Pembantu Ku Kekasih Ku

Pembantu Ku Kekasih Ku
kelahiran baby twin


__ADS_3

setelah memeriksa Kania dokter Tarissa pun keluar ruangan untuk menemui keluarga Wiguna, Arya yang mendengar pintu terbuka pun lantas langsung menghampiri dokter Tarissa


"bagai mana dok ke adaan istri dan anak saya" tanya Arya yang mulai panik


"begini tuan nona Kania mengalami kontraksi dan harus segera di tindak lanjuti"


"tapi dok bukan kah masih ada waktu 10 hari lagi untuk sampai masa hpl" tanya Arya


"itu benar tuan, tetapi karna nona Kania mengandung anak kembar itu bisa saja menjadi lebih cepat proses kontraksi nya," jawab dokter Tarissa


"jadi kita harus cepat-cepat melakukan tindakan untuk operasi cesar, karna ini demi keselamatan istri dan kedua anak tuan" sambung dokter Tarissa


"baik lah dok lakukan yang terbaik untuk istri dan anak saya" ucap Arya pada akhirnya


dokter pun langsung meminta suster dan perawat untuk memindahkan Kania ke ruang operasi.


"sabar sayang kita berdo'a semoga Kania dan kedua baby twin baik-baik saja" ibu Ratna memeluk putra nya itu


lalu tak berapa lama para suster dan perawat mendorong brankar menuju ruang operasi, karna demi ke amanan Arya tak di izin kan untuk masuk demi keselamatan Kania dan bayi nya mengetahui Arya yang emosional nya kadang tak stabil.





setengah jam Arya menunggu di luar ruang operasi dengan cemas ia mondar mandir dan kadang duduk, membuat tuan Adijaya yang melihat itu pusing sendiri


"Arya...duduklah tenang nak papa yang melihat mu menjadi pusing sendiri, lebih baik berdo'alah demi keselamatan anak dan istri mu" ucap tuan Adijaya


"iya sayang berdo'alah demi keselamatan anak dan istri mu" ibu Ratna ikut mengingatkan anaknya itu


"tapi ini sudah setengah jam dan belum ada tanda-tanda operasi selesai dan tak terdengar suara bayi menangis ma pa" ucap Arya yang sudah tak karuan itu


"iya papa tahu kamu khawatir papa juga pernah mengalami itu saat mama mu melahirkan kalian, tapi lebih baik kita berdo'a demi keselamatan anak dan istrimu Arya" tuan Adijaya mengelus punggung Arya yang duduk di samping nya


"iya Arya sebaik nya kita berdo'a untuk keselamatan mereka" Berlian ikut menimpali meski pun sebenarnya ia juga takut dan khawatir namun ia berusaha untuk tenang


Arya tak menjawab ia hanya menunduk dan menitikan air mata "Ya Allah selamatkan lah kedua anak ku dan juga istri ku, aku tak sanggup jika harus kehilangan mereka " do'a Arya dalam hati


tak berapa lama lampu ruang opresai pun sudah berganti tanda operasi sudah usai dan berbarengan dengan itu pun terdengar suara tangisan bayi.


Arya pun mengangkat kepala nya dan ia menatap kedua orang tuanya dengan tak percaya ia mendengar suara tangisan ke dua anak nya, itu berarti ia kini menjadi seorang Ayah


"mama....papa" Arya menatap kedua orang tuanya dengan tangis haru nya Arya tak bisa membendung air mata bahagia nya


"iya sayang kamu sudah menjadi seorang ayah sekarang, selamat nak" ibu Ratna memeluk anak nya itu dengan tangis haru anak lelaki nya yang dulu ia timang-timang dengan kasih sayang kini sudah menjadi seorang ayah


"selamat nak, jadilah ayah yang baik untuk anak-anak mu didik mereka dengan baik, didik mereka dengan agama agar selalu dekat dengan tuhannya" tuan Adijaya memeluk Arya dan memberikan nasihat


pintu ruang operasi pun tebuka terlihat dua suster keluar dengan dua bayi di dalam inkubator dan membawa nya ke ruangan khusus bayi. Arya yang melihat kedua bayi nya itu pun tersenyum karna kedua anak nya telah lahir, namun ia masih sedikit cemas dengan keadaan istrinya


lalu Arya melihat dokter Tarissa pun keluar dari ruangan


"dok bagai mana dengan ke adaan istri saya" tanya Arya yang khawatir

__ADS_1


"tadi nona Kania sempat tegang dan membuat tekanan darah nya tinggi namun kami berusaha menenagkan nya agar tekanan darahnya normal kembali, itu mengapa operasi berjalan lumayan lama. sekarang ke adaan nona Kania baik setelah melewati operasi cesar yang cukup lama dan sebentar lagi akan di pindahkan ke ruang rawat " ucap dokter Tarissa menjelaskan


"Alhamdulillah Ya Allah....terima kasih dok" ucap Arya berterima kasih


"terimakasih Tarissa, kau memang dapat di andal kan" tuan Adijaya memuji kinerja Tarissa


"sama-sama tuan, kalau begitu saya permisi" dokter Tarissa berpamitan yang di angguki oleh tuan Adijaya




Kania sudah di pindah kan ke ruang rawat terlihat wajah nya yang pucat dan kelelahan, ia masih tertidur karna setelah persalinan tadi Kania sudah sempat bangun namun karna ke adaannya yang lemah Tarissa menyuruh Kania untuk istirahat dan ia memberikan obat penenang pada infusnya.


"sayang terimakasih karna kamu sudah maungandung anak-anak kita, meski nyawa taruhannya aku janji akan memperlakukan mu dengan baik menyayangi mu dan menemani mu hingga akhir hayat ku, terimakasih untuk semuanya sayang" Arya mencium tangan Kania dan ia pun mencium kening istrinya itu


"permisi tuan muda, " ucap suster yang masuk ke ruangan rawat Kania


"ya...ada apa" tanya Arya yang tak mengalihkan pandangannya


" bayi anda sudah siap untuk di azani, sekarang anda bisa mengazani bayi anda tuan" ucap suster itu


Arya tampak bahagia ia pun pamit pada istrinya untuk mengazani anak mereka


"sayang aku tinggal sebentar ya untuk mengazani anak kita dulu" Arya pun berjalan keluar meninggalkan Kania


ia masuk ke ruangan bayi dan melihat kedua bayi mungil nya yang sangat lucu, Arya pun mengumandangkan Azan dan di akhiri iqamah. setelah puas melihat bayi nya ia pun keluar dari ruangan bayi dan masuk ke dalam ruang rawat Kania


yang ternyata sudah ada kedua orang tuanya di sana karna tadi mereka pulang terlebih dahulu untuk mengantarkan Berlian pulang karna tak ingin terjadi apa-apa pada Berlian dan bayi nya nanti jika terlalu kecapean, kebetulan hari ini Ardi sudah pulang ke rumah jadi Berlian tak merasa sendiri


"dari mana nak" tanya ibu Ratna


"beristirahat lah dulu Ary, ini mama memawakan pakaian ganti mu"ibu Ratna menyerahkan paperbag berisi pakaian ganti untuk Arya


"makasih ma, Arya mandi dulu kalau gitu..." Arya pun menuju kamar mandi yang berada di runagn itu


setelah selesai Arya kembali duduk bersama, namun kini tuan Adijaya tak ada di runagan itu


"papa kemana ma" tanya Arya yang celingukan mencari keberadaan papanya


"papa mu harus ke kantor sayang, tadi tiba-tiba ada telfon dari kantor yang meminta papa mu untuk datang ke kantor karna ada tamu yang datang mendadak" ucap ibu Ratna sembari menbuka paperbag dan mengeluarkan rantang berisi makanan


"makan lah dulu nak, ini mama bawakan dari rumah karna pasti kamu belum makan" ibu Ratna memberikan piring yang sudah berisi nasi dan lauk ke pada Arya


"makasih ma...." Arya menerima dan menyuapkan ke dalam mulutnya karna memang ia sudah sangat lapar sejak tadi




tiga hari Kania berada di rumah sakit dan kini ia sudah bugar kembali, dan dua baby twin pun sudah tak di inkubator lagi. hari ini adalah hari kepulangan mereka ke rumah utama untuk sementara karna ke adaan Kania yang luka operasi nya belum sembuh jadi harus ada yang membantu nya.


Kania dan Arya menurut saja mereka pulang ke rumah utama .


"Arya kamu beri nama siapa kedua bayi mu" tanya tuan Adijaya

__ADS_1


"aku akan kasih nama untuk baby boy ARKANA RADITYA SASTRA WIGUNA, dan untuk baby girl aku beri nama ARSYANA PUTRI SASTRA WIGUNA, untuk baby boy kita akan memanggik nya Arkan dan baby girl kita panggil Arsy" ucap Arya memberitahu nama anak nya


"nama yang sangat bagus nak, hallo baby Arkan dan Arsy"ucap ibu Ratna pada ke dua bayi itu yang berada di boks bayi


tuan Adijaya pun setuju dengan nama itu ia begitu bahagia mendapatkan cucu yang sangat cantik dan tampan jadi di masa tuanya ia bisa menikmati menjadi seorang kakek


"papa setuju dengan nama itu, sungguh indah" ucap tuan Adijaya lalu mengampiri kedua cucu nya di dalam boks bayi


"apakah kamu suka sayang dengan nama itu" tanya Arya


"aku suka mas, sangat suka nama itu sangat indah "jawab Kania bahagia


mereka pun pulang ke rumah utama dengan suasana yang berbeda, kepulangan mereka di sambut bahagia para pelayan terlihat dari depan pagar rumah hingga masuk ke dalam banyak karangan bunga yang memberikan ucapan selamat kepada Arya dan keluarga wiguna atas ke hadiran baby twin di keluarga winguna.


Berlian dan Ardi menyambut ke datangan mereka dengan bahagia.





waktu berlalu begitu cepat baby twins kini sudah besar dan sudah masuk kelas 1 SD. hari ini ada lah hari pertama mereka masuk sekolah


Kania tengah sibuk menyiapkan pakaian kedua anak nya itu dan memakaikan anak-anak nya seragam sekolah meski ada baby siter tetapi Kania tidak selalu bertumpu pada baby siter bahkan ia lebih memilih terjun langsung untuk merawat kedua anaknya bagi Kania baby siter hanya lah untuk membantu meringankan saja


"sayang...apa kah anak-anak sudah siap" Arya masuk ke kamar kedua anak nya


"sudah dong daddy..." Kania tersenyum ke arah suaminya


"wah ...anak-anak daddy sudah tampan dan cantik" Arya menghampiri ke dua anaknya dan mencium anak nya secara bergantian


"iya dong daddy kan momy yang bantu dandanin" ucap Arsy


"iya dad, momy memanh yabg terbaik" Arkan ikut memuji momy nya dan mereka memeluk mommy nya


"loh kok daddy nggak di peluk juga" Arya pura-pura ngambek


membuat ke dua anak nya itu tertawa cekikikan lalu beralih memeluk Arya


Kania yang melihat itu sangat bahagia karna perlakuan Arya pada anak nya, terlebih lagi perlakuan Arya terhadap dirinya tak berubah hingga sekarang mereka punya anak Arya tetap perhatian paada Kania, ia selalu mencurahkan kasih sayang nya membuat Kania merasa bahagia


"ya sudah kalian turun duluan ya tunggu daddy sama mommy di bawah" ucap Arya pada kedua anak nya


Arkan dan Arsy pun menurut lalu turun ke bawah terlebih dahulu, di kamr itu tinggal hanya Arya dan kania saja


Arya memeluk Kania mencurahkan segala cinta nya pada Kania, ia pun mencium istrinya itu


"terima kasih sayang sudah menjadi istri ku dan menjadi ibu dari anak-anak kita, aku sangat mencintai mu aku tak akan sanggup jika hidup tanpa diri mu" ucap Arya menatap istrinya itu dengan penuh kasih sayang


Kania tersenyum lalu menjawab" aku juga terimakasih sama kamu mas sudah menjadi suami yang baik, menyayangi ku dan selalu mengerti aku meski kita sudah mempunyai anak kamu gak berubah dengan perlakuan mu pada ku, aku sangay berterima kasih karna kamu sudah mau memilih ku untuk menjadi istri dan ibu dari anak-anak kita" Kania pun menatap manik mata Arya dengan senyuman bahagia di bibirnya


mereka pun berpelukan kembali untuk menyalurkan segala perasaan cinta yang mereka rasakan.


bahagia sesungguhnya adalah ketika kita menemukan pasangan yang mengerti kita,mencintai dan menyayangi kita dengan tulus, menerima kita apa adanya tanpa menuntut harus sempurna kita cukup melengkapi kelebihan dan kekurang dari pasangan kita itu akan membuat kebahagiaan yang kita cari selama ini bersama pasangan.

__ADS_1


cari lah pasangan yang baik agamanya dan perilaku nya, pelajari sifat nya agar kita mudah menyeimbanginya dan memahami nya apa yang di mau, apa yang ia suka dan tidak ia suka.


TAMAT


__ADS_2