Pendekar Serigala Emas Sakti Season 3.

Pendekar Serigala Emas Sakti Season 3.
Firasat.


__ADS_3

Rombongan He Shu Huan yang baru saja keluar dari pegunungan Thai San telah mendapati suatu tantangan yang berasal dari sekelompok orang berpakaian serba hitam yang menyerang mereka secara serempak.


Masing -masing dari para sahabat He Shu Huan telah mendapatkan perlawanan dari pihak musuh mereka. Kini He Shu Huan dan istrinya Alina yang mendapatkan serangan dari pihak musuh mereka yang datang dari atas mereka dengan sejumlah pedang yang sangat tajam sekali.


Wushh...!!


Trang...!!


Trang..!!


Trang...!!


He Shu Huan menangkis serangan pedang dari pihak musuh dengan menggerakkan ranting tipis di tangannya yang berputar -putar di atas kepala nya dan istri nya.


Singg..!!


Syutt..!!


Tar..!!


Sertt..!!


crakk..!!


Alina meloloskan sabuk sutra merah miliknya dan gadis itu menghantamkan sabuk sutra merah ke sekitar musuh yang mengurung dirinya dan He Shu Huan di atas punggung Daun Kecipir dengan hebat sekali sehingga sejumlah besar musuh pun tewas di tangan Istri He Shu Huan ini.


Wuttt..!!


Bi Guan melayangkan pedang naga hitam dengan kekuatan yang sangat luar biasa hebatnya ke arah pimpinan para pasukan berpakaian serba hitam itu dan tertusuklah dengan tepat mengenai dahi pimpinan musuh yang mengeroyok mereka.


Cuss..!!!


" Hmmm...Kalian lihatlah pimpinan kalian semua sudah tewas di tangan ku..! " Seru Bi Guan dengan nada yang sangat menggetarkan para pasukan berpakaian serba hitam yang masih memberikan perlawanan sengit menghadapi para sahabatnya.

__ADS_1


" K..Kami semua tidak takut mati...!!" Teriak para pasukan berpakaian serba hitam itu menantang Bi Guan dengan tekad bulat meskipun mereka takut dan gentar terhadap Bi Guan dan para sahabat.


" Ooh..Kalian menantangKu ,ya ?! Baiklah rasakan bagaimana cara Ku menghabisi kalian semua di pedang naga hitam Ku ini...!! " Bengis Bi Guan.


Setelah mengeluarkan kata -kata mengancamnya itu.Bi Guan benar -benar membuktikan ucapannya dengan pedang naga hitam bergerak lincah sekali dan membabat habis seluruh pasukan musuh itu.


Wushhh...!!


Wirr..!!


Crakk..!!


Crak..!!


Crakk..!!


" Bi Guan , kau lebih pantas di juluki Iblis Naga Hitam daripada Pendekar Harimau Emas Sakti di seluruh dunia persilatan dengan melihat caramu menghabisi mereka.." Ucap He Shu Huan dengan nada takjub dengan meningkatnya ilmu silat yang di miliki oleh sahabatnya itu.


" Aish..Kau paling pintar membuat ku melayang di udara dengan pujian mu itu , Huan." Kata Bi Guan terkekeh senang sekali dengan pujian dari He Shu Huan.


"Hahahaha..!! " Bi Guan tertawa berterimakasih pada He Shu Huan yang sangat di sayanginya di dunia ini.


" Apakah kalian berdua sudah bisa berhenti untuk saling tertawa memuji satu sama lainnya ?" Tanya Putri Wu Zhen Zhen bertolak pinggang di samping kanan Bi Guan dengan berdecak lidah tak sabar hati untuk melanjutkan perjalanan.


" Tidak..! Kami akan selalu tertawa untuk saling berbagi kebahagiaan bersama -sama selamanya yaitu seumur hidup kami berdua.." Jawab Bi Guan merangkul selirnya dengan mesra dan mengecup lembut bibir selirnya itu.


" Benar sekali ucapan Bi Guan ini , Nyonya Muda Wu.." Sahut He Shu Huan yang merengkuh wajah Alina dan mengecup mesra bibir istrinya.


" Hei..!! " Alina kaget sekali dengan serangan tiba -tiba pada bibirnya dari He Shu Huan sesudah Ia menghabisi musuh -musuh mereka dengan sabuk sutra warna merah miliknya itu.


He Shu Huan tersenyum -senyum senang sekali menggoda istrinya itu. Alina merona di sepasang pipinya sehingga dirinya semakin memikat hati He Shu Huan.


" Aduh ,istriku yang cantik jelita dan manis sekali. Dirimu semakin menarik hatiku saja dengan sikap malu mu itu." Tutur He Shu Huan yang mengecup kembali bibir Alina.

__ADS_1


" Ih..Cukup..Sekarang kita harus segera lanjutkan perjalanan kita sebelum hari gelap dan malam." Kata Alina mencubit lengan He Shu Huan dengan gemas.


" Hehehe..Iya , ya ,ya .Aduh , Kamu ini sungguh galak." Kata He Shu Huan memutar bola matanya sebelum membenarkan posisi duduknya Alina di punggung Daun Kecipir.


" Yang Mulia , di ujung jalan sana itu adalah kota kecil." Kata Gu Jin Wu yang sudah melanjutkan langkah -langkah sepasang sepatunya di depan dengan bergandengantangan dengan Ma Xiao Yu.


Yang Ti Fei memicingkan sepasang matanya agar dirinya bisa melihat dengan jelas sebuah arah yang di tunjuk oleh telunjuk kanan Gu Jin Wu pada mereka.


" Kota kecil apakah di sana itu ? " Tanya Bi Guan ingin tahu.


" Perkampungan suku campuran Turki dengan Persia , " Jawab Yang Ti Fei memberitahu He Shu Huan.


" Mereka adalah kaum saudagar yang berdagang ke negeri Tionggoan melalui jalur sutra dan kini menetap di daerah itu yang di sebut Kota Jalur Sutra." Kata Ma Xiao Yu secara tiba -tiba telah mengejutkan dan mengagumkan hati He Shu Huan.


" Kau sungguh seorang anak yang cerdas sekali dan memiliki pengetahuan umum yang cukup luas dan luar biasa , Ma Xiao Yu." Puji He Shu Huan.


Meronalah wajah Ma Xiao Yu yang mendapatkan pujian dari Sang Kaisar Ming Huan.


" Terimakasih atas pujian Paduka Kaisar kepada Hamba." Kata Ma Xiao Yu dengan cepat dan juga tanggap menghaturkan rasa terimakasihnya itu dengan menjura hormat kepada He Shu Huan.


" Iya , sama -sama Ma Xiao Yu." Jawab He Shu Huan ramah dan menyayangi anak itu seperti Ia menyayangi putrinya sendiri yang bernama He Xin Lian.


" Aku merindukan Lian Er , " Ucap Alina yang tidak sengaja mengeluarkan isi hati He Shu Huan pada saat ini ,yakni He Shu Huan merindukan Ming Xin Lian dan anak -anak mereka lainnya yang berada di Istana Kekaisaran Ming.


Kkakk...!!


Kkakkk....!!


Suara burung gagak hitam yang beterbangan di atas kepala mereka sungguh mendatangan suatu firasat yang tak nyaman sekali di benak He Shu Huan mengenai nasib dari anak -anak mereka di Istana Kekaisaran Ming bersama dengan Ming Ming dan Ibunda nya yaitu Han Ji Yun.


" Ku harap mereka semua baik -baik saja." Kata He Shu Huan di hatinya.


" Jangan khawatir burung itu hanya memberitahu kita tentang musuh -musuh biadab kita akan tiba di hadapan kita untuk kita habisi mereka semua dan menjadikan mereka sebagai santapan lezat para kawanan burung pemakan bangkai itu." Kata Bi Guan memberikan hiburan dengan pikiran yang benar dan baik tentang keluarga mereka di Istana Kekaisaran Ming dengan perkataan yang sangat memberikan semangat juang mereka untuk terus naju dalam menuntaskan misi mereka di dunia persilatan.

__ADS_1


" Terimakasih Bi Guan. Ya , Kau benar sekali dan Aku yakin mereka baik -baik saja di rumah kita." Kata He Shu Huan tersenyum yakin sekali dan Ia mendekap Alina untuk menenteramkan hati dan pikiran istrinya itu.


Bersambung...!!


__ADS_2