Pembantu Ku Kekasih Ku

Pembantu Ku Kekasih Ku
perasaan Baim pada Rere


__ADS_3

Baim dan Rere pun sampai di sebuah apartemen mewah, Rere menatap cengo melihat jejeran apartemen mewah yang hanya di miliki kalangan atas, Rere merasa takjub melihat apa yang di lihatnya sekarang ini.


" ayok turun" ajak Baim pada Rere setelah membuka setbelt nya dan menatap ke arah Rere


" im, ini apartemen kan" tanya Rere pada baim dan memalingkan wajah nya ke arah baim


" iya, udah ayok turun " ajak baim pada Rere


Rere pun mengangguk, Baim ke luar dari mobil begitu pu Rere ia mengikuti langkah Baim masuk ke dalam loby dan berjalan menuju lift, Baim menekan tombol yang menuju lantai 9 dan lify pun menbawa mereka ke tempat tujuan. di dalam lift Rere hanya diam sedangkan Baim menatap lurus ke depan sampai akhirnya pintu lift pun terbuka. Baim terlebih dahulu keluar dari lift dan Rere pun mengikutinya sampai lah mereka di pintu apartemen Baim pun membuka pintu itu.


"yuk masuk" ajak Baim pada Rere yang masih terlihat bingung


" emm....ini apartemen kamu im" tanya Rere yang masih diam berdiri tanpa melangkah masuk ke dalam


"iya, kenapa memang nya. ayo masuk nggak enak kalo di luar" tutur Baim


"tapi im apakah kita cuma berdua di sini" tanya Rere yang ragu karna sepertinya apartemen itu sepi tanpa ada siapa- siapa di dalam nya. bukan apa-apa Rere hanya takut karna mereka adalah dua insan yang berbeda gender.


" elo nggak usah mikir macem-macem gue nggak bakal apa-apain loe, udah ayok masuk" ajak Baim lagi yang langsung menarik tangan Rere.


Rere yang kaget pun menatap lengannya yang di pegang Baim dan kenatap punggung Baim dengan masih mengikuti langkah Baim masuk ke dalam hingga ke sebuah ruangan santai mungkin karna Baim tak membawanya ke ruang tamu.


"loe duduk di sini dulu, gue ke dapur sebentar" Baim pun lantas pergi ke dapur tanpa menunggu jawaban dari Rere

__ADS_1


tak berapa lama Baim pun datang dengan membawa baskom berisi air es dan handuk kecil, dan ada juga dua kaleng minuman dingin dan beberapa camilan. Baim pun duduk di sebelah Rere


"nih loe kompres pipi loe pake ini, biar nggak makin bengkak" Baim kenyerahkan baskom berisi air es dan handuk kecil pada Rere


"makasih" jawab Rere dan mengambil handuk serta baskom itu ia pun mencelupkan handuk kecil itu ke dalam air dingin memerasnya dan menhompres ke wajah nya.


"Baim, kenapa loe bawa gue ke apartemen loe, emang apartemen ini nggak ada yang nempatin" tanya Rere masih sambil mengompres wajah nya


"ya trus gue harus bawa loe kemana, di apartemen ini yang tinggal cuma gue, ya selama ini gue tinggal d apartemen sendirian gue udah nggak tinggal sama nyokap bokap gue semenjak mereka cerai" jawab Baim menatap Rere sekilas dan memalingkan wajah nya kembali menatap arah lurus ke depan


"oh gitu, sory gue nggak tahu" sesal Rere yang tak mengetahui hal itu karna dia juga baru kenal dekat dengan Arya dkk setelah kenal Kania


" nggak masalah santai aja," jawab Arya. ia mengambil minumannya dan meminum minumannya


" udah selesai im, loe bisa antar gue pulang sekarang" Rere meminta di antar pulang karna merasa tak enak


" loe mau pulang ke mana, kan loe udah di usir bokap lo" tanya Baim yang membuat Rere seketika mengingat itu kembali


Rere pun menundukan kepalanya lalu ia menggelengkan kepala nya tanda ia tak tahj haru kemana


"udah loe tidur aja di sini dulu, loe tidur di kamar tamu soal baju ganti loe, gue udah minta orang buat beli baju-baju loe, seragam dan segala macam nya." ucap Baim


"tapi Im gue nggak enak sama loe kalo gue tinggal di sini apa lagi loe sampe ngurusin keperluan gue" tutur Rere merasa tak enak

__ADS_1


"udah sih loe santai aja, lagian gue juga seneng ada temen nya di apartemen ini karna kalo Arya dan yoga enggak main ke sini gue berasa ke sepian di rumah" tutur Baim pada Rere meyakin kan nya bahwa ia tak masalah


"makasih banyak im, tapi gue harus pu...." belum selesai Rere mengucapkan kata-katanya Baim sudah memotong nya


" loe jangan pernah berfikit untuk pulang lagi ke ruamh bokap loe, gue nggak mau loe di manfaatin bokap loe bkarkan dia mengurusi masalahnya sendiri, loe fokus bjat masa depan loe aja" ucap Baim menatap penuh arti ke pada Rere


" tapi im dia bokap gue orang tua gue satu-satu nya gue nggak akan tega ninggalin bokap gue" Rere menatap ke arah Baim dengan air mata sudah menetes di wajah nya meski pun masih merasakan sakit hati akan tingkah sang ayah


"gue nggak mau loe di perlakukan kasar kaya tadi, kalo kania tahu dia juga pasti nggak akan suka Re, biar lo nggak khawatir gue akan kirim orang gue buat ngawasin bokap loe tapi loe harus tetap tinggal di sini karna gue nggak mau loe sampe kenapa-kenapa" tutur Baim memberikan tawaran pada Rere


"baik lah gue bakal tinggal di sini, sebelum nya makasih karna loe mau bantu gue"


" udah loe santai aja, sekarang loe istirahat di kamar loe sebentar lagi pakaian ganti loe akan sampai, loe istirahat aja ini udah malem"


" iya, gue duluan " tutur Kania dan Baim pun mengangguk setelah itu Rere pun melangkah nenuju kamarnya.


sementara itu setelah Rere ke kamarnya Baim termenubg sendiri di sofa sembari memainkan kaleng minumannya


" loe cewek baik Re, nggak seharus nya loe di perlakukan begitu sama bokap loe sendiri, loe cewek yang beda dari yang lain loe cewek pekerja keras, mandiri. asal loe tahu Re sebebar nya udah lama gue suka sama loe tapi gue nggak berani ngungkapin perasaan gue ke elo, gue takut loe akan nolak gue makanya gue selama dua tahun ini diem hanya bisa memperhatikan loe dari jauh sampai akhirnya kania datang dan membuat kita semakin dekat, gue bakal lakukan apa pun buat loe Re, samlai loe pun memiliki perasaan yang sama ke gue, gue selama ini ganti- ganti cewek hanya untuk menarik perhatian loe aja Re karna sesungguh nya gue cuma cinta sama loe gue sayang sama loe Re" guman Baim dalam hatinya hingga ia berjanji pada dirinya sendirj akan selalu menjaga Rere.



__ADS_1


ayo dong kasih dukungannya untuk saya agar selalu updet jangan lupa kasih jempol kalian


__ADS_2