Pembantu Ku Kekasih Ku

Pembantu Ku Kekasih Ku
mempersiapkan lamaran


__ADS_3

hari ini Arya berniat untuk mengajak Kania untuk viting baju ke butik keluarga Adijaya. dan mengajak Kania untuk mendatangi MUA yang terbaik serta mencari cincin untuk acara lamaran nanti


" ya udah ma, pa aku sama Kania mau pergi dulu ke butik kita dan sekalian cari cincin" Arya meminta izin pada kedua orang tua nya


" ya sudah kalian hati-hati di jalan ya" nasehat ibu Ratna


" ya udah, ayok sayang kita berangkat" ajak Arya pada Kania yang langsung menggenggam tangan Kania


" ma, pa kita berangkat dulu ya" tutur Kania yang mendapat anggukan dari kedua orang tuanya


"gandeng aja teross...masih anget-anget nya ya begitu serasa dunia milik berdua" sindir Berlian pada Arya


"biarin..!! sirik aja loe makanya buruan sana cari cogan udah tua juga masih jomblo bae" Arya balik mencibir Berlian


" suek loe...awas aja tar kalo gue udah dapat cowok gue balas loe" Berlian melempar bantal sofa ke arah Arya karna merasa kesal dengan adik tak punya akhlak seperti Arya


"buktiin jangan cuma ngomong doang,,, udah ah bay" Arya lantas langsung berjalan pergi meninggalkan kakanya yang masih mengomel dan merasa kesal


sesampainya di halaman rumah Arya dan kania pun masuk ke dalam mobil yang sudah di keluarkan oleh supir pribadi tuan Adijaya. Arya pun langsung menjalan kan mobil sport nya meninggalkan rumah utama


selama di perjalanan kedua nya tampak bahagia dan bertukar cerita untuk mengisi ke kosongan agar tak jenuh karna jalanan yang macet.


" kamu seneng nggak yank...sebentar lagi kita akan menikah dan sah menjadi pasangan suami istri" tanya Arya pada Kania


" aku seneng banget dan nggak pernah menyangka akan menikah secepat ini terutama menikah sama kamu" Kania memandang wajah Arya yang juga menatap wajahnya karna keadaan macet jadi Arya tidak terlalu fokus dengan jalan


" semoga kita bisa bahagia terus ya tanpa ada yang mengganggu hubungan kita" harap Arya dan menggenggam erat jemari Kania


"Aamiin....aku juga berharap begitu" Kania menjawab dengan tersenyum


sontak Arya mencubit lembut pipi Kania yang membuat empunya terjejut "Aww..Ayankk sakit tau" Kania bersikap manja pada Arya


"habis kamu gemesin kalo senyum begitu" Arya mengelus pipi Kania dengan lembut penuh kasih sayang.


tanpa mereka sadari sejak tadi ada sepasang mata yang menatap tak suka ke arah mereka, dengan penuh kebencian

__ADS_1


"och iya yank ..kita harus kasih tau Rere, yoga sama Baim soal acara lamaran masa sahabat kita nggak d kabarin" tutur Kania setelah ia teringat akan ketiga sahabat semasa sekolahnya


" iya aku hampir lupa yank kalo aku punya sahabat tengik kaya mereka" Arya menepok jidat nya tatkala mengingat ke dua sahabat tengik nya


" kamu sama sahabat sendiri lupa" gerutu Kania


" hee...ya maaf kan sekarang aku fokus nya sama kamu aja, lagian si Yoga kan sekarang di Amerika dia lanjut kuliah di sana sambil ngelola perusahaan papa nya yang ada di sana" jawab Arya


"ya tapi kan harus di kasih tahu lah yank" ucap Kania sembari memainkan hp nya untuk mengirimkan pesan chat di grup yang berisikan hanya mereka berlima


"ya udah kamu kasih tahu mereka" ucap Arya yang kini fokus menyetir karna sudah lewat dari kemacetan


"ini aku lagi chat di grup, cuma belum ada yang baca mungkin masih sibuk" jawab Kania lalu ia meletakan hp miliknya di tas kembali


☆☆☆☆☆☆☆


satu jam akhirnya mereka pun sampai du boutik RAwigunA, yang mana butik itu adalah milik ibu Ratna. mereka pun turun dari mobil dan masuk ke dalam butik itu dan langsung di sambut oleh para karyawan yang berjaga. dan tak lama asisten ibu Ratna pun ikut menyambut kedatangan anak dari bos nya itu


"selamat siang Tuan Arya, ada yang bisa saya bantu" tanya asisyen ibu Ratna yang bername tag Fatia


"saya mau mencari gaun yang terbaik untuk acara pertunangan saya dengan kekasih saya Kania ini" tutur Arya dengan nada yang terlihat berwibawa membuat Kania yang melihat sisi lain Arya menjadi terheran-heran dan merasa takjub karna Arya jika di luar sangat berwibawa apa lagi di hadapan para karyawan ibu Ratna


Arya hanya mengikuti di samping Kania dengan tetap menggenggam jemari Kania, terlihat Kania begitu takjub melihat gaun-gaun indah yang terpajang di patung-patung manekin yang berada di butik itu


"nah ini nona ada lima gaun yang sangat cocok untuk nona, silahkan nona pilih saja sesuai dengan pilihan nona" ibu Fatia pun memberikan lima gaun cantik pada Kania


terlihat Kania tengah memilih gaun-gaun itu, dan pada akhirnya Kania pun menjatuhkan pilihannya pada gaun yang menurut nya sangat indah



"bu..saya pilih gaun yang ini saja" ucap Kania


"wah..gaun ini sangat cocok jika di kenangan nona, mari kita ke dalam untuk mencoba nya" ajak ibu Fatia dan Kania pun mengikuti ibu Fatia di belakang nya dan mereka pun masuk ke dalam ruang ganti beberapa saat kemudian Kania keluar dari ruang ganti bersama ibi Fatia Arya yang tadi sibuk dengan hp nya untuk membalas pesan dari manajer cafe dan restoran nya pun lantas teralihkan dan menatap ke arah Kania


"bagai mana tuan, nona cantik sekali kan cocok mengenakan gaun ini" ucap ibu Fatia memuji kecantikan Kania

__ADS_1


kania yang melihat Arya terbengong pun merasa heran


"yank....kamu nggak suka ya aku pake gaun ini" tanya Kania yang membuat Arya seketika tersadar dari ketakjuban nya


"nggak bukan begitu kamu sangat cantik, calon istri ku sangat cantik" Arya menghampiri Kania dan menatap nya dari dekat


"ah kamu bisa aja..." Kania terlihat malu-malu


"beneran sayank kamu cantik" puji Arya


"nah untuk tuan ini pakaian dan jas yang senada dengan warn gaun nona Kania" Ibu Fatia memberikan pakaian yang berwarna senada dengan Kania


lantas Arya pun menerima dan masuk ke dalam ruang ganti untuk memakai nya, setelah beberapa menkt Arya keluar dengan mengenakan pakaiannya dan mereka pun di arah kan ke tempat pemotretan untuk berfoto.


setelah fiting baju selesai mereka pun lantas mencari cincin karna untuk MUA sudah Arya serahkan pada ibu Fatia selaku pasisten ibu Ratna untuk membereskan semuanya, kini Arya dan Kania pun sudah sampai di mall mereka pun masuk dan menuju toko perhiasan.


seorang karyawan toko pun menghampiri mereka


"ada yang bisa saya bantu tuan" tanya pelayan itu


"saya mau mencari cincin untuk acara lamaran tapi saya minta yang terbaik" tutur Arya


"baik tuan sebentar saya ambilkan" jawab pelayan itu sopan



"ini tuan cincin nya, cincin ini satu-satu nya di toko kami yang terbaru" jelas pelayan toko


"coba kamu pakai yank" Arya mengambil cicin itu dan menyematkan di jari manis Kania


"bagus, tapi apa nggak terlalu mahal yank" tutur Kania tak enak


"udah harga segitu nggak seberapa buat aku yang penting cocok untuk kamu dan kamu seneng" jawab Arya santai dan Kania melepaskan cincin nya


"saya ambil yang ini mba " tutur Arya pada pelayan

__ADS_1


"baik tuan " pelayan itu pun mengemas perhiasan itu pada kotak perhiasan dan Arya pun meengeluarkan kartu back kard milik nya untuk membayar


setelah membayar mereka pun memutuskan ke restoran yang berada di hotel untuk mengisi perut mereka yang sudah mulai keroncongan minta di isi.


__ADS_2