Pembantu Ku Kekasih Ku

Pembantu Ku Kekasih Ku
hari bahagia Berlian


__ADS_3

malam ini Kania tegah berada di kamar Berlian mereka mengobrol tentang banyak hal.


"kak lusa kan kakak udah nikah apa kakak akan menunda kehamilan" tanya Kania entah kenapa ia kini ingin membahas soal ke hamilan


" ya kakak sih nggak akan nunda ke hamilan karna kakak juga ingin punga anak-anak yang lucu" jawab Berlian menangkup wajah nya di atas bantal sembari membayangkan bayi-bayi yang lucu


" hah....iya juga ya" Kania membalikan tubuh nya dari tengkurap menjadi telentang ia membayangkan anak-anak yang lucu bermain dengan riang nya sungguh Kania sudah sangat menginginkan hadir nya seorang anak di tengah" keluarga kecilnya


Berlian melihat ke arah Kania merasa heran dengan nya saat ini


"kamu kenapa kok jadi lesu gitu" tanya berlian karna merasa heran dengan perubahan mimik wajah nya


" aku bingung aja kak, aku dan mas Arya sudah menikah selama satu tahun tapi kenapa aku belum juga bisa hamil padahal sudah priksa ke dokter juga kalo kita sehat" jawab Kania dengan sedih


" kenapa kok kamu tiba-tiba tanya kaya gitu, bukan kah kalian nggak mempermasalahkan jika memang Allah belum kasih kalian kepercayaan seorang anak hadir di antara kalian" tanya Berlian yang tadi nya ia tidur tengkurap kini merubah posisi nya menjadi duduk


"entah lah kak, aku hanya merasa kesepian aja karna mas Arya pun sekarang sibuk di perusahaanya belum lagi mengelola bisnis yang lain aku merasa sendiri " jawab kania sendu


entak mengapa kali ini Kania sangat-sangat menginginkab Arya selalu di sisi nya menemaninya dan memanjakannya


"hemm....kok aku merasa aneh sama kamu Kania lagi pula kamu nggak sendirian di rumah ini ada akau mams dan papa...Arya pun sering menyempatkan diri meluangkan waktu nya untuk kamu" ucap Berlian


"aneh gimana aku biasa aja" jawab Kania dengan bingung


"ya aneh lah, biasa nya kamu tu nggak pernah mempermasalahkan itu selama Arya masih bisa meluangkan waktu nya buat kamu, lagi pun banyak ko pasangan yang sudah menikah sampai bertahun-tahun belum punya anak jadi kamu sabar aja....apa kamu mau program bayi tabung" tutur Berlian dan bertanya tentang bayi tabung


" ya mungkin karna aku kangen aja kali kak dengan masa dulu....gak aku nggak mau kak biar yang alami aja yang Allah kasih" jawab Kania tegas


" ya udah kalo gitu kamu cari tu di internet makanan apa aja yang bisa mempercepat ke hamilan dan olah raga apa" usul Berlian

__ADS_1


"iya nanti aku coba cari" jawab kania


"ya udah kakak mau ambil minum dulu ke bawah, kamu mau titip di ambil kan apa" tanya Berlian yang turun dari tempat tidurnya


"nggak deh kak" jawab Kania


"ya udah kakak turun dulu" ucap Berlian berlalu meninggalkan Kania sendiri di kamarnya


Berlian kini tidur di kamar atas bekas kamar yang di tempati Kania dulu karna Berlian ingin merasakan menikmati pagi dari balkon kamar jadi ia pun pindah di kamar itu.


bebrapa saat Berlian sudah mulai masuk ke kamarnya dengan membawa sebotol minum beserta camilan ia pun masuk ke kamarnya lalu menaruh botol minum itu dengan camilannya di atas meja


saat ia berbalik hendak menawari Kania untuk memakab camilan ya ia bawa, Berlian tampak terkejut dengan Kania yang sudab tidur dengan pulas


"Astaga ini anak udah tidur gitu aja" ucap Berlian menepok jidat


saat Berlian hedak menyelimuti Kania ia melihat Arya masuk ke kamarnya


"iya deh sory lagian kan kata bi Nani di sini ada bini gue" ucap Aryz tak ingin di salahkan sepenuhnya oleh kakak nya itu


"iya noh bini lu lagi tidur tadi gue tinggal ambil minum begiu udah balik dia udah tidur aja" jawab Kania menunjuk kasur milinya dengan memonyongkan bibirnya


"Ya Allah kenapa kamu tidur di sini sih yank" tutur Arya menghampiri Kania lalu mengangkatnya


" kenapa nggak biarin aja kania tidur di sni" tanya Berlian


" nggak apa-apa lagian kakak kan perlu istirahat dan gue nggak mau tidur sendirian " ucap Arya lalu keluar dari kamar Berlian


"dasar bucin" ucap Berlian lalu menutup pintu kamar miliknya

__ADS_1


di kamar Arya langsung membaringkan tubih istrinya itu lalu menyelimutinya. setelah itu Arya menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya tak berapa lama Arya sudah keluar dari kamar mandi dan menuju tempat tidur untuk beristirahat ia pun memeluk istrinya itu dan menciumnya sebelum akhirnya tertidur dengan pulas.




dan hari yang di tunggu pun telah tiba kini Berlian telah menikah dengan kekasih pilihannya Ardiansyah seorang pengusaha yang berdiri sendiri tanpa embel-embel marga dari keluarga nya karna latar belakang seorang anak yatim piatu dan besar di panti asuhan


entah mengapa Berlian saat bertemu pertama kali dengan Ardi ia merasa ada ketertarikan dan merasa hatinya tenang saat bersma Ardi.


mereka bertemu bukan lah karna ketersengajaan Berlian mengenl Ardi setelah ia membantu dirinya saat tengah di datangi mantan kekasihnya dahulu yang tak terima di putuskan oleh Berlian karna kesalahan yang fatal membuat Berlian tak ingin lagi menjalin hubungan dengannya


di saat itu Berlian tengah berada di jalan gang yang sepi untuk menuju rumah sahabatnya itu namun siapa sangka kalau sang mantan pacar sudah mengikuti dirinya.


saat lelaki itu hendak melecehkan Berlian kebetulan Arfi melewati gang itu ia lantas menghampiri mereka dan mengaku sebagai calon suami Berlian kemudian mereka baku hantam yang mana mantan pacar Berlian itu pun kalah dengan luka lebam di wajanya lalu ia pun pergi setelah di gertak oleh Ardian


siapa sangka dari mulai tidak kesengajaan Ardian kini benar-benar menjadi suami dari Berlian


rangkaian acar telah di laksanakan satu persatu dengan lancar tanpa hambatan apa pun.


sampai rangkaian acara pun selesai Berlian dan sang suami pun memasuki kamar mereka.


" apa kamu bahagia sayang" tanya Ardiansyah


"aku sangat bahagia mas" jawab Berlian lalu membalikan tubunya yang menghadap ke cermin menjadi berhadapan dengan sang suami


"terimakasih karna sudah memilih ku yang hanya orang biasa ini yang tak jelas asal usulnya" tutur Ardiansyah memegang kedus pundak Berlian


"aku tak pernah mempermasalahkan itu yang aku butuhkan itu ke jujuran mu dan kesetiaan mu mas terhadap ku" jawab Berlian tersenyum

__ADS_1


Ardi pun memeluk Berlian yang di balas pelukan pula oleh Berlian. dan malam panjang itu pun mereka lepaskan dengan saling mencurahkab isi hati yang penuh cinta tanpa sebuah kata melainkan melalui tindakan di malam pertama itu.


__ADS_2