Pembantu Ku Kekasih Ku

Pembantu Ku Kekasih Ku
penderitaan Rere


__ADS_3

kania pun bangun dari tidur nya ia mengerjap-ngerjapkan matanya.


"ekhh....jam berapa nih gue ke tiduran" gumam Kania ia pun melihat jam yang tertempel di dinding kamarnya


"hoamm...udah jam 8 malam ternyata, gue tidur nyenyak banget" Kania pun bangun dari duduk nya dan langsunh menuju kamar mandi untuk mencuci muka nya setelah selesai Kania keluar dari kamar mandi.


tok tok tok


saat Kania hendak berjalan menuju meja rias tiba-tiba pintu di ketuk dari luar.


" non ini bibi" panghil bi Ina


" iya sebentar bi.." jawab Kania dan ia pun bejalan menuju pintu kamar


"iya bi, kenapa" tutur Kania setelah membuka pintu


" ini non makan malam nya, tadi den Arya yang menyuruh bibi antarkan ke kamar non Kania" tutur Bi Ina dengan membawa nampan berisi makanan, buah apel dan kiwi yang sudah di potong kecil-kecil, satu gelas susu dan satu gelas air putih


" bibi harus nya nggak usah repot-repot, aku bisa ambil sendiri ke dapur" tutur Kania merasa tak enak apalagi ia berada di kamar lantai 3 yang cukup jauh meski menggunakan lift


" tidak apa non, saya taruh di meja ya non" ucap bi Ina


" iya sudah bi sini nampan nya biar aku aja yang bawa masuk nanti piring kotor nya aku bawa ke bawah sendiri" tutur Kania lalu mengambil nampan yang masih di pegang bi Ina.


" iya sudah non kalau begitu bibi turun ke bawah dulu" izin bi Ina


" iya bi, makasih ya" ucap kania berterimakasih dan bi Ina pun hanya mengangguk dan tersenyum lalu melangkah pergi meninggalkan Kania yan masih berdiri di depan pintu kamarnya.


setelah bi Ina pergi Kania pun masuk ke dalam kamarnya ia meletakan nampan berisi makanan di atas meja lantas Kania pun duduk di sofa sembari menikmati makanannya. setelah selesai makan Kania pun memakan buah-buahan yang sudah di potong kecil-kecil sebagai pencuci mulut dan ia pun meminum susu yang sudah di buatkan tadi hingga habis. setelah selesai semua Kania pun keluar dari kamar nya lalu turun ke bawah untuk membawa piring kotor ke dapur.


"Arya ke mana ya, tumben nggak keliatan dari tadi" tutur Kania yang sudah sampai di dapur dan tengah mencuci piring bekas makannya tadi. setelah selesai ia pun menaruh di rak piring


" humm...mau ngapain lagi ya sepi banget ni rumah nggak ada tante Ratna, apa lagi kak Berlian rumah segede ini yang ninggalin tuan rumah nya cuma dua orang aja, pelayan yang lainnya pasti udah pada istirahat" ucap Kania pada diri sendiri


ia pun duduk di sofa ruang keluarga dan menonton tv yang tak terlalu seru menurutnya.


☆☆☆☆☆☆☆☆


di tempat lain kini Rere tengah berada di toko kue nya yang cukup ramai jika malam hari, karna banyak anak-anak muda juga yang nongkrong di toko kuenya. Rere tak hanya fokus pada kue saja ia sengaja menambah menu di tokonya dan membuat mini cafe hingga banyak anak-anak remaja yang nongkrong di sana untuk sekedar menikmati makanan dan minuman yang di sediakan di mini cafe milik Rere itu.


"gue kangen sama Kania seharian ini nggak ketemu dia, gimana ya kabarnya tu anak" gumam Kania


"tar deh gue chat dia kalo udah nggak sibuk" ucap Rere akhirnya pada diri sendiri.

__ADS_1


jam sudah menunjukan pukul 12 malam, Rere pun menutup toko kue dan mini cafenya lalu ia pun menuju motornya untuk pulang ke rumah.


namun saat hendak pulang Rere di hentikan seorang lelaki.


"mau ke mana kamu" tanya lelaki itu


"mau pulang, bapak ngapain di sini" tanya Rere pada lelaki itu yang ternyata Ayah nya


" minta duit" tutur Ayah Rere yang bernama Bagyo


"mau buat apa sih pak, yang tadi emang udah habis uang nya" tanya Rere


" nggak usah banyak omong gue butuh duit bukan ocehan" tutur pak Bagyo yang setengah mabuk itu


" Rere nggak ada uang, kan tadi udah bapak mintain duit Rere ya Rere cuma punya segitu aja" tutur Rere pada pak Bagyo


" loe jangan bohong, loe kan kerja di sini jadi pasti loe dapat duit lah" ucap pak Bagyo tak percaya


"udah lah pak, Rere capek mau pulang mau istirahat" tutur Rere tak ingin meladeni sang Ayah dan berjalan menuju motornya namun saat hendak memakai helm nya tiba- tiba tangan Rere di cekal


"kenapa lagi pak, Rere capek" ucap Rere yang kesal dengan tingkah ayah nya


"loe berani sama gue sekarang" pak Bagyo terlihat marah


"PLAKKKK" pak bagyo menampar pipi Rere dengan keras


"berani kamu bilang gitu sama bapak, tahu apa kamu soal bapak hah.." Pak Bagyo menarik rambut Rere ke belakang hingga membuat Rere mendongak dan meringis ke sakitan


"akh...sakit pak" rintih Rere


"makanya jadi anak jangan sok tahu, Dugg" pak Bagyo pun mendorong Rere hingga tersungkur


"akhh" Rere mengaduh


" loe jadi anak cuma jadi beban gue aja, nggak bisa bikin gue seneng" cerca pak Bagyo


" bapak tega ngomong gitu sama Rere..hik hik hik, Rere salah apa sama bapak" tutur Rere dalam isakan tangis nya


" salah loe bikin beban gue bertambah, dan asal loe tahu loe itu cuma anak yang nggak di inginkan asal loe tahu itu, gara- gara kamu ibu kamu ninggalin bapak" ucap pak Bagyo menunjuk ke arah Rere


" gara-gara ibu kamu ninggalin kamu sama bapak sampe bikin bapak begini, seharus nya kamu enggak ada di dunia ini harus nya dulu ibu kamu gugurin kamu, dasar anak bawa sial" tutur pak Bagyo dengan marah hingga mengeluarkan kata kasar


" tega bapak bilang begitu sama Rere, bapak tega bapak nggak punya hati, harusnya bapak sadar kenapa ibu pergi bukan malah menjadi. hik..hik..hik" tutur Kania dengan air mata yang sudah banjir membasahi pipinya

__ADS_1


" jadi maksud kamu ini semua salah bapak gitu, kalau enggak ada di dunia ini bapak pasti masih sama ibu kamu, gara- gara kamu lahir ibu mu meninggalkan bapak dan lebih memilih orang tuanya, bapak tahu bapak bukan orang kaya bapak orang miskin" ucap pak Bagyo dengan penuh amarah


" sekarang kamu pergi dari ke hidupan bapak, jangan pernah muncul lagi di hadapan bapak" usir pak Bagyo


Rere pun mendongak ke arah pak Bagyo dan menatap tak percaya atas ucapan pak Bagyo Ayah nya sendiri


" bapak ngusir Rere" tanya Rere


" ya..pergi kamu dari hidup ku, dasar anak PEMBAWA SIAL" tutur pak Bagyo lalu pergi meninggalkan Rerr


" PAKKK" panggil Rere ketika pak bagyo sudah agak jauh namun pak Bagyo tak menghiraukan itu


" bapak tega sama Rere, hik hik" Rere menangkup lututnya dan menundukan kepala di kedua sisi lutunya sembari terisak


sampai akhirnya ada tangan seseorang yang menyentuh bahunya, sontak Rere pun mengangkat kepalanya dan menatap ke arah tangan yang berada di bahunya lantas ia pun melihat siapakah orang yang berada di belakangnya itu


" Baim" tutur Rere lirih.


" loe ngapain di sini sendirian nangis-nangis" tanya Baim dan ikut duduk di sebelah Rere


" gue nggak papa" jawab Rere menyembunyikan dari Baim


"nggak usah bohong, gue tahu ko" ucap Baim ke mudian menatap ke arah Rere


" gue..." Rere tak meneruskan ucapannya


" gue tahu, loe di usir dari rumah kan dan bokap loe nggak suka sama loe" ucap Baim .


" kok loe tahu" tanya Rere pada Baim


" ya karna gue sejak tadi liat pertengkaran loe sama bokap loe" Baim kemudian mengangkat tangannya dan menangkup wajah Rere dan melihat pipi Rere yang kena tampar tadi


" pipi lo memar, dan sudut bibir loe juga bedarah, " Baim yang melihat itu merasa tak tega ia pun bangkit dari duduknya dan menarik lengan Rere agar ikut bangun dari duduk nya setelah Rere berdiri Baim pun menarik tangan Rere agar mengikuti nya.


" loe mau bawa gue ke mana" tanya Rere


" udah ikut aja" jawab baim mereka pun sampai di mobil Baim


" masuk" perintah Baim ketika ia sudah membuka pintu mobil nya.


" motor gue gima im" tanya Rere


" nanti ada yang ambil motor loe" jawab Baim akhirnya Rere pun masuk ke dalam mobil setelah Rere masuk Baim pun menutup pintu mobil nya dan ia pun memutari mobil dan masuk ke dalam mobil dan mengemudikan mobil itu melaju mengarah ke suatu tempat

__ADS_1


__ADS_2