Pembantu Ku Kekasih Ku

Pembantu Ku Kekasih Ku
pesta malam perpisahan


__ADS_3

waktu terus berjalan begitu cepat di mana hari ini adalah hari kelulusan sekolah, semua para osis tengah di sibukan untuk mempersiapkan acara perpisahan.


selama satu bulan setelah terungkap semua siapakah kania sebenarnya Arya dan kania tampak lebih dekat lagi semua ancaman-ancaman dari Fara and the geng Kania abaikan bahkan tak ia hiraukan meski pada akhirnya Kania harus merasakan di bully lagi oleh Fara bahkan hampir saja Kania di celakai oleh Fara dkk tetapi gagal karna Arya berhasil menggagalkannya dan membuat Fara dkk hrus di keluarkan dari sekolah.





pagi-pagi sekali Arya sudah berada di sekolah kali ini Arya hanya sendiri bersama ke dua sahabat nya tanpa ada Kania di samping nya, Arya berniat untuk menembak Kania malam ini saat acara perpisahan maka ia meminta bantuan kepada ketua osis untuk membantu nya nanti.


"Arga loe beneran bakal nembak Kania malam ini" tanya yoga pada Baim kini mereka berada di cafe dekat sekolah


"beneran lah, gue udah mendam perasaan gue selama ini " jawab Arya dengan yakin


" loe nggak akan jadiin Kania pelampiasan kan karna penantian loe nunggu Tania" tanya Baim kini menatap Arya meminta kejelasan bahwa ia tidak akan pernah mempermainkan kania

__ADS_1


"Yog, Im? gue emang pernah jatuhkan hati gue pada Tania tapi itu bukan berarti perasaan gue buat Kania hilang gitu aja, gue tempat kan hati gue untuk Kania di tempat yang tepat" jawab Arya meyakinkan


"bagus lah kalo loe emang serius sama Kania, gue cuma takut kania sakit hati aja karna loe masih nyimpen perasaan buat Tania meski kita tahu elo emang udah suka sma Kania dari kalian masih kecil" tutur Yoga merasa lega


"tapi loe beneran udah moveon dari Tania kan Ya" tanya Baim ingin lebih meyakinkan hatinya lagi


"gue rasa udah karna gue udah nggak pernah kefikiran Tania lagi semenjak Kania masuk ke keluarga gue lagi" jawab Arya sembari menatap ke arah luar


"oke, gue akan bantu loe dan dukung loe" ucap yoga bersemangat


" gue juga dukung loe bro" Baim merangkul bahu Arya dan mereka pun tertawa bersama.


malam yang di tunggu- tunggu pun telah tiba kini Arya tengah bersiap-siap di kamarnya, Arya terlihat sangat bersemangat melihat pantulan tubuh nya di cermin memperhatikan setiap penampilannya, sudah di rasa perfeck Arya pun menyambar kotak bludru berwarna merah yang berada di atas kasur dan tersenyum ketika melihat isi kotak itu


"gue akan nembak sekaligus lamar loe Ra, gue nggak mau kehilangan loe untuk yang ke dua kali nya" gumam Arya lalu menutup kembali kotak beludru itu dan memasukan nya pada saku jas yang ia kenakan lalu ia pun keluar dari kamar nya


Arya sengaja tak memanggil Kania karna ia akan menunggu Kania di bawah bersama kedua orang tuanya yang akan menghadiri acara tersebut sebagai pemilik sekolah.

__ADS_1


lima belas menit kemudian terlihat Kania keluar dari lift dan berjalan ke arah sofa ruang tamu di mana sudah ada Arya, tuan Adijaya, ibu Ratna dan Berlian yang tengah duduk di sofa dan mereka serempak menatap ke arah Kania yang terlihat anggun pada malam ini, dengan menggunakan dres berwarna hitam tanpa lengan dan rambut yang d gulung di belakang menampakan leher jenjang nya, dengan di padukan sepatu dengan haighils yang tak terlalu tinggi berwarna senada dengan gaun menambah aura kecantikan nya.


" ada yang aneh ya, ko ngeliatin nya begitu" tanya Kania yang merasa risih dengan penampilannya kini


" enggak ko kamu cantik" tutur ibu Ratna menhampiri dan menangkup wajah Kania


" kamu cantik sekali malam ini sayang" sambung ibu Ratna


" ah tante bisa aja aku jadi malu" Kania tersenyum sedikit malu- malu dan menundukan kepalanya menadap pujian seperti itu


" beneran tau Nia loe cantik banget, tuh liat Arya aja nggak bisa berpaling ngeliat wajah loe" tutur Berlian memuji sekaligus menyindir sang adik yang masih bengong menatap wajah Kania


"apa sih ko gue di bawa-bawa" elak Arya menutupi ke gugupannya.


"sudah-sudah jangan berdebat terus ayo berangkat nanti telat acaranya" tuan Adijaya menengahi perdebatan itu


dan di setejui oleh mereka semua dan berangkan menuju sekolah, tuan Adijaya satu mobil dengan ibu Ratna dan Berlian sedangkan Arya bersama Kania menggunakan mobil milik Arya.

__ADS_1


__ADS_2