Pendekar Serigala Emas Sakti Season 3.

Pendekar Serigala Emas Sakti Season 3.
Pegunungan Thai San.


__ADS_3

Sementara itu di kaki pegunungan Thai San. Ada Bi Guan , Putri Song Thian Chi , Walet Kecil , Putri Giok Lan , Yang Ti Fei dan Gu Jin Wu serta Ma xiao Yu.


Mereka membuat perkemahan sederhana di kaki gunung Thai San untuk menunggu kembalinya He Shu Huan dan Alina dari puncak pegunungan Thai San.


Gemericik air terjun yang sangat tinggi dan deras mengalir ke sungai yang sangat luas dan lebar di kaki pegunungan Thai San dan mengalir ke desa -desa yang tinggal di sekitar pegunungan Thai San.


" Ei ,apakah kalian mendengar sesuatu ?" Tanya Gu Jin Wu waspada secara mendadak karena Gu Jin Wu mendengar suara desisan yang di sertai bau amis di sungai dekat perkemahan mereka.


" Ya , Aku dengar." Jawab Bi Guan santai saja.Ia sudah melihat kedatangan sepasang buaya putih yang mengapung di sungai.


" Tuan Besar Bi.."


Bi Guan tersenyum lebar seraya melemparkan satu potong daging menjangan besar ke sungai dan di lahap habis oleh sepasang buaya putih di sungai.


" Gyaaaa...Ada buayaaaa..!" Jerit Song Thian Chi dan yang lainnya dengan wajah pucat dan lari menjauhi sungai.


" Kak Guan , lari dari sana.." Kata Walet Kecil nada panik melihat Bi Guan begitu santai menghadapi sepasang buaya putih raksasa yang merayap naik ke tepi sungai dan menghampiri Bi Guan.


" Heeeiii...!" Pekik Yang Ti Fei tergeletak pingsan melihat buaya putih ekor buntung melompat ke arah Bi Guan dengan rahang mulut terbuka lebar dan besar memperlihatkan gigi -gigi runcing dan tajam.


Giok Lan memanjat pohon tertinggi di ikuti Gu Jin Wu yang membawa Ma Xiao Yu naik ke pohon juga. Sedangkan , Song Thian Chi dan Walet Kecil sudah menghilang dari tempat perkemahan.


Bi Guan mengangkat kedua telapak tangannya untuk membelai rahang mulut buaya putih ekor buntung dengan kasih sayang dan di sertai wajah Bi Guan berada dekat dengan gigi runcing buaya.


" Pai Er dan Li Er rupanya kalian menetap di sungai gunung Thai San sekarang , " Kata Bi Guan dengan ramah dan hangat kepada buaya putih jantan yang ekornya buntung.

__ADS_1


" Ya ,semenjak kami terakhir berpisah dengan Tuan He dan Tuan Bi di sungai tanpa nama , Saya bersama dengan Li Er memilih untuk menetap di sungai gunung Thai San yang tenteram." Jawab Pai Er buaya putih jantan yang ekornya buntung kepada Bi Guan.


" Waahh..Apakah kalian sudah mempunyai anak sesudah kalian menikah di sungai tanpa nama ?" Tanya Bi Guan memandang Li Er buaya putih betina yang berlinang air mata.


" Sayang sekali ,Tuan Bi. Kami tak bisa memiliki keturunan karena Li Er memiliki kerusakan pada pembuahan telur di rahimnya akibat Li Er tanpa di sengaja menelan limbah bahan yang tak bisa di mengerti kami. Limbah bahan itu lentur sekali dan mengikis kantung telur di rahim Li Er." Jawab Pai Er sedih.


" Bahan lentur apa yang kau makan ,Li Er ?" Tanya Bi Guan merasa iba.


" Seperti bijih yang bisa mengkerut." Jawab Li Er.


" Coba Aku lihat dan periksa kondisi dalam tubuh mu." Kata Bi Guan menggapai buaya putih betina dan memeluknya untuk di periksa kesehatan dari tubuh buaya putih betina.


" Ah ,bahan perekat yang membahayakan hewan air di sungai dan laut serta danau..Huh manusia macam apa yang sudah mencelakakan mu ,Li Er ? Kau beritahukan kepadaku agar suatu hari nanti Aku berjumpa dengan manusia itu. Maka Aku yang akan membunuhnya untuk mu." Kata Bi Guan merasa kasihan sekali kepada Li Er buaya putih betina.


" Saya tidak tahu , Tuan Bi. Tapi , Saya ucapkan terimakasih karena Anda begitu baik untuk bantu Saya untuk membunuh manusia yang telah buat Saya menderita selama hidup Saya ini." Kata Li Er terharu sekali dengan kebaikan Bi Guan.


Bi Guan menghembuskan napas berat karena Bi Guan begitu prihatin terhadap Li Er dan Pai Er sahabat air nya dan He Shu Huan.


" Ohya ,Tuan Bi..Sedang apa Anda di pegunungan Thai San ? " Tanya Pai Er mencari -cari He Shu Huan yang biasanya selalu bersama dengan Bi Guan kemanapun kedua pria itu berpetualang.


" Menanti kembalinya Tuan mu yang berwisata di puncak pegunungan Thai San bersama dengan Istrinya." Jawab Bi Guan memeluk hangat Pai Er.


" Ohhhh , begitukah ? "


" Iya , Pai Er."

__ADS_1


Pai Er dan Li er kembali ke sungai untuk teman -teman Bi Guan tidak ngeri dan takut terhadap mereka , dan agar mereka bisa berkumpul di sisi Bi Guan di malam hari di perkemahan kaki gunung Thai San.


" Kau sungguh menakjubkan , Tuan Bi ? Kau dapat begitu tenang memeluk ,bicara hangat dan ramah kepada dua ekor buaya putih raksasa ," Ucap Gu Jin Wu berdecak kagum kepada Bi Guan.


" Untuk apa takut terhadap mereka ? Mereka tak pernah jahat terhadap kita manusia apabila hidup mereka tidak akan pernah terusik oleh kita para manusia yang kadangkala lebih buas dan liar dari mereka jika berhubungan dengan hawa nafsu dan keinginan hati yang tak pernah puas atau hati yang serakah. " Jawab Bi Guan bijaksana.


" Ya ,kau benar sekali Tuan Bi." Kata Putri Giok Lan yang merasa kalau Bi Guan semakin menarik dan mengagumkan.


" Emm ,dimanakah kedua orang selirku ?" Tanya Bi Guan baru sadar kalau Song Tian Chi dan Walet Kecil tidak kembali bergabung dengannya usai kedua sahabat air nya kembali ke dalam sungai.


" Mereka kabur ." Jawab Yang Ti Fei yang anehnya mulai ada rasa terhadap Bi Guan.


" Kabur ? Huh ,keterlaluan mereka." Kata Bi Guan melesat menuju ke arah kaburnya Song Tian Chi dan Walet Kecil.


Brrrrrr...!!


Bi Guan mencari keberadaan kedua orang selir di pedesaan kaki pegunungan Thai San. Namun , Bi Guan terbawa arus keramaian warga desa yang akan menuju ke rumah kepala desa.


" Ada apakah ini ? Kenapa ramai di rumah kepala desa ? " Tanya Bi Guan ingin tahu kepada salah satu penduduk desa kaki gunung Thai San.


" Ada apa ? Ah , kau ini pasti orang baru di desa kami sehingga kau tak tahu adanya acara cari suami bagi putri kepala desa oleh kepala desa kami melalui acara lempar bunga." Jawab salah satu penduduk desa kaki pegunungan Thai San kepada Bi Guan.


" I..Iya kau tepat sekali , Kawan. Aku baru datang ke desa ini." Kata Bi Guan nada menyakinkan pada salah satu penduduk desa di kaki pegunungan Thai San.


" Kalau begitu sebaiknya kau ikut aku ke rumah kepala desa Wu dan mungkin saja kamu dapat keberuntungan besar dengan menjadi calon suami Nona Kelima Wu yang sangat terkenal di desa Awan putih kami sebagai bunga desa kami yang paling cantik jelita dan sempurna." Kata Salah satu penduduk desa kepada Bi Guan.

__ADS_1


" Iya..Baiklah dengan senang hati Aku terima ajakan mu ini , Sahabat baik." Jawab Bi Guan nada riang gembira mempunyai teman baru yang amat baik itu.


Bersambung..!!


__ADS_2