Pendekar Serigala Emas Sakti Season 3.

Pendekar Serigala Emas Sakti Season 3.
Nama Yang Telah Menggemparkan Dunia...


__ADS_3

He Shu Huan dan istrinya melakukan pelayaran kembali ke daratan besar dari pulau Abadi atau pulau buangan di utara setelah He Shu Huan berhasil menyembuhkan istrinya di pulau masa kecilnya itu. Ia melakukan pelayaran dengan rakit dan di rakit itu bukan hanya istrinya saja yang menemaninya, tetapi juga ada seorang gadis muda bernama Wan Lina dan seorang anak laki-laki yang bernama Wan Heng.


" Sesuai dengan pengalaman aku di pelayaran menuju ke daratan besar tak akan pernah salah sebab aku sudah hafal arah menuju ke daratan besar. " Kata He Shu Huan sambil mendayung rakit dengan batang pohon.


" Wah, tapi hati-hati, Kak Huan. Lihatlah di ujung sana ada awan hitam yang menandakan di sana ada badai yang akan membahayakan kita yang hanya menggunakan rakit. " Kata Alina dengan nada cemas akan badai di depan mata mereka meskipun masih agak jauh dari rakit mereka.


" Jangan khawatir karena aku dapat mengatasi badai itu. " Kata He Shu Huan dengan nada yakin dan tenang sekali.


Ia memutar rakit ke arah tenggara Barat untuk menghindari badai di selatan. Ilmu yang telah di gunakan oleh He Shu Huan adalah ilmu arah mata angin yang sudah di hafalnya di luar kepala nya yang cerdas.


Dayung di celupkan di dalam air laut lalu di putar ke tenggara Barat sampai rakit terangkat sedikit dari air laut lalu di hempaskan ke arah selatan dengan ilmu sinkang naga terbang yang di miliki oleh He Shu Huan dan mendarah daging di tubuh He Shu Huan.


Wuuuung!


" Aaaghhhh..! " Teriakan histeris Wan Lina dan Wan Heng yang melihat rakit melompati badai dan jatuh di atas permukaan laut dengan tenang sekali tanpa oleng sama sekali.


" Wahhh.. Kau sungguh menerjang badai bukan menghindari badai..! " Kata Alina memegangi dadanya karena tegang menyaksikan badai hampir menerpa rakit mereka oleh suaminya yang sungguh luar biasa berani sekali menerjang badai.


" Sayang, badai laut bukan apa -apa jika kamu bandingkan dengan badai hati manusia yang kadangkala berubah dan tak kita kenal dengan perubahan kehidupannya. " Kata He Shu Huan yang bicara tentang filsafat hidup.


" Kau ini semakin lama semakin seperti kakek -kakek saja bicara mu. " Kata Alina menatap He Shu Huan yang mendayung rakit dengan tenang hingga tak sadar bahwa rakit sudah hampir mengenai pasir.


" Hei, Alina. Bicara tentang kehidupan bukan hanya kakek-kakek saja tetapi juga orang muda seperti kita apalagi aku yang sudah makan garam kehidupan semenjak aku bayi hingga aku dewasa sekali. " Kata He Shu Huan meraihnya untuk melompati pasir dan tiba di tanah yang mudah di injak oleh Alina.

__ADS_1


Wush!


Tep!


Mereka tiba di daratan besar di selatan namun di tengah jalan mereka di hadang sekelompok orang yang membawa golok besar dengan sikap garang.


" Hmmm, kalian ini siapakah? Kenapa kalian menghadang kami di hutan gunung Fu?" Tanya He Shu Huan dengan sikap tenang sekali kepada sekelompok orang yang membawa golok besar dengan sikap garang di hadapannya.


" Kami dari Sekte harimau Fu dan tujuan kami untuk menghadang kalian adalah kami ingin kau serahkan kedua anak itu kepada kami, maka urusan kita selesai dan kamu bersama dengan istrimu boleh meninggalkan tempat ini. " Jawab salah satu dari sekelompok orang itu kepada He Shu Huan.


" Ouh, Paman He, rupanya mereka adalah salah satu dari pengikut setia Pangeran muda Ching Xi yang ingin mendapatkan bandul giok di lehermu itu. " Kata Wan Heng yang mengenali musuh -musuh di depan He Shu Huan dan mereka.


" Begitukah?" Tanya He Shu Huan tanpa melihat kepada Wan Heng di sisi lain.


"Jikalau kalian sudah mengenal kami sebaiknya kalian jangan bersikeras untuk tidak mematuhi kami atau kalian akan mendapatkan masalah dengan kami. " Jawab Salah satu dari para anggota sekte harimau gunung Fu dengan sikap garang kepada He Shu Huan, Alina, Wan Heng dan Wan Lina.


" Sombong sekali kauu..! Lihat serangan kami..! " Hardik para anggota sekte harimau gunung Fu yang menyerang dengan golok besar yang amat berbahaya bagi keselamatan mereka.


Wuttzz!


He Shu Huan berdiri tegak tanpa mengubah posisinya walaupun para anggota sekte harimau gunung Fu menyerangnya dengan golok besar yang mengarah langsung ke depan sepasang matanya.


Betzz!

__ADS_1


He Shu Huan memutar tangannya dengan cepat lalu memukul seluruh para anggota sekte harimau gunung Fu dengan ilmu pukulan naga biru yang membuat para anggota sekte harimau gunung Fu menjerit kesakitan pada bahunya hingga mereka tak mampu menggenggam golok besar mereka.


Plakk!


" Agghhh! " Pekik para anggota sekte harimau gunung Fu yang sempoyongan karena bahu mereka terkena pukulan dari pria berrambut putih.


" Apakah kalian masih ingin menantangku dan menghalangi jalanku usai aku mengalahkan kalian dalam hitungan kurang dari satu detik? " Tanya He Shu Huan nada dingin sekali kepada para anggota sekte harimau gunung Fu yang terkapar di tanah hutan gunung Fu.


" Kau siapakah yang begitu mudah mengalahkan kami? " Tanya salah satu dari para anggota sekte harimau gunung Fu kepada He Shu Huan dengan wajah pucat dan gentar sekali.


" Aku He Shu Huan....! " Jawab He Shu Huan dengan lantang.


" He Shu Huan!!!! " Teriakan kaget para anggota sekte harimau gunung Fu mendengar namanya di sebut olehnya dengan lantang.


" Ya, aku He Shu Huan. Kenapa? " He Shu Huan dengan lantang menjawab para anggota sekte harimau gunung Fu.


" Bu.. Bukankah kamu yang berjuluk Pendekar Serigala Emas Sakti di seluruh dunia persilatan Tionggoan..??? " Ucap para anggota sekte harimau gunung Fu dengan gemetaran di tubuh mereka terhadap He Shu Huan.


" Iya, Akulah He Shu Huan Pendekar Serigala Emas Sakti...! " Jawab He Shu Huan dengan lantang sekali.


Bruak!


Para anggota sekte harimau gunung Fu segera berlutut di bawah sepasang sepatu kulit He Shu Huan dengan tubuh gemetaran sampai nyaris membuat gempa lokal karena mereka sangat gentar terhadap He Shu Huan.

__ADS_1


" K... Kami mohon maaf telah mengganggu perjalanan Anda, Pendekar Besar He. Jadi, tolong anda mengampuni kebodohan sikap kami yang tak tahu tingginya langit dan dalamnya lautan di hadapan kami yaitu diri Anda, Pendekar Besar He atau yang di kenal sebagai Tuan Besar He di seluruh dunia bajak laut dan sungai di seluruh dunia persilatan Tionggoan dan sekitar nya, sebab kami sudah mendengar berapa Anda pernah menaklukkan sungai Mekong yang ganas di usia remaja Anda dahulu dari para senior kami di perguruan sekte Thai San." Kata para anggota sekte harimau gunung Fu dengan suara gentar sekali terhadap He Shu Huan yang telah lenyap secara diam-diam di depan mata mereka tanpa mereka ketahui sama sekali karena mereka semua menundukkan kepala dan wajah mereka ke tanah hutan gunung Fu


Bersambung!


__ADS_2