
******Assalamualikum.wr.wb....
hallo teman-teman semua maaf karna saya baru bisa updete sekarang beberapa hari ini saya sibuk ngurusin anak yang lagi sakit, maklum karna saya sigle mom jadi semua saya lakuin sendiri...terimakasih untuk teman-teman yang setia menunggu kelanjutan ceritanya semoga kalian selalu di berikan kesehatan*...******
di kamar tuan Adijaya masih membahas soal kedua anak nya yang tidur bersama padahal belum ada ikatan pernikahan . meskipun sebentar lagi mereka memang mau melangsungkan pernikahan.
" mama gimana sih harus nya anak- anak itu di larang tidur bersama, mereka belum sah ma...." protes tuan Adijaya
" pa..mereka juga sebentar lagi kan menikah dan lagi pula kasihan mereka kelihatan nya sangat ke lelahan karna seharian mengurus semua persiapannya sendiri" tutur ibu Ratna yang tengah duduk di ranjang tidurnya
tuan Adijaya pun menghampiri dan ikut duduk di pinggiran ranjang
" tapi kalau Arya sampai kebablasan gimana ma, mereka itu sudah dewasa sangat sensitif jika laki- laki dan perempuan tidur bersama meskipun sebentar lagi mereka akan menikah tetapi tetap saja saat ini mereka belum sah" tuan Adijaya tak sependapat dengan ibu Ratna
" pa...mama percaya sama Arya dia tidak akan melalukan yang di luar batas, papa tahu sendiri kan Arya pacaran pun hanya dengan Tania kalau Arya melewati batas sudah pasti Tania hamil dari dulu...meskipun Arya terlihat nakal tapi mama yakin Arya tidak melampaui batas" jawab ibu Ratna
" Hahh..." tuan Adijaya hanya mampu membuang nafas nya kasar karna apa yang di bilang istrinya memang ada benar nya selama ini Arya tak perbah bergonta ganti pasangan bahkan gara- gara Tania Arya harus sampai mengalami depresi berat
" betulkan pa ..ya sudah kita tidur sudah malam" ajak ibu Ratna yang kemudian menyelimuti tubuh nya
tuan Adijaya pun akhirnya tak menjawab lagi ia pun naik ke tempat tidur dan membaring kan tubuh lelah nya di atas kasur empuk dan nyamannya.
☆☆☆☆☆
__ADS_1
di tempat lain Tania tengah bertanya- tanya dengan dirinya sendiri karna siang tadi ia melihat Arya dengan Kania dan setelah itu ia mengikuti Arya dan Kania yang memasuki butik milik ibu Ratna yang tentunya sudah sangat Tania hafal. dan itu yang menjadi pertanyaannya namun saat ia hendak mengikuti ke dalam seorang security menghalangi langkah nya dan tak membolehkannya untuk masuk sesuai perintah dari ibu Ratna yang memberikan foto Tania ke pada security
"Anda mau ke mana" cegah securyti itu
"saya mau masuk lah, memang di sini ada larangan untuk orang masuk " jawab Tania sinis
"maaf ibu tidak di izin kan untuk masuk" tutur securyti itu menghalangi jalan Tania
"maksud nya apa sih pak, saya kan pembeli jadi saya berhak dong masuk ke dalam " Tania terlihat kesal dan tak terima di perlakuakan tak mengenakan
"saya bisa aduin kamu sama pemilik butik ini, kamu tau kan siapa pemilik butik ini dan dia adalah calon mertua saya" ancam Tania
" maaf bu tapi ini perintah langsung dari ibu Ratna, silahkan ibu pergi dari sini atau saya perlakukan dengan kasar" ancam securyti itu
sesampai nya di apartemen ia langsung melempar tas nya ke arah sofa. dengan kekesalan dan kemarahan jadi satu
" sial...kurang ajar itu tante Ratna bisa-bisa nya ngelarang gue buat masuk ke butik nya, jadi gue nggak tahu kan mereka ngapain ke butik itu" kesal Tania
sembari mondar mandir dan kemudian ia duduk Tania pun memikirkan sesuatu
" gue akan cari tahu lagi, yah..gue harus balik lagi ke sana " Tania pun mengambil tas nya kembali lalu keluar apartemen dan masuk ke dalam mobilnya untuk menuju butik lagi dan memantau mereka dari luar
sesampai nya di butik Tania masih melihat ada mobil Arya di sana, Tania setia menunggu sampai pada akhirnya Arya dan Tania pun keluar dari dalam butik dan mulai melajukan mobilnya. Tania pun mulai menyalakan mobil miliknya dan mengikuti mobil Arya dari belakang. lima belas menit perjalanan mobil Arya memasuki kawasan mall yang besar dan itu pun mall milik tuan Adijaya. Arya dan Kania pun turun setelah memastikan mereka agak jauh Tania pun keluar dari mobilnya dan mulai mengikuti mereka.
__ADS_1
sesat kemudian Tania merasa heran mengapa mereka berhenti di sebuah toko perhiasan, Tania mengamati dari jauh dan terlihat Kania tengah mencoba sebuah cincin. dan setelah itu mereka pun pergi setelah menerima paperbag . mungkin itu adalah cincin yang di coba tadi.
Tania pun masih mengikuti mereka dari jauh dan mulai memasuki sebuah restoran yang berada di mall itu. terlihat mereka sedang makan siang.Tania pun memesan makanan pada pelayan
setelah selesai makan Arya dan Tania pun terlihat mulai meninggalkan restoran. Tania masih setia mengikuti namun saat ia tahu bahwa Arya berjalan menuju jalan pulang Tania tak berniat untuk mengikutinya lagi ia lebih memilih untuk pulang ke apartemennya.
sesampai nya di apartemen Tania menghempaskan tubuh nya pada sofa lalu mengambil sepuntung rokok lalu menghisap nya.
" sebenarnya Arya sama cewek itu ngapain sih ke butik terus ke toko perhiasan, atau jangan- jangan mereka akan menikah" fikir Tania yang kembali menghisap rokok nya
" nggak... nggak...gak mungkin Arya nikah sama cewek kampung itu karna gue tau gimana cinta nya Arya sama gue dan dia nggak bakalan nyari pengganti gue dulu kan dia pernah janji sama gue bakal tetap bertahan padahal waktu itu gue udah tinggalin dia gitu aja" Tania berbicara sendiri dengan melawan semua fikiran- fikiran yang mengarah ke arah pernikahan
" pasti itu Arya cuma nemenin cewek kampung itu buat cari cincin untum pernikahan dia sama cowoknya...lagi pula cewek kampungan kayak dia mana pantes bersanding sama Arya yang ganteng dan tajir melintir begitu, yang pantes dampingi Arya ya cuma gue....pokok nya gue harus bisa balikan lagi sama Arya gimana pun cara nya" tutur Tania
terlihat Tania tengah mengetik pesan untuk seseorang, dan kemudian setelah itu ia pun mengirim pesan pada nomor yang bertuliskan nama Arya yang ia dapatkan nomor nya dari teman SMA Arya.
"@Tania:Yaya, bisa kah kamu temui aku di restoran hotel Ardcorp, aku janji nggak akan ganggu kamu lagi tapi aku minta kamu temui aku untuk yang terakhir kali, karna aku nanti akan ke swis aku mau lanjutin hidup ku di sana, aku mohon sama kamu ini yang terakhi ** by Tania***" ania mengirim pesan pada Arya
terlihat ia tersenyum licik setelah melihat pesan pesannya telah di baca Arya
"@Arya: ok...jam berapa ...loe anji ini yang terakhir dan setelah itu jangan ganggu-ganggu gue lagi" balsan Arya
"@Tania: thanks Ary gue janji ini yang terakhir, gue mau loe temuin gue besok jam 7 malam ya" Tania mengirimkan balasan tapi tak terlihat Arya membalas pesannya ia hanya melihat Arya membaca nya
__ADS_1
"akhirnya, gur bakal bikin loe masuk perangkap gue Ary dan loe bakal nikahin gue setelah itu" Tania terlihat tersenyum licik penuh kepuasan