
kini keluarga Wiguna tengah merasakan kebahagiaan karna cucu pertama mereka akan segera hadir di tengah-tengah keluarga Wiguna
Arya dan Kania sudah berada di rumah utama mereka akan melakukan syukuran atas hadir nya anak pertama sekaligus cucu pertama keluarga Wiguna
"Aaa....kakak pengen cepet-cepet hamil juga deh" ucap Berlian dengan mengelus-elus perut Kania
"mintan sama mas Ardi lah Kak kalau mau hamil' ucap Arya spontan dengan mulut yang tak berenti mengunyah rujak buah yang di beli tadi saat jalan pulang
"ish..kalo ngomong itu di filter dulu napa, emang kamu kira mas Ardi pabrik anak" ucap Berlian kesal ia melemparkan bntal pada Arya
"ya elah...terus kakak mau hamil dari siapa kalo bukan dari mas Ardi" tanya Arya
"ya iya juga sih, tapi ya gak gitu juga kali Ary" Berlian merasa kesal dengan adik nya itu
"sudah-sudah kalian ini malah berantem, Arya bantu papa ngawasin pelayan yang lainnya" ucap tuan Adijaya pada Arya
"pa aku kan masih makan rujak...gak mau ah" tolak Arya
Kania menggelengkan kepalanya melihat tingkah suami nya sekarang yang berubah, seharus nya Kania yang merasakan itu semua tetapi sekarang malah sang suami yang merasakan ngidam
ada rasa kasihan karna Arya selalu muntah-muntah jika mencium bau-bau masakan yang tak sesuai dengan seleranya namun ada lucunya juga jika Arya sudah menginginkan sesuatu maka ia akan merengek bak anak kecil dan itu harus di turuti
" kamu ini rujak aja di fikirin, ayo cepet bantu papa" tuan Adijaya menarik anak lelakinya itu hingga membuat Arya tak brrkutik karna di tarik oleh papanya.
•
•
siang telah berganti malam semua sudah di siapkan untuk menyambut acara syukuran atas kehamilan Kania tuan Adijaya dan ibu Ratna mengundang anak-anak yatim piatu dari panti ke rumah utama
setelah para tamu dari anak-anak panti itu datang acara pun di mulai yang di pandu oleh ustdaz untuk memimpin do'a.
acara pun berlangsung dengan khidmad sampai dengan selesai, para pelayan memberikan bingkisan pada anak-anak panti itu
Arya dan Kania menyambut uluran tangan mereka untuk bersalaman dan tak lupa Kania memberikan amplop kepada setiap anak.
setelah acara selesai dan rumah sudah sepi Kania baring di sofa dengan menyandarkan kepalanya pada sandaran sofa dengan kaki berselonjor
__ADS_1
"loh Kania ko malah tiduran di sini" ucap ibu Ratna yang melihat Kania saat melewati sofa ruang tamu
"nggak apa-apa ma, "jawab Kania melihat ke arah ibu mertuanya itu
"Arya....Arya...." panggil ibu Ratna
"kenapa sih ma teriak-teriak" ucap Arya dengan menghampiri ibunya
"tuh lihat istrimu malah tiduran di sofa, bawa Kania ke kamar nya kasihan bayi dalam kandungannya kal02q harus tertekan begitu" ucap ibu Ratna mengomel
"nggak apa-apa kok ma..lagian aku nya yang pengen begini" jawab Kania merasa tak enak akibat ulah nya
"tidak ada kata tidak apa-apa Kania sayang, ini semua demi kenyamanan janin dalam perut kamu" ucap ibu Ratna mengelus perut Kania.
"sekarang kamu ajak istri kamu ke kamar" perintah ibu Ratna
"iya ma, " Arya pun menurut lalu ia menggendong tubuh Kania menuju kamar
"mas kenapa pake di gendong segala aku bisa jalan ko" ucap Kania yang kaget karna tiba-tiba di gendong
"stt...jangan banyak protes kamu mau kena omel mama lagi karna naik turun sendiri" ucap Arya masih dengan menggendong Kania
"sepulang dari sini kita tidur di kamar bawah sampai anak kita lahir" ucap Arya memutuskan untuk tidur di lantai bawah nanti setelah mereka pulang
"tap..." belum sempat Kania menyelesaikan ucapannya Arya sudah memotong ucapan Kania
"tak ada penolakan ini semua demi debay kita sayang" ucap Arya
kini mereka pun telah sampai di kamar Arya langsung merebahkan tubuh Kania di atas tempat tidur.
"mas..." panggil Kania
"iya..kenapa" Arya menatap istrinya itu yang tengah berbaring di tempat tidur
"kamu sini dulu .!!" rengek Kania manja
Arya yang tadi tengah melepaskan baju kokonya pun menghampiri istrinya itu
__ADS_1
"kenapa sayang" tanya Arya yang kini sudah duduk di tempat tidur dan mengelus perut Kania yang masih terlihat rata
"nggak apa-apa, heee...aku cuma pengen di elus gini aja" jawab Kania dengan tersenyum
"ih dasar kamu ngerjain mas ya" Arya mencubit lembut hidung Kania
"nggak ko aku nggak ngerjain, tapi emang aku pengen di giniin rasa nya nyaman banget" Kania memejamkan mata nya menikmati sentuhan tangan suaminya itu yang tengah mengelus perutnya
Arya tersenyum melihat Kania yang tampak nyaman dengan sentuhan tangannya hingga membuat ia memejamkan matanya
sungguh momen ini lah yang sangat di nanti-nantikan Arya menikmati menjadi suami dan calon ayah yang siaga, selalu ada jika di butuh kan istrinya
menikmati momen ngidam yang kebanyakan di alami ibu hamil tetapi kini justru sang calon Ayah lah yang merasakan mengidam. itu yang tengah di rasakan Arya kini jika Arya mengidam dengan muntah-muntah dan selalu ingin makanan asam dan pedas dan terkadang bersikap layak nya anak kecil yang ingin di manja
namun Kania juga masih menikmati momen manja nya ke pada sang suami ia justru sangat ingin terus bersama suaminya itu, ingin selalu di sentuh dan di manjakan Arya
meski Kania tak mengalami muntah-muntah seperti kebanyakan ibu hamil. namun Arya yang merasakan itu malah senang karna ia bisa merasakan bagai mana susah nya jadi ibu hamil saat masih tremester pertama yang sangat menguras tenaga
terlebih lagi di saat pagi hari di mana perut masih kosong harus di paksakan untuk muntah, itu yang di rasakan Arya betapa sakitnya jika harus muntah di pagi hari hingga membuat tubuhnya lemas hingga membuatnya terpaksa sering tak masuk kantor dan di gantikan oleh asistennya Aryo.
beda hal nya saat sudah menjelang agak siang Arya sudah bisa beraktifitas hingga ia harus menghendel pekerjaan nya dari rumah.
cukup lama Arya mengelus perut istrinya itu karna Arya sembari fokus pada laptop miliknya untuk mengecek semua kerjaan di kantor. karna Arya yang fokus pada laptop nya itu tak menyadari jika Kania sudah terlelap dalam tudurnya
Arya yang merasa tak ada pergerakan dari istrinya itu bahkan tak mendengar suara ocehan istrinya membuat Arya memalingkan arah pandangnya dari laptop melihat ke arah istrinya yang ternyata sudah tidur terlelap
Arya tersenyum mendapati sang istri sudah tertidur, ia pun menaikan selimut yang di kenakan Kania sampai ke dadanya dan tak lupa Arya mencium wajah sang istri mulai dari kening, pipi, hidung dan terakhir bibir istrinya itu .
"selamat tidur sayang" ucap Arya pada sang istri
lalu ia pun tak lupa mencium perut sang istri" selamat bobo my princess daddy"
meski pun belum tahu jenis kelamin anak mereka karna masih trimester pertama tetapi entah mengapa Arya spontan memanggil anak nya my princess. Arya pun menaruh laptop miliknya lalu ikut tidur dan memluk Kania
**♧♧♧♧♧♧♧♧
hallo reder semua terimakasih atas dukungannya selama ini hingga samapai di titik ini, terima kasih juga atas suport, komen , like dan saran nya.
__ADS_1
saya sangat bahagia sekali karna sudah berada di titik ini tanpa kalian semua saya tidak bisa sesemangat ini dan berada di titik ini sekarang, berkat dukungan reder semua novel ini sudah di promokan oleh pihak noveltoon dan manga, sekali lagi saya sangat berterima kasih
jangan pernah lelah dan bosan untuk selalu dukung Author ya, dan jangan bosan memberikan saran-saran yang bagus pada Author. terimakasih untuk semua dukungannya😍😘🤗**