Pendekar Serigala Emas Sakti Season 3.

Pendekar Serigala Emas Sakti Season 3.
Serpihan Duri Di Istana Kekaisaran Ming Bagian 2.


__ADS_3

Bi Guan memejamkan sepasang matanya untuk menenangkan hatinya dan pikiran yang kalut akibat peristiwa yang sangat menggetarkan jiwa dan raganya sebagai seorang Kaisar pengganti di Istana Kekaisaran Ming.


" Aku ingin melakukan otopsi untuk Ming Hu Chen. Sekarang juga..! " Kata Bi Guan akhirnya kepada pihak tim medis istana Kekaisaran Ming.


"Siap, Paduka. Kami laksanakan...! " Sahut para tim medis istana Kekaisaran Ming.


"Untuk kalian semua tetap tinggal di istana Ming Hu Chen sampai aku temukan pembunuh yang sebenarnya..! " Perintah Bi Guan kepada para istrinya dan juga pengawal, Kasim dan lainnya.


" Ya, Yang Mulia. " Jawab Ming Ming patuh.


" Panggil juga Ibu Suri ke istana Ming Hu Chen, Yang Mulia. Agar kita mengetahui alibinya dari mulutnya sendiri. " Kata dayang Selir Wu Zhen Zhen dengan wajah meminta keadilan kepada Bi Guan.


" Panggil Ibu Suri Kekaisaran Ming untuk datang menghadap aku di istana Ming Hu Chen..! " Kata Bi Guan kepada Kasim nya.


" Siap, Paduka. " Jawab Kasim nya segera.


Istana Ibu Suri Kekaisaran Ming.


Han Ji Hyun menolak untuk menemui Bi Guan dengan tegas.


" Aku tak sudi bertemu dengan anak yang bukan anak ku sendiri...! " Kata Han Ji Hyun dengan wajah angkuh kepada Kasim Chai Kasim nya Bi Guan.


" Tapi, Ibu Suri. Beliau sekarang ini adalah Kaisar Ming yang sah di mata masyarakat di seluruh wilayah Kekaisaran Ming. " Kata Kasim Chai mengingatkannya.


" Cih! Dia takkan pernah bisa menjadi Kaisar Ming tanpa putraku yang bodoh itu yang lebih mempercayai temannya di bandingkan aku Ibu kandung nya sendiri sampai Ia memberikan tahtanya kepada sahabatnya sendiri..! Dan, sekarang sahabatnya itu menuduh aku sebagai pembunuh putra sahabat itu..! Cih, aku tak sudi mematuhinya..! Silakan saja ia hukum mati aku! Aku tak pernah takut mati..! " Tantang Han Ji Hyun.


Kasim Chai menemui Bi Guan di Istana Ming Hu Chen usai tak berhasil membawa Han Ji Hyun ke hadapan Bi Guan.

__ADS_1


" Hmmm.. Aku berikan dekrit untuk Ibu Suri Han Ji Hyun di hukum di kurung di Istana dingin selama tiga tahun sampai dia menyadari bahwa aku adalah Kaisarnya! " Kata Bi Guan pada akhirnya menghukum Han Ji Hyun di kurung di Istana dingin.


" Yang Mulia..! Anda tak bisa menghukum Ibu ku di Istana dingin..!" Kata Ming Ming marah sekali kepada keputusan Bi Guan .


" Bisa..! Karena aku Kaisar Ming Guan Ji..!" Kata Bi Guan tegas dengan menatap tajam sekali kepada Permaisuri nya sendiri.


" K.. Kauuu....?! " Ming Ming menudingkan jari telunjuknya kepada Bi Guan lalu melesat keluar dari istana Ming Hu Chen.


Brrr!


" Ming Ming kau di larang meninggalkan istana Ming Hu Chen tanpa izinku...! " Teriak Bi Guan dari dalam istana Ming Hu Chen kepada Ming Ming.


Ming Ming di cegat oleh para pengawal pribadi Bi Guan di pintu keluar dari istana Ming Hu Chen.


" Kau tak bisa menghalangi aku..! " Balas Ming Ming membalikkan badannya ke arah dalam istana Ming Hu Chen untuk membalas Bi Guan tetapi Ia tetap di depan pintu keluar dari istana Ming Hu Chen.


Bi Guan mengerang kesal lalu Ia terpaksa sekali memerintahkan untuk para pengawal pribadi nya menangkap Ming Ming di pintu keluar dari istana Ming Hu Chen.


Para pengawal pribadi segera mengeluarkan pedang mereka masing-masing untuk mereka bisa menangkap Ming Ming sesuai perintah dari Kaisar Ming Guan Ji.


Sing!


Ming Ming bergerak cepat dengan telapak tangan kanannya memukul pedang para pengawal pribadi Kaisar Ming Guan Ji.


Crang!


Brr!

__ADS_1


Pengawal pribadi Kaisar Ming Guan Ji terkejut dengan gerakan cepat Permaisuri Ming Ming yang langsung kabur melewati atap pintu keluar dari istana Ming Hu Chen setelah mematahkan pedang mereka dengan tangan kosong.


Bi Guan yang mendengar dari istana Ming Hu Chen tentang kekalahan para pengawal pribadi nya itu dari Ming Ming hanya menatap garang langit-langit ruangan dalam istana Ming Hu Chen.


Ming Ming melesat ke arah istana dingin untuk menemui Ibunya yang di giring dari istana Ibu Suri Kekaisaran Ming ke istana dingin oleh para pengawal Kasim Chai.


" Yang Mulia Permaisuri Ming Ming, tolong anda jangan menghalangi kami yang sedang jalani tugas dari Yang Mulia Kaisar Ming Guan Ji saja untuk mengurung Ibu Suri Kekaisaran Ming di istana dingin..! " Kata Kasim Chai dengan nada hormat kepada Ming Ming.


" Aku tak akan menghalangi tugas kalian. Aku hanya ingin menemani Ibuku untuk tinggal di istana dingin bersama-sama. " Kata Ming Ming dengan wajah sendu kepada Kasim Chai sambil menatap ibunya.


"Jangan ikut aku ke istana dingin, Ming Ming. Kau pergi ke pulau abadi dan temui He Shu Huan untuk menyelesaikan masalah di rumahnya dan jangan hanya memikirkan istrinya yang sekarat itu..! " Kata Han Ji Hyun malah memarahi Ming Ming di depan pintu masuk utama ke istana dingin.


" Ibu.. Aku tidak tahu di mana pulau abadi ada di mana? Karena seumur hidup aku belum pernah ke sana...! " Kata Ming Ming menangis karena di marahi Ibunya dan juga sedih karena suaminya menghukum ibunya.


" Carilah...! Bukankah kamu itu seorang wanita cerdas dan mandiri? Bukan wanita yang lemah dan tunduk kepada suami mu yang durhaka itu?" Ucap Han Ji Hyun galak kepada Ming Ming.


" Huhuhuhuhu .. Iya, Ibu...!Aku pergi mencari kak Huan ke pulau abadi...! " Jawab Ming Ming yang melesat ke istananya untuk berkemas lalu pergi keluar dari istana Kekaisaran Ming.


Brrr!


" Anak bodoh cepatlah kamu kembali ke rumah mu agar rumah mu tak di curi orang lain yang haus kekuasaan hingga menjadi serakah pada jiwanya dan melupakan masa lalu kalian sebagai sahabat yang tumbuh besar di pulau abadi..! " Kata Han Ji Hyun kepada langit biru sebelum Ia masuk ke dalam istana dingin.


Bi Guan yang mendapatkan kabar bahwa Ming Ming pergi dari istana Kekaisaran Ming usai istrinya itu jumpa dengan Ibu mertuanya di depan pintu Istana dingin. Kaisar Ming Guan Ji ini memilih untuk memfokuskan diri pada kasus putranya itu dengan menunggu hasil otopsi dari tim medis istana Kekaisaran Ming di istana Ming Hu Chen.


******


Di Pulau Abadi.

__ADS_1


He Shu Huan menyalurkan energi dari tubuhnya ke dalam tubuh Alina setiap harinya sampai Ia dapat merasakan gerakan istrinya yang mulai ada kesadarannya dan Ia tersenyum bahagia luar biasa melihat Alina terbangun dari tidurnya yang sangat panjang itu.


Bersambung!


__ADS_2