
He Shu Huan menunjukkan jepitan rambut milik Putri Giok Lan yang dijadikan alat untuk mencari tahu kecurigaannya terhadap aroma anyir di air di jalanan batu bata di terowongan bawah jalan raya di kota Wei kepada Alina dan para sahabatnya.
" Darah kering dan darah basah ," Kata Bi Guan yang maju untuk melihat lebih jelas ujung jepitan yang berubah warna menjadi merah kehitaman yang pekat dan lengket.
" Darah lama dan darah baru yang sangat jelas terlihat pada besi pipih jepitan rambut ini." Kata He Shu Huan tersenyum menjelaskan kecurigaannya terhadap air yang mengalir di samping jalanan batu bata merah yang mereka pijak itu.
" Hmm ini berarti di sekitar tempat ini ada mayat baru atau peristiwa yang baru saja terjadi di sini yang harus kita selidiki dan cari tahu siapa dalang utama terjadinya kekejaman di terowongan bawah jalan raya kota Wei ini." Kata Alina yang berjalan maju beberapa langkah dari tempat He Shu Huan dan yang lainnya berada. Alina tiba di depan goa yang tertutup bebatuan yang sangat besar dan berat.
" Goa apakah ini ?" Tanya He Shu Huan yang telah tiba di samping Alina yang memandang kagum dengan gerakan sangat halus He Shu Huan yang semakin meningkat itu.
" Bukan goa tetapi pintu masuk ke tempat yang ingin kita ketahui secara diam -diam." Jawab Alina melayangkan senyuman yang sangat manis sekali kepada He Shu Huan.
He Shu Huan mengangguk paham dengan arti senyuman manis dari Alina untuknya. Ia memukul batu besar dan berat dengan telapak tangan He Shu Huan dengan ilmu pukulan naga api yang dashyat
Plakkk..!!
Brakk..!!
Brukk...!!
Batu besar dan berat yang menutup goa pintu masuk ke sebuah rumah yang ternyata dapur penginapan lima warna cahaya rembulan adalah tempat penjagalan manusia yang sangat luar biasa mengerikan.
Dimana ada begitu banyak manusia tergantung yang siap di mutilasi dalam bentuk yang berbeda -beda yang membuat aliran darah mereka semua mengalir ke pembuangan limbah yang menyatu dengan warna limbah pewarna pakaian di salah satu pabrik pewarna pakaian di pusat kota Wei.
__ADS_1
" Sungguh biadab sekali mereka..! " Teriak Bi Guan marah sekali melihat sejumlah orang pegawai di penginapan lima warna cahaya rembulan sedang merebus seorang pria tua yang kulitnya sudah melepuh di tungku khusus merebus daging sapi.
Teriakan Bi Guan mengejutkan mereka yang kini mendelik marah kepada Bi Guan.
" Siapakah kalian yang sudah berani mati untuk masuk ke dapur kami ? " Tanya pria tua yang tak lain adalah pemilik penginapan tersebut yang kini pula memegang golok tajam di atas kepalanya.
" Kami adalah penegak hukum Kekaisaran Ming yang akan membantai kalian sebagai hukuman yang layak kalian terima akibat perbuatan keji dan tak berperikemanusiaan yang kalian lakukan ini terhadap manusia lainnya..! " Jawab Alina yang tak dapat menahan rasa marahnya terhadap para anggota dari penginapan lima warna rembulan.
" Cih..Dasar perempuan cilik tak tahu diri yang sudah bosan hidup rupanya..! Kawan -kawan ku serbu dan habisi gadis kecil itu untuk ku sekarang juga..!! " Perintah itu di keluarkan oleh seorang pria bertubuh tinggi besar yang baru saja datang ke dapur dan pria ini memakai baju warna kuning dengan lambang bunga dan suling di pakaiannya itu.
" Si Raja Tua pengemis Barat Hu Ti Kun.." Kata Gu Jin Wu usai dirinya mengenali pria tersebut.
" Hahaha benar sekali..Aku adalah Hu Ti Kun Si Raja Tua Pengemis Barat yang akan membunuh mu pemuda gurun laknat..!" Nada angkuh dari pria itu sungguh memancing amarah di hati Gu Jin Wu yang segera menerjang maju dengan pedangnya terhunus ke depan musuhnya itu.
Trang....!!
Sinar api mencuat akibat benturan pedang Gu Jin Wu melawan pedang warna darah milik pria yang mengaku sebagai Hu Ti Kun Si Raja Tua Pengemis Barat itu.
Serbuan para anggota dari penginapan lima warna rembulan yang menerjang maju untuk laksanakan perintah pria pimpinan mereka itu untuk menyerbu dan menghabisi Alina.
Sing...!!
Wutttzz..!!
__ADS_1
Desss...!!
" Aghhhhh...!! " Jeritan menyakitkan keluar dari para anggota dari penginapan lima warna rembulan yang lebih dahulu terhempaskan dan akhirnya tewas dengan wajah gosong oleh ilmu pukulan naga api yang di lontarkan oleh He Shu Huan yang tahu -tahu telah berada di depan Alina dan melindungi istrinya.
" Ahh Pendekar Serigala Emas Sakti rupanya yang datang ke tempat rahasia kita...!! " Seruan kaget dan jerih terdengar dari beberapa anggota Sekte Pengemis Barat yang menyamar sebagai juru masak dan staff dari penginapan lima warna rembulan yang di kepalai oleh pria tua yang di tangannya membawa golok sembelih sapi yang sangat tajam.
" Betul sekali dan kedatangan ku hari ini akan ku tetapkan sebagai hari pemakaman tak layak bagi para manusia busuk seperti kalian semua di sini juga...!" Kata He Shu Huan nada tegas dan bengis yang sangat menakutkan bagi para musuhnya itu di tambah dengan sorotan sepasang matanya yang bagaikan sepasang mata serigala yang amat perkasa dan menakutkan sekaligus.
" Yang Mulia , izinkanlah Hamba yang maju untuk hadapi mereka untuk Anda memberikan hukuman yang layak mereka terima ini..!" Kata Bi Guan yang sudah menghunuskan golok yang lebih ganas di depan dada dan siap membabat habis semua musuh -musuh mereka itu.
" Iya..Silakan , Guan. " Jawab He Shu Huan yang mengizinkan Bi Guan yang maju untuk hadapi para musuh mereka.
Bi Guan dengan senyuman kecil yang tipis dan sadis telah melangkah maju dan mengangkat raut wajah tampan kebanggaannya itu dengan sikap yang sangat berkarismatik luar biasa sehingga para musuh mereka menjadi ngeri melihat wajah itu.
" Bukankah Kau ini Pendekar Besar Harimau Emas Sakti Bi Guan atau Sastrawan Bodoh yang amat terkenal akan kelihaiannya di dunia persilatan di seluruh negeri Ming ? " Tanya pria pemimpin dari para anggota Sekte Pengemis Barat dengan suara gemetar kepada Bi Guan.
" Ya , Akulah Bi Guan Pendekar Besar Harimau Besar atau Sastrawan Bodoh itu..!" Jawab Bi Guan begitu arogan luar biasa kepada pihak musuhnya itu.
" Baiklah..Jika kau ingin mengadu kepandaian dengan ku..Majulah..!!" Tantang Bi Guan dengan tangannya menggapai lambat kepada pria yang memegang golok sembelih sapi di depan para anggota Sekte Pengemis Barat.
Pria itu berusaha mengatasi rasa takut dan jerih kepada Bi Guan dengan cara pria itu harus berani menerima tantangan dari Bi Guan. Ia pun maju ke depan Bi Guan dengan wajah tenang sekali.
" Perkenalkan namaku Bu Ci Xing Si Raja Jagal Gurun Gobi Barat..!" Kata pria itu dengan goloknya melintang di depan dada dan siap untuk bertarung melawan Bi Guan.
__ADS_1
Bersambung...!!