
"Penerangan di dalam terowongan bawah danau angsa putih sangat minin sekali karena kita hanya dapat mengandalkan obor di tangan ku."Kata Chu Liu San yang mengambil alih membawa obor dari tangan Yohana.
Mereka berjalan di depan berbaris memanjang ke belakang.Di mana ada Gu Jin Wu dan Putri Ma Xiao Yu ,lalu ada He Shu Huan dan Alina ,dan yang paling belakang sekali ada Bi Guan dan Putri Giok Lan.
"Sampai berapa lamakah kita harus menyelusuri jalanan kaca di terowongan bawah dasar danau angsa putih?"Tanya Bi Guan di barisan paling akhir di antara para saudara angkatnya.
"Satu atau dua jam lagi barulah kita dapat sampai di bagian aliran air laut yang terdalam untuk cari cara mengambil jenazah Biksu Yun dari dalam sana."Jawab Yohana yang memandu mereka.
Melalui kaca mereka bisa melihat isi dasar danau angsa putih di lapisan pertama yakni adanya ikan -ikan air tawar serta tumbuh karang yang sangat bermanfaat bagi kehidupan di dasar danau angsa putih.
"Guan,di manakah kau melihat jenazah Biksu Yun ketika kau menenggelamkan kepala mu ke dalam air danau angsa putih ini?"Tanya He Shu Huan.
"Di dekat lubang yang menembus ke lapisan yang terdalam dari dasar danau angsa putih yakni di antara tumbuh karang yang ada bunga kecil yang melengkung pada kuncupnya yang berwarna putih bintik merah."Jawab Bi Guan segera.
He Shu Huan telah melihat lebih dahulu jenazah Biksu Yun sesuai dengan petunjuk dari Bi Guan di saat He Shu Huan berjalan di samping kanan Alina seraya menelusuri lapisan kaca dengan jemarinya.
"Itu dia Biksu Yun.Ada di sana."Kata He Shu Huan gembira sekali dapat menemukan suatu hal yang di carinya.
"Ya ,benar.Itu dia Biksu Yun."Kata Bi Guan segera mendekatinya untuk melihat jenazah Biksu Yun dari kaca.
"Bagaimana cara kita dapat mengambilnya tanpa harus masuk ke dalam air danau putih yang amat berbahaya bagi keselamatan kita dari sekelompok hewan buas yang hidup di dalamnya?"Tanya Putri Giok Lan menelan air liur merasa ngeri melihat ada begitu banyak buaya raksasa di dekat jasad Biksu Yun.
"Tak mungkin kita dapat mengambilnya tanpa kita harus masuk ke dalam air danau putih meskipun kita harus mempertaruhkan nyawa kita dengan menghadapi sekelompok buaya raksasa ganas di sekitar jasad Biksu Yun."Kata Chu Liu San bergidik juga melihat gigi -gigi ganas yang mencuat dari sekelompok buaya ganas dari lapisan kaca yang menjadi dinding -dinding terowongan dasar air danau putih.
__ADS_1
"Biar Aku saja yang masuk ke dalam air danau ini dan mengambil jasad Biksu Yun."Kata He Shu Huan dengan penuh keyakinan pada kemampuan berenangnya.
Alina merangkulnya."Kak Huan,jangan kau lakukan itu karena berbahaya sekali bagi keselamatan dan keamanan dirimu."Gemetar suara Alina yang takut kehilangan He Shu Huan.
"Sayang,kau tak perlu cemas karena suamimu ini adalah ahli berenang nomor satu di seluruh negeri Ming ,dan Aku pasti bisa mengatasi rintangan ini untuk mengambil jenazah Biksu Yun agar misi ku dapat menemukan titik terang melalui keahlian ku sebagai ahli otopsi jenazah nomor satu di seluruh negeri Ming."Kata He Shu Huan lembut membelai rambut sanggul halus Alina.
"Ya,Aku percaya kepada kemampuan mu yang serba bisa dalam segala hal."Jawab Alina tenang usai mendengarkan suara jernih dan tenang serta halus He Shu Huan untuknya.
"Terimakasih,sayang."Kata He Shu Huan mencium kening Alina sebelum memberi kode kepada Gu Jin Wu yang berdiri di dekat lubang pintu lorong yang mengarah langsung masuk ke dalam air di danau angsa putih.
"Hati -hati ,Kak Huan..Dan ,cepatlah kembali untuk diriku."Kata Alina menahan napas melihat He Shu Huan meluncur masuk ke lubang pintu lorong itu.
Bi Guan dan yang lain juga berdiri dengan wajah tegang dan pucat melihat He Shu Huan berenang di sekitar sekelompok buaya raksasa ganas dari dinding kaca terowongan.
"Yang Mulia berhati-hatilah."Doa Putri Giok Lan.
He Shu Huan berenang begitu dirinya sudah tiba di dasar danau angsa putih.He Shu Huan dengan tenang sekali menyelinap di antara sekelompok buaya raksasa ganas yang di buat bingung oleh gerakan berenang ikan lumba -lumba yang telah di pergunakan He Shu Huan dalam menghadapi para kelompok buaya raksasa ganas.
Sekelompok buaya raksasa ganas merasa pusing menghadapi gelombang air yang berputar -putar serta membawa mereka menjauhi manusia hidup yang berani mendekati mereka.
Di saat itulah He Shu Huan cepat menggunakan kesempatan yang tepat untuk mengambil jenazah Biksu Yun dengan mudah tanpa adanya gangguan dan bahaya dari sekelompok buaya raksasa yang sangat ganas.
"Ei ,dia masih hidup."Kata He Shu Huan yang tahu Biksu Yun masih hidup melalui denyut nadi pada lengan Biksu Yun yang hangat dan berbeda sekali dengan seluruh tubuhnya yang dingin sekali sebab sudah terlalu lama berada di dalam air.
__ADS_1
He Shu Huan cepat menarik Biksu Yun dari tanah dalam air danau angsa putih lalu di peluknya di pinggang Biksu Yun sebelum membawa berenang kembali menuju ke lorong lubang di antara lubang lain yang mengarah ke lautan tak berdasar.
Tetapi sekelompok buaya raksasa telah kembali dan menghadang tepat menutup lorong lubang ke dalam terowongan kaca.He Shu Huan juga bisa melihat sekelompok ikan hiu berputar -putar di bawah lubang lautan tak berdasar di bawahnya.
"Huh..Berani kalian menghadang ku..!"Bentak He Shu Huan melalui ilmu sepasang mata serigala emas sakti nya terhadap sekelompok buaya itu.
Lalu seketika itu juga sekelompok buaya telah menjauhinya kembali dengan teraturan sehingga Ia dengan lincah dan gesit sekali masuk ke dalam lorong seraya menyeret tubuh Biksu Yun masuk bersamanya.
Sepasang tangan yang kuat telah membantunya keluar dari lubang dengan tepat waktu sebelum seekor buaya lain berenang mendekati dirinya dan Biksu Yun dengan mulut siap mencaplok habis dirinya dan Biksu Yun.
Ceklek..!!
Bruakk..!!
"Kakak Huan..!!"Suara Alina yang menyambutnya dan merangkulnya dengan tubuh gemetaran pada diri istri tercintanya.
"Alina..Aku selamat..,Lihatlah Aku tidak apa -apa."
He Shu Huan membalas rangkulan Alina sambil melihat Bi Guan yang segera memeriksa kondisi Biksu Yun sesudah mengetahui bahwa Biksu Yun masih hidup dari napas tersendat -sendat Biksu Yun.
"Kakak Guan..Bagaimana kau bisa tahu kalau Biksu Yun masih hidup?"Tanya Gu Jin Wu duduk di depan Bi Guan untuk menerangi Bi Guan dan yang lainnya di sekitar Biksu Yun.
Bersambung..!!
__ADS_1