
He Shu Huan tak bisa menemukan Alina di luar goa kepala singa emas di tengah pulau sungai Wei ketika dirinya sudah tiba di luar goa tersebut untuk mengejar larinya Sang istri darinya dengan perasaan hati tak menentu.
" Alina..!! " Lengking He Shu Huan menggema di seluruh pulau cakar ayam kecil yang sebenarnya adalah pulau singa emas.
" Huan..Lihat.." Kata Bi Guan yang juga ikut lari dan mengejar Alina yang keluar dari goa.
" Apa..? "
" Di batu besar itu adalah tulisan darah..! " Jawab Bi Guan dengan nada cemas dan berang di suara sahabatnya itu.
He Shu Huan menengok ke arah batu besar yang di tunjuk Bi Guan. Ia mengerang marah dan gusar luar biasa." Kurang ajar si Bajingan Zhao Yao yang sudah lancang menculik Alina dari ku..!!" Amarah He Shu Huan mengggelora.
' Pendekar Serigala Emas Sakti jika kamu masih ingin lihat istrimu masih hidup dan selamat maka kamu harus berikan stempel Kekaisaran Ming mu itu kepadaku di puncak gunung Zhao pada tanggal lima belas musim dingin tahun ini.' Tulisan darah yang tertera pada batu besar itu yang di tunjukkan untuk He Shu Huan.
" Tidak akan pernah ku serahkan stempel ku pada mu. Aku juga tidak akan pernah membiarkanmu dan seluruh bangsa Zhao mu hidup nyaman dan tenteram akibat perbuatan licik mu yang telah berani menculik istriku..! Zhao Yao kau pastikan mati di tanganku.." Kata He Shu Huan nada dingin dan bengis sekali.
" Huan..Bagaimana cara kita bisa pergi dari pulau ini tanpa adanya kapal kita untuk kita bisa segera sampai dengan tepat waktu di gunung Zhao untuk menyelamatkan Alina ? " Tanya Bi Guan yang amat gelisah memikirkan keselamatan Alina.
" Gunakan kayu ini untuk menyeberangi sungai wei dan tiba di kota kecil Xin An." Jawab He Shu Huan yang sangat cepat dan tangkas membuat perahu rakit untuk dirinya dan para pasukan Kekaisaran Ming dapat menyeberangi sungai Wei.
__ADS_1
Cara He Shu Huan ini mendapatkan nilai kagum di hati para pasukannya di bidang merakit perahu dalam waktu satu menit saja dan mereka semua bisa meninggalkan pulau singa emas dan tiba di tepi sungai Wei bagian Timur.
Mereka membaca tulisan pada batu prasasti yang di pinggir pintu masuk ke kota Xin An. Lalu , He Shu Huan memimpin para pasukannya itu untuk masuk ke kota Xin An dengan penuh keberanian dan kewaspadaan tingkat tinggi sekali.
Di dalam kota Xin An. Mereka bertemu dengan tokoh dunia persilatan yang berjuluk Si Naga Hijau Ren Jia Lun dan istrinya yang mengundang He Shu Huan untuk menghadiri perjamuan khusus untuk kaum pendekar dunia persilatan di rumah seorang tuan besar yang bernama Zhang Hun di kota Xin An.
" Baiklah, Aku penuhi undangan mu Saudara Ren dan Saudari Chen." Kata He Shu Huan kepada Ren Jia Lun dan istrinya dengan nada ramah.
Di kediaman Tuan Besar Zhang.
Berkumpullah sekitar lima ratus orang pendekar di seluruh dunia kangouw atau persilatan yang hadir di acara perjamuan besar itu dan mereka semua menyambut kedatangan He Shu Huan dengan rasa hormat yang besar sekali.
"Bangunlah dan berdirilah." Kata He Shu Huan yang sudah duduk di tempat duduk yang sudah di persiapkan oleh tuan rumah untuknya. Dari sudut mata kirinya, He Shu Huan dapat melihat adanya kehadiran seorang pemuda remaja usia enam belas tahun berdiri di balik tirai bambu di dalam ruangan utama rumah tuan besar Zhang.
" Oh..Yang Mulia. Tujuan kami mengadakan acara perjamuan besar secara tiba -tiba adalah untuk membahas tentang masa depan dunia persilatan dan Kekaisaran Ming pasca Anda telah kehilangan keturunan -keturunan laki -laki Anda sekitar lima bulan yang lalu. Kami semua menginginkan Anda dapat memikirkan masa depan bangsa kita di era yang akan datang sesudah Anda untuk Anda bisa menjodohkan Putri Ming Xin Lian dengan putraku yang bernama Zhang Xiao Long itu untuk bersatu nya dunia persilatan dan Kekaisaran Ming." Kata Tuan Besar Zhang Hun dengan nada lugas kepada He Shu Huan.
" Biarkan Aku bertemu dengan putramu dahulu untuk Aku bisa menilai dengan mata kepalaku sendiri akan kecocokan diri putramu itu untuk bisa sesuai dengan putri tunggalku Ming Xin Lian." Kata He Shu Huan juga dengan nada yang tak bisa di bantah oleh Tuan Besar Zhang Hun dan para tokoh dunia persilatan yang hadir di perjamuan khusus itu.
" Baiklah..Silakan Anda menilai sendiri putraku itu. " Kata Tuan Besar Zhang Hun yang memanggil pemuda remaja usia enam belas tahun yang telah di lihat He Shu Huan tadi untuk datang dan hadapi He Shu Huan secara terbuka.
__ADS_1
" Hormat hamba Zhang Xiao Long kepada Yang Mulia Kaisar Ming Huan." Sapa Zhang Xiao Long nama pemuda remaja yang tampan dan bersujud hormat di hadapan He Shu Huan.
He Shu Huan menilai pemuda ini sangat tepat dan sesuai untuk masa depan putrinya namun apabila untuk menjadi penerus tahtanya sangatlah kurang cocok. Karena He Shu Huan masih memiliki doa dan harapan untuk memiliki anak laki -laki untuk meneruskan tahta nya di masa depan. Maka He Shu Huan menjawab.
" Aku setuju Zhang Xiao Long sebagai calon suami putriku Ming Xin Lian di masa depan untuk bersatunya dunia persilatan dengan Kekaisaran Ming melalui pernikahan keduanya di masa depan namun untuk tahta ku kelak akan jatuh pada diri putra ku yang lain yang saat ini masih berada di dalam proses alamiah antara diriku dengan istri Alina. Aku harap kalian semua bisa menunggu dengan sabar dan ku pastikan Kekaisaran Ming akan ada penerus nya yang lebih baik dariku." Kata He Shu Huan nada tegas sekali di hadapan para tokoh dunia persilatan yang hadir di perjamuan khusus itu di rumah besar Tuan Zhang.
" Yang Mulia ,apakah Anda sungguh yakin kalau istri Anda bisa mengandung dan melahirkan anak laki -laki lain untuk Anda sebagai penerus tahta Anda di masa depan ? " Tanya Pendekar Naga Hijau Ren Jia Lun kepada He Shu Huan dengan nada sedikit ragu.
" Tentu saja Aku yakin sekali kepada istriku Alina dengan sepenuh hatiku." Jawab He Shu Huan.
" Kalau begitu siapakah gadis yang akan di pilih sebagai pendamping putra mu di masa depan ? " Tanya Ren Jia Lun lagi yang mengharapkan He Shu Huan memilih putrinya suatu saat nanti.
" Aku sudah menetapkan putri kandung saudara Bi Guan sebagai calon menantu perempuanku di masa depan." Jawab He Shu Huan yang sangat mengejutkan Bi Guan yang berdiri di belakang kursi yang di duduki He Shu Huan.
" Baiklah. Kami semua akan menanti hari itu dengan hati sabar dan berharap Anda tidak akan melanggar janji dan sumpah Anda untuk masa depan Dinasti Ming di hadapan kami di hari ini untuk Anda ingat di benak Anda dan Istri Anda di masa akan datang juga berikalah kepastian pada kami untuk istri Anda layaknya menjadi Permaisuri Agung Kekaisaran Ming kami." Kata seluruh tokoh dunia persilatan kepada He Shu Huan.
" Iya, tentu saja. " Jawab He Shu Huan nada tegas dan berwibawa tinggi di hadapan seluruh tokoh di dunia persilatan itu.
Bersambung..!!
__ADS_1