Pendekar Serigala Emas Sakti Season 3.

Pendekar Serigala Emas Sakti Season 3.
Goa Kepala Singa Di Tengah Pulau Sungai Wei.


__ADS_3

He Shu Huan menggunakan ilmu jentikan jari maut untuk menghancurkan serangan peti jenazah yang di lakukan oleh seorang musuh yang sembunyi di balik penyerangan gelap yang di lakukan oleh pria tua yang di juluki Raja Dewa Sungai Wei.


Singg...!


Cring..!


Blaar...!


Raja Dewa Sungai Wei tewas di tangan He Shu Huan yang sangat lihai dalam menghadapi lawan nya.


Brrr...!!


Werr..!!


Sekelebatan bayangan orang di sertai hawa sakti yang berasal angin pukulan seseorang yang kini menerjang dari dalam goa di belakang peti -peti jenazah yang kini hancur oleh serangan He Shu Huan telah berhadapan langsung dengan He Shu Huan.


Plakkk..!!


Dessss...!!


Orang itu terhuyung -huyung di udara dan nyaris menabrak dinding goa akibat pukulan tapak naga es He Shu Huan yang menggetarkan jiwanya tapi orang itu dapat menahan jatuhnya tubuhnya itu dengan ujung sepatunya menapak dengan tepat di ujung dinding goa.


Dukk...!!


Wutttzz..!


Singggg...!!!


Alina pun mendapatkan seorang lawan yang amat tangguh pula yang menggerakan pedang warna keperakan yang di sertai desingan tajam yang luar biasa menakutkan.


Brrrr...!!

__ADS_1


Alina melakukan salto dengan gesit luar biasa dan juga secepat kilat menghunuskan sabuk sutranya secara lincah menyerang secara cepat luar biasa kepada lawannya itu.


Tarrr..!


Nggekkk!!


Lawannya Alina menukik tajam dengan tubuhnya di rendahkan sedikit untuk sejajar dengan bahu kiri Alina yang terbuka dengan maksud ingin di tebas dari bahu kiri oleh lawannya Alina itu.


Wuttttzz..!!


Sinngggg...!!


He Shu Huan membuat gerakan ranting yang lihai dengan desiran angin persis desingan pedang yang sangat lentur dan kuat sekali sehingga pria muda yang memakai topeng kulit terdesak hebat oleh serangan ilmu pedang serigala emas sakti miliknya.


" Hyaaaattt...Habislahh...Kauu...!! " Seru He Shu Huan mendesak lawannya dengan ilmu pedang serigala emas sakti yang sangat tangguh sekali dan akhirnya lawannya itu memekik keras karena dada lawannya tergores hingga tewas tertebas ranting He Shu Huan.


Crakkk...!!


Alina meliukkan sabuk sutra warna merahnya itu secara ganas sekali membuat lawannya merasa jeri dan kewalahan menghadapi ilmu pedang tari bunga sakura yang dashyat.


Tarr..!!


Tarr..!!


Saarrr..!!


Bress..!


Bruakk..!!


He Shu Huan dengan cepat mengambil kotak yang di sembunyikan di goa tersebut. He Shu Huan pun adalah seorang yang sangat teliti dan cermat di dalam situasi apapun jua.Ia memeriksa kotak itu dengan saputangan transparan terlebih dahulu untuk memastikan kotak itu aman untuk di sentuh dan buka olehnya.

__ADS_1


Alina menotok leher lawannya dengan lihai luar biasa melalui ujung sabuk sutra nya mengenai leher lawannya dengan tepat sekali dan Alina pun berhasil membunuh lawannya.


Cuss...!!


Bruk..!!


" Kak Huan ,bagaimana dengan kotak yang sudah kau ambil dari goa kepala singa emas mata tiga ?" Tanya Alina menemui He Shu Huan yang menaruh kotak di lantai batu goa.


" Kotak ini sudah kosong , Alina. Dan , ini berarti sudah ada orang yang terlebih dahulu datang ke sini dan mengambilnya sebelum kita." Jawab He Shu Huan menunjukkan kotak itu dalam keadaan terbuka kepada Alina.


" Aroma serbuk kayu cendana api yang tercium oleh ku dari kotak itu , Kak Huan." Kata Alina yang mengamati kotak dengan ketajaman mata dan juga indra penciumannya.


" Aroma serbuk kayu cendana api ini adalah aroma tubuh seseorang yang pernah Aku kenal namun aku lupa siapakah orang itu..?!" Pikir He Shu Huan memberitahukan Alina yang memakai jarum bening untuk menyelidiki serbuk yang dapat di lihat melalui jarum bening ciptaan Alina.


" Serbuk nya masih ada , Kak Huan. Cobalah Kau lihat dengan lebih cermat lagi." Kata Alina yang memberikan jarum bening miliknya kepada He Shu Huan yang meneliti serbuk di jarum bening dengan sangat teliti sekali.


" Serbuk ini milik Putri angkat mu yang bernama Yu Lan, Huan." Kata Bi Guan yang datang bersama para pasukan Kekaisaran Ming ke tempat He Shu Huan dan Alina berada , yakni di goa kepala singa emas di tengah pulau Sungai Wei.


" Kenapa kalian semua datang ke goa ini ? Aku sudah memberikan perintah untuk kalian tetap di kapal kita untuk menjaga kapal kita dengan baik sampai kami berdua kembali ke kapal ? ! " Tanya He Shu Huan kepada Bi Guan dengan alis tebal dan hitamnya itu terangkat.


" Karena ada serangan meriam yang meledakkan kapal kita oleh sepasukan Kekaisaran Zhao yang di pimpin langsung oleh Yu Lan yang memiliki satu niat di hati gadis busuk itu adalah Kau takluk pada Kaisar Zhao ayah angkatnya yang sah.Kami sudah berusaha semampu kami untuk melindungi kapal laut kita. Namun , apa daya kapal laut kita telah tenggelam di sungai Wei. Kami ke sini dengan berenang dan nyaris tewas di telan ular raksasa yang menjadi penghuni tetap Sungai Wei di dasar Sungai Wei." Jawab Bi Guan dengan terperinci dan jelas menceritakan tentang hancurnya kapal laut mereka yang berlabuh di tepi pantai pulau cakar ayam kecil ini oleh serangan musuh kepada He Shu Huan.


" Yu Lan bocah cilik yang sangat licik sekali." Kata Alina geram sekali kepada Yu Lan teringat betapa licinnya Yu Lan nyaris menggoda He Shu Huan untuk mendapatkan posisi Permaisuri di Istana Kekaisaran Ming dengan dukungan besar dari Ibu Suri Agung Han Ji Yun yakni Ibu kandung He Shu Huan.


" Emm..Aku tak pernah menyangka kalau Yu Lan sanggup melakukan tindakan yang bertentangan dengan ku sampai sejauh ini hanya karena Yu Lan menginginkan gelar Permaisuri Agung di Istanaku di Ibukota Kekaisaran Ming..?! " Kata He Shu Huan menghela napas.


" Dia tidak hanya menginginkan gelar Permaisuri Agung -mu tetapi juga Dia menginginkan kamu untuk menjadi suaminya dengan cara kau dibuat tergila -gila olehnya dan membuangku bagaikan sampah sisa makanan lezat mu." Kata Alina nada getir mengatakan hal itu kepada He Shu Huan.


" Alina..Tolong jangan pernah kau mengatakan dirimu adalah sampah sisa makanan lezatku lagi karena kau bukan sampah melainkan permata hati ku yang sangat berharga di dunia ini. Aku sudah cukup menderita karena aku nyaris kehilangan diri mu di hidupku." Kata He Shu Huan begitu sendu menatap Alina.


" Hmm..Kau bisa bicara semanis ini untuk waktu berapa lama ? Aku ini wanita biasa yang takkan pernah bisa sanggup hati di bandingkan dengan wanita -wanita cantik dan hebat yang pernah ada di hidupmu." Kata Alina semakin getir dan gadis ini menolak di sentuh He Shu Huan.

__ADS_1


" Alina..! " Panggil He Shu Huan mengejar Alina yang berkelebat keluar dari goa dengan perasaan hati di liputi kemarahan kepada He Shu Huan.


Bersambung..!!


__ADS_2