
karna menuruti ke inginan suaminya Kania pun terpaksa ikut tidur lagi karna merasa bosan hingga membuatnya tertidur.
tak terasa matahari sudah mulai meninggi samar-samar Kania mendengar suara bel rumah. Kania pun terbangun dan menajamkan kembali pendengarannya rupanya benar ada bunyi bel
Kania pun langsung turun dari tempat tidur dengan terburu-buru karna bel yang berbunyi berkali-kali. tanpa menghiraukan Arya yang masih terlelap Kania terus berjalan dan sampai di pintu utama lalu membuka nya
terlihat ibu Ratna berdiri di depan pintu bersama tuan Adijaya
"ma..pa.." Kania menyalami ke duanya
"kalian sedang apa sih mama sampe capek mencet bel trus kaki mama juga sudah berass keram kelamaan berdiri" tutur ibu Ratna mendramatis membuat tuan Adijaya menggelengkan kepalanya lantaran istrinya itu
"maaf ma..pa ayo masuk dulu ke dalam" Kania mempersilahkan mertua nya itu masuk
lalu ia langsung menuju dapur untuk membuatkan mertuanya itu minuman. setelah selesai ia pun mengantarkan minuman itu ke ruanf tamu di mana sang mertua duduk
"ini pah kopi nya, mah ini jus melon buat mama" Kania menyajikan minuman itu
"makasih nak" ucap tuan Adijaya lalu menyeruput kopi miliknya
"apa papa dan mama sudah lama" tanya Kania karna merasa tak enak
" tidak juga kami baru datang 5 menit yang lalu, mama kamu saja yang terlalu mendramatis" ucap tuan Adijaya tak ingin sang menantu tak enak karna ulah ibu mertuanya yang terlalu dramatis
"oh..syukurlah soalnya tadi Kania ketiduran lagi dan terbangun saat bunyi bel" ucap kania merasa lega.
"aduh...mama salah dong ganggu tidur kamu nak mama minta maaf ya mama gak tahu" cerocos ibu Ratna tanpa jeda
"makanya mama tu sabar lagian ngajak mampir gak telfon dulu ke yang punya rumah, giliran begini aja ribut sendiri" ucap tuan Adijaya
nampak Kania terbengong melihat ibu mertua dan ayah mertua saling berdebat.
"aduh mama salah mama gak tahu"ucap ibu Ratna
"nggak apa-apa kok ma lagian kan emang udah siang juga "jawab Kania tersenyum
"och iya...Arya mana Nia, tadi papa ke kantor Arya dan ketemu si Aryo katanya Arya gak kerja" tanya tuan Adijaya
"ah..itu ..iya pah mas Arya gak kerja karna dari semalam dia muntah-muntah pah, dan tadi pagi waktu bangun tidur juga begitu samapai wajahnya pucat" Kania menjelaskan alasan Arya tak masuk kerja.
"lalu di mana Arya apa di kamarnya" tanya tuan Adijaya tampak cemas
"iya mas Arya di kamar masih tidur, tadi minta di temani tidur" jawab Kania
"apa kah sudah di periksakan ke dokter" kini ibu Ratna yang bertanya
"belum, mas Arya nya gak mau ma" jawab Kania dengan menggeleng
__ADS_1
"kebiasaan anak itu kalau sakit anti banget sama yang nama nya dokter" tutur ibu Ratna merasa gemas
"ya sudah papa mau ke atas mau melihat Arya" tuan Adijaya berdiri dan berjalan ke kamar Arya dan Kania
yang di ikuti oleh Kania dan ibu Ratna di belakang nya, mereka sampai di kamar milik anak nya itu terdengar suara Arya tengah muntah-muntah tuan Adijaya pun buru-buru membuka pintu kamar dan mendapati Arya yang masih berads di kamar mandi
kania berlari ke arah suami nya itu memijat tengkuknya agar suaminya merasa baikan. setelah selesai Arya dan Kania pun keluar dari kamar mandi
Kania membantu suami nya itu berjalan karna wajah suaminya yang nampak pucat dan lemas, tuan Adijaya yang melihat anak nya lemas seperti itu pun langsung menelfon dokter peribadi keluarga wiguna
"halo....dokter Tarissa bisa kah anda ke perumahan X" tanya tuan Adijaya
"......"
"baik dok terimakasih, alamat rumah nya saya sharelock" tuan Adija mematikan telfonnya dan lansung menghampiri anak bungsunya itu
"kamu kenapa sih Ary, kenapa sampai muntah-muntah seperti itu" tanya tuan Adijaya menempelkan punggung tangannya pada kening Arya
"nggak apa-apa kok pa, ini cuma masuk angin sama krcapean aja" jawab Arya dengan suara lemah
"kamu sih kerjanya gak tahu waktu, jadi sakit kan" omel ibu Ratna pada putra bungsu nya itu
nampak Kania memeperhatikan kedua orang tuanya itu nampak sangat khawatir dan memperlakukan Arya seperti anak kecil. Kania nampak tersenyum melihat adegan di depan mata nya itu
ting tong
"pa..ma aku buka pintu dulu siapa tau itu dokter yang papa telfon tadi datang" ucap Kanis lalu pergi meninggalkan kamar
beberapa saat Kania sudah masuk ke kamar bersams dokter Tarissa, dokter pun langsung menangani Arya memeriksa secara detail
"bagai mans dok" tanys tuan Adijaya dan ibu Ratna bersamaan
"tuan muda baik-baik saja, bahkan semua nya normal" jawab dokter Tarissa
"lalu kenapa Arya muntah-muntah terus" tanya ibu Ratna penasaran
"emm....begini sebaik nya Arya di periksakan lebih lanjut di rumah sakit karna di rumah sakit peralatan medis lebih lengkap dan memadai"ucap Dokter Tarissa
"ini saya berikan obat pereda mual agar taj muntah-muntah lagi" doter Tarissa memberikan tiga macam obat hanya untuk pereda mual Kania pun menerima obat yang di berikan dokter itu
"tarimakasih dok" ucap Kania saat menerima obat itu
"baik lah Tarissa hari ini saya akan bawa Arya ke rumah sakit, aku minta kamu periksa Arya dengan teliti" ucap ibu Ratna pada dokter Tarissa
"baik nyonya, saya tunggu di rumah sakit kalau begitu saya prrmisi" ucap dokter Tarissa
Kania kembali mengantarkan dokter tarissa. saat Kania hendak ke aras kembali ia melihat tuan Adijaya dan ibu Ratna turun sembari memapah Ary untuk berjalan
__ADS_1
"Kania kita berangkat ke rumah sakit sekarang" perintah ibu Ratna
Kania hanya menurut lalu ia mengambil tas nya yang berada di kamar. lalau berjalan menuruni tangga dan menghampiri mobil mertuanya yang sudah menunggu.
setelah Kania masuk ke dalam mobil, supir pun melajukan mobil menuju rumah sakit di mana Arya akan di periksa.
setelah sampai di rumah sakit Arya langsung di bawa ke dalam ruangan dokter Tarissa
"pa ngapain sih di periksa-periksa segala aku gak apa-apa ko, malah aku makin mual kalau berada di sini semua nys bau obat" Arya merengek bak anak kecil sembari menutup hidungnya
"udah kamu nurut aja, papa tidak mrnerima bantahan" ucsp tuan Adijaya membuat Arya langsung terdiam
"mari tuan muda berbaring di bed pasien" ucap dokter Tarissa
dengan terpaksa Arya menurut ia naik ke atas bed lalu di periksa secara detail. setelah selesai dokter kembali heran karna tak ada penyakit di dalam tubuh Arya yang menyebabkan Arya muntah-muntah
"bagai mana dok" tanya ibu Ratna sudah tak sabar
"saya rasa ini bukan karna tuan muda sakit, nyonya muda kapan terakhir anda haid" tanya dokter Tarissa
"kenapa jadi saya dok" tanya Kania tak mengerti
"ya karna tuan Arya tak memiliki riwayat sakit apa pun, jadi saya tanya Anda kapan terskhir haid" tanya dokter Tarissa
" emm...satu bulan yang lalu dok tapi jelas tanggal berapanya saya lupa" jawab Kania yang masih bingung
"baik lah coba sekarang nyonya muda berbaring" perintah dokter Tarissa dan lagi-lagi ia menurut saja
Arya terlihat bingung mengapa istrinya melakukan USG, ibu Ratna tampak berdebar-debar berharap Kania tidak kenapa-kenapa sedangkan tuan Adijaya sama hal nya seperti Arya yang bingung
dokter Tarissa nampak mengarahkan alat USG ke perut Kania dan saat alat itu di arah kan ke bawah terlihat di layar ada sesuatu yang kecil seperti biji kacang
"coba Anda lihat semua ke layar, ini adalah janin yabg sedang tumbuh di dalam rahim nona muda" ucao dokter Tarissa membuat mereka yang mendengar terkejut
"a...apa istri says hamil dok" tanya Arya pada dokter
"ya selamat tuan muda istri anda ternyata sedang mengandung trimester pertama, tolong di jaga baik-baik ya..."ucap dokter Tarissa
"benarkah dok menantu saya tengah mengandung" nampak ibu Ratna berkaca-kaca dan terharu begitu pun tuan Adijaya
"nyonya sudah melihay sendiri kan di layar monitor dan itu adalah calon cucu nyonya dan tuan"
ibu Ratna memeluk Kania merasa bahgia dan terharu yang di tunggu-tunggu akhirnya akan hadir di keluarga Wiguna
"lalu apa hubunganysa dengan mas Arya muntah-muntah" tanya Kania setelah pelukannya di lepas ibu Ratna
"karna banyak juga para suami yang mengalami ngidam, itu hal biasa akibat rasa khawatir yang berlebih pada istri hingga suami pun bisa mengalami ngidam" ucap dokter menjelaskan
__ADS_1
setelah mendengar penjelasn dokter dan di beri resep vitamin mereka pun keluar dari ruangan dokter Tarissa dengan wajah bahagia, setelah Arya menebus obat mereka pun pulang ke rumah Arya di perumahan X