
" Wah, Aku sungguh kagum kepadamu yang bisa mengetahui samaran Aku sebagai pemilik kedai makan di dalam kota Ching untuk menyergap kamu dan istrimu atas perintah dari Kaisar Ching kami yang terhormat. "Kata Perdana Menteri Kekaisaran Ching dengan nada tajam kepada He Shu Huan yang menyeringai menghadapinya.
" Ouh, bagus sekali kedatanganku dan istriku ke kota Ching telah di sambut baik oleh Kaisar Ching yang memerintahkan Perdana Menteri nya sendiri untuk menjemput Aku dan istriku ke istananya tanpa Aku harus bersusah payah untuk menemui Kaisar Ching kalian. " Kata He Shu Huan dengan dingin kepada Perdana Menteri Kekaisaran Ching yang telah menyuruh orang-orang nya untuk mengelilingi He Shu Huan dan Alina.
"He Shu Huan, apakah kamu berani untuk ikut kami menghadap Kaisar Ching kami di istana? ' Tanya Perdana Menteri Kekaisaran Ching dengan tajam kepada He Shu Huan dan Alina yang berdiri dengan tenang di tempat mereka berdua berdiri di luar kedai makan di kota Ching.
"Wah, dengan senang hati Aku menerima baik undangan kalian ke Istana kalian untuk Aku dan istriku bisa bertemu dengan Kaisar Ching secara terbuka. " Jawab He Shu Huan dengan dingin kepada Perdana Menteri Kekaisaran Ching yang telah menghunuskan pedangnya ke arah He Shu Huan dan Alina untuk mengancam keselamatan keduanya apabila mereka tak mau mematuhi perintah dari Kaisar Ching.
" Kalau begitu, silakan kamu dan istrimu naik ke atas punggung kedua Keledai kalian di antara rombongan kuda kami. " Kata Perdana Menteri Kekaisaran Ching yang tersenyum senang lihat He Shu Huan dan Alina mematuhinya dengan baik sekali.
He Shu Huan dan Alina menunggangi Keledai mereka masing-masing yang segera mematuhi perintah mereka berdua untuk berjalan di tengah para pasukan berkuda Kekaisaran Ching yang di pimpin oleh Perdana Menteri Kekaisaran Ching.
Perjalanan menuju ke Istana Kekaisaran Ching merupakan perjalanan yang cukup lama bagi He Shu Huan dan Alina yang menunggangi Keledai mereka berdua dengan sikap tenang.
" Daun bawang apakah kamu merasa lapar? " Tanya He Shu Huan yang membelai daun telinga Keledainya yang menganggukkan kepala untuk menjawabnya.
Tangan He Shu Huan sudah berkelebat cepat ke arah para pasukan Kekaisaran Ching di sisi kiri lalu sejumlah lobak dari kantung kulit sapi yang di gantung pada leher kuda -kuda yang di tunggangi oleh para pasukan Kekaisaran Ching berpindah tempat ke tangannya secara ajaib.Hal ini di sebabkan ilmu sinkang Naga terbang dari telapak tangannya yang membuat sejumlah lobak itu langsung masuk ke mulut daun bawang yang langsung melahap lobak -lobak itu.
" Hei, darimana keledainya bisa mendapatkan lobak -lobak kita?? " Tanya para pasukan Kekaisaran Ching dengan wajah terkejut sekali melihat Daun bawang melahap lobak-lobak mereka.
" Mungkinkah kedua tamu kita yang telah diam -diam merampok persediaan lobak -lobak kita..?" Para pasukan Kekaisaran Ching dengan wajah sangar mengayunkan pedang mereka ke arah He Shu Huan dan Alina dengan niat hati ingin memberikan ancaman bagi He Shu Huan dan Alina.
Wutttz !
Tetapi, He Shu Huan dan Alina dengan tenang membiarkan Daun bawang dan Daun kecipir yang menangani pedang -pedang yang di tangan para pasukan Kekaisaran Ching dengan cara melompati sejumlah pedang itu.
__ADS_1
Swooosh!
Tep!
" Hei, Keledai -Keledai kurang ajar itu sungguh harus di didik dengan tusukan -tusukan pedang kita...! " Kata para pasukan Kekaisaran Ching dengan wajah bengis kepada Daun bawang dan Daun kecipir yang terus menerus melompati sejumlah pedang mereka dengan lompatan yang amat cepat.
Tep!
Tep!
Tep!
Toplak!
Bress!
Bruakk!
" He Shu Huan dan Alina apa maksud kalian yang membunuh pasukan Kekaisaran Ching di tengah perjalanan ke Istana Kekaisaran Ching?? " Tanya Perdana Menteri Kekaisaran Ching dengan wajah marah kepada He Shu Huan dan Alina yang telah membunuh semua pasukannya.
" Siapa suruh para pasukan kalian berani sekali melecehkan keledai -keledai kami..?! " Balas He Shu Huan yang telah melayang ke arah Perdana Menteri Kekaisaran Ching dengan telapak tangan menggunakan ilmu sinkang serigala emas sampai Perdana Menteri Kekaisaran Ching terbelalak kaget sekali melihat serangannya itu.
" Heiii.... Kauuu....! " Pekik Perdana Menteri Kekaisaran Ching dengan wajah kaget namun ia belum sempat membalas serangan He Shu Huan karena He Shu Huan telah menghantam kepalanya hingga remuk di bawah empat kaki kudanya sendiri.
Plakk!
__ADS_1
" Alina, marilah kita temui Kaisar Ching dengan membawa hadiah menarik untuknya. " Kata He Shu Huan yang meminta Alina membungkus seluruh kepala para pasukan Kekaisaran Ching dengan pakaian para pasukan Kekaisaran Ching sendiri.
Lalu, He Shu Huan menggunakan kuda Perdana Menteri Kekaisaran Ching menyeret jenazah Perdana Menteri Kekaisaran Ching dari depan pintu gerbang utama menuju ke arah Istana Kekaisaran Ching hingga kedepan Kaisar Ching yang sedang mengadakan pertemuan dengan para pasukan intinya di balairung utama istana Kekaisaran Ching.
" Selamat malam untuk mu Kaisar Ching yang terhormat. Wah, kamu sedang mengadakan pertemuan besar di istanamu rupanya?! Kau jangan memandang aku seperti orang dungu karena aku membawa sejumlah hadiah menarik untukmu. " Kata He Shu Huan dengan dingin dan kejam kepada Kaisar Ching yang terperanjat di singasana dan membuat para pasukan intinya segera melindunginya.
" He Shu Huan kau benar-benar manusia yang paling kejam di dunia ini?! Aku Kaisar Ching tidak akan pernah merasa takut kepadamu! " Kata Kaisar Ching yang segera memerintahkan para pasukan intinya untuk menghadapi He Shu Huan dan Alina yang juga telah melemparkan kepala -kepala para pasukan Kekaisaran Ching yang di pimpin oleh Perdana Menteri Kekaisaran Ching ke depan sepasang mata Kaisar Ching dan para pasukan intinya sampai Kaisar Ching dan para pasukan intinya terperanjat sekali.
" Kurang ajar wanita liar!" Hardik Kaisar Ching dengan wajah merah karena murka kepada Alina yang tersenyum tenang menghadapinya dengan wanita muda amat cantik jelita itu berdiri di sisi kanan He Shu Huan suaminya.
He Shu Huan melesat dengan cepat sekali dan tahu -tahu Kaisar Ching telah putus lehernya oleh tekukan kedua jarinya sampai mengejutkan hati para pasukan inti Kaisar Ching yang berdiri di depan singasana Kaisar Ching.
Krekk!
" Yang Mulia...!!"
" Dia bukan lagi Yang Mulia kalian tetapi akulah Yang Mulia kalian semua. " Kata He Shu Huan yang melemparkan tubuh Kaisar Ching ke lantai balairung utama Istana Kekaisaran Ching.
Bruak!
Lalu, He Shu Huan duduk di singasana dengan sikap agung sekali menghadapi para pasukan inti dari Kaisar Ching yang telah mencabut pedang mereka untuk menghadapinya.
Sing!
Bersambung!
__ADS_1