
He Shu Huan memanggil semua pasukannya ke ruangan dalam di penginapan Chou. Ia sudah memutuskan untuk pergi ke gunung Lin dahulu sebelum pergi ke Ibukota Kekaisaran Ming.
" Aku harus menyelamatkan putriku dahulu di gunung Lin di tangan Raja Kekaisaran Lin sebelum aku pulang ke Istana Kekaisaran Ming untuk menemui Bi Guan. Karenanya aku mau kalian hubungi seluruh sekte besar yang ada di wilayah Kekaisaran Ming untuk bertemu dengan aku di tembok kota Lin pada tanggal lima belas bulan tiga tahun depan untuk merencanakan merebut kembali wilayah perbatasan antara Wilayah Kekaisaran Ming dengan Kekaisaran Chen dan He agar kestabilan di Kekaisaran Ming kita bisa berjalan dengan semestinya. "Kata He Shu Huan dengan nada serius kepada para pasukannya yang terdiri dari para anggota laskar serigala emas sakti.
" Siap, Paduka, kami akan melaksanakan tugas yang Anda berikan kepada kami. "Jawab para pasukannya serentak.
" Yang Mulia, bagaimana dengan urusan Putri Ming Ming yang di kabarkan telah meninggalkan istana Kekaisaran Ming pasca Ibu Suri Han Ji Hyun di masukan ke dalam istana dingin oleh Kaisar Ming Guan Ji? " Tanya Yo Hu pemimpin dari laskar serigala emas sakti kepada He Shu Huan.
" Sebarkan pasukan kita ke seluruh negeri ini untuk temukan Ming Ming dan bawa dia ke hadapanku di kota Lin juga. " Jawab He Shu Huan dengan tegas kepada Yo Hu.
" Siap, Paduka. " Sahut Yo Hu lantang.
" Yang Mulia, lalu urusan bandul giok yang ada pakai di leher anda, bagaimana cara anda untuk menghadapinya? " Tanya Wan Lina dengan nada serius kepada He Shu Huan.
" Aku akan temui Pangeran Ching Xi di wilayah Ching an usai aku meruntuhkan pengaruh besar sekte serigala Ching di gunung Ching setelah aku meninggalkan kota Chou ini. " Jawab He Shu Huan dengan nada tegas kepada Wan Lina.
He Shu Huan sudah merencanakan semua itu di benaknya agar semua permasalahan yang telah mengganggu ketenangannya bisa di tuntaskan dengan sempurna olehnya.
" Alina, kau bantu aku untuk berkemas pada hari ini juga. " Kata He Shu Huan dengan nada halus kepada istrinya.
" Iya, Kak Huan. " Jawab Alina segera mematuhi perintah dari Kaisar Ming Huan.
__ADS_1
Lima belas menit kemudian, He Shu Huan dan Alina sudah meninggalkan penginapan kota Chou dengan menunggangi Daun bawang dan Daun kecipir.
Kecepatan langkah kedua keledainya itu sama dengan kecepatan gerak kilat yang dikuasainya. Maka, Ia dengan tenang sekali menyerahkan tugas untuk mengantarkan dirinya dan istrinya ke daerah wilayah Ching kepada kedua keledai hebatnya itu.
" Wilayah Ching sudah dekat di depan kita. " Kata He Shu Huan dengan sikap tenang kepada Alina.
" Iya, suamiku. Aku pun bisa merasakan gerakan orang-orang yang sedang berburu harimau di hutan di depan sepasang mata kita dan hutan itu adalah hutan pegunungan Ching. " Kata Alina dengan senyuman manisnya kepada He Shu Huan.
" Karena itu, kita tak perlu menunggu waktu lebih lama lagi untuk masuk ke wilayah Ching dengan kedua teman hebat kita berdua. " Kata He Shu Huan yang menggandeng tangan Alina sambil memacu keledainya untuk berlari cepat ke arah wilayah Ching.
Di pegunungan Ching, mereka bertemu dengan sekelompok orang yang sedang sibuk untuk mengepung seekor Harimau putih yang lari pontang panting dengan ketakutan. Dan, hal ini membuat He Shu Huan harus turun tangan untuk menolong harimau putih yang malang itu dengan cara berbicara bahasa hewan buas kepada sang harimau putih itu.
Harimau putih memahami He Shu Huan lalu lari ke arah yang di tunjukkan oleh He Shu Huan sehingga setiap anak panah yang meluncur ke arah harimau putih tak ada satupun yang dapat melukai harimau putih itu.
Syut,syut, syut...!
" Hei, jangan lari kamuuu....! " Hardik sekelompok orang itu kepada harimau putih dengan bidikan busur panah otomatis yang bagaikan hujan deras saja yang memburu harimau putih itu..
He Shu Huan dengan cepat menggunakan ilmu sinkang angin badai topan melalui telapak tangannya bergerak ke arah sekelompok orang itu yang membuat sejumlah anak panah yang di luncurkan oleh sekelompok orang itu menjadi berbalik arah dan menembus mereka semua yang langsung jatuh dari kuda-kuda yang mereka tunggangi dengan keadaan tak lagi bernyawa.
Wettzzz!
__ADS_1
Cep, cep, cep!
He Shu Huan menyuruh daun bawang melompat dengan kecepatan tinggi sehingga keempat kaki keledainya tak satu pun menginjak sejumlah mayat itu.
Swoosh!
Alina mengikuti langkahnya dengan senyuman tenang sekali karena wanita itu percaya penuh akan kemampuan dan kekuatan yang di miliki oleh suaminya yang tangguh itu.
Mereka berdua tiba di depan sungai kecil yang merupakan salah satu dari batas wilayah Ching sebelum mereka bisa masuk ke pegunungan Ching dan sekitarnya.
" Hmm, Daun bawang lompati saja sungai kecil itu dan jangan khawatir pada buaya di dalamnya karena aku sudah tahu keberadaan Li Erl dan Pai Erl di sana. Mereka akan melindungi kita dari kawanan buaya lainnya yang menjadi penghuni sungai kecil di pegunungan Ching bagian barat daya. " Kata He Shu Huan yang mengelus -elus daun telinga dari keledainya.
Daun bawang mematuhinya dengan melompati sungai kecil dengan lompatan tinggi sehingga mereka tiba di seberang dengan aman. Namun, di giliran Alina dan daun kecipir kawanan buaya merapat bagai barisan tentara air sungai kecil yang mengancam keselamatan Alina dan daun kecipir.
" Alina jangan takut.. Aku akan membantu dan daun kecipir melompati mereka dengan aman. " Kata He Shu Huan yang menepuk-nepuk daun bawang untuk keledainya pergi dahulu ke arah pintu masuk ke wilayah dalam dari pegunungan Ching.
Lalu, He Shu Huan dengan ilmu ginkang nya itu melompati sungai kecil tanpa menyentuh satu ekor pun buaya itu dan tiba di atas punggung daun kecipir dan memeluk pinggang Alina untuk menenangkan hati dan pikiran Alina yang takut terhadap kawanan buaya di sungai kecil itu.
" Jangan takut ada aku disini untukmu selalu. " Kata He Shu Huan yang kemudian menekan kedua lutut kakinya di tubuh daun kecipir yang membuat daun kecipir melayang dengan ringan dan cepat menyeberangi sungai kecil itu dan tiba di seberang sungai kecil itu dengan aman sekali.
Bersambung!
__ADS_1