
He Shu Huan memakaikan jubah luar miliknya di bahu Alina begitu Ia melihat Sang Istri tertidur di luar pekarangan rumah bekas musuh mereka yang kini di jadikan tempat tinggal sementara bagi mereka untuk mengobati Bi Guan dan para teman- teman mereka yang lainnya.
" Alina , kau tidur seperti ini dapat menyakiti fisik mu." Kata He Shu Huan menggendong Alina untuk di pindahkan ke dalam ruang kamar lain di rumah itu.
He Shu Huan membaringkan Alina di tempat tidur dan sebelum Ia menjaga di luar rumah. Ia sudah menyelimuti Alina dengan memakai jubah luarnya yang lain.
Di luar rumah itu. He Shu Huan memandangi langit yang sangat gelap gulita tanpa adanya satu titik bintang pun di sana. Ia memejamkan kedua mata untuk berdoa kepada Langit untuk segala hal yang di lakukannya dan teman -temannya di dunia ini bisa berjalan lancar dan sukses besar sesuai doa dan harapannya untuk kesejahteraan rakyatnya di era nya saat ini , yakni Dinasti Ming Sejati.
" Huan..." Panggil Bi Guan yang muncul dari arah belakang punggungnya.
" Yaa ? "
" Rencana apa selanjutnya yang ingin kau lakukan di dunia persilatan ? " Tanya Bi Guan duduk di atas bangku batu.
" Membasmi Liu Ze Bun dan antek -anteknya yang berada di Kota Da An secepatnya agar Aku dapat konsentrasi pada tugas ku sebagai Kaisar Ming Huan di Istana Kekaisaran Ming Sejati." Jawab He Shu Huan seraya menambahkan kayu bakar di api ungun di pekarangan rumah bekas milik Serigala Hitam.
" Baguslah..Aku dukung kau sepenuhnya , Kawan terbaikku." Kata Bi Guan tersenyum pada He Shu Huan.
" Aku merasa ada sesuatu yang menyedihkan di dalam perasaanku saat ini , Guan..Aku memikirkan keadaan mereka yang berada di Istana Kekaisaran Ming Sejati." Ucap He Shu Huan tampak resah dan gelisah di wajah tampannya kepada Bi Guan.
" Kau tak perlu khawatir begitu besar karena di sana ada Ming Ming istriku yang hebat yang bisa menangani Istana Kekaisaran Ming Sejati dengan baik untuk mu sampai kau bisa kembali dari misi mu di dunia persilatan ke Istana Kekaisaran Ming Sejati." Kata Bi Guan suara tenang menghibur rasa gelisah He Shu Huan meskipun dirinya juga amat merindukan dan mencemaskan Ming Ming istri tercintanya itu.
" Iya..Kau benar sekali Guan.." Kata He Shu Huan membalas senyuman sahabatnya.
Pagi hari pun tiba untuk mereka berdua beserta para sahabat mereka bersiap -siap untuk pergi dari lembah gunung Thai San agar mereka semua bisa melanjutkan perjalanan mereka ke kota Da An.
" Suami ku..silahkan kau sarapan pagi dahulu." Kata Alina menawarkan semangkuk sup ikan pada He Shu Huan di pagi hari itu.
" Iya , terimakasih Alina sayangku." Jawab He Shu Huan lembut kepada Alina. He Shu Huan dengan senang hati menerima semangkuk sarapan pagi karya istrinya untuk dirinya.
Bi Guan pun terlihat segar bugar di layani sarapan pagi oleh Wu Zhen Zhen selir barunya di seberang He Shu Huan dan Alina sampai membuat rasa iri dan cemburu terpancar di sorotan mata Putri Giok Lan yang duduk di dekat Yang Ti Fei , Ma Xiao Yu dan Gu Jin Wu.
__ADS_1
" Emm gadis sombong itu ada rasa juga terhadap diriku yang tampan ini." Batin Bi Guan tersenyum bangga dengan ketampanannya yang hakiki dan mendapatkan perhatian besar dari Putri Giok Lan dayang pribadi dan juga pengawal setia He Shu Huan.
" Baiklah , jika kalian semua sudah siap ? Marilah Kita segera keluar dari lembah gunung Thai San dan lanjutkan perjalanan kita ke tempat lainnya di dalam misi besar Kita semua di dunia persilatan demi kebahagiaan dan kesejahteraan hidup yang hakikk untuk rakyat Negeri Ming Sejati kita." Kata He Shu Huan sesudah melihat para sahabatnya itu selesai sarapan pagi.
" Ya , Tuan Besar He . Kami semua sudah siap..!!" Sahut para sahabatnya serentak.
Brrrr...!!
Mereka menggunakan ilmu ginkang mereka untuk keluar dari lembah gunung Thai San dan akhirnya mereka tiba di tebing gunung Thai San dan jumpa kembali dengan sepasang buaya putih raksasa di sana juga keledai betina hitam.
" Pai Er , Li Er dan Daun Kecipir..Syukurlah kalian bertiga baik -baik saja di sini selama Kami semua berada di lembah gunung Thai San." Ucap He Shu Huan sangat gembira melihat ketiga hewan yang di jadikan sahabatnya itu tampak sehat dan baik.
" Kak Huan..Sudah saatnya kita berangkat untuk turun dari pegunungan Thai San." Kata Alina yang mengingatkannya.
" Iya , Alina.." Jawab He Shu Huan pada Alina yang sudah duduk manis di punggung Daun Kecipir. Ia pun segera berpamitan dengan sepasang buaya putih raksasa sahabatnya itu yang segera terjun ke sungai besar di kaki pegunungan Thai San.
Perjalanan mereka untuk keluar dari pegunungan Thai San sama sekali tak ada gangguan yang jadi penghalang jalan mereka. Namun di sebuah desa yang berada tepat di kaki gunung Thai San bagian barat daya. Mereka di hadang sejumlah pasukan berpakaian serba hitam dengan pedang terhunus ke depan mereka.
" Kau tak perlu tahu siapa kami..! Kau hanya perlu Kami akan membunuhmu..!!" Sahut pimpinan dari pasukan pakaian serba hitam dengan kilatan mata sadis sekali kepada He Shu Huan.
" Cih..Kaum bajingan rendah yang patut mati di tanganku..!!" Hardik Bi Guan yang meluncur hebat sekali dengan pedang naga hitam telah maju dan menghadapi pimpinan dari pasukan berpakaian serba hitam.
Wutt...!!
Crang..!!
Crang..!!
Pimpinan pasukan berpakaian serba hitam itu pun menangkis serangan pedang naga hitam yang di mainkan secara lihai oleh Bi Guan agar dirinya itu bisa terselamatkan nyawanya.
" Tunggu apalagi kalian semua ! Serbu dan habisi merekaaa...!! " Perintah pimpinan dari pasukan berpakaian serba hitam itu kepada sejumlah anak buahnya untuk menyerang He Shu Huan dan yang lainya.
__ADS_1
Syuttt...!!
Wirr ..!!
Wirrr..!!
Trang ..!!
Trang..!!
Trang..!!
Gu Jin Wu menggerakkan pedang miliknya yang bernama pedang naga gurun pasir menyerang para pasukan pakaian serba hitam yang datang dari arah barat nya.
Trang..!!
Trang..!!
Trang..!!
Ma Xiao Yu menangkis sejumlah pedang yang di mainkan oleh sejumlah pasukan pakaian serba hitam yang datang dari arah timur dan menyerang dirinya dan Gu Jin Wu.
Wuttt...!!
Crang..!!
Crang...!!
Crang...!!
Yang Ti Fei menggerakkan pedang benang tipis di tangan kanannya menghadapi serbuan pasukan pakaian serba hitam yang datang dari arah utara dan menyerang dirinya dan Putri Giok Lan.
__ADS_1
Bersambung..!!