
Hai, guys aku kembali melanjutkan menulis kisah perjalanan He Shu Huan Sang Pendekar Serigala Emas Sakti season 3 untuk meneruskan sisa perjalanan hidup Kaisar Ming Huan...!
******
Istana Kekaisaran Ming.
Bi Guan bersama dengan para pejabat Istana Kekaisaran Ming mengadakan pertemuan secara darurat untuk membahas tentang peperangan di perbatasan antara Kekaisaran Ming dengan Kekaisaran Chen yang meresahkan masyarakat di sekitar perbatasan kedua negara, Kekaisaran tersebut.
" Yang Mulia , kita harus mengirimkan bala bantuan untuk mempertahankan kota Ze di wilayah perbatasan agar wilayah kita tak di rebut oleh Kekaisaran Chen..! " Kata perdana menteri Kekaisaran Ming dengan wajah serius sekali kepada Bi Guan.
" Kita juga harus mengirimkan bahan makanan untuk ransum pertahanan militer kita di sana. " Kata seluruh pejabat di Istana Kekaisaran Ming kepada Bi Guan.
Bi Guan membuka peta wilayah Kekaisaran Ming di meja singasana untuk mempelajari tentang wilayah perbatasan antara wilayah Kekaisaran Ming dengan Kekaisaran Chen.
" Hmm..! " Gumam Bi Guan sembari meletakkan tangan di dagunya.
" Kita bisa mengirimkan pesan kepada mantan Kaisar Ming Huan di Pulau Abadi untuk bantu kita menangani masalah serius seperti masalah peperangan yang terjadi di perbatasan antara Kekaisaran Ming dengan Kekaisaran Chen.! " Kata sejumlah pejabat di istana Kekaisaran Ming dengan wajah serius kepada Bi Guan.
" Aku tak bisa mempersulit He Shu Huan yang saat ini sedang mengobati isterinya. " Kata Bi Guan yang memikirkan solusi untuk masalah Kekaisaran Ming.
" Tapi, kita harus mengabarkan tentang Puteri Agung Ming Xin Lian yang hilang pada malam hari yang lalu yang sampai detik ini belum ada kabar terbarunya untuk keadaan Tuan putri kepada Yang Mulia mantan Kaisar Ming Huan di Pulau Abadi. " Kata perdana menteri Kekaisaran Ming dengan wajah serius sekali kepada Bi Guan yang masih memikirkan bagaimana cara dia untuk menyampaikan pesan tersebut kepada He Shu Huan.
"Ahh, Shu Huan pasti akan menilai aku lalai menjaga putrinya dan juga kestabilan wilayah Kekaisaran Ming. " Batin Bi Guan.
__ADS_1
Di Istana Ibu Suri Kekaisaran Ming.
Han Ji Hyun ibu kandung He Shu Huan dan Ming Ming yang mendengarkan kabar tentang hilang nya cucunya dari istana Kekaisaran Ming tanpa perlu meminta izin atau menyita waktu lagi. Ia mengirimkan surat di kaki burung merpati abu -abu kepada He Shu Huan di Pulau abadi.
" Aku harus memanggilnya pulang ke istana Kekaisaran Ming untuk menyelesaikan masalah besar ini..! " Kata Han Ji Hyun dengan wajah serius sekali kepada dayang istananya yang berdiri di bawah singasana nya.
" Yang Mulia Ibu Suri, hamba mendapatkan kabar baik dari Istana selir Giok Lan yang memberikan sebuah kabar tentang kehamilan nya yang pertama dari salah satu dayang istana nya. " Kata Kasim istana Ibu Suri Kekaisaran Ming melaporkan berita tersebut kepada Han Ji Hyun.
" Aish, kabar gembira apa di otak mu itu? Tetap saja dia bukan istrinya He Shu Huan yang berarti anak di rahimnya itu bukanlah keturunan asli Kekaisaran Ming Sejati karena Bi Guan bukan Kaisar Ming yang sebenarnya..! " Kata Han Ji Hyun dengan wajah berang sekali.
" Ampuni hamba Yang Mulia Ibu Suri Han karena hamba telah lancang berbicara tak semestinya kepada Anda..! " Kata Kasim istana Ibu Suri Kekaisaran Ming dengan cepat bersujud di hadapan Ibu Suri Kekaisaran Ming.
" Kalau kau tak bisa memberikan kabar gembira yang benar! Sebaiknya, kamu tutup mulutmu saja..! " Kata Ibu Suri Kekaisaran Ming dengan wajah marah sekali kepada Kasim nya sendiri.
Lalu, sekonyong-konyong datanglah seorang anak kecil ke Istana Ibu Suri Kekaisaran Ming dengan membawa mainan berupa Kincir angin kecil dan memanggilnya dengan wajah ceria.
" Ming Hu Chen kau bisa atau tidak jangan buat berisik di istana ku ini..?! " Kata ibu Suri Kekaisaran Ming dengan wajah galak kepada putra Bi Guan dengan wanita lain atau selir di luar istana.
" Ahhh..?! Iya, nenek maafkan aku..! " Jawab Ming Hu Chen yang segera berbalik pulang ke istananya sendiri.
Di tengah jalan menuju ke istana pribadinya. Ming Hu Chen di kejutkan oleh seseorang yang menotok nya dan memotong lehernya lalu Ia di tinggalkan begitu saja di tengah jalan menuju ke istananya.
" Astaga..! Pangeran Ming Hu Chen telah tewas di bunuh orang di tengah jalan menuju ke istananya sendiri...!!!! "
__ADS_1
Teriakan histeris para pengawal dan dayang istana Kekaisaran Ming yang menemukan jasad Ming Hu Chen di tengah jalan menuju ke istana anak itu sendiri sampai menggemparkan hati Bi Guan yang berada di Balairung utama Istana Kekaisaran Ming.
" Apa kamu bilang? Putraku di bunuh orang di Istana Kekaisaran Ming ku sendiri..! Bagaimana hal gila ini bisa terjadi di rumah ku sendiri..?! " Teriak Bi Guan kepada pengawal yang datang melaporkan berita tersebut kepadanya.
" Ha.. Hamba tidak tahu, Yang Mulia. Mohon Yang Mulia jangan marah kepada hamba..! " Jawab pengawal itu yang sujud dengan wajah pucat sekali kepada Bi Guan.
" Aku harus melihat sendiri jenazah putraku..! " Kata Bi Guan yang langsung melesat keluar dari balairung utama Istana Kekaisaran Ming untuk melihat Ming Hu Chen di kamar istana putranya itu.
Bi Guan mendapatkan laporan bahwa sebelum Ming Hu Chen di temukan dalam keadaan tak bernyawa, anak ini datang ke istana Ibu Suri Kekaisaran Ming dan laporan itu di dengarnya dari salah satu dayang istana selirnya.
" Apaaaa..? "
" Kau jangan menuduh Ibu ku ya? " Ucap Ming Ming marah kepada dayang istana selir Wu Zhen Zhen yang memberikan laporan tersebut kepada Bi Guan.
" Maafkan hamba Permaisuri Ming..! Hamba hanya memberikan laporan yang sesuai dengan penglihatan hamba sendiri.. " Jawab dayang istana selir Wu kepada Ming Ming.
Ming Ming mengalihkan perhatian kepada Selir Wu Zhen Zhen yang duduk dengan tenang di kursinya sambil mengelus -elus perut buncit nya dan menatapnya dengan wajah tak tahu apa -apa.
" Yang benar saja kamu tidak tahu apa yang di laporkan oleh dayang istana mu sendiri kepada Yang Mulia terkait terbunuhnya anak dari suami mu sendiri? " Tanya Ming Ming dengan wajah marah kepada madunya.
"Aku memang tak pernah tahu apa -apa, Kakak Ming. Aku sepanjang hari ini berada di kamarku sendiri karena perutku meminta Aku untuk tidur terus untuk kesehatan janin ku. " Jawab Selir Wu Zhen Zhen dengan wajah polos kepada Ming Ming.
" Tak mungkin..! " Kata Ming Ming yang tetap tak mempercayai ucapan madunya itu.
__ADS_1
" Yang Mulia..! Apakah Anda dengar sendiri ? Kakak Ming Ming menuduh aku berdusta tentang ketidaktahuan aku terkait terbunuhnya Ming Hu Chen putramu dengan Kakak Lan..! " Kata Selir Wu Zhen Zhen yang meminta bantuan kepada Bi Guan yang masih diam mendengarkan perdebatan antara istri -istrinya itu.
Bersambung!