
minggu telah berlalu hari ini adalah hari pertama Arya dan kania kuliah, dengaj status yang sudah bukan single lagi. Arya dan Kania tengah bersiap- siap Kania menyiapkan pakaian yang akan di pakai Arya ke kampus dan setelah selesai ia pun turun ke bawah hendak membuatkan kopi untuk suaminya itu.
Kania pun telah sampai di dapur dan terlihat para pelayan tengah menyiapkan sarapan untuk tuan mereka
"pagi bi" sapa Kania
"selamat pagi nona muda" jawab pelayan itu serempak
"nona muda hendak apa ke dapur" tanya pelayan yang bernama Ira
"mau bikin kopi untuk Arya bi" jawab Kania yang tetap berlalu mengambil gelas dan menyiapkan kopi untuk ia seduh
"biar bibi saja nona yang membuat kan" tutur pelayan itu menawarkan diri karna merasa tak enak jika nona muda nya harus membuat kopi sendiri
"nggak apa-apa bi ini hanya kopi, lagi pula Arya suka aku yang membuatkannya" jawab Kania dengan tersenyum lalu ia meracik kopi nya dan setelah selesai ia pun meninggalkan dapur
"ini sudah selesai kalau begitu aku ke atas ya bi" ucap Kania dan di iyakan oleh para pelayan itu sembari menunduk
sebenarnya Kania agak risih semenjak ia menikah dengan Arya semua pelayan di rumah ini memperlakukannya bak tuan besar saja fikirnya, padahal ia hanyalah manusia biasa seperti mereka dan bukan siapa-siapa. tetapi setiap Kania meminta agar para pelayan itu memangilnya dengan nama saja mereka enggan dan menganggap tak sopan dan setiap Kania meminta berlaku biasa saja padanya jawaban mereka tetap sama karna Kania adalah istri dari tuan muda keluarga Wiguna hingga tak sopan jika bersikap di luar batas hingga akhirnya kania pun menyerah dengan semuanya ia membiarkan mereka memanggilnya seperti itu.
•
•
sesampai nya di kamar tampak Arya sudah rapi dengan pakaian yang ia kenakan. Kania pun menghampiri dan memberikan kopi buatannya kepada Arya lalu ia ikut duduk di sofa yang di duduki Arya
"ini kopi nya" kania memberikan secangkir kopi dan ikut duduk di sebelah Arya
"terima kasih sayang" ucap Arya lalu menyeruput kopi itu
"nggak terasa akhirnya kita masuk kampus hari ini" ujar Kania merasa bahagia akhirnya ia bisa ke kampus juga untuk kuliah
" ya...tapi di kampus nanti kamu jangan genit ingat kamu sudah bersuami" tutur Arya dan mencubit hidung Kania
"ih kamu ini, lagian yang harus nya di bilang begitu itu kamu semua perempuan pasti melirik kamu" Kania mengelus hidung nya yang di cubit Arya
"kenapa aku" tanya Arya bingung
"ya iyalah..karna kamu itu tampan, memiliki tubuh yang tinggi, tubuh atletis wajah kebule-bulean udah gitu kaya cewe mana yang nggak tertarik sama kamu" sungut Kania membayangkan itu membuat nya cemburu
"hahaha...termasuk kamu kan yang mencintai ku bahkan kini menikah dengan ku, dan kenapa malah kamu yang cemburu itu kan kamu sendiri yang mengatakannya Kania" Arya tersenyum melihat tingkah istri nya itu
" iya juga sih, ya udah lah ayo kita turun pasti mama sama papa sudah menunggu di bawah" ajak Kania lalu berdiri dan mengambil tas miliknya
"iya sudah" jawab Arya yang telah menghabiskan kopi miliknya lalu ia pun mengambil tas ranselnya lalu mereka berdua pun turun ke bawah untuk sarapan.
•
__ADS_1
•
mereka pun sudah duduk di meja makan dang tengah menikmati sarapan paginya.
"kalian sudah masuk kuliah maka seriuslah dalam belajar dan harus jaga diri dengan lawan jenis mau itu kania dan Arya karna status kalian yan sudah menikah" nasehat tuan Adijaya
"iya dengar kan nasehat papa, karna di usia kalian ini masih labil tapi tolong jaga pernikahan kalian ini" ibu Ratna membenarkan ucapan suaminya
"iya pa, ma....papa sama mama nggak usah kawatir aku sama Kania akan jaga pernikahan kami"jawab Arya dengan serius
"iya ma, kami akan jaga itu" kania membenarkan ucapan Arya
" ya sudah kalau begitu mama dan papa juga merasa tenang" ucap ibu Ratna
"kami sudah selesai ma dan mau berangkat " Arya menyudahi makan nya begitu pun Kania
"baik lah hati- hati di jalan" ucap ibu Ratna lalu Kania dan Arya menyalami ke dua orang tuanya lalu mereka pun berangkat ke kampus.
•
•
sesampainya mereka di kampus Kania tampak takjub melihat bangunan megah itu kampus yang ia dambakan selama ini akhirnya bisa terwujud ia kuliah di tempat itu
"wahhh...bagus banget kampus nya Ar" Kania tampak takjub melihat bangungan megah itu
"aku nggak nyangka aku bisa menginjakan kaki ku di kampus ini...impian ku sejak dulu akhirnya tercapai semoga aku bisa belajar dengan baik di sini" tutur Kania masih dengan mata menatap takjub pada bangunan itu
"semoga saja sayang" Arya merangkul bahu Kania" ya sudah ayo kita masuk ke dalam" sambungnya yang di angguki kania
mereka berjalan memasuki lorong kampus terlihat beberapa para mahasiswa dan mahasiswi yang berpapasan dengan mereka berdua tampak menatap keduanya dengan takjub akan sosok tampan dan cantik
tentu saja para lelaki yang melihat kania langsung mengagumi dengan kecantikannya yang natural tanpa makup berlebihan seperti kebanyakan perempuan
"wahh...cantik banget ni cewek kaya nya anak baru gue harus dapetin dia" tutur para lelaki yang melihat Kania
"siapa cewek itu, gue baru liat dia di sini dan itu di sebelahnya apa cowok nya ya, ah...bodo amat gue harus dapetin itu cewe meskipun harus bersaing sama itu cowok"
begitulah kira-kira ucapan para lelaki yang melihat Kania, tetapi Kania tampak cuek saja melihat setiap lelaki yang menatapnya ia hanya tersenyum tipis saja
sedangkan untuk para wanita yang melihat Arya tampak mengagumi sosok lelaki yang berpapasan dengan mereka
"ganteng banget" ucap seorang wanita dengan tangan yang memegang pipinya memuji ketampanan Arya
dan terlihat ada yang langsung merapihkan penampilannya ketika melihat Arya akan berjalan di hadapannya
bahkan ada yang tak segan langsung mendekati dan meminta nomor ponsel
__ADS_1
"hai..boleh kenalan nama ku sesil" ucap wanita itu dengan menjulurkan tangannya
Arya dan Kania terpaksa berhenti karna wanita itu memberhentikan langkah mereka. Arya nampak memicingkan alisnya dan membuat alis saling bertautan
"oh" jawab Arya singkat
"nama loe siapa" tanya wanita itu yang bernama sesil
terlihat Kania tampak risih dengan wanita di depannya itu karna memakai pakaian yang berani memakai pakaian yang sebenarnya tidak kurang bahan hanya saja di pakai seperti kurang bahan, memakai kemeja tetapi kancing nya tidak di kancingkan semua dua kancing atas tidak di kancingkan membuat dada wanita itu yang lumayan besar terlihat dan kemeja itu pun ia buat model dengan mengikat bagian bawahnya hingga menampakan perut dan pusatnya, dan memakai rok yang berada di atas lutut serta memakai haig hils membuat nya tampak sangat seksi dan berani
"Astagfirullah ini cewe mau kuliah apa mau jual badan sih, pakaiannya sungguh berani banget" ucap Kania dalam hati yang membuat nya geleng-geleng kepala
"sory gue nggak ada waktu "ucap Arya lalu Arya pun meninggalkan perempuan itu dengan menarik lengan Kania yang sejak tadi terbengong memperhatikan penampilan sesil
"ish..sombong banget liat aja gue bakal bikin loe bertekuk lutut sama gue" tutur sesil
•
•
sesampainya mereka di depan kelas Kania, Arya dan kania pun berhenti
"ini kelas kamu, kelas ku ada di ujung sana nanti kalau kelas kamu sudah selesai kamu samperin aku aja ya ke kelas ku" ucap Arya pada Kania
" iya, " jawab Kania mengangguk
" ingat jangan centil dan tebar pesona" tutu Arya
"harus nya itu aku yang ngomong gitu sama kamu, liat aja tadi itu cewek seksi yang nama nya sesil deketin kamu" Kania memanyunkan bibir nya karna mengingat tadi
" tenang aja aku nggak tergoda sama cewek begitu, apa lagi kamu lihat tadi pakaiannya yang begitu" Arya berucap dengan menggenggam tangan kania
" tapi kamu suka kan dengan tubuh cewek itu " gerutu Kania
" Astaga..istri ku cemburu rupanya, untuk apa aku menyukai tubuh cewek itu sedangkan aku memiliki yang halal dan memiliki tubuh yang lebih bagus dari cewek itu lagi pula yang ada aku rugi jika menyukai tubuh cewek itu" tutur Arya menjelaskan
" kenapa rugi" tanya kania yang tak faham
" ya rugi lah sayang tubuh dia aja di umbar otomatis semua laki-laki melihatnya" jelas Arya dan Kania pun manggut- manggut
" sudahlah nggak usah di fikirin, kamu masuk ke dalam sebentar lagi dosen datang" ucap Arya lalu mengecup kening Kania
Kania mengangguk dan tersenyum lalu ia mencium pipi Arya dan masuk ke dalam. Arya tampak tersenyum dengan perlakuan Kania yang sudah tak malu-malu lagi mencium dirinya di depan umum, setelah Kania masuk ke kelasnya Arya pun meninggalkan kelas Kania dan masuk ke kelasnya
tanpa mereka sadari sesil sejak tadi mengikuti mereka dan melihat adegan itu
" sial..ternyata dia udah punya cewek, tapi nggak apa- apa gue bakal pisahin loe sama cewek loe itu dan gue bakal bikin loe bucin sama gue" ucap Sesil dengan senyun sinis
__ADS_1