
setelah menyelesaikan pekerjaan nya Arya berjalan hendak menuju kamar nya, saat ia hendak membuka pintu kamarnya Arya berhenti di depan pintu kamarnya ia melihat ke pintu kamar Kania yang ter tutup rapat
" apakah dia sudah tidur" tanya nya pada diri sendiri
Arya pun lantas berjalan menuju kamar Kania Arya hendak mengetuk pintu kamar Kania namun ia urungkan dan hanya menatap pintu itu saja
" huhhh....mungkin dia sudah tidur" fikir Arya kemudian ia meninggalkan kamar kania dan masuk ke kamarnya sendiri
Arya pun membaringkan tubuhnya di ranjang untuk mengistirahatkan tubuhnya, tak berapa lama ia pun mulai terpejam menuju alam mimpinya.
di kamar Kania belum bisa memejamkan mata nya hingga pukul 1 malam fikiran nya masih menerawang kemana- mana.
"pak, bu kenapa kalian tinggalin Kania sendirian, sekarang aku harus apa . apakah aku harus menjauhi Arya tapi apakah aku bisa menjauhinya tapi jika aku tak menjauhi nya pasti Fara dan teman-teman nya akan berbuat lebih dari pada ini," gumam Kania
Kania pun mengambil hp nya yang berada di nakas lalu mengirimkan chat kepada Rere
@\*Kania:Re loe udah tidur belom"
@Rere: blum, kenapa Nia\*"
Kania tak langsung membalas chat dari Rere ia berfikir sejenak apakah ia harus menceritakan semua masalahnya pada Rere.
@*Rere: Kania loe udah tidur kah*" tanya Rere karna chat nya tak kunjung di balas padahal sudah di baca
@\*Kania: belum, besok tungguin gue di depan gerbang ya"
@Rere:och kirain kenapa, oke deh"
Kania tak membalas chat dari Rere setelah membaca pesan terakhir darinya, Kania pun memejamkan matanya karna sudah lumayan ngantuk, ia pun terlelap dalam tidrunya.
☆☆☆☆☆
di apartemen setelah Rere membalas chat dari Kania ia pun keluar dari kamarnya dan hendak ke dapur untuk mengambil minum karna tenggorokannya yang kering, Rere pun menuju kulkas untuk mengambil air minum dingin ia pun menuangkan air pada gelas dan meminumnya hingga tandas
__ADS_1
sejenak Rere duduk di kursi meja makan dan memikirkan sesuatu, ia teringat ayahnya bagai manakah kabar nya sekarang setelah kepergiannya dari rumah
"pak sedang apa bapak sekarang, apa bapak sudah makan" Rere memikirkan pak bagyo
"Rere kangen sama bapak, tapi Rere juga takut jika ketemu bapak apa salah Rere pak sampai bapak begini sama Rere kenapa bapak nyalahin Rere dengan kepergian mama bahkan Rere pun nggak tahu sosok mama seperti apa" Rere mulai menitikan air mata mengingat ia tak pernah sekali pun tahu wajah sang mama seperti apa karna ia tak pernah sama sekali melihat wajah nya jangan kan melihat nya bertemu pun belum pernah
Rere sejak bayi berumur 6 bulan sudah di tinggal kan ibunya dan pak bagyo tak pernah sekali pun memberitahukan wajah ibu nya seperti apa .karna foto-foto istri nya sudah di bakar semua oleh pak bagyo akibat sakit hati karna di tinggalkan sang istri.
"mama seperti apa ya wajah nya apakah mama cantik, apakah Rere bisa ketemu mama apakah mama akan menerima Rere sebagai anak mama...hik hik hik mama" Rere semakin terisak merasakan dada nya yang semakin sesak begitu sakit
tanpa Rere sadari Baim sejak tadi berada di belakang nya karna ia tadi hendak mengambil air minum untuk di bawa ke kamar namun langkah nya terhenti kala melihat Rere sedang duduk termenung sendiri
Baim pun mengampiri Rere yang terisak dan duduk di kursi samping Rere
"loe kenapa Re" Baim bertanya pada Rere
"loe ngapain ke sini, loe belum tidur" tanya Rere menampakan senyum manis nya
" gue tadi mau ambil minum buat di bawa ke kamar, tapi gue liat loe duduk sendirian di sini loe kenapa Re" tanya Baim lembut
"gue nggak apa- apa ko" jawab Rere menyembunyikan ke sedihannya
"loe jangan bohong sama gue, gue denger semua keluhan loe tadi, loe kangen bokap loe kan" Baim menatap Kania merasa kasihan padanya dan merasa hatinya begitu sakit melihat orang yang ia cintai bersedih
" hik hik hik gue...Baim gue nggak tahu harus gimana gue kangen sama bokap gue tapi gue takut ketemu dia, di sisi lain gue juga berharap gue bisa ketemu mama tapi gue nggak tahu wajah mama seperti apa. hik hik hik" Rere akhirnya mengeluarkan apa yang ia rasakan pada Baim
Baim pun langsung merengkuh tubuh Rere ke dalam dekapannya untuk mengutkan Rere dan memberikan ketenangan padanya
" gue tahu perasaan loe gimana, kalo loe kangen sama bokap loe besok kita ke rumah bokap loe" ajak Baim karna merasa tak tega jika dia harus melarang Rere bertemu ayah nya sendiri
__ADS_1
" bener loe mau anatar gue ketemu bapak" Rere melepas peluakanya dan menatap penuh tanya pada Baim
"iya gue janji besok gue bawa loe ke rumah loe ketemu bokap loe, tapi gue nggak mau loe balik tinggal di sana lagi" ucap Baim tak ingin Rere tinggal lagi bersama Ayah nya bukan karna ia ingin memisahkan hanya saja Baim takut Rere di lukai lagi seperti waktu itu
" kenapa gue nggak boleh tinggal lagi sama bokap gue im, gue nggak bisa tinggalin dia sendirian" tanya Rere pada Baim karna Rere merasa berat jika harus meninggalkan sang Ayah meski memperlakukannya dengan buruk
"gue nggak mau loe terluka lagi Re, gue nggak mau loe di perlakukan buruk sama bokap loe" jelas Baim
"kenapa loe segitu perdulinya sama gue im, padahal kita baru kenal dekat setelah Kania deket sama Arya" tanya Rere menatap manik mata Baim
"karna..." Baim menggantung ucapannya ia begitu gugup sekarang harus bilang apa
"karna apa im" tanya Rere lagi
"karna gue sayang sama loe Re, gue cinta sama loe sebenarnya gue udah suka sama loe dari lama gue lihat loe beda dari cewek-cewek yang lainnya. selama ini gue pacaran sama banyak cewek itu semua demi menarik perhatian loe Re tapi loe nggak pernah sedikit pun melihat gue bahkan loe cuek sama gue. gue pun nggak berani ngomong sejujurnya sama loe karna gue takut loe nggak akan terima gue" Baim mengungkapkan isi hatinya selama ini dan Rere pun terkejut denga ungkapan isi hati Baim ia sampai menutup mulut nya dengan tanga karna merasa tak percaya dengan ucapan Baim
"loe becanda kan im, hahaha Baim Baim loe kalo mau bikin gue terhibur nggak harus begini juga" Rere tertawa dengan apa yang ia dengar barusan meskipun ia menahan sakit jika memang itu hanyalah bualan untuk menghiburnya karna ia pun memiliki perasaan yang sama dengan Baim sejak lama hanys saja Kania cuek pada Baim karna melihat Baim bersama cewek yang membuat nya sakit
" gue serius Re sama loe, gue cinta sama loe nggak ada yang bisa gantiin loe di hati gue meski gue pacaran sama banyak cewek itu yang membuat gue ganti-ganti cewek karna gue nggak bisa hilangin rasa cinta gue sama loe Re" tutur Baim tulus pada Rere
"apakah loe mau jadi pacar gue, gue janji bakal bikin lpe bahagia dan gue nggak akan mainin perasaan loe " Baim menggenggam tangan Rere dan menatap mata Rere berharap Rere menerimanya
"gue....gue mau jadi pacar loe karna gue juga cinta sama loe im, gue suka sama loe dari lama tapi gue memilih cuek sama loe karna gue merasa sakit tiap liat loe bareng sama pacar-pacar loe" ucap Rere mengitarakan isi hatinya juga mengapa selama ini cuek pada Baim
" loe beneran kan Re, kenapa gue bisa sebodoh ini orang yang gue cintai ternyata juga memiliki perasaan yang sama " Baim pun menatap intens Rere berharap ini nyata
"iya gue mau jadi pacar loe" senyum Rere merekah menampakan ke cantikannya
Baim pun langsung memeluk Rere ke dalam pelukannya merasakan kebahagiaan yang selama ini ia dambakan memiliki kekasih seorang Rere yang selalu cuek padanya selama ini.
Rere pun merasakan bahagia karna ternyata cinta nya tak bertepuk sebelah tangan.
__ADS_1