
Gadis walet kecil menerjang maju menghadapi Putri Giok Lan yang meliukan tubuhnya seraya membentuk angsa yang sedang melebarkan ujung sayapnya mengibaskan kedua tangannya dengan tepat sekali telah memukul pergelangan gadis Si Walat Kecil itu.
Wutt...!!
Duk..Bughh..!!
Siku pergelangan Si Walet Kecil terenyuh terkena pukulan ilmu sayap angsa terbang milik Putri Giok Lan.
Sejumlah pasukan Sekte Pedang Elang Hitam tak lagi berdiam diri saja.Mereka secara serempak menyerang Gu Jin Wu ,Chu Liu San,Ma Xiao Yu dan Yohana dengan formasi pedang elang hitam di sekeliling para sahabat dan saudara angkat He Shu Huan.
Wutt..!!
Trang,trang,trang..!!
Serangkai pedang elang hitam menerjang maju di sekeliling para sahabat dan saudara angkat He Shu Huan bak hujan pedang yang mengancam nyawa mereka semua.
He Shu Huan yang melihat ancaman maut yang akan menimpa para sahabat dan saudara angkat nya itu secara kilatan yang menyambar -nyambar telah berkelebatan dengan tangannya memukul patah seluruh pedang elang hitam di tangan para pasukan Sekte Pedang Elang Hitam.
Wushh..!!
Crangg...!!
"Aghhhh...!!!" Pekik para pasukan Sekte Pedang Elang Hitan yang terkejut senjata mereka telah di patahkan oleh Kaisar Ming Huan secara singkat sekali.
"Sekarang kalian ingin tunduk kepada ku ataukah kalian ingin aku hukum mati?Pilihlah sendiri."Nada perintah keluar dari mulut He Shu Huan yang kini menerbangkan patahan sejumlah pedang elang hitam dengan ilmu sinkang naga pulau abadi ke arah para pasukan Sekte pedang elang hitam yang pucat sekali mendengar ancamannya.
"Yang Mulia tolong ampunilah nyawa rendah kami ini yang hanyalah budak -budak hina dari sekte Pedang Elang Hitam."Kata Putri Song Tian Chi kini sudah takluk kepada Bi Guan yang sangat lihai di bidang satu itu.
Sang Dewi Cambuk Sakti masih melawan Putri Giok Lan yang harus berwaspada di dalam hadapi dirinya yang sangat terkenal dengan ilmu cambuk mautnya itu.
Tar,tar,tar..!!
Alina di perintahkan oleh He Shu Huan untuk dia bisa melindungi Biksu Yun dari para musuh yang sedang di hadapi para sahabat He Shu Huan dan saat ini telah di tundukkan oleh He Shu Huan yang cerdas dalam menakulukan para musuhnya itu.
Sebuah jari telunjuk yang datang dari tengkuk kiri Alina telah mengejutkan Istri He Shu Huan yang dengan tangkas memutar tubuhnya dengan jari tengah menotok jari telunjuk itu.
Wutt..!!
__ADS_1
Tuk..!!
"Aih..Biksu Yun kenapa kau menyerang ku?"Tanya Alina kaget sekali mengetahui orang yang ingin di lindungi olehnya malah menyerangnya dengan keji sekali.
Biksu Yun menyeringai sadis seraya jemarinya itu menyerang dada Alina dengan sikap senonoh dan mengerikan bagi Alina yang cepat memukul jemari itu dengan ilmu tapak bunga salju.
Wuttt..!!
Plakkk..!!
"Alina ,kau pikir kau bisa mengalahkanku."Kata Biksu Yun yang melompat untuk hindari serangan maut dari Alina.Ia mengerahkan ilmu yang sangat tak wajar menyerang Alina yang memekik kaget dan terhuyung -huyung ke belakang menabrak ke dinding pintu terowongan kaca.
"Kyaaaaa...!!"Teriak Alina yang terbentur kaca di punggungnya.
"Alina...!!"Teriak He Shu Huan yang terkejut lihat istrinya terbentur kaca terowongan hingga nyaris termakan seekor buaya raksasa.
"Tapak naga es membelah lautan..!!"Teriak He Shu Huan mengerahkan ilmu tapak naga es di tangan kanannya ke depan dan sejumlah butiran es telah menghalangi buaya raksasa yang sudah nyaris menerkam Alina yang punggungnya penuh luka pecahan kaca.
Wirrr...!!
He Shu Huan cepat menyelamatkan Alina dengan tak menghiraukan lubang yang tak berdasar yang menghempaskan dirinya bersama dengan Alina ke dasar yang sangat tak terjangkau.
"Celaka..He Shu Huan...!!Alina...!!"Teriak Bi Guan terkejut bukan main di sela pertarungannya yang kini terhalang air yang masuk ke dalam seluruh ruangan rumah kosong tepi danau angsa putih.
Sejumlah buaya raksasa bersenang -senang ria melahap para manusia yang bertarung sengit di sekitar mereka sampai nyaris tak ada yang bisa hidup dari terkaman mereka yang sangat buas.
Bi Guan mengeluarkan ilmu tapak ular piton dan ilmu golok naga sakti melalui kedua tangannya ke arag sejumlah buaya raksasa yang nyaris ingin memakan dirinya dan Putri Giok Lan serta Yohana dan juga Ma Xiao Yu yang menjerit ketakutan di dalam air yang semakin tinggi menenggelamkan mereka.
Wutt...!!
Bressss...!!
Crakk..!!
Serangan Bi Guan berhasil menghantam hancur beberapa ekor buaya raksasa itu.
"Ayo kita harus keluar dari rumah ini segera !"
__ADS_1
Bi Guan memandu mereka berenang ke atas tiang langit -langit rumah kosong sehingga mereka tiba di atas jendela yang membantu mereka lari dari serangan sejumlah buaya lainnya yang berenang ke seluruh ruangan rumah kosong itu.
Gu Jin Wu dan chu Liu San berenang menerobos pintu yang di jebol oleh kedua sehingga mereka juga berhasil selamat dari serangan sejumlah ekor buaya raksasa yang kini menyerang Putri Song Tian Chi dan Si Dewi Cambuk Sakti yang segera berenang menerobos jendela lainnya.
Dan ,mereka di kejutkan oleh Biksu Yun yang telah memasukkan mereka ke dalam peti jenazah yang tertutup rapat.Keduanya menjerit karena Biksu itu berubah menjadi seorang pria yang tersenyum keji terhadap mereka berdua.
"Bukankah kau Si Raja Dewa Pemetik Bunga Cinta Barat Wu Zhun?"Tanya keduanya terperanjat.
"Ya,benar sekali Nona -nona cantik yang sangat layak ku cicipi karena aku gagal memetik Alina Si Bunga Mawar Liar."Jawab Si Raja Dewa Pemetik Bunga Cinta Barat Wu Zhun terkekeh menotok kaku kedua gadis itu.
Kedua gadis menggigil ketakutan sekali terhadap pria sadis itu yang merobek pakaian mereka dan menubruk mereka berdua dengan kekejian yang lebih keji daripada kematian yang sangatlah di harapkan oleh mereka berdua.
Brakkk...!!
Bruakkk...!!
"Aughh....!!Sialan siapakah yang sudah ganggu kesenangan ku bersama dengan kedua gadis baru ku ?!" Hardik Si Raja Dewa Pemetik Bunga Wu zhun yang terlempar keluar dari peti jenazah oleh seseorang yang telah menghancurkannya hingga membebaskan Putri Song Tian Chi dan Si Dewi Cambuk Sakti dari hinaan.
Bi Guan berdiri di atas kepala Raja Dewa Pemetik Bunga Wu Zhun dengan kepalan tangannya yang mengandung ilmu petir argoritma yang sangatlah mematikan.
"Matilah kau bajingan busuk...!!"Hardik Bi Guan yang tersenyum mengerikan sekali telah hantam tempurung kepala pria jahat itu hingga remuk dan tak berbentuk kepala lagi.
Bruakk....!!!!
"Bi Guan..!!"Pekik Putri Song Tian Chi masuk ke pelukan Bi Guan.
"Iya,gadisku sayang."Kata Bi Guan yang menarik pinggang Dewi Cambuk Sakti untuk mendekatinya
"Ihh ,Kau tak boleh sentuh aku sembarangan..!!"
Dewi Cambuk Sakti yang meronta -ronta di dalam pelukan Bi Guan.
"Beritahu aku namamu siapa ,maka aku tidak akan pernah menyentuh mu di sembarang tempat."Kata Bi Guan yang menarik keduanya menuju ke arah hutan kaktus yang berduri jarang .
Di sana ada Putri Giok Lan ,Yohana dan Ma Xiao Yu yang menunggu Bi Guan berhasil selamatkan Chu Liu San dan Gu Jin Wu yang telah terpisah dari mereka.
Bersambung..!!
__ADS_1