Pembantu Ku Kekasih Ku

Pembantu Ku Kekasih Ku
Cantik


__ADS_3

dua bulan lama nya sudah kania bersama dengan keluarga wiguna meski sekarang ia tak bekerja menjadi asisten Arya lagi, karna sekarang Kania sudah d anggap sebagai keluarga oleh tuan Adijaya dan ibu Ratna meski memang sedari awal mereka sudah menganggap keluarga tetapi tuan Adijaya sengaja memberikan pekerjaan agar Kania mau tinggal di rumah tuan Adijaya karna sifat Kania yang lumayan keras dan tak mudah untuk menerima begitu saja tanpa bekerja.


walau begitu Kania tidak serta merta seenak nya saja ia malah meminta untuk bekerja saja di rumah itu untuk membantu para pelayan untuk beberes karna Kania tak ingin hanya berpangku tangan karna ia tak enak dengan Arya selalu di bilang hanya numpang hidup


ya selama dua bulan ini Arya masih bersikap cuek dengan Kania karna bagi Arya, kania hanyalah cewek biasa saja yang tak perlu di istimewakan meski papa dan mama nya menganggap kania sebagai keluarga


☆☆☆☆☆☆☆☆


kini jam sudah menunjukan pukul 5 pagi Kania sudah bangun dari tidurnya, seperti biasa sebelum ia mandi dan beraiap untuk ke sekolah Kania terlebih dahulu membantu para pelayan untuk memasak dan menyajikan makanan.


kini Kania tengah berkutat di dapur bersama dua pelayan, ia dengan serius membantu memasak menyiapkan bahan makanan, mencuci piring dan terakhir menyajikan makanan di atas meja karna tugas Kania hanya itu untuk membersihkan dapur kedua pelayan itu lah yang membersihkan.


" Bi Ina, Bi nani aku duluan ya, maaf tidak bisa bantu untuk membersihkan dapur" tutur Kania sopan


" tidak apa non lagi pula sebetulnya non Kania kan tidak perlu membantu tugas kami" jawab bi Ina.


" iya non justru kami yang harus nya berterima kasih" sambung bi Nani


" ah kalian ini, lagian kan aku enggak enak bi kalo di rumah cuma numpang hidup aja, ya udah bi aku ke atas dulu ya"


" iya non"


Kania pun meninggalkan dapur dan menuju lantai tiga di mana kamarnya berada yang bersebelahan dengan kamar Arya, di atas memang hanya ada dua kamar, satu ruang gim, satu ruang kerja milik Arya .mengapa Arya memilih lantai tiga karna ia merasa bebas sendirian di kamar itu namun kini Arya tak merasakan ketenangan lagi semenjak Kania tidur di kamar atas berdekatan dengan kamarnya, Kania sebenarnya sedari awal tak ingin tidur di kamar atas ia lebih memilih di kamar pembantu saja tetapi tidak di bolehkan oleh tuan Adijaya dan ibu Ratna.


tidur di kamar tamu pun tak mungkin karna Karna Kania bukan tamu di rumah itu atas paksaan dari tuan Adijaya dan ibu Ratna akhirnya Kania pasrah di tempatkan di kamar atas.


sedangkan untuk lantai dua ada empat kamar yakni kamar Berlian mengapa Berlian memilih kamar di lantai dua karna ia males untuk turun naik dari lantai tiga karna baginya sangat melelahkan meski ada lift , kamar kedua orang tua Arya, dan satu kamar lagi di gunakan untuk ruang kerja tuan Adijaya, dan satu lagi di gunakan untuk ruang kerja Berlian karna kini Berlian sudah menetap lagi di indonesia setelah kepulangannya dari london untuk menuntut ilmu, bahkan kini Berlian sudah bekerja di cabang perusahaan Adijaya untuk membantu sang papa. meski begitu Berlian memiliki usaha lain yakni butik yang lumayan besar di kota X.


☆☆☆☆☆


kini Kania sudah selesai mandi dan sudah mengganti pakaian nya dengan seragam putih abu-abu nya.dengan riasan tipis-tipis saja sudah membuat kecantikan di wajahnya terpancar, dengan rambut di ikat ke atas dan kepala yang di hiasi bandana berwarna pink membuat kecantikannya bertambah dan terlihat sangat manis,


" hahhh...udah selesai tinggal turun ke bawah, " gumannya lantas kania melihat jam di pergelangan tangannya yang baru menunjukan pukul 6:20


" pasti si Arya belum bangun, huh ngeselin banget harus bangunin tu orang tiap pagi karna yang deket sama kamarnya cuma gue doang" keluh Kania


Kania pun lantas menuju kamar Arya yang memang tak permah di kunci itu, Kania pun langsung masuk ke dalam kamar dan benar saja ia masih melihat Arya terbaring dan bergumul dengan selimutnya itu

__ADS_1


"ck ini orang kalo kagak di bangunin bakal bangun tengah hari kali yak" gerutu Kania lalu ia pun membuka gorden jendela membiarkan cahaya matahari masuk ke dalam lalu Kania pun lansung membuka selimut yang menutupi tubuh Arya


"woy bangun, udah siang ini" Kania menggoyangkan tubuh Arya dan Arya pun menggeliat tetapi masih enggan untuk membuka matanya


" apa sih ganggu orang tidur aja"


" bangun udah siang ini elo emang kagak sekolah"


" tar deh lima menit lagi"


" enggak ada tar-taran ayok bangun sekarang" kania menarik kedua tangan Arya agar ia cepet bangun


"males tau"


tetapi Kania tidak patah semangat ia tetap menarik tubuh Arya, tetapi karna tenaganya kalah kuat dengan Arya maka Kania pun malah terbawa tubuh Arya dan jatuh di atas tubuh Arya, sekejap Kania terdiam begitupun dengan Arya mereka saling pandang.


"*cantik juga dia kalo di liat-liat dari dekat" gumam Arya dalam hati


" duh jantung gue kenapa jedug-jedug begini kaya yang habis lari maraton aja" ucap Kania dalam hati*


sesaat mereka melupakan sesuatu karna keduanya masih saling diam dalam posisi yang sama dengan fikiran masing-masing sampai ada seseorang yang yang mengagetkan keduanya hingga tersadar


sampai keduanya pun menengok ke arah sumber suara sampai terlihat di sana sudah ada sosok cantik tengah berdiri dengan melingkarkan tangannya di dada sembari tersenyum


"kak Berlian" jawab mereka berdua serempak


"eh sorry" ucap Kania yang sudah tersadar dan bangun dari atas tubuh Arya


" elo apa-apaan sih peluk-peluk gue segala" gerutu Arya


" gue nggak sengaja, lagian elo di bangunin susah amat" elak Kania membela diri karna tak ingin di salahkan


" udah-udah ini tu udah jam berapa malah berantem, kamu Arya cepet sana mandi nanti Kania bisa telat kalo kamu telat mandi nya" Berlian menengahi perdebatan itu


" kakak kok sekarang lebih suka bela cewek rese ini sih di banding adek sendiri" gerutu Arya


" karna elo adek yang susah di atur bangun siang melulu kalo belum di bangunin Kania enggak bangun- bangun, udah sana buru papa sama mama udah nunggu di bawah"

__ADS_1


" iya- iya...bawel" gerutu Arya lalu menuju kamar mandi


"Kania ayok kita turun"


" nanti kak mau siapin baju Arya dulu"


" elo masih aja perhatian sama tu bocah, ya udah kakak tunggu di bawah" tutur Berlian dan Kania pun mengangguk.


setelah semua beres kania pun keluar dari kamar Arya dan menuju ruang makan di mana semua keluarga susah menunggu.


"pagi om, tante" sapa Kania setelah sampai di meja makan.


"pagi Nia, di mana Arya" tanya mama Ratna


" masih di kamar tante, tadi masih mandi" jawab Kania


" och, ya sudah" tutur ibu Ratna


" Arya tu dari dulu begitu paling susah di bangunin tiap pagi karna begadang tiap malam cuma buat main game jadi kakak harap kamu maklum aja ya karna tiap hari harus kamu yang bangunin" ucap Berlian yang merasa kesal dengan adiknya


"iya enggak apa-apa kak" jawab Kania dengan tersenyum


tak berapa lama Arya pun turun dan menghampiri mereka yang berada di meja makan


" pagi semua, mah, pah" sapa Arya


" kamu tu Arya kebiasaan bangun harus di bangunkan Kania terus harusnya kamu tu malu sama Kania" tegur tuan Adijaya


" yah papa kan Arya juga enggak pengen di bangunin dia cuma dianya aja yang tiap pagi ke kamar aku ganggu orang aja" gerutu Arya membela diri tak ingin di salahkan


"Kania begitu itu demi kamu biar kamu enggak telat berangkat sekolah, ini bukannya terimakasih malah begitu"


" sudah-sudah enggak baik berdebat di depan makanan, lebih baik kita sarapan dulu nanti malah makin telat kalau berdebat terus" ibu Ratna melerai perdebatan mereka berdua


mereka makan dengan tenang tak ada lagi perdebatan yang berbuntut panjang, sampai mereka sudah selesai sarapan Arya dan Kania pun pamit untuk berangkat ke sekolah


"Arya berangkat dulu ma" Arya mencium tangan ibu Ratna dan mencium kedua pipi ibu Ratna dan menyusul mencium tangan tuan adijaya

__ADS_1


begitupun dengan Kania mencium tangan ibu Ratna dan tuan adijaya bergantian setelah itu mereka pun berangkat ke sekolah, begitupun dengan tuan Adijaya dan Berlian yang berangkat menuju kantor masing-masing.


__ADS_2