Pendekar Serigala Emas Sakti Season 3.

Pendekar Serigala Emas Sakti Season 3.
Sebuah Tekad Dan Tugas Yang Belum Usai..


__ADS_3

Wan Lina dan Wan Heng menengok ke arah goa yang di tunjuk oleh He Shu Huan dan mereka pun memiliki rasa penasaran terhadap wanita yang tinggal di goa itu.


" Seperti apakah istri dari Paman He?" Pikir Wan Lina.


" Aku jadi ingin tahu wanita hebat yang menjadi istrinya Paman He itu seperti apa orangnya..! " Batin Wan Heng.


He Shu Huan tak menghiraukan keduanya di tepi pantai utara Pulau abadi. Ia melesat masuk ke goa untuk menemui Alina yang terbaring di ranjang giok.


" Wajahmu sudah tak terlihat membiru lagi yang menandakan bahwa kamu akan segera sembuh kembali, sayang. " Kata He Shu Huan membelai lembut Alina yang tertidur di ranjang giok.


Seperti biasanya, He Shu Huan menyalurkan energinya untuk membuyarkan racun yang ada di tubuh Alina untuk istrinya itu dapat segera bangun dan sehat seperti semula.


Di Istana Kekaisaran Ming.


Bi Guan di nobatkan menjadi Kaisar Ming Guan Ji untuk menggantikan posisi He Shu Huan sebagai penguasa tunggal di Dinasti Ming Sejati dan Ia mempunyai seorang permaisuri yang cantik dan memiliki hubungan erat dengan He Shu Huan. Karena istrinya itu adalah kembaran He Shu Huan dengan nama Ming Ming atau Permaisuri Ming Yue.


" Aku mempunyai perasaan bahwa Shu Huan akan kembali ke istana ini cepat atau lambat usai ia berhasil menyembuhkan Alina di Pulau Abadi. " Kata Bi Guan yang membelai lembut istrinya yang mendesah nikmat dengan setiap sentuhannya itu.


" Aaaaahh, Ya Kak Guan.. Auw.. Pelan -pelan saja menyelusuri goa manisku..! " Kata Ming Ming yang mendesah di bawah tubuh Bi Guan.


" Ya, ya, sayang. Aku penasaran sekali dengan peluru ku yang tak menembus dinding sel telur mu untuk pembuahan karya ku yang hebat untuk masa depan Kekaisaran Ming kita..! " Kata Bi Guan mendorong lembut belalainya kedalam goa indah Ming Ming.

__ADS_1


" Aku sudah berkali-kali mengandung anakmu tetapi Aku belum juga dapat membesarkan anak dari ku sendiri..! " Kata Ming Ming yang airmata kesedihan berlinang di kedua bola matanya.


" Ya, semua adalah kesalahan Aku yang tak pernah ada di rumah di saat kamu memerlukan Aku untuk menjagamu dan calon buah hati kita. " Kata Bi Guan yang merasa bersalah juga kepada Ming Ming.


" Kak Guan, janganlah kamu berkata seperti itu. Kamu tak salah dalam hal ini karena kamu sibuk mengurus negara kita bersama dengan Kakak Huan..! " Kata Ming Ming yang memeluk erat Bi Guan.


Di tengah malam yang sepi dan sunyi terlihatlah sekelebatan bayangan orang yang melayang dan berlarian di atas genteng istana Kekaisaran Ming dan orang itu menerobos masuk ke dalam pintu jendela dari salah satu kamar yang terbuka.


Wush!


Brak!


" Siapakah itu..? " Tanya suara halus seorang gadis remaja yang terbangun dari tidurnya karena suara langkah kaki orang yang masuk ke kamarnya.


Sebuah jari menotok nya hingga kaku dan Ia hanya bisa terbelalak kaget melihat dirinya itu di masukan ke dalam karung dan di panggul di atas bahu orang itu.Kemudian, orang itu dengan lincah melompat keluar dari jendela kamarnya dan membawanya pergi jauh dari Istananya.


" Celaka! Putri Ming Xin Lian telah hilang...! "


Pagi harinya seluruh istana Kekaisaran Ming telah gempar dengan hilangnya Putri Agung Ming Xin Lian yakni putri kandung He Shu Huan dengan Alina yang menjadi putri angkat Bi Guan dengan nama lainnya adalah Putri Agung Ming Xiu.


" Ada apa ini? Kenapa kalian semua tidak datang untuk melaporkan hilangnya Putri Agung Ming Xiu kepada aku tunangannya? " Tanya Pangeran Agung Wang Xiao dengan wajah marah kepada semua pengawal, dayang, kasim yang menjaga istana Putri Agung Ming Xiu.

__ADS_1


" Ka.. Kami semua bersalah! Kami pantas untuk di hukum mati karena lalai menjaga Tuan Putri Agung Ming Xiu sehingga Putri Agung Ming Xiu hilang dari kamarnya sendiri..! " Kata semua pengawal, dayang, kasim istana putri Agung Ming Xiu yang gemetaran karena takut akan amarah dari tunangan Putri Agung Ming Xiu.


Bi Guan dan Ming Ming datang ke istana Putri Agung Ming Xiu setelah mereka mendapatkan laporan tentang hilangnya Putri Agung Ming Xiu dari kamarnya pada kemarin malam.


" Hormat kami semua kepada Baginda Kaisar dan Permaisuri..! Panjang umur..! Panjang umur..! " Seru seluruh orang yang berada di istana Putri Agung Ming Xiu segera sujud di bawah sepasang sepatu indah dan mahal Bi Guan dan Ming Ming.


Ming Ming mengamati kamar tidur Putri Agung Ming Xiu untuk menemukan jejak hilangnya gadis keponakannya itu lalu ia menemukan serbuk warna putih di atas selimut milik Putri Agung Ming Xiu yang kemudian di ambilnya dengan menggunakan saputangan miliknya.


" Serbuk warna putih ini bukanlah sejenis bedak tabur atau krim untuk riasan wajah..? " Bi Guan menyelidiki serbuk warna putih di saputangan Ming Ming dengan jarum bening miliknya lalu Ia menemukan jarumnya berubah warna menjadi kebiruan.


" Racun serbuk mayat..! " Kata Bi Guan kaget sekali dengan hasil penyelidikannya itu.


" Yang Mulia, ada apa ini? Apakah Anda temukan bahwa Putri Agung Ming Xiu itu telah di culik oleh seseorang yang memiliki kemampuan tinggi sehingga orang itu bisa menculik Putri Agung Ming Xiu dari kamarnya di dalam istana yang terjaga ketat..? " Tanya Pangeran Agung Wang Xiao dengan raut wajahnya sangat khawatir akan keselamatan tunangannya itu kepada Kaisar Ming Guan Ji.


" Iya, tapi aku tidak tahu darimana orang itu bisa masuk ke istana Kekaisaran Ming yang di jaga ketat oleh orang-orang ku..!" Bi Guan sangat gusar. Ia mengelus -elus dagunya yang tumbuh janggut lebat. Ia mondar-mandir di dalam kamar tidur Putri Agung Ming Xiu dengan otaknya terus berpikir tentang seseorang yang bisa menculik keponakannya itu di dalam perlindungannya yang ketat.


" Jangan -jangan ada pergerakan baru dari dunia persilatan di luar istana Kekaisaran Ming..! " Kata Ming Ming yang memiliki pemikiran terhadap polemik di dunia persilatan yang pernah di kuasai oleh kakaknya yang kini berada di pulau Abadi.


" Kita bisa temui Paman Yohu di Gunung Huang untuk menanyakan soal dunia persilatan yang mulai merambat ke istana Kekaisaran Ming dan mungkinkah ada musuh yang masih berkeliaran di wilayah Kekaisaran Ming...! " Kata Pangeran Agung Wang Xiao dengan pola pikirnya kepada Bi Guan dan Ming Ming.


" Mungkin saja..! " Kata Bi Guan yakin sekali.

__ADS_1


" Wang Xiao Kau pergilah ke Gunung Huang dan berikan surat ku ini kepada Ketua Yo Hu. " Kata Ming Ming segera memberikan tugas kepada Pangeran Agung Wang Xiao untuk keluar dari istana Kekaisaran Ming dan mencari tahu tentang masalah yang terjadi di dunia persilatan.


Bersambung!


__ADS_2