
bel jam istirahat pun berbunyi semua para murid berhamburan ke luar kelas setelah guru yang mengajar keluar terlebih dahulu, kini Rere sudah berada di meja kania begitu pun dengan yoga dan Baim yang menghampiri Arya
" kantin nyok" ajak yoga pada Arya
"boleh, lagian gue juga belum makan gara-gara kania nyuruh cepet-cepet" tutur Arya menyindir Kania
"loe nya aja tuh yang bangkong di bangunin susah" Kania tak terima ia di slah kan
"enak aja loe, emang gue minta apa loe bangunin gue" ucap Arya tak mau kalah
"ok, mulai besok gue nggak bakal bangunin loe terserah loe mau bangun jam berapa juga" ucap Kania lalu berdiri dari duduk nya dan menggandeng tangan Rere
"ayok Re kita ke kantin, males gue bareng dia " kania langsung menarik Rere tanpa persetujuan dari Rere
yoga dan Baim pun cengo melihat kepergian dua cewek itu.
"Arya loe gimana sih, emang loe yakin kalo loe nggak bakal telat kalo Kania nggak bangunin loe" tanya Baim yang merasa tak mungkin Arya akan tepat waktu masuk sekolah
" yakin lah, " jawab Arya kemudian bangun dari duduknya dan berjalan terlebih dahulu kemudian Yoga dan baim pun mengikuti dari belakang
"tapi Ary kan selama ini loe suka telat melulu sebelum ada Kania" Yoga yang ingat Arya selalu telat ke sekolah dan selalu mendapat hukuman karna telat
" nggak usah gitu loe, gue yakin gue nggak bakal telat" yakin Arya
mereka pun sampai di kantin sekolah yang penuh hanya ada bangku kosong di meja Kania dan Rere saja, Arya pun terpaksa mengikuti dua sahabat nya itu duduk bersama Rere
"nggak ada bangku kosong lagi Ary, " ucap Baim pada Arya
"itu ada di bangku nya Kania sama Rere, udah yuk jalan" ajak Yoga pada dua sahabat nya
" gue nggak mau, cari tempat lain aja" tolak Arya
" ah elah, loe mau duduk di mana emang nya semua meja penuh, udah sih buang gengsi loea" tutur Baim lalu berjalan duluan di ikuti yoga dan akhirnya pun Arya terpaksa mengikuti.
"halo gais kita boleh gabung ya karn semua meja penuh" izin Baim pada Kania dan Rere
"mau duduk ya duduk aja kan ini tempat umum" jawab Kania ketus
"sadis loe Nia, baru kali ini gue liat loe ketus begitu" tutur Yoga yang mengambil duduk di depan Kania dan Rere
" udah yuk Re kita ke kelas, gue udah kenyang. gue juga males lama- lama di sini" tutur Kania pada Rere
"tapi kan gue belum selesai Nia" jawab Rere yang memang bakso nya masih terlihat banyak
__ADS_1
"ya udah gue duluan kalo gitu, panas gue di sini berasa di gurun" Kania pun bangkit dari duduk nya dan berjalan meninggal kan mereka berempat
Arya yang melihat sikap Kania seperti itu hanya diam tak perduli, dan memakan bakso pesanan nya yang sudah datang.
di jalan menuju kelas Kania masih di buat kesal oleh tingkah Arya yang menjengkel kan menurut nya karna Arya bersikap cuek dan dingin seperti balok es
" dasar Arya ngeselin, dia yang salah tapi nggak mau di salahin udah gitu sikap cuek dan dingin nya itu bikin gue kesel rasa nya gue mau bawa dia ke gurun sahara biar meleleh sekalian" gerutu kania di sepanjang jalan menuju kelas
tanpa di sadari Kania seseorang menarik tangannya menuju ke toilet cewek dan mendorong nya hingga jatuh ke lantai
" awwww...ini siapa sih main tarik- tarik dan dorong orang sembarangan" gerutu Kania yang memang tak sempat melihat wajah orang yang menarik nya
dan orang itu pun langsung mencengkeram wajah Kania
"heh...gue udah peringatin loe berkali- kali bukan kalo loe jauhin Arya, lo itu bodoh apa pura- pura bodoh sih, Arya itu milik gue" tutur orang itu yang ternyata adalah Fara
ya semenjak ke jadian itu Fara hanya di beri skorsing oleh sekolah, Arya tak menuntut lebih pada sekolah karna tindakan Fara dkk yang masih di anggap wajar oleh Arya namun jika itu terulang kembali terpaksa Arya akan bertindak tegas pada Fara
" Fara...loe mau apa" tanya Kania mulai meringsut ke belakang setelah Fara melepas cengraman tangannya
" gue mau loe jauhin Arya, karna Arya cuma milik gue kalo loe masih berani-berani deketin Arya gue bakal bikin peritungan sama loe..!!!! CAMKAN ITU" tutur Fara menekan kan setiap kata dengan nada ancaman
"yuk gaes kita tinggalin cewek sampah ini" ajak Fara pada kedua temannya
"gue salah apa sih sebener ny sama mereka, gue nggak pernah niat buat deket sama Arya tapi kita emang satu rumah, terus gue harus apa..? gue nggak mau kena masalah terus gue harus jauhin Arya ya gue harus jauhin dia" tutur kania lalu mengahpus air mata nya dan membasuh wajah nya agar tak terlihat seperti sehabis menangis
Kania pun keluar dari toilet dan menuju kelas nya karna sebentar lagi jam masuk sekolah pelajaran ke dua akan di mulai, kania masuk ke dalam kelas dan duduk di bangku nya tanpa melihat ke arah Arya. dan Arya pun cuek saja sampai guru pun memulai pelajaran.
Rere melihat ke arah Kania yang merasa heran dengan tingkah kania yabg berbeda, yang biasa nya kania dan Arya selalu tanya jawab soal tentang pelajaran yang sedang di jelaskan oleh guru kini mereka hanya saling diam
sampai bel pulang sekolah berbunyi dan para murid pun berhamburan ke luar dari kelas begitu pun Kania, dan Rere sementara Arya, Baim dan yoga
"Nia, loe kok tumben banget di kelas tadi diem- dieman sama Arya" tanya Rere
" nggak apa- apa, gue lagi males aja" jawab Kania tak ingin memberitahukan yang sebenar nya kepada Rere..
sampai mereka di parkiran Baim pun sudah menuju mobil nya dan begitu pula dengan Arya dan yoga yang menuju motor nya yang ia parkir..
Kania dan Rere berada di luar pagar sekolah dan duduk di halte. sampai lah Baim menghampiri dengan mobilnya
" ayok Re" ajak Baim
" Nia gue balik duluan ya bareng Baim" tutur Rere
__ADS_1
" la...elo kan nggak se arah sama baim Re" tanya Kania heran setau dia Rere rumah nya yak se arah dengan Baim karna memang Kania belum tahu yang sebenar nya tentang sahabat nya ini
" nanti deh gue ceritain, gue balik duluan ya nggak enak sama Baim kalo dia nunggu" tutur Rere pada kania meski ia tak enak meninggalkan Kania sendiri tapi karna Kania akan pulang dengan Arya jadi Rere tak merasa risau
" ya udah deh, hati- hati ya" ucap Kania tersenyum ke arah Rere
dan Rere pun mengangguk lalu berjalan ke arah Baim lalu masuk ke dalam mobil Baim, Baim pun langsung menjalankan mobilnya
Kania pun menghadang sebuah taksi di halte itu dan bertepatan Arya pun sudah keluar dari dari sekolah ia lantas menghampiri Kania
" cepet masuk" ajak Arya meski mereka diem- dieman tapi Arya masih mau mengajak kania bareng
" nggak usah gue naik taksi aja" tolak Kania lalu masuk ke dalam taksi yang ia cegat tadi
Arya pun merasa heran kenapa sikap Kania jadi sedingin itu padanya, padahal mereka sering berantem tapi Kania tak pernah sampai berpisah kendaraan dan mereka akan cepat baikan tapi kenapa sekarang Kania berbeda fikir Arya
" kenapa sama Kania, biasa nya walau pun kita suka ribut dia nggak pernah sampe ngindar begitu" batin Arya
setelah kepergian Kania, Arya pun menjalankan mobilnya menuju ke rumah
sesampai nya di rumah Arya pun langsung masuk ke dalam dan menuju kamarnya, Arya pun lantas membersihkan diri dan mengganti pakaiannya dengan pakaian santai ala rumahan, Arya pun turun ke lantai bawah untuk makan siang
" eh den Arya" sapa bi Ina
" iya Bi, Kania mana bi " tanya Arya pada bi Ina dan duduk di kursi meja makan
" Non Kania ada di kamarnya den, barusan bibi habis dari kamar non Kania" jawab Bi Ina
" dia sudah makan bi" tanya Arya lagi sembari menyuap makanannya.
" belum den, makanya tadi bibi ke kamarnya untuk menawari makan siang, tapi katanya belum laper" jawab bi Ina menjelaskan
" tumben banget" gumam Arya
" kalau sudah tidak ada pertanyaan lagi bibi permisi den" pamit Bi Ina
" iya bi" jawab Arya pada bi Ina
setelah selesai sarapan Arya pun tak lantas ke kamarnya melainkan ia menuju ruang kerjanya, karna hari ini pekerjaannya lumayan banyak.
__ADS_1
**hallo reder semua jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya dan tekan jempol nya..ok😉**