
setelah berlibur tiga hari kini waktu nya mereka untuk pulang ke rumah, mereka pun telah bersiap dan masuk ke dalam mobil Arya mulai melajukan mobilnys meninggalkan villa.
sepanjang perjalanan Kania melihat pemandangan yang sangat indah yang ia lewatkan kemarin saat berangkat ke tempat itu karna ia tertidur.
Arya sekilas menatap istrinya itu lalu fokus lagi ke depan
"oh iya mas, besok waktu cek up baby kita aku penasaran dengan jenis kelaminnya nanti" ucap Kania tiba-tiba
"ok ...besok akan mas temani cek up ke rumah sakit nya ya, masa juga ingin tahu jenis kelamin anak kita" Arya mengelus perut Kania dan Arya merasakan denyut-denyut dari perut Kania
"sayang...apakah itu baby yang melakukannya" tanya Arya yang terkejut sontak menepikan mobil nya
"iya mas....Alhamdulillah akhirnya momy bisa merasakan tendangan pertama mu nak sehat-sehat nak ya sampai waktu nya tiba kamu melihat dunia"ucap kania mengelus perutnya
Arya tak dapat berkata-kata lagi ia memeluk Kania dengan penuh kasih sayang menciumi seluruh wajah istrinya itu dan berakhir mencium di perut Kania
"sehat-sehat ya sayang, jadi anak yang pintar daddy sudah tidak sabar ingin berjumpa my prinsess daddy" ucap Arya kembali mencium perut Kani dan mengelus nya
setelah itu Arya pun kembali melajukan mobilnya dengan perasaan bahagia, setelah libuaran ternyata ada kejutan baru dari anak nya yang sudah mulai menendang di dalam perut Kania. suatu kebahagiaan yang tak bisa ia gambarkan
sama hal nya dengan Arya Kania pun merasa sangat bahagia karna anak nya sehat dan sudah mulai aktif menendang kebahagiaan seorang istri yang akan menjadi ibu itu sungguh sangat luar biasa ketika ia mengandung dan melahirkan
•
•
•
setelah perjalanan yang cukup lama mereka pun sampai di rumah, Arya menurunkan oleh-oleh yang mereka bawa dari bandung lalu menyuruh bi sri pembatu di rumah itu untuk membawanya ke dalam
Arya membuka pintu mobil Kania dan membantunya untuk turun dari mobil, setelah itu mereka pun masuk ke dalam rumah
Kania duduk di sofa ruang keluarga karna merasa cukup lelah akibat perjalanan yang cukup jauh
"Bi Sri...tolong ambilkan minum untuk istri saya ya" ucap Arya sedikit berteriak
__ADS_1
"baik tuan" jawab Bi Sri yang kala itu langsung keluar dari dapur saat Arya memanggilnya lalu ia mengambil air mineral untuk nyonya muda nya itu
"ini nyonya air minum nya" Bi Sri menaruh di atas meja dan ia pun menaruh secangkir teh untuk Arya
"oh iya Bi, itu kan ada oleh-oleh dari bandung bibi tolong bagikan sama yang lainnya ya dan bibi juga ambil apa yang bibi mau dan suka" ucap Kania pada Bi Sri.
"baik nyonya....terimakasih banyak nyonya atas oleh-oleh nya" Bi Sri nampak bahagia baru kali ini ia mendapatkan majikan yang begitu baik dan tak merendahkan statusnya yang hanya seorang pembantu
"iya bi sama-sama" ucap Kania dengan tersenyum
lalu Bi Sri pun pamit undur diri ke belakang lagi untuk membagikan oleh-oleh tadi
Arya yang melihat sisi lain istrinya itu merasa bahagia dan bangga karna ia tak salah memilih istri. walau pun ini bukan kali pertama Kania membelikan oleh-oleh untuk para pelayan di rumah karna setiap keluar untuk jalan-jalan pasti ia selalu membawakan bingkisan juga untuk para pelayan
tetapi Arya tetap merasa bangga dengan istrinya itu.
"sayang kita ke kamar yuk, kamu istirahat di kamar aja biar enak" ucap Arya setelah Kania menghabis kan air minum nya
" iya mas aku juga pengen rebahan" jawab Kania lalu mereka ke kamar untuk betistirahat.
•
•
•
tak berapa lama Kania pun keluar dari kamar lalu menghampiri suaminya yang sudah menunggu, Kanis mengambilkan makanan di piring suaminya itu barulah ia mengambil makanan ke dalam piring nya sendiri
****
selesai sarapan pagi mereka pun berangkat menuju tumah sakit untuk menemui dokter Tarissa.
15 menit perjalanan mereka pun sudah sampai di rumah sakit, mereka langsung menuju ruangan dokter Tarissa karna semua orang yang ada di rumah sakit itu tahu siapa Arya hingga tak masalah jika mereka langsung masuk ke ruangan dokter Tarissa.
" selamat pagi dok" ucap Arya setelah masuk ke dalam ruangan dokter Tarissa
__ADS_1
"selamat pagi tuan Arya, silahkan duduk"
"hari ini jadwal cekup nya ya, mari nyonya Kania naik ke ranjang" ucap dokter Tarissa
Kania pun menurut dan membaringkan tubuhnya di rajang, dokter Tarissa pun mengoleskan gel pada perut Kania lalu ia meletakan alat USG pads perut Kania untuk melihat kondisi janin.
"kondisinya bagus, posisi bayi nya juga bagus dan apa ini..." dokter Tarissa merasa kaget
"kenapa dok..." tanya Arya yang terkejut juga takut ada sesuatu yang tak enak
Kania yang melihat itu juga merasa cemas.
" sebentar saya akan mengarahkan ke sesuatu yang saya lihat tadi" ucap dokter Tarissa
" sebenarnya ada apa dok jangan membuat saya cemas" Arya terlihat sangat kesal.
"wow...ini benar-benar di luar dugaan yang sebelum nya hanya terlihat satu janin saja tapi ternyata ada dua janin di sana" ucap dokter Tarissa merasa takjub karns baru kali ini ia mengalami hal seperti ini.
"hah...maksud dokter istri saya hamil anak kembar" tanya Arya yang terkejut tak percaya.
"benar tuan, ternyata selama ini ia bersembunyi hingga saya fikir hanya ada satu janin di sana"jawab Tarisaa membenarkan
"Alhandulillah sayang kita akan nemiliki baby twin" ucap Arya bahagia yang mendapat anggukan dah tangis haru bahagia dari istrinya itu
" untuk jenis kelaminnya boy dan girl tuan" ucap dokter Tarissa lagi
" Alhamdulillah...."jawab Kania bersyukur
pemeriksaan pun sudah selesai mereka nampak bahagia mengetahui calon anak mereka adalah kembar sungguh sangat di luar dugaan mereka berdua.
Arya dan Kania pun memutuskan untuk langsung pulang dan akan mengabarkan kepada keluarga Wiguna nanti seyelah mereka samlai di rumah.
sesampainya mereka di rumah Arys langsung menghubungi ibunya itu memberitahukan soal Kania yang hamil anak kembar
tentu saja kabar itu langsung membuat heboh di kediaman Wiguna, mereka sangat bahagia mengetahui ini semua
__ADS_1
terlebih tuan Adijaya dan ibu Ratna yang sangst antusias saat mengetui cucu pertama mereka kambar
Arya nampak senang orang tuanya sampai se sntusias itu