
" Darimana kita bisa tahu lokasi lembah gunung Thai San berada ?" Tanya Gu Jin Wu dengan raut wajah polosnya kepada He Shu Huan.
" Kita bisa bertanya kepada Pai Er dan Li Er yang akan menunjukkan lembah gunung Thai San pada kita." Jawab He Shu Huan seraya membelai daun telinga bunga raksasa putih jantan.
" Ke arah kanan Anda , Tuan Besar He." Kata Pai Er mengibaskan ekor buntungnya ke arah kanan He Shu Huan.
" Terimakasih Pai Er." Kata He Shu Huan ramah dan hangat kepada Pai Er.
" Baiklah , sekarang juga kita harus segera pergi ke lembah gunung Thai San untuk memastikan orang yang telah membunuh Song Tian Chi dan Walet Kecil sesuai dugaan kita semua adalah Si Bunga Anggrek Malam yang bertempat tinggal di dasar lembah gunung Thai San." Kata Bi Guan nada tergesa -gesa seraya menggandeng tangan Selir barunya yang bernama Wu Zhen Zhen untuk berjalan lebih dahulu di depan yang lain menuju ke arah selatan pegunungan Thai San.
" Daun Kecipir kemarilah." Panggil He Shu Huan kepada seekor keledai betina warna hitam pekat untuk menghampirinya dan Alina.
" Alina sayang , naiklah ." Kata He Shu Huan yang menyuruh Alina naik ke atas punggung keledai itu.
" Bagaimana dengan kedua teman mu ini , Tuan Besar He ?" Tanya Putri Giok Lan menggunakan pedang bersarung menunjuk kepada kedua ekor buaya putih raksasa yang bersikap tenang sekali di dekat He Shu Huan yang memegang kendali tali kekang Daun Kecipir.
" Mereka bertugas memandu jalan kita di posisi paling depan ," Jawab He Shu Huan memberikan arahan pada sepasang buaya putih raksasa itu.
" Baiklah , Tuan Besar He kami mematuhi perintah mu." Sahut Pai Er dan Li Er bersamaan kepada He Shu Huan seraya merangkak maju ke posisi di depan Bi Guan dan Wu Zhen Zhen.
" Ayolah kita jalan ikuti Pai Er dan Li Er." Kata He Shu Huan kepada para sahabatnya yang lainnya sembari menaiki Daun Kecipir di belakang Alina.
Mereka berjalan bersama -sama menuju ke arah selatan pegunungan Thai San sesuai petunjuk dari Pai Er dan Li Er. Mereka pun tiba di sebuah jurang yang sangat luar biasa dalam nya dari arah bagian selatan pegunungan Thai San.
" Disinilah lembah itu berada ," Kata Pai Er kepada He Shu Huan yang turun dari punggung keledai hebatnya itu.
__ADS_1
" Emmm.." He Shu Huan berpikir cepat untuk cari jalan untuk masuk ke lembah gunung Thai San.
" Di sana ada tangga tali yang tergantung pada batu gunung di tebing gunung Thai San ini." Kata Bi Guan gembira sekali menemukan jalan bagi mereka semua bisa masuk ke lembah gunung Thai San.
" Iya..Ayolah kita kesana." Kata He Shu Huan yang menuntun jemari Alina untuk berjalan bersama dengannya ke arah tangga tali itu berada yakni di ujung tebing pegunungan Thai San di bagian arah selatan.
" Siapakah yang akan turun lebih dahulu dengan tangga tali itu ?" Tanya Gu Jin Wu merangkul Ma Xiao Yu dengan erat agar gadis kecil tidak merasa ketakutan terhadap ketinggian yang mereka lihat saat ini.
" Aku dan Alina yang pertama." Jawab He Shu Huan lantang dan Alina mengangguk tegas sekali kepadanya.
" Ah ,iya , silahkan." Kata Bi Guan memutar bola matanya.
" Alina hati -hatilah dan ikutilah langkah ku agar kau tak salah melangkah di tangga tali itu saat kita menuruni tangga itu." Kata He Shu Huan yang memandu langkah Alina untuk menuruni tangga tali di tebing pegunungan Thai San.
" Akhhh , sungguh mengerikan.." Kata Alina pucat melihat bawah jurang yang tak berdasar dengan awan -awan putih yang berlapis -lapis di bawah sana.
" Jangan di lihat awan itu , kau fokus saja kepada tangan ku yang selalu siaga untuk melindungimu dari bahaya apa pun yang akan melukai mu , Alina sayang." Kata He Shu Huan lembut sekali kepada Alina dengan tangannya tetap menggenggam erat jemari lembut dan hangat Alina.
" I..Iya ,Kak Huan." Jawab Alina yang mulai berani menaruh kakinya yang bersepatu indah dan juga mungil di atas tangga tali yang tetap kokoh di injak olehnya.
" Tak bergerak ," Kata He Shu Huan yang gunakan ilmu tapak kaki serigala emas sakti untuk tangga tali sekokoh tangga batu untuk Alina bisa turun dengan tanpa adanya rasa takut sedikitpun pada hati wanita muda itu.
" Iya , Kak Huan." Kata Alina berani menuruni anak tangga tali itu dengan mudah dan cepat sekali bersama dengan He Shu Huan sehingga mereka berdua bisa tiba pertama di lembah gunung Thai San.
" Bagaimana mudah 'kan ?" Tanya He Shu Huan lembut pada Alina yang mengganggukkan kepala dan tersenyuum manis sekali kepadanya.
__ADS_1
" Iya , semua itu karena dirimu yang membuatnya mudah." Jawab Alina penuh kasih sayang kepada He Shu Huan.
" Untuk mu akan selalu ku buat segalanya mudah dan nyaman." Kata He Shu Huan merengkuh Alina dengan kedua tangannya dan mencium lembut di bibir manis Alina.
" Hyaaa..!!" Pekikan dari suara para sahabat telah menyadarkan He Shu Huan dari kesenangannya itu yang sangat gemar mencumbu mesra istrinya tercinta itu.
" Aduduhh...!!" Pekik Giok Lan yang bangkit berdiri dari punggung Yang Ti Fei.
" Jangan kau mencari kesempatan di dalam satu kesempitan emas untuk menyentuh ku ,ya ?!" Nada marah terdengar dari Putri Zhao Yu Erl yang di rangkul Bi Guan di bagian lain lembah gunung Thai San.
" Siapa juga yang mau menyentuh gadis bau dan jelek seperti mu ?!" Balas Bi Guan dengan jarinya menuding ke dahi Putri Zhao Yu Erl.
" Heiii Kauu yaa kurang sekali kepadaku Putri dari Kekaisaran Zhao yang terhormat..!!" Hardik Putri Zhao Yi Erl marah sekali kepada Bi Guan yang mencemoohnya.
" Hei yang kurang ajar itu kamu ?!Kau telah berani menyentuh suami ku !!" Teriak Wu Zhen Zhen nada keras kepada Putri Zhao Yu Erl yang akan di pukul oleh wanita muda selir baru Bi Guan.
" Berhenti kalian semua !! " Tegur He Shu Huan nada tegas sekali sehingga mereka berhenti pada saat bersamaan ketika adanya uap asap putih dari arah berlawanan mereka saat ini.
Wushhh..!!
" Ahh , kabut apakah ini ? " Tanya Yang Ti Fei nada terkejut.
" Jangan bernapas selama lima menit dan tutup kedua mata kalian sampai Aku beritahukan kalian untuk membuka mata kalian dan kalian semua bisa bernapas lagi." Kata He Shu Huan nada yang sangat serius sekali untuk keselamatan mereka semua di daerah yang baru saja mereka datangi itu.
Bersambung..!!
__ADS_1