
Bi Guan memperhatikan segala yang di perbuat Yu Lan bersama dengan Chu Chu teman dari gadis marga Yu itu dari atas genteng rumah kepala Desa Awan Putih.
" Kak Chu , Kita harus bisa menemukan peta pulau persik es yang sangat di inginkan oleh Kaisar tua Zhao ayah angkat ku sebelum peta itu terjatuh ke tangan orang lain." Kata Yu Lan serius kepada Chu Chu.
" Kita sudah mencari benda itu di sekitar rumah ini tapi nyatanya peta itu sama sekali tidak dapat kita temukan meskipun kita sudah menghabisi Ketua Sekte Awan Putih beserta keluarganya ,kecuali Wu Zhen Zhen yang kini resmi menjadi Selir ketiga Bi Guan Si Berandal Gila dari Pulau Buangan ," Kata Chu Chu kepada Yu Lan seraya menghela napas.
" Paman Bi Guan jangan kita usik dia karena dia itu seorang yang sangat dekat dengan Kaisar Ming Huan." Kata Yu Lan mengingatkan sahabatnya itu.
" Baiklah , Yu Lan, " Jawab Chu Chu mematuhi Yu Lan.
Mereka berdua meninggalkan kamar tidur Kepala Desa Wu dengan tangan kosong dan tanpa dapat di ketahui oleh mereka kalau semua yang mereka lakukan pada malam hari itu terhadap Ketua Sekte Awan Putih telah di ketahui dengan jelas oleh Bi Guan.
Bi Guan turun dari tempat persembunyiannya usai Ia amati dengan teliti kepergian Yu Lan dan Chu Chu dari kediaman Kepala Desa Wu atau Ketua Sekte Awan Putih.
Brrrr...!!
Bi Guan menggunakan saputangan putih untuk Ia bisa menyentuh pigura yang ada di dinding kamar tidur Kepala Desa Wu.
Lalu...
Krekkkk...!!
Sebuah lubang persegi empat terlihat oleh Bi Guan yang tanpa ragu sama sekali itu telah mengambil sebuah busur panah es yang sangat hebat sekali di ruang rahasia kamar tidur Kepala Desa Wu.
__ADS_1
" Penemuan yang sangat berharga." Puji Bi Guan.
Bi Guan lalu melayang pergi meninggalkan rumah Kepala Desa Wu dengan tak lupa membawa pula pergi Selir barunya yang masih tidur pulas di balik selimut tebal.
Bi Guan di perjalanan untuk kembali kepada para sahabatnya di perkemahan kaki gunung Thai San di kejutkan dengan menemukan kedua orang Selir nya yang lain tergantung di atas pohon besar dan dalam keadaan tak lagi bernyawa.
" Kurang Ajar ! Siapakah yang sudah begitu amat lancang telah membunuh Song Tian Chi dan Walet Kecil ?! "
Dengan satu kali sentilan saja Bi Guan sudah bisa menurunkan kedua jasad dari kedua orang Selir nya itu dari atas pohon rindang.
" Cakar Serigala Hitam ," Kata Wu Zhen Zhen yang terbangun dari tidurnya di pagi hari di arah jalan menuju ke perkemahan para sahabat Bi Guan.
"Ilmu Cakar Serigala Hitam ? Milik siapakah itu dan di manakah dia tinggal ?" Tanya Bi Guan nada selidik pada Selir nya yang baru.
"Huan ,bagaimana hasil wisata mu bersama Alina di puncak gunung Thai San ? " Tanya Bi Guan nada ingin tahu kepada He Shu Huan sembari pria ini melirik ke arah gadis manis yang datang bersama He Shu Huan dan Alina dari puncak gunung Thai San.
" Cukup baik..Kami bertemu dengan Putri Zhao Yu Er dari Kekaisaran Zhao di atas puncak gunung Thai San. Kau sendiri sedang apa berada di sini di tengah jalan menuju perkemahan para sahabat kita ? Bukankah kau seharusnya berada di sana bersama dengan mereka sampai aku dan Alina kembali dari puncak gunung Thai San ?!' Ujar He Shu Huan nada sedikit mencela Bi Guan.
" Aku mencari kedua orang Selir ku itu sampai ke desa Wu dan menemukan cinta baru dengan Wu Zhen Zhen di sana ,lalu Aku mengajak Selir baru ku ini untu kembali kepada para sahabat kita di perkemahan kaki gunung Thai San. Tapi , di sinilah kami menemukan kedua orang Selir ku telah jadi mayat di gantung di pohon ek besar ini." Jawab Bi Guan dengan nada meminta maaf kepada He Shu Huan karena Bi Guan melanggar perintah He Shu Huan untuk tetap bersama dengan para sahabat mereka sebelum He Shu Huan dan Alina pergi ke puncak gunung Thai San.
" Semua itu adalah kesalahan kedua hewan buas air peliharaan mu itu yang menakuti -nakuti kedua orang Selir nya sehingga mereka lari dari kami dan Bi Guan mencari mereka hingga tersesat di desa Wu selama berhari -hari dan menemukan kedua selir Bi Guan telah terbunuh oleh seorang sakti yang tinggal di lembah gunung Thai San." Kata Putri Giok Lan membela Bi Guan.
" Kedua hewan buas air peliharaanku ? Siapakah mereka ? " Tanya He Shu Huan mengangkat alis kiri nya dengan heran kepada Putri Giok Lan.
__ADS_1
"Mereka berdua adalah sepasang buaya putih mu yang bernama Pai Er dan Li Er." Jawab Bi Guan.
" Ohh.." Gumam He Shu Huan pelan karena He Shu Huan sudah melihat kehadiran kedua ekor buaya putih yang merangkak ke arahnya.
" Hiiihh...!!" Pekik Wu Zhen Zhen ketakutan sekali melihat betapa besarnya dua ekor buaya putih itu yang mendekati He Shu Huan.
" Pai Er dan Li Er rupanya kalian berdua lah yang datang kepada Ku di kaki gunung Thai San." Kata He Shu Huan membelai punggung kedua ekor buaya putih itu dengan hangat.
" Mereka memerlukan bantuan kita untuk kita bisa menemukan orang jahat yang telah mencemari air sungai tanpa nama sehingga menyebabkan Li Er mengalami kerusakan pada tubuhnya yang takkan bisa menghasilkan telur dan anak untuk Pai Er ini selamanya." Kata Bi Guan membantu kedua ekor buaya putih itu kepada He Shu Huan.
" Begitukah ? ," Tanya He Shu Huan merasa iba.
" Iya , Tuan Besar He..Tolonglah kami ," Jawab Pai Er dan Li Er melalui tatapan mata mereka kepada He Shu Huan.
" Tentu saja. Masalah kalian adalah masalah Kami juga ,dan Aku pasti akan memberikan keadilan untuk kelangsungan hidup kalian berdua dan juga bagi seluruh satwa air lainnya yang hidup di dalam air sungai tanpa nama." Kata He Shu Huan dengan nada sungguh hati kepada kedua ekor buaya putih itu.
" Terimakasih ,Tuan Besar He." Jawab kedua ekor buaya putih kepada He Shu Huan.
" Yang Mulia , selanjutnya apa rencana kita usai kita berkunjung di pegunungan Thai San ?" Tanya Yang Ti Fei yang berdiri di samping kanan Giok Lan.
" Aku masih ingin menyelusuri lembah gunung Thai San untuk menuntut keadilan atas meninggal dunia nya Song Tian Chi dan Walet Kecil yang di duga oleh ku telah di bunuh oleh Bunga Anggrek Malam yang bertempat tinggal di lembah gunung Thai San ini ." Jawab He Shu Huan nada serius kepada Yang Ti Fei.
Bersambung ..!!
__ADS_1