Pembantu Ku Kekasih Ku

Pembantu Ku Kekasih Ku
kepindahan Kania dan Arya


__ADS_3

setelah pernikahan Berlian usai kini Kania tengah memasukan pakaian miliknya dan juga Arya ke dalam koper karna hari ini mereka akan pindah ke rumah baru.


ibu Ratna masuk ke kamar anak nya itu yang terlihat tengah sibuk membereskan barang aps saja yang akan di bawa dan di tinggal


"masih sibuk sayang" tanya ibu Ratna lalu duduk di tepi ranjang


" ini sudah selesai ma" jawab Kania tersenyum melihat ke arah mertuanya itu lalu menaruh koper di ujung dekat sofa


ia pun menghampiri ibu mertuanya itu lalu duduk di samping ibu Ratna


"ma maaf ya kalau kania harus pindah dari rumah ini, bukan kania nggak suka dan nggak mau tinggal bareng mama, papa sama kak Berlian tapi kania juga pengen hidup mandiri sama mas Arya. Kania juga pengen ngerasain gimana nikmatnya tinggal berdua dengan suami" tutur Kania menjelaskan alasannya meski sang mertua pun pasti tau dan mengerti. tetapi ada rasa tak enak jika Kania tak menjelaskan alasan apa pun


"iya mama faham kok, kamu jangan merasa tak enak seperti itu mama menegerti maksud kalian lagi pula sayang kan kalau rumah pemberian papa tidak di tempatin dan hanya menjadi bangunan tak terpakai kalau pun di sewakan sayang karna pasti papa membelikan rumah itu dengan maksud papa agar kalian nyaman apa lagi sanpai desainnya sedetail itu dan kalian yang baru pertama melihatnya pun langsung menyukai dan merasa cocok" tutur ibu Ratna mengerti akan maksud anaknya


"terima kasih ma sudah mengerti " jawab kania dengan memeluk ibu mertuanya itu dengan manja


ibu Ratna pun tersenyum dengan sikap manja menantunya itu ia pun mengelus rambut Kania dengan lembut. mengingatkan nya akan masa kecil anak-anaknya sewaktu dulu ,ibu Ratna sering mengajak Kania ke rumah utama meskipun Kania kecil hanya lsh seorang anak pembantu rumah tangga nya tetapi ibu Ratna sangat menyayanginya.


meski pun terkadang si mbok panggilan ibu Kania sering tak membolehkan karna tak enak jika anaknya sering-sering ke rumah utama. karna pak bowo di buatkan rumah kecil di belakang rumah utama untuk memudahkan agar tak harus pulang pergi, hanya keluarga pak Bowo saja yang di istimewakan dengan di berikan fasilitas rumah di belakang rumah utama


sedangkan pelayan yang lain menempati kamar-kamar yang berada di rumah utama karba memiliki tugas yabg berbeda.


"kamu masih nggak berubah Nak masih sama kaya Kania kecil mama dulu" ucap ibu Ratna menangkup wajah Kania dengan kedua tangannya


" memang Kania selalu begini ya ma" tanya Kania merasa penasaran karna ingatan nya belum 100% pulih


"iya sayang bahkan kamu senang kalau mams manjain seperti ini" jawab ibu Ratna denangan tersenyum dan mata yabg berkaca-kaca


"mama kenapa nangis, maafin Kania karna kania belum bisa ingat semuanya ma" jawab Kania dengan menundukan kepala nya merasa bersalah

__ADS_1


"nggak mama itu bahagia meski pun kamu hilang ingatan tapi sifat manja itu masih ada melekat pada diri mu" ibu Ratna tersenyum dan menghapus air matanya


"terima kasih ma sudah menyayangi Kania" ia pun memeluk kembali ibu Ratna dengan menangis haru


karna yang awalnya ia merasa sendiri setelah kepergian kedua orang tuanya namun Allah maha menyayangi hambanya itu yang di rasakan Kania kini .karna merasa hidupnya kini lebih berarti dengan hadirnya orang- orang yang menyayanginya dengan tulus


kania pun melepas pelukannya dan menghapus air mata nya, lalu tersenyum bahagia. ibu Ratna pun tersenyum melihat anak menantunya itu.


" loh mama di sini" tiba- tiba Arya masuk ke kamar


" mas udah pulang" tanya Kania yang menghampiri Arya dan mencium tangannya Arya pun membalas dengan mencium kening istrinya itu


tak ada rasa malau karna itu sudah menjadi rutinitas Arya pada istrinya mencurahkan kasih sayang nya.


" iya hari ini mas sengaja pulang awal karna kita akan pindah ke rumah baru hari ini kan" jawab Arya sembari mengelus kepala Kania lalu berjalan menuju ibu Ratna dan mencium tangannya


" ya sudah kalau begitu kita makan dulu ya, mumpung papa juga di rumah hari ini kan nanti malam dan seterus nya kita pasti akan jarang makan bersama lagi" ucap ibu Ratna yang kemudian bangkit dari duduknya


mereka pun turun ke bawah dan makan siang bersama di meja makan tampak lengkap ada ibu Ratna dan tuan Adijaya, Berlian dan suaminya Ardi, di lengkapi oleh Arya dan Kania.


mereka makan dengan tenang tanpa suara hanya bunyi dentingan suara sendok yang beradu. setelah makan siang selesai baru lah mereka bercengkrama di meja makan


"jadi Arya hari ini kamu akan pindah ke rumah itu" tanya tuan Adijaya


" iya pa, habis ini kami akan pindah" jawab Arya dengan senyum mengembang


" ya sudah jika itu keputusan mu, papa harap kalian akan tetap harmonis meski sudah tinggal sendiri" nasihat tuan Adijaya


"pasti pa, do'akan yang terbaik siapa tau dengan pindah nya kami di rumah baru papa dan mama akan segera di karuniai cucu" ucap Arya yang asal nyeplos itu meskipun sebenarnya ada do'a di balik ucapannya

__ADS_1


hingga membuat kania merasa kikuk sendiri namun di luar dugaannya mereka semua mengaminkan ucapan Arya barusan


"Aamiin " jawab serentak yang berada di meja makan itu kemudian mereka pun tertawa


"semoga ucapan mu itu menjadi do'a yang di kabulkan Allah Ar" ucap Ardi sang kakak ipar


"iya mas semoga, karna kita hanya bisa berdo'a dan berencana saja selebihnya biar Allah yang atur" jawab Arya dengan bijak membuat Kania merasa tersanjung dengan ucapan itu


" ya sudah kita akan antar kalian pindah ke rumah baru sekalian kakak pengen tahu seperti apa rumah baru kalian" tutur Berlian bersemangat


" baik lah...pak jo tolong bawakan barang-barang saya ysng berada di kamar dan masukan ke bagasi" tutur Arya meminta supir pribadi keluarga wiguna untuk membawakan koper nya


"baik tuan muda" jawab pak paijo


mereka yang berada di ruang makan pun mulai bersiap dan menuju mobil masing-masing. setelah pak paijo memasukan semua barang ke dalam bagasi mobil mereka pun mulai melajukan mobilnya masing- masing keluar dari rumah utama Wiguna dan menuju ke kediaman baru Arya dan Kania


Arya dan Kania tampak bahagia mereka akan memulai ke hidupan baru dengan tinggal di rumah baru, sebenarnya Arya sudah merencanakan ini sejak lama bahkan ia sudah merencanakan membeli rumah baru untuk mereka tinggal tetapi karna waktu nya sangat sibuk sehingga ia belum sempat untuk meminta asustennya mencari rumah yang cocok


hingga akhirnya tuan Adijaya yang terlebih dahulu membelikan rumah itu. sebenarnya bukan Arya tak sanggup membeli rumah lagi hanya yang ada di fikirannya sayang jika rumah pemberian papanya tak di tempati karna itu adalah hadiah pernikahan mereka.


**♤♤♤♤♤♤


Assalamualaikum...


hai maaf ya kalau sekarang lambat up nya karna Author lagi sibuk ngurusin bocil yang lagi sakit. dan maaf juka kalu banyak typo di setiap kata maklum lah jari jempol nya lebih besar dari keyboardnya hihihi... jika ada kesalah mohon di koreksi iya terimakasih


salam sayang dari Author ...selamat menunikan ibadah puasa ya untuk kita semua semoga tetap semangat


minal Aidzin walfaidzin mohon maaf jika Author ada salah dan khilaf

__ADS_1


saya Rahmawati sekeluarga mengucapkan Minal Aidzin Walfaidzin 🤗🤗**


__ADS_2