutur Arya mencaci Tania dengan kata-kata pedasnya


"akuminta maaf sama kamu Ary kalo aku pernah tinggalin kamu gitu aja tanpa kejelasan tapi jujur aku sampe saat ini masih cinta sama kamu, aku sayang sama kamu Ary....aku mohon kamu terima aku lagi, aku janji nggak akan tinggalin kamu lagi tapi aku mohon kamu mau kembali sama aku" tutur Tania memohon sampai meneteskan air mata nya


"gue udah muak sama loe dan nggak akan pernah mau lagi kembali sama loe, sampah yang nggak berguna. dasar nggak tahu malu setelah apa yang loe perbuat kini loe ngemis-ngemis minta balikan lagi sama gue...apa bokap loe udah bangkrut sampe loe nyari gue lagi kaya dulu setelah loe dapat apa yang loe mau dan perusahaan bokap loe jalan lagi loe pergi gitu aja sama cowok pilihan bokap loe nggak sadar lo hah!!!" intonasi suara Arya semakin meningkat hingga wajah nya memerah. Kania yang melihat itu pun merasa panik pasalnya kata ibu Ratna Arya memiliki trauma dahulu setelah di tinggalkan oleh Tania dan itu hingga membuatnya depresi dan hampir gila. jika sudah seperti ini sudah pasti Arya akan kumat lagi traumanya Kania pun langsung berinisiatif untuk membawa Arya ke kamarnya dari pada nanti Arya mengamuk dan membahayakan Tania


"Ary kita ke kamar aja ya, ma kita duluan ya ke kamar" tutur Kania pada ibu Ratna sembari mengkode kan mata nya ke arah bu Ratna tentu nya sangat di fahami


" iya sayang kalian ke kamr aja terus istirahat ya" tutur ibu Ratna mengiyakan


Arya dan kania pun langsung berjalan menuju lift dengan Kania menarik lengan Arya karna Arya yang sudah kelihatan sedikit tak terkontrol.


"yaya..kamu jangan tinggalin aku gitu aja aku mohon kamu terima aku lagi" teriak Tania pada Arya memohon karna Arya sudah di tarik oleh Kania masuk ke dalam lift yang belum tertutup pintu nya.


"sudah Tania ini sudah malam sebaiknya kamu pulang saja, sebentar lagi papanya Arya pulang tante nggak mau sampai papanya Arya tahu keributan ini" tutur ibu Ratna tegas terhadap Tania


"tapi tan aku masih mau ketemu Arya" mohon Tania


"jika Arya sudah tenang kamu boleh ketemu Arya lagi, sekarang Arya masih syok jadi jangan di paksakan dulu" ibu Ratna harus memberikan alasan yang tepat ia tak ingin jika sampai Tania tahu Arya memiliki depresi karna pasti akan di manfaatkan oleh Tania


"baik lah tante, kalo gitu aku pulang dulu" Tania pun mengambil tas selempang nya dan menyampirkan di bahunya lalu keluar dari rumah Arya dengan wajah yang kesal karna ia harus menerima penolakan


setelah kepergian Tania ibu Ratna pun merasa tenang dan langsung menutup pintu rumah nya lalu ia hendak melihat ke adaan putra satu-satu nya jtu.

__ADS_1


__ADS_2