
sepanjang hari Kania hanya mendiam kan Arya membuat Arya menjadi heran sendiri mengapa Kania mendiamkan dirinya padahal biasanya Kania akan selalu menyapanya meski Arya terkadang tak menanggapi.
karna di rundung rasa penasaran akhirnya Arya pun mengampiri Kania yang kini tengah berdiri di pinggir jalan menunggu taksi lewat.
"Kania....." panggil Arya ketika sudah sampai menghampiri Kania
"hmm" jawab Kania hanya dengan berdehem
"loe kenapa sih kenapa loe diemin gue seharian ini" tanya Arya pada Kania yang membelakangi nya
"nggak apa-apa, loe urus diri loe sendiri lagian gue juga sadar diri gue siapa, gue hanya anak pembantu dan bahkan sekarang pun status gue di rumah loe juga sama seorang pembantu" tutur Kania ia sekuat mungkin menahan air matanya dan ia semakin memalingkan wajah nya dari arya karna tak ingin Arya melihat kesedihannya
"maksud loe apa Nia, orang tua gue nggak pernah bedain loe dari gue dan kak Berlian bahkan papa dan mama sayang banget sama loe,? maaf kalo selama pertemuan awal kita gue bersikap dingin sama loe dan hanya anggap loe pembantu di rumah gue" tutur Arya menundukan wajah nya
"yah emang gue cuma pembantu kan Ary dan itu nggak akan pernah berubah, gue sadar diri ko Ary gue siapa dan loe siapa tuan Arya Sastra Wiguna" sungguh sakit saat Kania mengucapkan kata itu hingga tak terasa ia meneteskan air mata nya
" Kania jangan gini gue nggak bisa jauh dari loe, gue udah pernah bilang kan sama loe gue bakal selalu ada buat loe,? Plis Nia jangan giniin gue" mohon Arya pada Kania
"udah lah Ary, tu taksi gue udah dateng gue pulang duluan" Kania pun berjalan ke arah taksi dan masuk ke dalam taksi meninggalkan Arya sendiri
Arya yang menatap kepergian Kania pun merasakan sakit di hati nya seolah ada sesuatu yang telah lama hilang lalau kembali dan pergi lagi namun entah apa itu Arya masih belum memahaminya
"kenapa hati gue sakit banget menatap kepergian kania, kenapa gue seolah melihat Rara di diri dia saat marah dan menjauh dari gue. apa Kania itu Rara tapi mana mungkin meskipun ada kemiripan antara Kania dan Rara hanya saja ada perbedaan yang membedakan mereka, dulu Rara memiliki tanda lahir yang cukup besar di leher nya hingga membuat nya banyak di bully teman-temannya. tapi Kania gue nggak ada melihat tanda lahir itu di leher Kania" ucap Arya di dalam hati
"woy bro, loe ngapain bediri di sini" tiba-tiba Yoga datang dan menepuk bahu Arya yang membuat Arya pun tersadar dari lamunan nya dan fikirannya
"Anjir..loe ngagetin gue aja tau nggak" ucap Arya yang terkaget dengan ke hadiran Yoga tiba-tiba menepuk bahu nya
"lagian gue udah manggil loe dari tadi tapi loe nggak denger, ngapain sih loe ngelamun sendirian di pinggir jalan kaya anak ilang loe" tanya Yoga pada Arya karna terlihat agak berbeda
__ADS_1
"nggak, kita ke apartemn gue yok mabar " ajak Arya pada Yoga
"kuy lah," jawab Yoga bersemangat lalu menggandeng bahu Arya
mereka pun masuk ke mobil masing- masing dan melajukan ke arah apartemen Arya, kini Baim tak ikut karna hari ini Baim ingin mengajak Rere sang kekasih jalan-jalan dan nonton bioskop.
mobil mereka pun memasuki halaman apartemen dan langsung memarkirkan di parkiran, Arya dan Yoga pun turun dari mobil mereka lalu mereka pun berjalan masuk menuju loby dan masuk melalui lift. mereka pun sampai di depan apartemen Arya pun lalu membuka pintu apartemennya
"hummm udah lama kita nggak kumpul di sini ya" tutur Yoga langsung mendudukan tubuhnya di sofa
" ya loe semua sibuk sama urusan kalian jadi ya jarang kumpul di luar kan kita" ucap arya pada Yoga dan ikut duduk juga di sofa sebelah Arya
"bukannya kebalik ya? loe yang sibuk sama kania loe itu" ledek yoga.
" sialan loe" Arya melempar bantal sofa pada Arya
" apaan si loe gajelas banget. lagian gue tu kasian sama dia udah nggak punya siapa- siapa" tutur Arya sembari berjalan ke arah dapur
" tapi kenapa sekarang loe kaya nya jauh dari Kania" tanya Yoga pada Arya yang sudah menghampirinya lagi dengan membawa dua kaleng minuman dingin dan camilan lalu menaruh nya di meja
" gue nggak tahu, dia sendiri yang jauhin gue" tutur Arya yang duduk kembali di sofa dan membuka minuman dingin begitu pun dengan yoga.
" loe emang nggak coba tanya kenapa dia jauhin loe" tanya Yoga sembari memakan camilan
" gue udah tanya tapi dia selalu bilang dia itu bkan siapa-siapa dan hanya sebatas pembantu" jawab Arya dengan lesu dan menyandarkan kepala nya pada sandaran sofa
" hummm,, menurut gue kaya ada yang di sembunyiin Kania dari loe" tutur Yoga menengok ke arah Arya
" gue juga ngerasa gitu tapi gue nggak tahu apa" tutur Arya
__ADS_1
" perasaan loe sama Kania itu gimana sih Ary, masa loe nggak ada sedikit pun merasa suka sama tu cewek" tanya nya merasa penasaran
"perasaan gue ke dia , gue nggak tahu perasaan gue sama dia gimana tapi kalo gue jauh dari dia gue ngerasa ada sesuatu yang hilang, dan gue merasa seolah Kania itu Rara gue yang pernah hilang" tutur Arya menerawang beberapa kejadian yang membuat nya teringat Rara
"tapi gue lihat sih emang Kania mirip banget sama Rara loe itu" jawab Yoga
ya Yoga, dan Baim tahu betul Rara seperti apa karna mereka sudah bersahabat sedari kecil jadi tidak heran jika Yoga dan Baim mengetahui sosok wanita manis bernama Rara cinta pertama Arya
" tapi mereka memiliki perbedaan yog, Rara punya tanda lahir di leher nya yang cukup besar hingga membuat nya di bully waktu dulu, tapi Kania dia nggak punya tanda lahir itu" ucap Arya mengingat kembali
"iya juga ya, tapi kenapa wajah nya mrip bnget ya" yoga terlihat berfikir
" nggak usah sok-sokan mikir dah lo" Arya melempar kulit kacang tepat mengenai wajah Yoga
" sialan loe, emang di kira gue kagak bisa mikir apa" geruu Yoga tapi malah membuat Arya tergelak tertawa
" hahahaha"
akhirnya yang tadinya mereka mau mabar bareng pun tak jadi dan tergantikan oleh obrolan- obrolan mengenai Kania, hingga hari sudah malam mereka baru keluar apartemen untuk pulang dan menuju rumah masing- masing.
halo reder semua saya mengucapkan banyak terimakasih untuk yang sudah mampir ke karya cerita saya
mohon maaf jika masih ada kekurangannya
__ADS_1