Pembantu Ku Kekasih Ku

Pembantu Ku Kekasih Ku
niat melamar Kania


__ADS_3

Arya bangun dari tidur nya karna setelah terbangun tadi ia tak dapat tidur lagi, jadi ia pun hanya menatap wajah cantik Kania yang masih tertidur lelap dengan wajah polos seperti tanpa beban. Arya pun bangun dan menuju kamar mandi untuk mandi membersihkan badannya karna kemarin sore ia tak sempat mandi setelah kejadian itu


sampai Arya pun selesai mandi Kania masih betah dengan selimutnya, Arya tersenyum melihat Kania yang masij terlelap. setelah selesai berganti pakaian dengan pakaian rumahan Arya pun menghampiri kania dan mengecup kilas kening nya dan ia langsung keluar dari kamar tanpa membangun kan Kania.


ia pun lantas menuju dapur untuk sekedar membuat teh hangat untuk dirinya, namun sebelum itu ia membuat kan Kania segelas susu dan roti isi selai coklat ke sukaan Kania


"bi Ana" panggil Arya


"iya den..ada yang bisa saya bantu" tanya bi Ana yang menghampiri Arya


" tolong antar ini ke kamar ku ya" tutur Arya


" ini buat siapa den?" tanya bi Ana


" itu buat Kania bi, semalam dia tidur di kamar aku karna jagain aku semalam" jawab Arya dengan tersenyum


"oh..iya den bibi antar sekarang" jawab bi Ina


"tapi kalau Kania masih tidur jangan di bangunin ya bi, biarkan dia tidur aja" ucap Arya mengingatkan


"iya den" bi Ana pun langsung menuju kamar Arya untuk mengantarkan susu dan roti


Arya pun ke taman samping rumah namun saat hendak duduk ia tengah melihat sang mama sedang duduk sendiri di pinggir kolam ikan koi dengan tangan masih melempari pakan ikan untuk ikan- ikan hiasnya.


Arya pun lantas menghampiri ibu Ratna


" ma..." panggil Arya


"eh...Arya sudah bangun" tanya ibu Ratna sedikit terkejut


"udah..mama ngapain di sini sendirian" tanya Arya


" nggak apa-apa, mama cuma kefikiran aja soal Tania semalam" jawab ibu Ratna


"mama khawatir dia akan berulah lagi, dan mama nggak mau kalau kamu sampai kumat lagi kaya semalam Ary."


"mama tenang aja kan sekarang ada Kania yang jagain aku ma" jawab Arya dengan mengelus pundak mamanya


"mama tahu, tapi kalau nanti Tania nyelakain Kania gimana mama belum siap kalau harus tinggalin kalian sendiri" tutur ibu Ratna terlihat ke khawatiran di wajahnya


" sudah mama tenang saja, aku sudah merencanakan dalam waktu dekat akan melamar Kania jadi tidak akan ada yang berani lagi mengganggu nya" Arya berusaha menenangkan ibu Ratna


" apa kamu serius Ary, tapi kamu kan belum bekerja dan kamu juga tidak mau kerja di perusahaan papa selama ini juga kamu tak pernah mau di bantu untuk di buatkan usaha" tutur ibu Ratna karna memang dari keluarga nya tak ada yang tahu jika Arya memiliki usaha sendiri

__ADS_1


" mama nggak usah khawatir aku bisa ko menafkahi Kania malah bisa membangunkan rumah untuknya" jawab Arya dengan tersenyum penuh makna


" kamu jangan main- main lah Ary...mama ini serius" kesal ibu Ratna karna merasa Arya hanya becanda


" siapa yang main- main, aku serius ko ma udah mama santai saja yang penting mama bantu aku untuk lamar Kania ya?" ucap Arya masih tak ingin memberi tahu ivu Ratna


" terserah kamu saja lah Ary, asalkan kamu bener-bener tanggung jawab sama Kania"


" iya mama tenang aja" jawab Arya dengan tersenyum


ia pun lantas kembali ke dalam rumah untuk melihat Kania di kamarnya


☆☆☆☆☆


di kamar Kania baru saja bangun dari tidur nya dan tak mendapati Arya lagi di sebelah nya.


" kemana Arya apa sudah bangun?" tanya Kania pada diri sendiri.


di tengah ia sedang berfikir ke mana Arya tiba- tiba pintu kamar terbuka nampak bi Ina masuk dengan membawa nampan


" eh...sudah bangun non" tanya bi Ina


" iya bi baru aja, emm...bi Arya nya nggak ada terus kenapa bawa itu ke sini" tanya Kania seraya menunjuk nampan yang di bawa bi Ina


" terus Arya nya kemana bi" tanya Kania yang sudah membuka selimutnya


" ada di bawah non tadi sih ke taman samping rumah" jawab bi Ina


" oh gitu" Kania manggut- manggut tanda mengerti


" ya sudah non bibi keluar dulu ya" Bi ina pun keluar dari Kamar Arya dan meninggalkan Kania sendiri di kamar Arya


Kania tersenyum simpul melihat nampan yang berisi susu hangat dan roti isi selai coklat ke sukaannya


" Ary kamu bisa aja bikin aku bahagia meski dengan perlakuan kecil begini" tutur Kania pada diri sendiri


rasa nya ia enggan untuk menyentuh makanan yang di buatkan oleh Arya untuk nya hingga Kania hanya memandangi nya saja sembari tersenyum


tak lama kemudian Arya masuk ke kamar tanpa di sadari Kania, Arya yang melihat Kania hanya memandangi makanan yang ia buat kan untuk nya merasa bingung sendiri mengapa tak di makan oleh Kania apakah Kania tidak menyukai nya fikir Arya hingga ia pun menghampiri dan menyapa Kania


"yank, ko nggak kamu minum susu nya dan roti nya juga nggak kamu makan, apa kamu nggak suka" tanya Arya yang mana membuat Kania terkejut


"Arya...kamu ngagetin aku aja sih" ucap Kania dengan tangan mengelus dada nya

__ADS_1


" ya maaf, lagian kamu ngapain coba pagi-pagi udah bengong begitu " ucap Arya dan duduk di samping Kania dengan tangan memeluk tubuh Kania dan mencium Aroma rambut Kania dan berakhir mencium leher Kania


"ish..yank geli ih kamu mah gitu" Kania berusaha untuk melepaskan diri namun Arya semakin erat memeluknya


"aku cinta kamu Kania" ucap Arya dengan suara yang berat membuat Kania terpaku dan membalikan wajah nya menatap wajah Arya


"aku juga cinta kamu Ary" tanpa sadar Kania pun membalas ucapan Arya membuat Arya tersenyum dan mencium bibir Kania dengan rakus nya hingga membuat Kania harus pintar-pintar menyeimbangi.


hingga nafas kedua nya hampir habis Arya pun lantas melepaskan ciumannya dan membuat mereka terengah-engah karna kehabisan nafas


"ish..kamu ini rakus banget sih jadi orang" gerutu Arya


"kalau cuma bibir aku kurang puas sayang, mau nya lebih dari itu" bisik Arya di telinga Kania membuat Kania merinding dengan ucapan Arya barusan


"ish dasar mesum, baru juga pacaran udah ngomong aneh-aneh" gerutu Kania kesal yang membuat Arya langsung tergelak tawa


"hahahaha...kamu lucu deh kalo lagi marah, lagian aku juga punya batasan kali yank aku bakal lakuin itu kalo kita udah nikah, jadi apakah kamu mau nikah sama aku bulan depan" tanya Arya dengan serius


"kamu nggak usah main-main deh Ary menikah itu bukan untuk main-main" jawab kania dengan masih kesal karna ia berfikir bisa-bisa nya Arya bercanda begitu


"aku serius Kania aku mau kita resmi menikah setelah kita sama-sama masuk kuliah, aku udah fikirin itu semalam karna aku mau jaga kamu 24 jam dan aku nggak mau kamu di ganggu cowok lain kalo kita belum menikah" jawab Arya dengan serius


" kamu mau kan" tanya Arya sekali lagi


Kania terdiam mencerna semua yang di katakan Arya dan beberapa saat kemudian Kania menganggukan kepalanya dan berkata


" iya aku mau" jawab Kania dengan tersenyum


Arya pun langsung memeluk Kania dengan penuh cinta dan Kania pun membalas nya.


" ya udah di minum dulu susu nya sama roti nya di makan juga, gara- gara di diemin jadi dingin kan" tutur Arya setelah melepas pelukannya


" makasih ya udah di bikinin ini" ucap Kania dengan tersenyum lalu mengambil segelas susu dan meminumnya


" iya, biasa aja lah itu kan juga akan menjadi tugas ku ketika kita udah nikah nanti jadi bukan semuanya kamu yang jerjain" tutur Arya


ia merasa bahagia akhirnya sebentar lagi ia dan Kania akan resmi menikah dan menjadi pasangan suami istri, yang akan membuat jarak antara dirinya dan Tania. sehingga membuat Tania tak berani lagi mendekati dirinya dan juga Kania.




hallo Reders semua makasih sudah selalu setia menunggu cerita ini up ya, maaf kalau saya jarang up ya. tapi saya usahain untuk bisa up terus**

__ADS_1


__ADS_2