Pembantu Ku Kekasih Ku

Pembantu Ku Kekasih Ku
pertemuan Arya dan Tania


__ADS_3

tak terasa hari mulai menjelang sore saking asik nya mereka berlima bercengkarama dan bercanda mengobrolkan hal-hal yang nagalor ngidul. Baim, Rere dan Yoga pun akhirnya berpamitan untuk pulang karna hari sudah sore


"Arya, Kania gue balik dulu ya, soal nya tar malem gue di ajak ke acara nya nyokap bokap gue di hotel yang baru di resmiin tar malem" izin yoga pada Arya dan Kania


"wah bokap loe bikin hotel baru...selamat ya" Arya memberikan selamat dan menjabat tangan Yoga


"ya begitulah..." jawab Yoga dengan senyum nya


"ya udah gue sama Rere juga sekalian pamit pulang ya, " pamit Baim


"ya udah kalian hati-hati ya, sering-sering main ke sini ya terutama Rere gue kangen banget sama dia semenjak kita lulus gue nggak ada lagi temen ngobrol" tutur Kania


"gampang itu bisa di atur, ya udah kita balik dulu" akhirnya Baim Rere dan Yoga pun izin untuk pulang dan mereka di antar oleh Kania dan Arya sampai di pintu utama


setelah ketiga sahabat nya itu pulang Arya dan Kania pun masuk ke dalam rumah dan menuju kamar masing-masing karna hari sudah senja mereka akan membersihkan badan nya terlebih dahulu sebelum makan malam.


Arya kini tengah bersiap untuk menemui Tania untuk terakhir kali nya agar tak mengganggu ia dan Kania lagi. namun sebelum Arya pergi ia lebih dulu meminta seseorang untuk menyelidiki hotel tersebut karna Arya sangat mengenal siapa Tania dia akan melakukan hal yang nekat untuk mendapatkan apa yang di inginkan nya


setelah bersiap Arya pun turun ke bawah terlihat kamar Kania yang tertutup rapat. Arya tak mempedulikan nya dan langsung menuju lift dan turun ke bawah.


sesampai nya di lantai utama Arya pun berjalan hendak menuju pintu utama namun terhalang karna panggilan dari sang mama


"Arya kamu mau ke mana..ko rapi banget" tanya ibu Ratna


"mau ke luar dulu sebentar ma ada perlu" jawab Arya berbohong


"kamu nggak makan dulu, itu Kania sudah siapkan makan malam nya" tanya ibu Ratna


"nggak ma aku nanti makan di luar aja karna aku mau temuin orang penting" jawab Arya


"ya sudah kalau begitu, kamu keluar sendirian nggak ajak Kania" tanya ibu Ratna karna selama ini mereka selalu jalan bareng

__ADS_1


"biarin Kania istirahat ma...tiga hari lagi kan sudah acaranya kasian dia kalo sampe kelelahan....ya udah ya ma aku jalan dulu...Assalamualaikum" Arya langsung berlalu pergi sebelum ia mendengar pertanyaa - pertanyaan mama nya lagi


" dasar anak itu...." ibu Ratna menggeleng-gelengkan kepalanya


" kenapa ma" tanya Kania yang menghampiri


" nggak apa-apa, ya sudah ayo kita makan" ajak ibu Ratna


" terus Arya nya gimana kita nggak tunggu Arya dulu" tanya Kania


" itu tadi Arya keluar ada keperluan penting bilang nya" jawab ibu Ratna


"oh gitu ya sudah" Kania dan ibu Ratna pun makan malam bersama


♤♤♤♤♤♤♤


Arya sampai di hotel yang di tunjukan oleh Tania tadi di chat nya ia pun langsung masuk ke dalam dan menuju restoran yang ada di sana.


tiba-tiba seorang pelayan hotel menghampiri Arya


"iya" jawab nya singkat


"tuan sudah di tunggu ibu Ratna di ruangan VIP, mari saya antar" ucap pelayan itu


Arya tak menjawab dan mengikuti pelayan itu sampai lah mereka di ruang VIP yang berada di hotel itu


"silahkan tuan" pelayan itu membukakan pintu dan mempersilahkan Arya untuk masuk.


Arya pun masuk ke dalam dan melihat Tania tengah duduk di sofa dengan menggunakan gaun merah seksi tengah tersenyum ke arah nya


"akhirnya datang juga...aku fikir kamu tidak akan datang" ucaap Tania lalu ia berdiri dan hendak memeluk Arya namun Arya langsung mengelak

__ADS_1


"jangan sentuh aku jika kamu tidak ingin terjadi sesuatu pada mu" tutur Arya dingin


"oh...ok baik lah duduk dulu kalau begitu" Tania berusaha untuk menahan emosi nya agar tak membuat Arya menjadi tak nyaman


"kamu mau biacara apa aku tak punya waktu banyak jadi langsung saja, aku tak suka bertele-tele" tutur Arya dingin


"selow dong Arya...kita makan-makan dulu ya sebentar lagi pesanan nya datang" ucap Tania berusaha untuk membuat Arya lebih tenang


dan tak berapa lama pelayan hotel pun datang dan menyajikan makanan di atas meja, saat pelayan itu menata makanan tangannya terlihat memberikan secarik kertas pada Arya. lalu pelayan itu pun keluar meninggalkan keduanya


Arya yang tadi nya tak faham akhirnya ia pun faham bahwa pelayan itu adalah orang suruhannya yang tengah menyamar Arya pun membuaka secarik kertas itu di bawah meja nya


"tuan di salah satu minuman itu ada yang di berikan obat, tetapi saya sudah menukarnya dengan punya Tania jadi anda aman" isi kertas itu


Arya terlihat tersenyum miring mengetahui rencana licik Tania.


"ini minum dulu Ary, di sini makanan dan minumannya paling enak loh" rayu Tania


"baik lah" Arya berusaha menahan emosi nya dan mengikuti saja alur yang di buat Tania


terlihat Tania tersenyum penuh kemenangan "tinggal tunggu sebentar lagi kamu akan jatuh kembali ke dalam pelukan ku Ary, aku nggak akan lepasin kamu sampai kapan pun"


sampai beberapad menit makanan mereka pun habis dan minuman pun telah tandas Tania merasa heran mengapa Arya tak bereaksi apa-apa


"sekarang kamu mau bicara apa, kamu sudah janji tidak akan mengganggu ku lagi kan setelah aku bertemu kamu, sekarang katakan lah" tutur Arya


"aku...aku masih sayang sama kamu Ary aku nggak mau kehilangan kamu" Tania berdiri dan menghampiri Arya dan duduk di pangkuan Arya


"aku masih cinta sama kamu, aku mohon kamu kembalialah pada ku Ary" Tania mulai ngenggerayangi dada bidang Arya dan membuka kancing nya satu per satu Arya berusaha menahan emosi nya agar trauma nya tak kambuh


"ternyata itu reaksi obat yang kamu berikan kamu sengaja ingin menjebak ku Tania, tapi sayang aku tidak sebodoh itu" gumam Arya dalam hati

__ADS_1


Tania semakin liar dan menciumi dada Arya sementara Arya langsung memngetikan pesan kepada orang suruhannya untuk mengirimkan seseorang menggantikan dirinya.


saat Tania hendak mencium bibir Arya ia pun langsung memalingkan wajah nya dan Tania pun sudah tak sepenuh nya sadar pandangannya sudah buram dan orang yang di lihat di matanya hanya Arya. pada saat itu pun orang suruhannya masuk ke dalam dengan membawa seseorang Arya pun berdiri dan langsung meninggalkan tempat itu, meninggalkan Tania bersama pria lain karna jujur saja trauma nya sudah hampir meledak saat ini, ia pun langsung memesan kamar hotel hanya untuk membersihkan tubuh nya dan ia meminta orang suruhannya untuk mencarikan pakaian baru untuk nya karna ia akan membuang pakaian yang ia pakai tadi sungguh Arya merasa jijik melihat kelakuan Tania tadi.


__ADS_2