
Sebuah kapal laut megah berlambang Kekaisaran Ming tengah berlayar mengarungi sungai Wei di suatu pagi yang cukup cerah di awal musim semi di tahun ketiga bagi He Shu Huan dan Alina serta Bi Guan berkelana di dunia persilatan di era He Shu Huan menjadi Penguasa tunggal di seluruh negeri Daratan Tengah.
" Di sini adalah pusat segala kekuasaan yang harus ku miliki untuk menaklukan seluruh negeri di tanganku..! " Seru He Shu Huan berdiri di atas tiang bendera kapal laut miliknya.
" Siapa itu yang berdiri di tengah pulau cakar ayam kecil yang ku incar selama ini ? " Tanya He Shu Huan memandang tajam sekali seorang pria yang berdiri di tengah pulau yang di cari nya.
" Raja Bajak Sungai Wei yang bernama Wei Hu Long." Jawab Alina berdiri bawah tiang bendera.
" Wei Hu Long ? Hmm..Lancang sekali dia...! " He Shu Huan menarik bendera ke arahnya lalu He Shu Huan mengibarkan bendera ke arah Wei Hu Long yang terkejut dengan deru angin kencang yang menerpanya hingga pria itu terjungkal ke air sungai Wei.
Jebyurr..!!
Wei Hu Long berenang untuk kembali ke pulau itu namun sebuah tusuk konde yang melayang tepat mengenai dahinya hingga berlubang dan tewaslah Wei Hu Long oleh tusuk konde Alina yang telah di lemparkan gadis itu dari atas kapal laut megah Kekaisaran Ming.
Cepp...!
Brrrrrr...!!
He Shu Huan telah tiba di pulau cakar ayam kecil bersama dengan Alina. Mereka berdua dengan langkah tegap menyelusuri pulau tersebut untuk mencari dan menemukan stempel -stempel milik seluruh kerajaan yang ada di seluruh negeri untuk di kuasai sepenuhnya oleh He Shu Huan sebagai Kaisar Ming.
" Goa itu memiliki bentuk seperti piramida yang ada di negeri Mesir." Kata He Shu Huan saat Ia dan Alina tiba di depan goa yang akan mereka masuki.
" Ada kata sandi nya untuk membuka pintu masuk ke dalam goa. " Kata Alina memberitahu He Shu Huan.
" Kata sandi ? Apa nama kata sandi itu ?" Tanya He Shu Huan menggunakan ranting untuk telusuri ukiran pada patung kepala singa emas yang ada di depan mereka berdua.
" Bukan nama kata sandi atau kunci untuk buka pintu goa patung kepala singa emas ini tetapi kau harus memberikan sesuatu yang paling berharga yang kau miliki untuk mendapatkan apa yang kau mau untuk kekuasaanmu." Jawab Alina menatap lekat -lekat He Shu Huan yang cepat tanggap dan menggeleng kepala dengan tegas sekali.
" Tidak..! Aku tak kan pernah memberikan kamu pada apa pun di dunia ini atau siapa pun juga di dunia ini..Kau adalah milik ku yang paling berharga di hidupku..Aku akan gunakan caraku sendiri untuk membuka pintu patung singa emas ini." Kata He Shu Huan yang mundur dari depan pintu patung singa emas.
__ADS_1
Lalu menggunakan telapak tangannya yang telah mengerahkan ilmu telapak sembilan naga emas dan perak langit dan bumi Pulau abadi mengarah langsung ke pintu patung singa emas.
Whuzz..!!
Blaaar...!!
Runtuhlah pintu patung singa emas yang telah membuat lubang besar untuk mereka berdua bisa masuk dan menelusuri goa tersebut. Di dalam goa ada begitu banyak peti jenazah yang berusia yang sangat tua sekali dan berdebu serta berlumut di sekitar peti -peti jenazah itu.
" Ada sekitar seribu peti jenazah yang menjadi pintu penghalang bagi kita untuk ambil kotak yang kita cari di dalam goa ini." Kata Alina menemani He Shu Huan berjalan menuju ke depan sejumlah peti jenazah di dalam goa tersebut.
Mereka baru berjalan satu langkah ke depan peti -peti jenazah itu tiba tiba bergerak sendir dan peti -peti jenazah menerjang mereka dengan daya luncur yang sangat cepat sekali seakan -akan ada yang menggerakan peti -peti jenazah itu.
Whooshh..!
Wuttzzz..!!
He Shu Huan dan Alina dengan gesit memukul peti -peti jenazah untuk menyelamatkan nyawa mereka berdua dari terjangan peti -peti jenazah itu yang ternyata di gerakan oleh seorang kakek tua renta yang duduk bersila di belakang peti -peti itu.
" Luarbiasa sekali kalian berdua ini. Aku sungguh kagum kepada kepandaian kalian berdua yang sungguh tangguh dan cerdas untuk bisa masuk ke goa ku." Kata Kakek tua renta dengan nada suara yang menyukai kemampuan diri He Shu Huan dan Alina.
" Kau ini apakah seorang kakek yang di juluki Sang Manusia Tanpa Kepandaian yang amat terkenal di dunia persilatan sebagai Raja Dewa Sungai Wei ?" Tanya He Shu Huan menjura hormat kepada Raja Dewa Sungai Wei yang tertawa kecil mendengar namanya di sebut oleh Sang Penguasa Tunggal Kekaisaran Ming.
" Benar sekali.Aku ada Raja Dewa Sungai Wei. Apa yang ingin Yang Mulia lakukan di sini dengan Anda mengunjungi goa pulau tengah sungai wei? " Raja Dewa Sungai Wei bertanya kepada He Shu Huan dengan nada tajam sekali.
" Aku ingin kau serahkan semua stempel yang ada di tangan mu itu kepadaku."Jawab He Shu Huan tersenyum kecil di wajah tampan yang terlihat amat bengis sekali kepada Raja Dewa Sungai Wei.
" Oh..? Jika aku tak mau memberikan stempel -stempel ini kepadamu ? Kau mau apa ?" Tanya Raja Dewa Sungai Wei dengan nada menantang kepada He Shu Huan.
" Ya , terpaksa kau harus tunduk kepadaku atau kau harus mati di tanganku..! " Jawab He Shu Huan dengan nada lantang sekali kepada Raja Dewa Sungai Wei.
__ADS_1
" Hmmm begitukah ?" Dengan senyuman keji di wajah tua nya , Raja Dewa Sungai Wei menerjang He Shu Huan dengan kedua telapak tangannya yang mengandung hawa sakti yang sangat hebat sekali.
Whuusshh....!!
Plakkkk...!!
Dessss...!!
Bruakk!!
Raja Dewa Sungai Wei terpelanting keras sekali dengan tubuhnya membentur dinding goa akibat pukulan tapak naga api yang dashyat dari telapak tangan kanan He Shu Huan yang menangkis cepat serangannya itu.
Whussshh...!!
Raja Dewa Sungai Wei kembali menerjang He Shu Huan dengan tangan kirinya yang memakai besi yang sangat kuat untuk melindungi dirinya dari serangan balik He Shu Huan dan rambutnya yang putih dan panjang menyerang Alina dengan licik sekali.
Wuuuttttzzz..!!
Duakkk!
Wettzzz...!!
Crakk..!!
He Shu Huan dengan gerakan ilmu ginkang ikan lumba -lumba sakti secara lihai menyelamatkan Alina dengan cara menerjang di depan Alina lalu mengerahkan ilmu pedang serigala emas sakti melalui jari telunjuknya menebas tepat di tengah wajah dan kepala Raja Dewa Sungai Wei.
Alina bergerak lincah menghindari serangan maut dari Raja Dewa Sungai Wei yang akhirnya tewas di tangan He Shu Huan suaminya yang amat sakti dan gagah perkasa itu.
Bersambung..!!
__ADS_1