Pendekar Serigala Emas Sakti Season 3.

Pendekar Serigala Emas Sakti Season 3.
Jumpa Ketua Sekte Thai San Pai.


__ADS_3

Mendapatkan informasi yang sangat akurat dan tepat mengenai Ketua Sekte Thai San Pai Lu Yang Gi melalui penemuan kitab ilmu silat Sekte Thai San Pai dan pedang pusaka Sekte Thai San Pai di Goa Tanpa Ilusi.


He Shu Huan mengedarkan pandangan sepasang mata tajamnya ke segala penjuru arah mencari tahu keberadaan Kakek Lu Yang Gi yang pernah Ia jumpai di kala dirinya masih anak -anak usia tujuh tahun di Pulau Burung Merak Putih yang tak jauh dari Pulau Abadi.


" Locianpwe apakah Anda berada di sini ?" Tanya He Shu Huan dengan suara khikang atau ilmu suara jarak jauh.


Selama tiga menit He Shu Huan menanti jawaban dari pertanyaan kepada orang yang di carinya itu akhirnya terdengarlah suara lembut Guqin atau kecapi di hutan dalam puncak pegunungan Thai San sebagai jawabannya.


" Kakak Huan ,suara alunan Guqin itu..?" Alina pun mendengar suara lembut dentingan senar yang di mainkan oleh seorang sakti dari arah hutan dalam puncak pegunungan Thai San.


" Ya,Alina itu dia..Ayo kita segera temui Beliau di hutan itu." Jawab He shu Huan nada gembira pada Alina lalu menggandengtangan Alina untuk berlari bersama dengannya menuju ke arah hutan dalam puncak pegunungan Thai San.


Brrrr....!!


Dengan ilmu ginkang atau ilmu meringankan tubuh langkah serigala emas sakti yang di miliki dan di kuasai nya itu.


He Shu Huan dan Alina dapat sampai di hutan itu dan menemukan seorang kakek tua renta yang duduk di bawah pohon rindang yang berwarna musim gugur sedang memainkan Guqin dengan suara alunan yang begitu meresap di kalbu He Shu Huan dan Alina.


" Ayo kita memberikan salam hormat kita kepada Beliau." Ajak He Shu Huan kepada Alina istrinya itu yang mengangguk patuh kepadanya.

__ADS_1


He Shu Huan mengajak Alina untuk memberikan hormat mereka dengan cara bersujud hormat dan mengepalkan kedua buku tangan mereka di dada kepada Kakek tua renta itu.


" Locianpwe , teecu He Shu Huan datang menyapa Anda bersama dengan Istri teecu Alina." Sapa He Shu Huan membungkukkan badannya di hadapan Kakek tua renta di hadapannya itu.Alina mengikuti suaminya dengan patuh dan sopan santun yang menakjubkan kepada Lu Yang Gi.


Lu Yang Gi menghentikan permainan Guqin nya untuk memandang He Shu Huan dan Alina yang bersujud hormat di hadapannya.Ia tersenyum puas dengan sikap teladan tingkat tinggi yang di lakukan oleh He Shu Huan dan Alina terhadapnya.


" Yang Mulia Kaisar Ming Huan dan Permaisuri Agung Alina yang terhormat ,hamba mohon Anda berdua tidak bersungkan hati kepada hamba yang menjadi rakyat Anda berdua.Bangunlah dan mari duduk serta berbincang -bincang denganku."Kata Lu Yang Gi begitu santun kepada He Shu Huan dan Alina.


" Baiklah, Locianpwe." Jawab He Shu Huan dan Alina bersamaan lalu duduk sopan dan elegan di hadapan Ketua Sekte Thai San Pai.


" Yang Mulia ,apa yang ingin Anda tanyakan dan bahas bersama dengan hamba ?" Tanya Lu Yang Gi kepada He Shu Huan dengan nada lugas sekali.


" Mengenai permasalahan yang tengah terjadi di dunia persilatan pasca meninggalkannya Ketua Sekte Gobipai dan runtuhnya Sekte Lu Liang San serta hilangnya pusaka Sekte Kun Lun Pai yang sudah Aku dengar dan ketahui dari petualangan ku bersama dengan Istri dan juga para sahabatku yang ingin mengunjungi Kota Da An." Jawab He Shu Huan langsung ke pokok permasalahan yang ingin di bahasnya dengan Ketua Sekte Thai San Pai.


" Bagaimana dengan Feng Ti Lun Si Raja Pedang tua itu ?Apakah dia juga terlibat dengan segala perbuatan hina Liu Ze Bun terhadap para tokoh bersih di dunia persilatan Tionggoan?" Tanya He Shu Huan yang mengutarakan isi pikiran Alina kepada Lu Yang Gi Ketua Sekte Thai San Pai.


" Benar sekali Yang Mulia..!Orang itu juga telah menghancurkan Sekte Tujuh Bidadari Sakti yang di pimpin oleh Putri Zhao Yu Erl dari Kekaisaran Zhao." Jawab Lu Yang Gi yang memberikan kode dengan alisnya kepada He Shu Huan dan Alina.


He Shu Huan dan Alina cepat menengok ke arah gubuk kecil di tengah hutan dalam puncak gunung Thai San sesuai petunjuk lisan dari Ketua Sekte Thai San Pai kepada mereka berdua.

__ADS_1


Mereka melihat seorang gadis muda dan cantik luar biasa berdiri di depan gubuk kecil itu.Gadis itu melihat mereka lalu berjalan anggun menghampiri mereka.


" Salam hormat ku kepada Yang Mulia Kaisar Ming Huan dan Permaisuri Agung Alina." Sapa Putri Zhao Yu Erl dengan menaruh kedua lengannya di silang di dada kepada He Shu Huan dan Alina.


" Ya, silahkan kau duduk di hadapan kami ,Tuan Putri Zhao Yu Erl." Jawab He Shu Huan sopan.


"Terimakasih atas kemurahan hati Paduka Kaisar kepada ku." Kata Putri Zhao Yu Erl dengan nada begitu lembut dan ramah sekali kepada He Shu Huan.


"Tuan Putri Zhao ,bisakah kau menceritakan pada ku secara terperinci mengenai suku mu yang aku tahu bertentangan dengan suku ku di Kekaisaran Ming agar tak adalagi pertikaian antara suku di seluruh negeri Ming ?" Tanya He Shu Huan yang tak menanyakan hancurnya Sekte Tujuh Bidadari Sakti pimpinan Putri itu melainkan menanyakan tentang masalah perang suku yang terjadi di Kota Li An.


" Begini Yang Mulia Kaisar Ming Huan..,Di Istana ku sendiri adalah pengkhianat yang menjadi Ratu baru pendamping Ayahku yang menghasut Raja tua Zhao untuk membenci Suku Ming Anda yang tinggal di Kota Li An yang menyebabkan perang antar suku terjadi di sana yang berada dekat dari wilayah Zhao An yang di batasi oleh Gunung Zhao dan sungai Li bagian tenggara barat." Cerita Putri Zhao Yu Erl kepada He Shu Huan dan Alina.


" Siapakah nama Ratu baru mu itu ?" Tanya Alina.


" Ouwyang Lan dari suku Ouwyang." Jawab Putri Zhao Yu Erl cepat kepada Alina.


" Oh ,gadis putri panglima perang Ouwyang Shi yang berjuluk Iblis Harpa Maut di seluruh dunia persilatan Tionggoan rupanya." Ucap He Shu Huan yang mengenali tokoh sakti lain yang pernah dia dengar dari Ketua Siaw Lin Pai yang mengirimkan surat rahasia kepadanya di Istana Kekaisaran Ming sekitar dua tahun lalu.


" Benar sekali ,Yang Mulia." Kata Ketua Sekte Thai San Pai Lu Yang Gi kepada He Shu Huan.

__ADS_1


" Emm ,catatan nama -nama tokoh laknat yang harus ku ingat di benakku untuk aku musnahkan dari bumi negeri Ming ku ini agar negeri Ming yang aku cintai ini menjadi damai sentosa dan bahagia serta sejahtera." Kata He Shu Huan dengan nada tegas sekali.


Bersambung...!!


__ADS_2