
Sesuai dengan kesepakatan yang telah di ketahui oleh He Shu Huan antara dirinya dan Kaisar Zhao Yau untuk dirinya bertukar stempel Kekaisaran Ming dengan Alina yang di sandera Kaisar Zhao Yao dari pulau kepala singa di tengah pulau kecil sungai Wei agar He Shu Huan datang seorang diri kepuncak Gunung Zhao.
Maka, di hari yang sangat dingin di sertai hujan salju yang sangat lebat .He Shu Huan berdiri tegak dengan sikap gagah perkasa memandang tajam Kaisar Zhao Yao yang hadir seorang diri pula di puncak gunung Zhao.
" He Shu Huan kau memang seorang muda yang sangat jantan yang patut ku acungi jempol untuk kegagahan mu ini yang berani memenuhi janji dan kesepakatan diantara kita berdua agar kau datang seorang diri kehadapanku di puncak gunung Zhao di musim dingin yang sangat membeku ini." Kata Kaisar Zhao Yao menatap kagum kepada He Shu Huan.
" Terimakasih atas pujianmu kepadaku. Aku ini memang seorang yang selalu menepati janjiku dengan teguh meskipun Aku berjanji melakukan kesepakatan yang luar biasa dengan musuhku sendiri ,yaitu dirimu Zhao Yao. Sekarang Aku ingin kamu segera bebaskan istriku atau kau dan para anggota Kekaisaran Zhao-mu akan ku hancurkan hingga tak ada seorang pun bisa hidup lebih lama di dunia ini." Kata He Shu Huan dengan nada yang sangat serius sekali kepada Zhao Yao.
"Emmm ,sabarlah jika kau ingin Aku bebaskan Alina mu maka kau harus memberikan pusaka mu dahulu kepadaku ," Kata Zhao Yao yang diam -diam merasa jerih juga terhadap He Shu Huan.
He Shu Huan sudah mengetahui bahwa dirinya ini telah di kurung oleh sejumlah pasukan besar dan terpilih dari Kekaisaran Zhao yang telah siaga satu untuk menghabisi dirinya apabila Ia tidak penuhi kesepakatan tersebut.
" Baiklah..Lihatlah di tangan ku adalah kotak yang berisi stempel dan pedang pusaka Kekaisaran Ming , jika kau sanggup mengambil kotak ini dari telapak tanganku ini ,maka kotak ini akan menjadi milik mu sepenuhnya." Kata He Shu Huan dengan nada menantang bertarung dengan Kaisar Zhao Yao seraya memamerkan kotak besi warna emas berisi stempel dan pedang pusaka Kekaisaran Ming kepada Kaisar Zhao Yao.
" Hei , jangan pernah Kamu bermain -main dengan ku dengan kekonyolanmu itu yang menantangku untuk bertarung melawanku hanya seorang diri ? Hei , bocah sombong dan tak tahu diri ! Lihatlah di pohon dekat tebing itu !" Hardik Kaisar Zhao Yao dengan nada sombong yang meremehkan He Shu Huan seraya jari telunjuknya menunjukkan Alina yang di gantung di atas pohon dekat tebing yang sangat tinggi dan curam kepada He Shu Huan.
" Emmm , siapakah yang bermain -main dengan mu , Zhao Yao ? Marilah kita berdua buktikan saja siapakah diantara kita yang akan menang dan kalah dalam pertarungan adil ini di atas puncak gunung Zhao ?" Tanya He Shu Huan dengan nada yang luar biasa tenang sekali dan sikapnya pun juga luarbiasa santai saja kepada Zhao Yao.
" Sombong sekali kauu..! Lihat ini seranganku...!!" Hardik Zhao Yao yang melesat maju dengan jari tangan membentuk kepala ular cobra ke arah He Shu Huan dengan maksud hatinya ingin merebut kotak besi di tangan He Shu Huan.
Wuttzz...!!
Brr..!!
He Shu Huan berkelebat cepat dan mengejutkan Zhao Yao yang kehilangan lawannya itu. Pria tua ini dengan sepasang mata marah mencari -cari keberadaan He Shu Huan di sekitar tempat itu.
__ADS_1
" Bocah jangan curang kau ! Hadapilah diriku ini dengan jantan..! " Hardik Zhao Yao murka kepada He Shu Huan dengan tangan kirinya menyerang ke arah samping untuk mencari keberadaan He Shu Huan.
Wuttzz..!!
Dukkk...!!
He Shu Huan menyambut serangannya dengan siku lengan kiri He Shu Huan membentur tangan kiri Zhao Yao yang merasa tulang pundak pria itu remuk.
Kretekk..!!
" Aduhhh...!" Pekik Zhao Yao kesakitan.
Zhao Yao memutar tubuhnya ke arah lain dengan tangan dan kakinya membentuk gerakan ular dan kuda menjadi satu untuk mematuk pelipis kanan He Shu Huan dan juga menendang kaki kiri He Shu Huan.
Wetttzzz..!!
Bughhh...!!
Dess....!!
" Aghhhhh...!! " Pekik Zhao Yao dengan jeritan yang sangat memilukan karena tulang kering pada lehernya terkena tinju dari arah samping kanannya oleh He Shu Huan sebelum tangan dan kakinya bisa menyentuh He Shu Huan.
" Kau tidak akan pernah bisa sanggup mengambil kotak ini dari tanganku..! Zhao Yao kamu sudah kalah dariku. Jadi , sekarang baik kotak maupun Alina tak bisa kau ambil dariku..! " Seru He Shu Huan dengan senyuman yang mengerikan sekali bagi Zhao Yao.
Zhao Yao yang merasa dirinya sudah kalah telak dari He Shu Huan itu diam -diam telah memberi perintah kepada para pasukannya untuk habisi He Shu Huan dan Alina sekaligus dengan cara para pasukannya menyerang keduanya secara tiba- tiba dan serempak.
__ADS_1
Wirr...!
Weerrr...!!
Whooshhhhh...!!
Serangan demi serangan mematikan telah datang untuk menghabisi He Shu Huan yang lebih cepat telah membunuh Zhao Yao dengan ilmu sentilan maut serigala emas sakti dan mencelat ke atas tebing menyelamatkan Alina dengan tepat waktu sebelum serangkaian hujan panah menyerang diri istrinya itu.
" Alina , Aku datang untuk menyelamatkan mu..! " Ujar He Shu Huan yang memeluk tubuh Alina di satu lengan dan lengan lainnya mengarah ke depan menggunakan ilmu pukulan naga es yang dashyat menghantam hancur para pasukan elit Kekaisaran Zhao.
Desssss..!!
" Aghhhhhh...!! " Teriakan kematian para pasukan elit Kekaisaran Zhao yang terkena pukulan naga es milik He Shu Huan.
" Kakak Huan, terimakasih atas pertolonganmu kepadaku , tapi kau harus mati di tanganku...!!" Tiba -tiba jemari runcing Alina mengarah tepat ke tenggorokan He Shu Huan sehingga He Shu Huan terperanjat kaget sekali karena istrinya sendiri ingin membunuhnya.
Cus..!!
Brukkk..!!
" Hyaaaaa....!! " Jeritan memilukan Alina yang di lempar ke jurang secara otomatis oleh He Shu Huan yang gunakan ilmu melindungi syarat tubuh umtuk menyelamatkan nyawanya itu telah dapat membalikan keadaan secara otomatis pula dan Alina -lah yang tewas karena isi tubuh wanita ini telah membeku dan dirinya terjatuh ke jurang oleh He Shu Huan yang melepaskan pelukannya itu dengan wajah datar dan dingin.
" Hmmm..Dasar penipu ulung kau pikir Aku bisa tertipu dengan wajah dan bentuk tubuhmu yang mirip istriku ,Alina. " Kata He Shu Huan dengan senyuman sinis nya memandangi jurang puncak gunung Zhao.
" Dari mana kau bisa mengetahui kalau gadis itu bukanlah diriku , suamiku ? " Tanya Alina yang asli yang berdiri di atas pohon ek yang sangat tinggi dengan senyuman seindah bunga sakura di musim semi kepada He Shu Huan.
__ADS_1
" Dari hatiku sebagai suamimu yang cerdas dan sangat mengenal dirimu luar dan dalam. Sayang ku..," Jawab He Shu Huan yang melebarkan kedua tangannya untuk menyambut Alina yang melayang turun dengan anggun dari atas pohon ek sangat tinggi itu kedalam pelukannya.
Bersambung...!!